Dosen Gaib

Dosen Gaib
122.Firasat aneh yang di rasakan Aline.


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Jangan lupa mampir di novel sebelah"Dear Jaka" thank you🙏.


Jika masih ada kesalahan akan saya revisi besok


“Jadi,kemarin ibu ku kecelakaan kak,dan udah meninggal.”Adam meneteskan air mata saat mendengar penjelasan Aline  dan tidak percaya.


“Iya dam,sebenarnya kakak enggak tega nyeritain semuanya sama kamu dan ini ibu kamu menitipkan ini ke kakak.”Aline menyodorkan sebuah amplop pada Adam.


Bibi Adam terlihat terdiam sementara Adam langsung menerima amplop yang di berikan Aline.Adam sangat terkejut melihat amplop tersebut karena berisi cek senilai 15 juta dan selembar kertas berisi surat.Adam pun membuka surat itu dan membacanya air mata Adam tumpah ruah membaca surat dari Almh.Ibu nya.Bibi Adam juga merasakan duka yang dalam sambil menguatkan adam sang keponakan.


“Ya Allah mbk… Terima kasih ya dengan sukarela mengantarkan titipan ini semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian,” ucap Bibi Adam dengan wajah berkaca-kaca.


“Iya sama-sama teh,aamiin makasih buat doanya kami turut berduka cita ya,” ucap Aline dengan ekspresi datar.


“Kak,kook kakak tau soal ini ibu kan udah meninggal apa jangan-jangan kakak bukan manusia biasa?” tanya Adam sambil menyeka air matanya.


“Kakak ini itu sebenarnya…..,”Raisa memutuskan kalimatnya karena Aline menatap tajam kea rah Raisa.


“Sebenarnya apa,kak?” Tanya Adam lagi.


“Si Raisa kalau ngomong enggak bisa di jaga hampir aja dia keceplosan,” batin Fauzan dengan muka kesal.


“Bukan apa-apa kok dam,Ya udah teh,kita mau pamit mungkin next time kita bisa ketemu lagi,” ucap Aline sambil bangkit dari sofa diikuti Fauzan dan Raisa.


“Lin, kok langsung pulang?Kenapa loe enggak nanya soal orang-orang yang kita cari ke mereka,” bisik Raisa dengan nada cukup tinggi.


“Mereka lagi berduka sa,ini bukan saat yang tepat nanti kita tanya ke satpam aja,” bisik Aline pada Raisa dengan nada pelan.


“Kok burrruuu-burrru?Padahal niatnya saya pengen ngajak kalian makan,” ucap Bibi Adam sambil menyeka air matanya.


“Enggak usah repot-repot teh, soalnya kita masih ada urusan hampir aja aku lupa soal posisi jenazah tadi salah satu polisi bilang di bawa ke rumah sakit…. Supaya kalian percaya,” ucap Aline dengan nada pelan.

__ADS_1


“Terima kasih ya informasi lin,semoga segala urusan kalian di mudahkan,”  ucap Bibi Adam dengan nada suara serak karena menangis.


***


Mereka keluar dari rumah Adam dan berpamitan.Arwah Ibu…..mendadak muncul di depan rumah Adam sambil tersenyum dia tidak masalah jika Aline mengatakan yang sebenarnya karena hal itu membuktikan bahwa Aline adalah gadis yang baik.Aline pun tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Ibu…..Raisa dan Fauzan sudah tidak kaget dengan sikap Aline.


“Lin,sekarang kita mau cari mereka?Soalnya ini udah mulai sore,” ucap Fauzan dengan nada pelan.


“Iya zan,kita tanya sama satpam tadi oh ya ini Almh.Bu Rossa sama Lili kemana ya?” tanya Aline sambil clingak-clinguk memperhatikan situasi.


“Ya aku enggak tau lin,orang aku enggak bisa liat,” ucap Fauzan dengan nada pelan.


“Iya juga ya kita ke pos satpam yang tadi aja yuk nanti juga bakal ketemu kok,” ucap Aline sambil tertawa kecil.


Aline dan Fauzan pun melangkah ke pos satpam sementara itu Raisa yang dari tadi bengong berlari kecil mengikuti langkah Aline dan Fauzan.Sementara itu Justin terus di liputi rasa ketakutan karena Almh.Bu Rossa terus mendekat dengan tatapan tajam.Perlahan tangannya memegang pergelangan tangan Justin dengan sangat kuat.


