Dosen Gaib

Dosen Gaib
64.Arine Ngambek


__ADS_3

Happy Reading semuaa🤗


Aline kaget dengan perkataan Raisa.Begitu pula dengan Fauzan yang langsung berubah raut mukanya.


“Eh,sa loe jangan ngada-ngada ya,” ujar Fauzan.


“Sa,kok loe bisa-bisanya ngasih ide kayak gitu jujur gue


enggak habis pikir sama loe,” ucap Aline.


“Ya maaf lin,tapi  ini ide yang bagus lho kemungkinan rencana kita pasti berhasil,” ucap Raisa dengan


penuh keyakinan.


“Mending loe aja deh,yang kencan sama Kak Justin,”ucapFauzan dengan ekspresi betenya.


Aline nampakmempertimbangkan rencana Raisa yang menurutnya sangat konyol.Bagaimana bisaa


dia harus berkencan dengan Kak Justin demi memuluskan rencannya.


“Kalau gue yang kencan sama  Kak Justin pasti gue baper kalau modelan kayak Aline gini enggak bakal baper atau enggak loe aja zan,biar lebih


deket gitu sama Kak Justin,”ucap Raisa.


“Sorry ya daripada gue ngobrol sama Kak Justin mending gue ngobrol sama Dosen gaib,” ucap Fauzan.


“Astaga,gue Cuma bercanda zan,”ujar Raisa.


Di luar Arine sedang diam-diam menguping pembicaraan Aline,Raisa,dan Fauzan.Tanpa disadari dibelakangnya ada sosok tak kasat mata sedang ikut menguping.Dia nampak kepo dan penasaran apa


yang didengarkan Arine.


“Ini mereka lagi ngomongin apa ya?” tanya Arine sambil terus menguping.


Di dalam Aline nampak masih berpikir.Sepertinya dia punya rencana lain untuk bisa menjebak Kak Justin.


“Jadi,gimana lin,loe setuju sama ide gue?” tanya Arine penuh kepastian.


“Semoga aja Aline enggak setuju sama Ide nya Raisa,”batin Fauzan penuh harapan.


Aline masih diam dan berpikir.Tiba-tiba lampu yang tidak terang di kamar Aline mati  dan membuat Raisa dan Fauzan panik.Kamar Aline nampak  gelap gulita dan menambah  kesan horror.


Pett…


“AAAAAAA…Ini kok gelap,lin?” tanya Raisa panik.


“Lin,ini listriknya mati ya?” tanya Fauzan tak kalah panik.


Keadaan luar kamar terang hanya kamar Aline yang mati lampunya.Arine nampak kaget dan bingung dengan suara teriakan Raisa dan Fauzan.

__ADS_1


“Kok pada teriak-teriak ya jangan-jangan terjadi sesuatu lagi,”  ujar Arine panik.


Arine pun membalikkan badannya betapa kagetnya dia melihat ada penampakam wanita muda berambut  panjang berdiri tegak tepat di depannya.Wajahnya hancur dan penuh luka.


“AAAAAA…Setaannnn!” teriak Arine dengan suara cukup keras dan langsung pingsan tepat di depan pintu kamar Aline.


Di dalam Aline nampak menyalakan beberapa


lilin karena saat ini kondisi kamarnya gelap gulita.


“Lin,sebenarnya ini apa?” tanya Raisa.


Aline pun menjelaskan secara singkat kenapa lampu dikamarnya tiba-tiba mati.Kejadian ini sudah menjadi


makanan sehari-hari Aline.Aline menceritakan bahwa kejadian ini hanya berlaku di kamarnya ruangan lain tidak.Dia menyakini bahwa penunggu kamarnya sedang mengajak bercanda dengan mematikan sementara kamarnya.Raisa dan Fauzan hanya menelan ludah mendengar cerita singkat tentang kejadian ini.


“Fiks kita enggak jadi nginep di rumah loe,”ucap Raisa ketakutan.


“ Kok guue tiba-tiba meerindiiing ya,” ucap Fauzan dengan suara terbata-bata.


“Ya udah terserah kalian,intinya gue cerita apa adanya oh ya setelah gue pikir-pikir jangan dinner mending gue


minta diajarin sesuatu gitu sama Kak Justin soalnya kalau dinner atau kencan takutnya menimbulkan masalah baru,”ucap Aline di tengah kegelapan.


Nah ,ini gue setuju,”ucap Fauzan secara spontan.


“Maksud gue kalau gue dinner berdua doang sama Kak Justin tanpa ada kepetingan takutnya bakal jadi bahan gosip di kampus belum lagi kalau Kak Jennie dan Arine tau pasti bakal ribet bukannya berhasil malah jadi masalah,”ucap Aline panjang lebar.


.


“Iya juga ya lin,pasti bakal ribet dan panjang urusannya,” ucap Raisa.


