Dosen Gaib

Dosen Gaib
83.Justin kembali menceritakan semuanya


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗


Maaf masih banyak kekurangan 🙏.


“Loe gila ya jen,kita enggak mungkin ngelakuin hal kayak gitu,”gumam Justin pada Jennie.


“Itu adalah satu-satunya cara supaya bisa ngilangin jejak jus,kita kuburin jezanah Bu Rossa di belakang kampus aku yakin orang-orang enggak akan curiga dan orang-orang pasti mikir kalau Bu Rossa ilang,”ujar Jennie sembari meyakinkan Justin yang nampak panik dan khawatir.


“Ya tuhan mau dimana muka gue kalau semua orang tau belum lagi kalau ada yang ngelaporin gue ke polisi,”batin Justin dengan muka gelisah.


“Gimana,jus?Aku ngelakuin ini semua demi martabat kamu di kampus karena aku sayang sama kamu,”ucap Jennie sambil  memegang  wajah tampan Justin.


Mungkin saat  itu Justin sangat mencintai Jennie hingga akhirnya Justin pun menyetujui ide gila Jennie.Justin pun mengambil gorden yang terpasang di jendela untuk membungkus jenazah Bu Rossa agar tidal ketahuan satpam yang biasa menjaga kampus.Setelah membungkus jenazah Bu Rossa dengan sangat rapi dan hati-hati.Jennie mengambil tong sampah kosong untuk membawa jenazah Bu Rossa.


“Jen,ini serius kita bawa jenazah Bu Rossa pakai tong sampah?”Tanya Justin terheran-heran.


“Iya serius jus,biar enggak ketahuan udah mending kamu  percaya sama aku,”jawab Jennie sambil menyakinkan Justin.


Setelah berpikir cukup lama Justin pun menyetujui ide Jennie dan memasukkan jenazah Bu Rossa yang sudah terbungkus rapi ke dalam tong sampah tersebut.Mereka pun menggotong tong sampah dengan sangat hati-hati.Sayangnya malam itu terjadi hujan yang sangat deras disertai petir yang membuat Justin dan Jennie sedikit kesulitan menguburkan jenazah Bu Rossa secara


diam-diam.Belum lagi ada  beberapa satpam


yang patrol keliling ruangan untuk mengecek-ngecek.


****


“Saat itu gue benar-benar enggak tau harus berbuat dan hampir aja ketahuan satpam yang ada disana,namun untung mereka enggak curiga dan akhirnya gue sama Jennie sampai ke lokasi tujuan dengan kondisi hujan yang sangat deras  dan petir,”ucap Kak Justin


dengan muka pasrah dan nada pelan.


“Ni,orang bener-bener enggak ada rasa manusiawi bisa-bisanya jenazah Almh.Bu Rossa  dimasukin ke tong sampah,”bentak Fauzan yang lagi-lagi tersulut emosinya karena mendengar sepenggal penjelasan Kak Justin.

__ADS_1


“Iya zan,sampai saat ini aja gue masih terheran-heran kok ada ya orang kayak gini,”sambung Raisa dengan nadaa emosi.


“Jujur mendengar penjelasan kakak di masa lalu membuat aku ingin tanya sama Kak


Justin,tapi sebelummnya aku pengen denger kelanjutan penjelasan yang tadi,”ucap


Aline dengan muka ketus sambil menahan emosi.


Flash back


Duarrrrr….


Terdengar petir yang sangat kuat dan keras di sertai rintihan hujan yang sangat deras.Walaupun baju mereka basah tak menyurutkan tekad Justin dan Jennie untuk menguburkan jenazah Bu Rossa di belakang kampus dekat pohon-pohon rimbun.Justin pun menggali tanah yang sudah basah untuk


menguburkan jenazah Bu Rossa. Bersamaan dengan kejadian itu terlihat ada seseorang laki-laki  paruh baya memakai payung melihat Justin dan Jennie  dari kejauhan.Laki-laki paruh baya itu pun langsung mendekati pohon yang cukup rimbun untuk mengetahui apa yang dilakukan kedua orang itu.


“Itu kan nak Justin dan neng Jennie kok mencurigakan sekali aku harus tau apa yang mereka lakukan,”ujar laki-laki paruh baya itu yang di ketahui bernama Pak Ridho cleaning service di kampus Justin dan Jennie.


“Sabar dong ini tanahnya basah jadi susah buat di gali,”jawab Justin sambil terus menggali lubang dengan alat seadanya.


