Dosen Gaib

Dosen Gaib
135.Seusai Pemakaman Almh.Bh Rossa


__ADS_3

Happy reading semuaa🤗.


Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.


"Kak Aline terima kasih ya udah ngasih tau semuanya mungkin kalau kakak enggak ngasih tau aku dan ayah enggak tau tentang hal ini,” ucap Luna dan langsung memeluk hangat Aline.


“Iya sama-sama lun, aku lega semuanya udah selesai walaupun enggak sesuai harapan orang yang aku kira baik ternyata enggak yang sebaik yang ku kira,” ucap Aline sambil membalas pelukan hangat Luna.


“Iya kak, aku juga enggak nyangka sekali lagi makasih ya kak, jujur aku dan ayah bingung mau ngebalas kayak apa,” ucap Luna sembari melepaskan pelukannya.


“Soal itu enggak perlu di pikirin lun, pokoknya kamu harus semangat menjalani hari-hari walaupun enggak ada ibu dan adik kamu,” ucap Aline sambil tersenyum.


“Kak,maafin Arine ya dari kemarin ngeyel dan enggak mau dengerin omongan kakak,” ucap Arine dengan nada pelan.


“Iya enggak papa rin, lain kali kalau kenal sama orang itu jangan liat dari penampilannya aja tapi, dari sifatnya juga pokoknya next time enggak boleh kayak gitu lagi,” ucap Aline sambil tersenyum.


“Iya kakakku yang paling cantik,baik hati,dan tidak sombong,” ucap Arine sambil memeluk hangat kakaknya.


“Hmm…hmmm kenapa jadi,kayak teletabis pada peluk-pelukan di kira di sini enggak ada orang apa ya,” ucap Fauzan dengan nada kesal.


“Aduh!Bilang aja kalau iri karena enggak bisa meluk Kak Aline iri bilang bos,” ledek Arine dengan nada kocak.


“Sorry ya gue enggak iri lin, aku pengan ngomong empat mata sama kamu bisa kan?” tanya Fauzan dengan nada pelan.


“Mau ngomong apa,zan?Mending di sini aja,” ucap Aline dengan nada pelan.


“Aku maunya empat mata lin, dan aku juga enggak mau ada gangguan,” ucap Fauzan dengan wajah serius.


“Oh gitu ya, ya udah kalian tunggu sini ya jangan kemana-mana,” ucap Aline dan langsung melangkah mengikuti langkah Fauzan.


Arine,Luna,dan Raisa mengangguk pelan walaupun mereka penasaran apa yang ingin Fauzan katakan pada Aline.Sementara itu Pak Ali masih di makam Almh.Bu Rossa,mantan istrinya dan Lili,anak bungsunya beliau sangat terpukul dengan kepergiaan mereka setelah hampir 3 tahun tidak berkomunikasi pasca badai perceraian menimpa keluarga Pak Ali yang ada sekarang rasa penyesalan,penyesalan,dan penyesalan.


“Andai waktu bisa di putar aku ingin kembali ke masa lalu dan memperbaiki masa lalu dan mungkin kejadian seperti enggak akan terjadi,” ucap Pak Ali dengan mata berkaca-kaca.


“Gue penasaran sama obrolan mereka gue punya ide mending kita nguping aja yuk daripada penasaran,” ucap Arine dengan wajah antusias.


“Itu ide yang bagus rin, yuk lah,” sahut Raisa dengan penuh semangat.


“Aku mau samperin ayah ku dulu ya kalau kalian mau nyusulin Kak Aline dan Kak Fauzan duluan aja enggak papa,” ucap Luna sambil sesekali menatap ayahnya.


Raisa dan Arine menyusul Fauzan dan Aline,sedangkan Luna memilih menghampiri ayahnya yang sedang memandang makam Almh.Ibunya dan Almh.Adiknya.Di tempat berbeda Fauzan mengajak Aline ngobrol di area luar makam tepatnya di depan pintu masuk area pemakaman.Ekspresi wajah Fauzan tampak belum berubah ia masih serius seperti tadi,sedangkan Aline ia hanya diam seribu bahasa sambil berpikir.Namun, akhirnya ia membuka pembicaraan dengan nada agak kesal.