“Ternyata Aline enggak setuju sama idenya Raisa baguslah,” batin Fauzan.


Ruangan yang semula gelap gulita tiba-tiba terang dengan sendirinya hingga membuat Raisa dan kaget


Dan ketakutan.Sementara Aline nampak sedang berpikir sesuatu.


“AAAAAAAAAAA….kok nyala sendiri lampunya,”teriak Raisa yang langsung bangkit dari duduknya.


“Lin,kok lampunya nyala lagi?” tanya Fauzan panik sekaligus penasaran.


“Ya emang kayak gini tiba-tiba mati tiba-tiba nyala mungkin penunggu kamar ini pengen kenal sama kalian” ucap Aline.


Arine tiba-tiba terbangun dari pingsan dan nampak ketakutan.Dia pun bangkit dan mengingat kejadian tadi.


“Tadi itu apaan ya?Nyeremin banget,” ujar Arine pada dirinya sendiri.


Arine pun kembali menguping pembicaraan Aline,Raisa,dan Fauzan.

__ADS_1


“Omg..seharusnya tadi gue enggak pingsan kalau kayak gini kan jadi enggak tau apa yang mereka omongin,”cetus Arine.


“Jadi kalian setuju kan sama rencana gue?” tanya Aline pada kedua temannya.


“Setujuuuuuuuuuuuuuu,” jawab Fauzan sambil memajukan bibirnya kedepan.


"Biasa aja dong,”ucap Raisa sambil menyentuh bibir Fauzan yang maju.”btw gue setuju lin,ide lho oke,”ucap Raisa.


“Ya enggak usah main nyamber-nyamber juga,”ucap Fauzan agak sewot.


Aline pun menjelaskan strategi apa yang akan dilakukan untuk menjebak Kak Justin tanpa membuat Arine atau siapa pun curiga.Sementara diluar Arine sudah merasakan rasa kantuk yang luar biasa ingin rasanya dia membaringkan badan dan tidur.Namun dia tetap keke pada tujuan untuk mengetahui apa yang dibicarakan mereka bertiga.


“Kalau enggak salah mereka nyebut-nyebut Kak Justin ngapain mereka ngomongin Kak Justin?Tadi mereka juga ngomongin soal dinner jangan-jangan Kak Aline mau dinner lagi sama Kak Justin enggak enggak ini enggak boleh terjadi seharusnya yang dinner sama Kak Justin itu aku,”ucap Arine.


Terdengar suara langkah kaki dan suara gagang pintu rupanya Aline sudah selesai bermusyawarah dengan kedua rekannya.Sekarang Fauzan dan Raisa memilih pulang karena takut menginap di rumah Aline yang terkesan horror.Arine panik mendengar suara langkah tersebut dan buru-buru bersembunyi.


“Yakin enggak mau nginep di rumah gue?” tanya Aline sambil menggoda kedua rekannya.


“Enggak lin,nanti kita ngrepotin loe lagi,” jawab Raisa.


“Sebenarnya gue pengen lin,tapi nanti kos-kosan gue kemalingan gimana nanti gue jadi glandangan,”ucap Fauzan.


“Ya udah deh,terserah kalian oh ya hati-hati di jalan kalau ketemu penampakan cuekin aja,”ucap Aline.


Fauzan dan Raisa pun pulang.Sementara Aline langsung masuk ke kamarnya.Arine langsung keluar dari tempat persembunyiannyan dan duduk di sofa dan menggerutu.


“Pokoknya gue harus bisa ngundang Kak Justin di pesta ulang tahun gue,”gerutu Arine dan langsung masuk ke kamarnya.


Matahari sudah bersinar dengan terangnya di tambah suara kicauan-kicauan burung.Aline dan Arine sedang breakfast Bersama Mama Lia.Pagi ini suasana nampak hening tidak ada suara gaduh Arine dan Aline.Sepertinya Arine marah dan salah paham karena dia mengira Aline kakaknya akan dinner dengan Kak Justin.


“Lin,hari ini kamu dianter Kak Aline ya,” ucap Mama Lia pada Arine.


“Aku udah pesen ojol kok ma,”ucap Arine sedikit ketus


.


“Batalin aja ya,kan lebih baik dianter Kak Aline,”ucap Mama Lia.


“Ya enggak bisa dong ma,udah aku berangkat dulu ya,”ucap Arine pada Mama Lia sambil menyium tangan mamanya dan langsung pergi tanpa berpamitan dulu dengan Aline.


“Hari ini Arine beda banget kayaknya dia marah sama aku,tapi marah karena apa?” tanya Aline dalam hati.


Sepertinya Arine salah paham sama Kakaknya bagaimananya hubungan mereka sekarang?Akankah rencana Aline dkk berjalan mulus?🤔


Tunggu terus kelanjutannya❤


Jangan lupa like dan vote🙏


Mohon maaf masih banyak kekurangan.

__ADS_1


__ADS_2