Setelah menggali lubang cukup dalam Justin pun naik dan  mengutarakan rasa bersalahnya pada Almh.Bu Rossa  dengan wajah penuh penyelasan dan rasa khawatir yang amat besar.Sementara Jennie nampak tidak ada rasa bersalah sedikit pun  padahal  dia juga terlibat dalam kejadian ini dia malah tersenyum sinis dan terlihat sangat senang melihat Bu Rossa mati dengan cara seperti ini.Di balik pohon Pak Ridho terus memantau gerak-gerik Justin dan Jennie  dengan sangat intens walaupun hujan sangat deras disertai petir.


“Bu Rossa saya benar-benar minta maaf atas semua yang terjadi saya enggak niatan buat bunuh ibu saya harap ibu bisa tenang di alam


sana,”ujar Justin dengan mata berkaca-kaca.


“Udah lah jus,enggak usah banyak ngomong sekarang kita kubur Bu Rossa sekarang juga aku udah kedingingan banget,”ucap Jennie sambil menggigil karena kedinginan.


“Astagfirullah haladizim jadi,itu Ibu Rossa dan mereka yang membunuh aku masih enggak percaya kalau nak Justin yang membunuh dia kan dekat


sekali dengan Bu Rossa,”ujar Pak Ridho dengan nada tidak percaya.

__ADS_1


Justin pun memasukkan Bu Rossa kedalam lubang yang sudah ia gali dengan tangan yang gemetar dan menutup kembali dengan tanah dengan harapa semoga tidak ada orang yang menggali gundukkan tanah itu.Justin tidak bisa menyembunyikan perasaan bersalahnya mungkin dengan sedikit doa bisa mengurangi rasa  bersalahnya.Sementara Jennie terlihat cemberut melihat Justin berdoa.


“Ngapain sih,pakai berdoa segala udah tau ini hujannya deres banget ditambah banyak petir lagi,”batin Jennie dengan wajah kesal.


Justin pun selesai berdoa dan langsung bergegas pulang sebelum ada orang lain belum satu langkah ia melangkahkan kaki tiba-tiba ada seseorang yang memanggil mereka ternyata orang itu Pak Ridho oranh yang dari tadi melihat mereka dari kejauhan.Wajah Justin dan Jennie sangat kaget dan panik ketika melihat  orang yang


memanggil mereka dan berusaha untuk kabur,namun usaha mereka gagal.Sekarang


mereka sangat merasa tersudut dan tidak tau harus mengatakan apa.


“Saya sudah tau semuanya ternyata sesuatu yang ada dalam gundukkan itu adalah jenazah Bu Rossa  dan kalian adalah pembunuhnya,”ucap Pak Ridho sambil menatap tajam Justin dan Jennie.


****


Mendengar penjelasan Kak Justin lagi-lagi Aline,Raisa,dan Fauzan lagi-lagi  dibuat


tercengang.Mereka tidak menyangka kalau Pak Ridho tau tentang kejadian tersebut


dan mereka juga bertanya-tanya mengapa Pak Ridho ikut menyembunyikan hal sebesar ini pada semua orang.Justin pun mengatakan bahwa Jennie sudah mengancam Pak Ridho untuk tidak membocorkan kejadian itu pada semua orang.


"Pantes aja gue liat-liat Pak Ridho takut sama Jennie ternyata oh ternyata," gumam Fauzan dengan nada cukup keras.


"Oke sampai sini sudah cukup jelas kalau Kak Justin dan Kak Jennie adalah pelakunya dan Pak Ridho enggak tau apa-apa dia cuma saksi sekarang kita ke gundukan yang kemarin dan loe kak harus ikut," ucap Aline dengan wajah penuh emosi.


Mereka pun ke belakang kampus.Namun sebelumnya mereka menelefon ambulance terlebih dahulu untuk membawa jenazah Jennie yang yang sangat memprihatikan dengan kondisi kepala yang sudah retak dan bocor ke rumah sakit.Di tempat berbeda Arine nampak tidak bisa menyembunyikan rasa kecewa nya pada Aline kakaknya karena pestanya hancur berantakan.


Kira-kira Arine bakal benci enggak ya sama Kak Justin setelah mengetahui kejadian yang sebenarnya?Atau malah membela Kak Justin yang jelas-jelas salah?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.


Jangan lupa like dan vote 🙏.

__ADS_1


__ADS_2