__ADS_1


“Zan,sebenarnya kamu mau ngomong apa?Pliss deh, enggak usah bertele-tele,” ucap Aline dengan wajah cemberut.


Bukannya menjawab pertanyaan Aline ia malah tertawa melihat ekspresi Aline yang sangat menggemaskan.Aline makin malas dan kesal dengan sikap Fauzan yang tidak jelas dan terkesan bertele-tele.


“Kok malah ketawa ayo ngomong!” Perintah Aline dengan wajah kesal.


“Sabar dong lin, kamu ya enggak sabaran aku tuh,lagi gemes ngeliat ekspresi muka kamu,” ucap Fauzan sambil menahan tawa.


“Ya udah kalau kamu enggak mau ngomong aku mau masuk aja,” ucap Aline sambil bergegas masuk ke area makam.


“Eh!Tunggu dulu lin, sebenarnya aku pengen nanya soal yang kemarin itu apa kamu udah ada jawaban?” tanya Fauzan sambil perlahan memegang tangan Aline.


“Zan, apa-apaan sih,malu tau di liat orang-orang soal apa ya?Kok aku lupa ya?” tanya Aline sambil clingak-clingak melihat sekitar area pemakaman.


“Kemarin itu lho soal perasaan aku ke kamu gimana?” tanya Fauzan dengan nada sedikit kesal.


“Ohhh soal itu maaf zan, aku lupa kan aku udah bilang sama kamu aku belum bisa ngasih jawaban jalani aja dulu lagi pula kita kan baru aja kenal,” ucap Aline dengan nada pelan.


Fauzan terlihat kecewa dengan kata yang di lontarkan Aline di lubuk hatinya paling dalam ia ingin Aline menerima cintanya perlahan ia melepaskan genggaman tangannya yang mengenggam tangan Aline.Namun, apalah daya itu sudah keputusan Aline dan sepertinya keputusan itu tidak bisa di ganggu gugat.Aline merasa tidak enak hati sesuai melontarkan kata-kata tersebut.


“Zan, aku bener-bener minta maaf ya aku enggak bermaksud untuk melukai perasaan kamu sekarang ini aku mau fokus kuliah dan ingin meneruskan harapan-harapan Almh.Bu Rossa di Universitas Merah Putih yang belum tercapai semisal aku mau jadi pacar kamu emang kamu enggak malu punya pacar aneh kayak aku?” tanya Aline dengan nada pelan.


“Iya janji,” ucap Aline sambil mengangkat jari kelingkingnya sambil tersenyum.


“Rin, loe restuin kakak loe enggak kalau kakak loe jadian sama Fauzan?” tanya Raisa dengan nada pelan.


“Selama Kak Aline bahagia aku sih,oke-oke aja kak, Kak Raisa cemburu ya?” tanya Arine dengan nada pelan sambil menggoda Raisa.


“Gue cemburu?Ya enggak lah rin, gue malah seneng mereka ada rasa suka daripada Aline sama Kak Justin,” ucap Raisa dengan nada sedikit kencang.


“Ih!Kak enggak usah nyebut Kak Justin lagi orang dia juga udah mati aku udah enggak mau denger namanya lagi hati aku udah bener-bener hancur gara-gara dia,” ucap Arine dan langsung pergi meninggalkan Raisa yang sedang mengintip dekat pos penjaga makam.


“Zan, kita balik ke pemakaman lagi yuk,kasihan Luna sama Pak Ali,” ajak Aline dengan nada pelan.


“Tunggu lin, aku pengen ngasih kamu sesuatu,” ucap Fauzan sambil mengelurkan sebuah kalung cantik berliontin hati dari dalam saku jaketnya.


“Kalung?Ini buat aku ,zan?” tanya Aline dengan ekspresi tercengang.


“Iya lin, aku sengaja ngasih kamu kalung sebagai tanda rasa suka ke kamu kamu suka kan sama kalungnya?” tanya Fauzan dengan nada lembut sembari menatap Aline dengan tatapan lembut.


“Ya ampun zan, kamu enggak perlu ngasih kayak gini tapi, sebelumnya makasih ya aku suka kok sama kalungnya duh, jadi enggak enak sama kamu,” ucap Aline dengan ekspresi salah tingkah.

