
Happy reading semuaaa 🤗.
Maaf masih banyak kekurangan 🙏.
“Maafin saya bu,tapi saya mohon jangN laporin saya ke degan sama rector soal saya yang sering bolos,”ucap Justin sambil mohon-mohon dengan Almh.Bu Rossa.
“Saya akan tetap laporkan kamu ke dekan dan juga rector seharusnya kamu tau Justin kesalahan kamu itu sangat fatal apalagi alasan kamu sibuk berpacaran denganvanak ini,”bentak Almh.Bu Rossa.
“Bisa-bisanya ibu nyalahin saya apa ibu enggak kasihan liat Justin sibuk aku liat kayaknya dia tertekan pacaran sama mahasiswi kesayangan ibu,”ujar Jennie sambil menatap tajam Almh.Bu Rossa.
“Dasar enggak tau diri sudahlah jus,intinya ibu sangatt kecewa sama kamu entah apa merasuki pikiran kamu sampai kamu jadi kayak gini,”ucap Almh.Bu Rossa sambil bangkit dari lantai dan bergegas pergi dengan ekspresi kecewa.
Bagai kerasukan setan tiba-tiba Justin memegang pergelangan tangan Almh.Bu Rossa begitu pula dengan Jennie.Justin menyuruh Jennie menjaga Almh.Bu Rossa karena dia ingin mengambil sesuatu dan berjalan keluar Almh.Bu Rossa membrontak agar dilepaskan,namun Jennie memegang kuat tangan Almh.Bu Rossa.Justin pun kembali dengan membawa sebuah pisau yang cukup tajam dan menunjukkan pisau itu
dihadapan Almh.Bu Rossa.
“Kalau ibu melaporkan saya ke dekan dan rector saya pastikan nyawa ibu enggak akan selamat disini,”ujar Justin dengan tatapan tajam menodongkan pisau tadi.
“Astagfirllullah jus,kok kamu tega-teganya ngancem ibu seperti ini,”sahut Almh.Bu Rossa dengan mata terbata-bata.
“Kalau boleh berharap sih,gue pengen Bu Rossa matiii,”batin Jennie dengan ekspresi licik sembari melirik Almh.Bu Rossa.
“Sekarang gimana Ibu lebih memilih nyawa ibu atau saya?”Tanya Justin dengan wajah dingin.
****
Justin tidak bisa menyembunyikan perasaan bersalahnya pada Almh.Bu Rossa.Dia terus
menceritakan kejadian masa lalu yang ia tidak pernah ceritakan pada siapa pun.Aline yang kemarin sangat ramah dan baik nampak tidak perduli dengan kondisi Justin saat ini begitu pula dengan Raisa yang masih tidak menyangka orang yang selama ini ia puji dan cukup disegani di kampus ternyata seorang pembunuh.Sementara Fauzan nampak menahan emosinya dan memalingkan pandangannya dari wajah Kak Justin.
“Waktu itu aku benar-benar gila aku terus menodongkan pisau sebenarnya aku hanya mengancam Almh.Bu Rossa dan enggak ada niatan mau membunuh Almh.Bu Rossa hingga akhirnya Almh.Bu Rossa mau merebut pisau itu dari tanganku aku dan Jennie memegang pisau hingga akhirnya pisau ituuuuu,”ucap Kak Justin dengan nada pelan.
~Flash back~
Almh.Bu Rossa bisa terlepas dari tangan Jennie dan berniat merebut pisau yang ada di tangan Justin.Terjadilah Tarik menarik antara Justin serta Jennie dan Almh.Bu- Rossa.Justin berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan pisau tersebut.Almh.Bu
Rossa sangat ingin merebut pisau itu dari Justin agar Justin tidak bisa mengancamnya lagi.Namun tiba-tibaaaa ada suatu kejadian yang tak terduga.
“Aaahhhhhhhhhhh!”teriak Almh.Bu Rossa memegang perutnya yang bersimbah darah karena telah tertusuk pisau yang dipegang
__ADS_1
Justin dan Jennie dan jatuh ke lantai.
Justin sangat kaget dan bingung dengan kejadian tersebut.Hatinya hancur dan diselimuti rasa bersalah melihat Almh.Bu Rossa duduk dilantai dengan kondisi setengah sadar dan lemas dengan kondisi perut tertusuk dan bersimbah darah hingga bajunya terkena darah yang cukup banyak.Sementara Jennie nampak memunculkan senyum dibibirnya tanda bahwa dia senang melihat kondisi Almh.Bu Rossa saat itu.Kemungkinan harapan ia yang menginginkan Almh.Bu Rossa matii akan terwujud.
