Dosen Gaib

Dosen Gaib
50.Foto di tas Kak Justin.


__ADS_3

Ibuu siiapa?”tanya Aline sambill mendekati Dosen itu.


Dosen gaib itu masih diam saja dan tanpa ekspresi.Dia nampak keluar dari kelas.Aline pun mengikuti Dosen itu.


“Gue harus ngikutin,”ucap Aline.


Sementara yang lainya nampak berlarian ke segala arah.Fauzan dan Raisa nampak berhenti di sebelah tangga.


“AAAAAAAA SETANNN!”teriak salah satu mahasiswa.


“HANTUUUU!”sambung yang lainnya.


“Gila zan jadi, dari tadi kita sama setan,”ucap Raisa sambil ngos-ngosan.


“Tapi gue bingung siapa ya dosen itu?Apa dia almh.Bu Rossa?”tanya Fauzan.


“Gue enggak tau zan,eh si Aline mana


ya?”tanya Raisa.


“Kayaknya dia masih dikelas dia itu enggak mungkin takut sama hal-hal kayak gitu,”ucap Fauzan.


“Kita balik ke kelas aja yuk gue takut dia kenapa-kenapa,”ajak Raisa.


“Loe aja sana gue enggak mau ketemu dosen gaib itu lagi,”ucap Fauzan.


“Enggak setia kawan banget loe zan, tapi enggak jadi kalau gue sendiri,”ucap Raisa sambil cengengesan.


Aline masih mengikuti Dosen itu dengan menyusuri setiap koridor kampus yang saat itu nampak sepi.Namun dia malah dibuat bingung.


“Bu,saya tau hal yang menimpa ibu dimasa lalu,tapi saya mohon jangan ganggu temen-temen saya belajar,”teriak Aline.


Dosen itu nampak ada dibelakang Aline,dengan wajah dan penampilan yang berbeda.Wajahnya sangat menyeramkan penuh luka dan darah.


“Buu Rossa jadii tadi yang ada dikelas itu ibu,”ucap Aline dengan ekspresi kaget.


“TOLONG SAYAAA,”ucap Bu Rossa dengan suara pelan.


“Saaya pastii akan tolong iibu,taapi toloong ibu jangan ganggu temen-teman saaya bu,”ucap Aline dengan suara terbata-bata.


“DULU DIA BAIK TAPI WAKTU ITU DIA BERUBAH MENJADI JAHAT,”ucap Bu Rossa dengan nada marah.


“Maksud Bu Rossa apa ya?Siapa yang dulunya baik dan waktu itu jahat,”batin Aline.


“KAMU HARUS BUNUH DIAAAAA!”teriak Bu Rossa sambil memegang pergelangan tangan Aline.


“Tolong jelaskan apa maksud ibu?” tanya Aline sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Bu Rossa.


Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Aline.


"Neng Alinee!"teriak suara itu dengan nada nyaring.


Aline pun menoleh dan ternyata yang memanggilnya itu adalah Pak Ridho tukang cleaning service di kampus ini.Pak Ridho pu. menghampiri Aline.

__ADS_1


"Neng Aline ngapain ada disini?" tanya Pak Ridho.


"Kira-kira Pak Ridho tau enggak ya kalau gue lagi ngobrol sama makhluk halus," batin Aline.


"Neng Aline kok malah bengong?" tanya Pak Ridho.


"Eeee saya daari rruang dosen," jawab Aline dengan nada terbata-bata.


"Oalah tapi,kok tadi kayak lagi ngobrol padahal disini enggak ada siapa-siapa," ucap Pak Ridho.


"Bapak salah liat saya e--enggak ngobrol sama siapa-siapa kok," ucap Aline.


"Iya mungkin saya salah liat ya udah saya permisi dulu ya neng," ucap Pak Ridho sambil berlalu pergi.


"Eeeh pak, saya mau tanya sesuatu bapak bisa kan ngobrol sama saya?" tanya Aline.


"Boleh neng, tapi sebentar saja ya soalnya lagi banyak kerjaan," jawab Pak Ridho.


"Terima kasih ya pak, udah mau ngobrol ngobrol sama saya," ucap Aline.


Ditengah sepinya suasana dan dinginnya angin dikulit.Aline pun mengobrol dengan Pak Ridho.


"Pak,saya mau tanya apa bapak tau banyak soal kematian Almh.Bu Rossa?" tanya Aline dengan nada pelan.


"Saya harus jawab apa ya? Sebenarnya saya mau cerita yang sebenarnya,tapi saya enggak mau terjadi suatu hal dikampus ini," batin Pak Ridho.


"Gimana,pak?" tanya Aline.