“Lepaskan sayyaaa,” teriak Justin dengan muka ketakutan.


“Saya enggak tau bu,saya mohon lepaskan sayaaa,” ucap Justin sambil menahan sakit di pergelangan tangannya.


“Ayo kak,jawab jangan bohong.”Lili mengucapkan kalimat itu sambil menggelitiki Justin  agar dia mau menjawab.


Justin  tidak dapat menahan rasa geli yang luar biasa,sedangkan Almh.Bu Rossa terus memegang tangan Justin hingga lebam.Kedua anak buah Justin tak kunjung sadar dan masih tergeletak di teras depan.Daerah rumah itu memang jarang di lewati orang dan cukup sepi.Aline merasakan firasat aneh di sepanjang jalan dia mendapat firasat bahwa terjadi sesuatu hal di suatu tempat.


“Kok  gue merasa aneh ya firasat gue berkata kalau gue harus ke suatu tempat,” batin Aline sambil memegang kepalanya.


Tiba-tiba Aline berjalan lurus padahal kantor pos ada di ujung sebelah kanan.Fauzan dan Raisa bingung dengan sikap Aline.Aline melangkah dengan langkah pelan sambil terus memegang kepalanya seperti ada yang mengarahkan langkahnya mungkin ada sosok yang menuntun Aline ke suatu tempat.Di belakang Fauzan dan Raisa mengikuti langkah Aline dengan hati-hati.


“Zan,itu si Aline mau kemana?”  tanya Raisa dengan nada pelan.


“Gue juga enggak tau,semoga aja ini adalah petunjuk kita ngapain jalannya pelan-pelan yang cepet dong,” ucap Fauzan sambil mempercepat langkahnya.


“Iya iya ini juga mau cepet,” ucap Raisa dengan ekspresi manyun.

__ADS_1


"Ini sebenarnya gue mau di bawa kemana?Kenapa ada kekuatan yang mendorong gue," batin Aline sambil terus mengikuti penerawangannya.


****


Hari semakin sore dan matahari pun akan menenggelamkan sinarnya Luna sedang dalam perjalanan pulang ia melangkah dengan begitu cepat karena khawatir dengan Arine karena ditinggal sendirian. Luna pun sampai di rumah dan buru-buru mengecek Arine yang sedang tertidur di sofa depan.Luna pun menggeletakkan tasnya dan menghampiri Arine.


"Alhamdulillah dia baik-baik aja dari tadi aku was-was kalau orang-orang itu nangkep kamu lagi," ucap Luna sambil menatap lembut Arine.


Merasa ada yang orang di samping nya Arine pun membuka matanya dan langsung memeluk Luna dengan sangat erat.Luna nampak kaget melihat Arine memeluk secara tiba-tiba.


"Kamu kenapa, lin?" tanya Luna dengan ekspresi khawatir.


"Aku takut lun, tadi orang itu lewat sini dan mau nangkep aku untung ada bapak-bapak yang ngalihin perhatian mereka," ucap Arine dengan nada pelan sambil melepas pelukannya.


"Ya ampun rin, ini bahaya buat kamu orang itu pasti mau nangkep kamu lagi," ucap Luna dengan nada pelan.


"Iya lun,aku harus gimana?Aku enggak mau ketemu sama orang itu lagi," ucap Luna dengan muka ketakutan.


"Kamu tenang aja ya,nanti aku akan bicara sama ayah siapa tau ayah ada solusi," ucap Luna dengan nada pelan.


****


Langkah Aline berhenti di sebuah bangunan rumah kosong di ujung komplek.Aline merasakan hawa aneh.Raisa dan Fauzan yang dari mengikuti Aline pun berhenti di depan rumah itu dengan tatapan bingung.


"Langkah ku terhenti di sini berarti ada yang aneh dengan rumah ini?" ucap Aline dengan merasakan hawa yang ada di rumah itu.


Akankah Aline bertemu dengan Justin saat itu juga?Lalu apakah Justin akan jujur atau malah memutar balikkan fakta?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.


Maaf ya teman-teman semua jika ceritanya kepanjangan 🙏 ini sudah menuju episode terakhir.


Jangan lupa like dan vote thank you 🙏.

__ADS_1


__ADS_2