__ADS_1


“Santai aja lin, pokoknya aku bakal nunggu kamu sesuai janji kamu tadi,” ucap Fauzan sambil tersenyum.


Aline pun menerima kalung pemberian Fauzan dengan senang hati ini adalah kali pertama ia menerima barang dari seorang laki-laki.Fauzan sempat ada keinginan untuk memakaikan kalung di leher Aline,tapi Aline menolak dan lebih memilih menyimpan saja mungkin suatu hari nanti ia akan memakai.Keduanya saling memandang sambil tersenyum.


"Hmm....hmm dunia serasa milik berdua," ucap Raisa sambil menggoda Aline dan Fauzan.


"Cie cie udah jadian ya?" tanya Arine sambil tersenyum.


"Ha?Jadian?Enggak lah rin, kamu ada-ada aja," ucap Aline dengan ekspresi salah tingkah.


"Kalau enggak jadian ngapain berduaan di sini sambil senyum-senyum?Tenang aja kak, aku ngerestuin kok hubungan kalian," ucap Arine sambil tersenyum.


"Ya pokoknya doain aja yang terbaik," ucap Fauzan dengan nada pelan.


"Terima kasih banyak ya neng Aline sudah mau menyelidiki hal ini mungkin kalau neng Aline enggak kasih tau saya dan Luna kita sampai. kapan pun kita enggak akan tau kejadian yang sebenarnya," ucap Pak Ali dengan nada pelan.


"Sama-sama pak, Alhamdulillah arwah Almh.Bu Rossa dan Lili sudah tenang saya harap Pak Ali dan Luna juga sudah memaafkan Kak Justin dan Kak Jennie supaya mereka juga tenang," ucap Aline dengan nada pelan.


"Kesalahan mereka itu enggak bukan kesalahan kecil lin, enggak semudah itu," ucap Fauzan dengan nada sedikit emosi.


"Kali ini aku setuju sama Kak Fauzan aku aja enggak akan pernah maafin Kak Justin kak," ucap Arine dengan nada dingin.


"Kalau gue sih, gue maafin toh orangnya juga udah enggak ada enggak baik nyimpan dendam," ucap Raisa dengan nada pelan.


"Ya emang enggak semudah itu tapi,Allah SWT aja maha pemaaf masa kita enggak biar arwah mereka juga tenang bener kata Raisa enggak baik menyimpan dendam," ucap Aline sambil berusaha menyakinkan Fauzan dan Arine.


"Kalau saya pribadi dan Luna insyallah sudah memaafkan kesalahan mereka walaupun tidak tau seluk beluk nya saya yakin Almh juga sudah memaafkan ya walaupun masih ada luka," ucap Pak Ali dengan nada pelan.


"Tuh, Pak Ali dan Luna aja maafin ayolah jangan jadi pendendam," ucap Arine dengan nada pelan.


Akhirnya Fauzan dan Arine mau memaafkan kesalahan Kak Justin dan Kak Jennie.Hati Aline benar-benar lega karena semua sudah selesai tidak ada lagi misteri Dosen Gaib di Universitas Merah Putih.Kondisi Kampus berangsur-angsur membaik.Semoga saja kejadian ini tidak akan terulang kembali di masa yang akan datang.Sesuai pemakaman Aline mengajak Pak Ali, Luna, Fauzan,Arine,dan Raisa jalan-jalan untuk merilekskan pikiran.Aline dan Fauzan semakin dekat walaupun belum memiliki status Hubungan yang jelas.


"Dari sini aku belajar kalau yang namanya cinta itu enggak selamanya indah kadang karena cinta kita bisa buta hingga kehilangan arah dan merugikan diri sendiri bahkan orang lain so, kalau cinta sama orang jangan berlebihan ya karena sesuatu yang berlebihan itu enggak baik yang sedang-,sedang saja ," batin Aline dengan nada pelan.


Yeee ini adalah last chapter guys biar kalian enggak boring 🤗.Tunggu ya besok kalau tidak ada halangan aku akan update sesuatu di tunggu ya!


Jangan lupa like dan vote ya


Thank you🙏.


Untuk segala kesalahan insyallah akan di revisi besok.

__ADS_1


__ADS_2