"Terus dari pihak kampus memang udah menutup kasus ini?" tanya Aline.


"Emmmm soalnya itu saya kurang tau neng,sudah ya saya mau ke sana dulu banyak kerjaan permisi," ucap Pak Ridho yang langsung bergegas pergi.


"Pak Ridho aneh banget kayak ada yang disembunyiin next time gue harus tanya lagi," ucap Aline.


****


Aline pun melihat disekelilingnya ruang tidak ada satu orang pun.Almh.Bu Rossa si Dosen Gaib itu pun ternyata sudah menghilang.


"Yah!Bu Rossa udah enggak ada padahal gue penasaran banget sama perkataan dia tadi," ucap Aline.


Aline pun pergi meninggalkan tempat itu dan mencari teman-temannya.Pak Ridho nampak sedang membersihkan lantai didekat kantin.Kak Jennie kebetulan lewat dan ternyata dia melihat Aline dan Pak Ridho sedang mengobrol.


"Pak Ridho saya tegaskan lagi sama bapak jangan sampai mulut bapak ember," ucap Jennie dengan nada emosi.


"Iy--iya neng tadi saya enggak ngomong apa-apa kok," ucap Pak Ridho ketakutan.


"Awas kalau bapak sampai ember ke Aline apalagi sama semua orang bapak tau kan akibatnya apa," ucap Jennie yang langsung pergi.


"Kenapa saya harus terlibat dalam masalah ini coba saja waktu itu saya nolak pasti enggak akan seperti ini," ucap Pak Ridho penuh penyesalan.


Aline pun menyusuri koridor kampus yang saat itu memang sangat sepi.


"Lin,kok ada disini emang kelasnya udah selesai?" tanya Kak Justin yang tiba-tiba menghampiri Aline.

__ADS_1


"Aduh gimana ya jelasinnya? Enggak mungkin gue ngomong kalau ada Dosen gaib dikelas,"batin Aline.


"Kok diem aja,lin?" tanya Kak Justin.


"Eh lin,emang bener ya kalau tadi dikelas ekonomi ada penampakan Dosen gaib?" tanya Sovia dan Karina.


"Eeee kalian tau dari mana?" tanya Aline.


"Tadi ada cerita lin,bener apa enggak?" tanya Sovia penasaran.


"Iya cepetan dong jawab," ucap Karina.


" Nanti ya gue jawab," ucap Aline.


"Ya udah beneran lho ya," ucap Sovia.


"Oke lin, kita duluan ya permisi Kak Justin," ucap Karina.


"Oh ya, saya mau tanya sama kamu emang yang dibilang mereka bener?" tanya Kak Justin.


"Sebenarnya iya kak,tapi cuma sebentar kok," ucap Aline.


"Gue bener-bener khawatir kalau semua orang tau yang sebenarnya," batin Kak Justin.


"Kak Justin baik-baik aja kan?" tanya Aline.


"Panggil aku Justin aja ya biar lebih akrab ya walaupun kita senior dan junior," ucap Kak Justin.


"Oh gitu ya kak eh Justin maksudnya," ucap Aline.


"Aku mau ke toilet sebentar," ucap Kak Justin sambil meletakkan tasnya dikursi koridor.


Aline pun duduk di kursi koridor untuk menjaga tas Kak Justin.Dia nampak sangat penasaran dengan isi tas Kak Justin.Namun Aline merasa sungkan karena itu tidak sopan.


"Penasaran banget sama isi tasnya Kak Justin tapi kalau ada yang ngeliat gimana ya?" tanya Aline bimbang.


Tiba-tiba ada bunyi sesuatu di tas Kak Justin.Awalnya Aline tidak menghiraukan,namun bunyi itu muncul secara terus-menerus hingga akhirnya Aline membuka tas Kak Justin dengan hati-hati.


"Kedengarannya sih kayak suara hp nah, bener kan ada yang nelepon Kak Justin, tapi malah dimatiin ya udah," ucap Aline sambil mengembalikan hp Kak Justin ke dalam tas.


Mata Aline tertuju pada sebuah foto yang nampak seperti foto lama ternyata itu adalah foto Kak Justin dan Kak Hanna waktu mereka masih pacaran.


Happy reading semuaaa🤗


Jangan lupa like dan vote🙏


Mohon maaf bakal jarang update ya🙏


Tunggu terus kelanjutannya ❤️


Buat kalian yang masih setia nunggu kelanjutannya cerita cuma mau bilang terima kasih yang sebesar-besarnya 😊.


Doain ya supaya bisa bikin cerita yang lebih baik lagi🙏.

__ADS_1


__ADS_2