“Yaaaa Tuhan bu,saaaya benar-benar minta maaf saya enggak seeengajjaaa ngelakuinn ini,”ucap Justin dengan suara terbaa-bata sambil menatap Bu Rossa dengan penuh darah.
“Awww dasar kamu pembunuh saya pastikan hidup kamuu tidak akan tenanggg,”bentak Almh.Bu Rossa dengan tatapan tajam dan menahan kesakitan sambil memegang perutnya yang telah tertusuk pisau dan langsung tak sadarkan diir.
Justin mengecek nadi dan menyentuh leher
Almh.Bu Rossa beberapa detik.Betapa syok dan kagetnya Justin bahwa Bu Rossa
sudah meninggal dunia karena tusukan pisau ditangannya.Badan Justin tiba-tiba terasa lemas jantung berdegup dengan kencang sekarang isi otaknya hanya penyesalan kenapa dia bisa membunuh Bu Rossa padahal Bu Rossa adalah dosen yang sangat baik.Belum lagi imbas jika semua orang tau tentang masalah ini.
“Loe bener-bener Justin,kenapa loe bisa ngelakuin hal sekeji ini?”Tanya Justin pada
dirinya sendiri sambil memegang kepalanya.
“Yess,bodoamatlah soal kejadian tadi yang penting Bu Rossa udah enggak matiii,”batin Jennie sambil tersenyum licik dan langsung menghampiri Justin yang nampak terpukul
atas kepergian Bu Rossa.
*****
dan Raisa untuk menyerat Kak Justin ke polisi agar di penjara.Namun Aline tidak setuju dengan perkataan Fauzan dia ingin mendengar kelanjutan penjelasannya Kak
Justin hingga ke akar-akarnya begitu pula dengan Raisa walapun dia sedih karena
Kak Justin tidak sebaik yang ia kira.
“Terserah loe lin,yang jelas gue pengen orang ini cepet-cepet masuk ke penjara kalau perlu di hukum mati sekalian,”ujar Fauzan dengan nada emosi.
“Zan,loe bisa diem enggak biar Aline yang nyelesain masalah ini tugas kita itun cuma bantu,”ucap Raisa dengan suara pelan.
“Terus apa yang yang kakak lakukan pada jenazah Almh.Bu Rossa?”Tanya Aline dengan tatapan dingin dan ketus.
“Aku benar-benar waktu itu enggak sengaja lin,itu semua diluar kendali aku jujur saat itu aku bener-bener panik,takut, bingung dan enggak tau harus berbuat apa,tapi nasi
sudah menjadi bubur karena aku takut kalau semua orang tau dengan terpaksa aku
__ADS_1
membawa Almh.Bu Rossa di belakang kampus,”ujar Kak Justin dengan muka pasrah
dan nada pelan.
~Flash back~
Jennie menghampiri Justin dan berusaha menenangkan Justin atas semua yang telah
terjadi sambil memandang jenazah Bu Rossa yang sudah tak berdaya dengan perut
tertusuk penuh darah.Dengan suara lembut dan memegang pundak Justin ia berkata
bahwa semua ini bukan sepenuhnya salah Justin ini semua terjadi karena Bu Rossa
sendiri yang mencoba mengambil pisau dari tangan Justin.Namun Justin menolak
mentah-mentah perkataan Jennie dan mengatakan bahwa ini semua salah ia dan
Jennie.
“Jen,ini semua salah kita enggak seharusnya kita punya hubungan gelap kayak gini dan enggak seharusnya aku ngelupain semua
tugas-tugas aku demi kamu,”ucap Justin dengan mata berkaca-kaca.
“Jadi kamu nyesel selama ini pacaran sama aku?”Tanya Jennie engan tatapan tajam.
“Dulu gue enggak nyesel,tapi sekarang gue nyesel kalau tau kejadiannya bakal kayak
gini?”Tanya Justin sambil sesekali melirik jenazah Bu Rossa yang sudah terbaring kaku di lantai yang dingin dan penih darah.
“Terserah kamu jus,yang jelas apa kamu siap kalau semua orang bakal tau kejadian
ini?”Tanya Jennie yang tidak peduli dengan penjelasan Justin.
“Bener juga kata Jennie kayaknya gue enggak bakal siap kalau semua orang tau soal kejadian ini,”batin Justin dengan wajah panik.
Jennie pun membisikkan sesuatu pada Justin.Sepertinya dia punya rencana untuk menghilangkan jejak pembunuhan Bu Rossa.
Kira-kira gimana ya respon warga kampus soal pengakuan Justin yang selama ini ia sembunyikan? Lantas,apa rencana Aline dkk?
__ADS_1
Tunggu terus kelanjutannya ❤️.
Jangan lupa like dan vote 🙏.