
Drrtt….
Terdengar bunyi telefon yang cukup nyaring ternyata bunyi ponsel milik Kak Justin rupanya Arine yang menelefon Justin.
“Astaga dia lagi dia lagi ngapain dia nelefon?”Tanya Justin sambil menggerutu.
Kak Justin pun mengangkat telefon tersebut dengan rasa malas yang luar biasa.Sementara Arine terus menelefon Justin padahal saat itu kelasnya sedang pelajaran dan sedang ditinggal guru.
“Hai rin,ada apa?” Tanya Justin dengan ekspresi bete.
“Hai kak,nanti kakak jadi kan datang ke pesta ultahku?”Tanya Arine dengan suara pelan.
Justin nampak terdiam dan berpikir sepertinya dia ragu datang ke pesta ultah Arine.Dia berkeinginan untuk tidak datang ke pesta ultah Arine.Sementara itu Jennie ingin menghampiri Justin,namun langkahnya terhenti di depan pintu kelas karena melihat Justin sedang bertelefonan.Jennie pun mengintip Justin.
"Nanti gue datang kok,tapi gue enggak janji ya btw happy birthday sukses selalu,”ucap Justin dengan ekspresi muka bete.
“Oke kak,makasih ucapannya,”ucap Arine dengan ekspresi sumringah.
“Hmmm…”ucap Justin singkat.
“Ucapan Kak Justin kok cuma gitu doang enggak ada special-specialnya,”batin Arine.
Kak Justin nampak bete dan ingin menutup telefon dari Arine karena dia pikir itu adalah telefon dari Aline.Jennie nampak kaget setelah mendengar pembicaraan Justin dan si penelefon walaupun suaranya tidak terlalu jelas.Ekspresi wajahnya tidak percaya.
“Adiknya cewe aneh ulang tahun dan Justin mau datang ke pesta ulang tahun kok bisa-bisanya dia mau?”Tanya Jennie dengan suara kesal.
“Rin,ini dosen gue uda datang gue tutup ya,”ucap Kak Justin yang langsung menutup telefon tanpa menunggu persetujuan Arine.
“Kak tunggu dulu kak jangan di matiin hallo kak,”ucap Arine sambil terus memanggil Kak Justin.
Justin menghela nafas panjang.Hari ini moodnya sedang tidak bagus ingin rasanya dia tidak datang ke pesta ulang tahun Arine yang pastinya alay,namun dia tidak enak pada Aline yang sangat baik padanya.Ditengah-tengah lamunan muncullah seseorang yang menambah hancur moodnya.Dia datang tak diundang pulang tak diantar.
“Jus,pokoknya kamu enggak boleh datang ke pesta adiknya cewe aneh,”ucap Jennie dengan nada sedikit emosi.
“Dari mana loe tau gue mau datang ke pesta ultahnya Arine?”Tanya Justin yang langsung bangkit dari kursinya.
__ADS_1
“Kamu enggak perlu tau jus,intinya aku enggak setuju kamu datang ke pesta ulang tahun cewe aneh itu,”ucap Jennie.
“Mau gue datang mau enggak itu bukan urusan loe,”ucap Justin yang langsung keluar dari kelas.
Jennie sangat kesal dengan sikap Justin,dia punya rencana untuk menghancurkan pesta ulang tahun Arine .Dia pun pergi dari kelas Justin karena mahasiswa dan mahasiswi di kelas tersebut yang memperhatikannya.
Di kelas pelajaran mata kuliah hari ini sudah selesai.Dosen pun sudah meninggalkan ruang kelas.Raisa dan Fauzan langsung menhampiri Aline yang sedang memasukkan buku-buku ke tasnya.
“Lin,coba loe jelasin sebenarnya rencana loe itu apa?”Tanya Raisa dengan nada tidak santai.
“Kan tadi gue udah bilang nanti kalian datang ke pesta ulang tahunnya Arine baru setelah ulang tahun Arine selesai kita langsung ngejebak Kak Justin,”ucap Aline dengan nada suara pelan.
“Haduh!Ngapain sih,harus pesta ulang tahun adik loe males banget,”ujar Raisa dengan nada kesal.
“Oke lin,pasti di sana banyak makanan ya lumayan biar hemat maklum anak kos jadi harus hemat,”ucap Fauzan dengan nada santai.
“Makanan aja yang dipikirin,”celoteh Raisa sambil melirik ke arah Fauzan.
“Namanya juga pesta pasti banyak lah,tapi kalian harus datang ya awas kalau kalian enggak datang,”ancam Aline pada dua rekannya.
Raisa nampak bete karena malas datang ke pesta ultahnya Arine.Sementara Aline nampak sedang memainkan ponselnya.Suasana kelas sepi hanya ada Aline dan Raisa .Raisa sedang melihat sekeliling kelas.Namun tiba-tiba ada suara misterius yang membuat Raisa kaget.
“Suara apa,tuh?”Tanya Raisa kaget yang langsung mengarahkan pandangannya ke depan.
Raisa pun memeriksa papan tulis yang ada di depan dengan langkah pelan-pelan pandangannya tertuju pada benda berukuran sedang yang tergeletak di lantai benda itu adalah sebuah penghapus.Raisa nampak clingak-clinguk ke kanan dan ke kiri,namun tidak ada seorang pun hanya ada suara kipas angin yang sedang berputar.
“Kok penghapusnya bisa jatuh ya?Kalau angin kayaknya enggak mungkin jangan-jangann hantu lagi,”ucap Raisa dengan nada pelan.
“Sa,loe kenapa?”Tanya Aline sambil memegang pundak Raisa.
Raisa nampak ketakutan karena ada yang menyentuh pundaknya secara tiba-tiba.Raisa membalikkan tubunya secara pelan-pelan.
“AAAAAAAAAAAAAAAAA,”teriak Raisa dengan suara cukup keras.
Aline menutup mulut Raisa agar orang-orang yang ada diluar tidak mendengar dan menanyakan sesuatu pada Raisa.Diluar ada beberapa orang yang mendengar suara teriakan,namun mereka nampak cuek.Fauzan yang sedang berjalan menuju kelas juga mendengar teriakan tersebut dan bertanya suara teriakan siapa,namun tidak ada yang tau.Fauzan pun buru-buru menuju kelas.
__ADS_1
“Jangan teriak kayak gitu dong kalau yang lainnya denger gimana?”Tanya Aline yang lansung membuka mulut Raisa.
“Loe sih,ngaget-ngagetin gue pikir setan,”jawab Raisa dengan nada kesal.
“Emang tadi loe liat apa?”Tanya Aline dengan nada tegas.
“Tadi itu gue denger ada benda yang jatuh ternyata penghapus papan tulis dan itu jatuh sendiri filling gue ini ulah hantu,”ujar Raisa.
“Emang hantu sa,udah cuekin aja,”ujar Aline dengan nada santai.
“Hah!Ngada-ngada loe ya nyuruh cuekin,”ucap Raisa dengan ekspresi ketakutan.
Fauzan nampak panik dengan kondisi dua rekannya dan langsung menghampiri dua rekannya.Fauzan menanyakan apa yang terjadi.
"Eh,ini ada apa?Kalian berdua enggak papa kann?" Tanya Fauzan dengan ekspresi panik.
"Mata loe buta zan,loe lihat kita sehat walafiah kayak gini ya berarti kita enggak papa," ujar Raisa dengan nada agak tinggi.
"Ya santai dong namanya orang panik," ujar Fauzan dengan nada tak kalah tinggi.
"Tadi Raisa kaget penghapus papa tulis jatuh," ujar Aline.
"Astaga gue kira kenapa cuma penghapus jatuh," ucap Fauzan.
Terdengar suara orang sedang menghapus papan tulis padahal posisi saat itu cuma ada Aline,Raisa,dan Fauzan.Aline melihat ada makhluk tak kasat mata sedang membersihkan papan tulis dengan penghapus.Ternyata itu adalah Almh.Bu Rossa ekspresi mukanya dingin dan pucat,namun tak seseram saat berada di kos-kosan Justin.Raisa dan Fauzan nampak tidak mengetahui kehadiran Almh.Hu Rossa (Dosen Gaib).
"Loe kenapa,lin?" Tanya Raisa pada Aline yang wajahnya memadang ke arah kedepan.
Kira-kira Aline dan Almh.Bu Rossa mau ngomong apa ya?Akan kah rencana Aline berhasil atau malah menghancurkan pesta Arine.
Tunggu kelanjutannya ya❤
Ini hampir episode akhir kok guys😀jadi setelah episode akhir akan saya revisi semua.
Jangan lupa like dan vote🙏.
__ADS_1