
Happy reading semuaaa đ¤.
Mohon maaf masih banyak kekurangan đ.
Awal bulan insyaallah mau update karya baru mohon dukungan yađ.
Dekan dan Rektor pun mengatakan bahwa biar pihak keluarga Almh.Jennie saja yang mengurus pemakaman.Pihak kampus enggan untuk mengurus jenazah apalagi Almh.Jennie juga pelaku pembunuhan Almh.Bu Rossa.Dekan dan Rektor pun kembali ke kampus,sementara Aline,Raisa,dan Fauzan masih di RS Citra Medika.Mereka nampak asyik melihat profil dan dokumen-dokumen lama milik Almh.Bu Rossa.Saat itu jam menunjukkan pukul 09.00 WIB.
âLin,kita mau cari mantan dan anak Almh.Bu Rossa di mana?âtanya Raisa sambil menatap Aline.
âBelum tau sa,soalnya di profil dan dokumen-dokumen ini enggak ada petunjuk soal mantan suami Almh.Bu Rossa,âucap Aline sambil memahami isi dokumen-dokumen itu.
âIya lin,bakalan susah,âujar Raisa sambil melihat-lihat isi dokumen yang di pegang Aline.
âKenapa loe enggak tanya aja sama Almh.Bu Rossa?âtanya Fauzan dengan muka ngantuk.
âGue sempat nanya cuma jawabannya enggak terlalu jelas,âucap Aline dengan nada pelan.
âYa udah lah soal ini bahas nanti aja sekarang kita mau ngapain jadwal kuliah masih siang,âucap Fauzan sambil menguap.
âKenapa gue jadi kepikiran Aline?âtanya Aline dalam hati.
âGimana kalau kita ke kost gue aja,âucap Raisa sambil tersenyum.
Aline beranjak dari tempat duduknya dan mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya.Dia menelepon Arine untuk mengetahui keadaan Arine.Namun sayang ponsel Arine tidak aktif walaupun sudah di hubungi beberapa kali.Perasaan tidak enak mulai di rasakan Aline sambil menggegam ponselnya.
âPonsel Arine kok enggak bisa di hubungi?Duh!Perasaan aku kenapa jadi enggak enak?âtanya Aline dengan ekspresi khawatir.
Raisa dan Fauzan melihat Aline sedang gelisah dari kejauhan mereka pun menghampiri Aline yang nampak khawatir.
âLin,loe kenapa?âtanya Raisa sambil memegang pundak Aline.
âLoe lagi ada masalah,lin?Mending loe cerita kalau ada masalah,âujar Fauzan dengan nada khawatir.
âKalian tau kan akhir-akhir ini hubungan gue sama Arine lagi enggak baik tadi gue telefon dia ponselnya enggak aktif bikin
overthinking,âucap Aline sambil menghela nafas.
âGue kira kenapa udah lah lin,jangan terlalu mikiran dia lagi pula di kan udah gedhe kalau gue jadi loe udah gue ruqiah punya adik kayak dia,âucap Fauzan dengan santai.
__ADS_1
âIya lin,kalau terjadi apa-apa sama dia biarin aja biar tau rasa,âucap Raisa dengan nada ketus.
âAh!Kalian bukannya nenangin malah bikin gue nambah overthinking,âucap Aline dengan nada kesal.
Di tempat berbeda Arine dibawa ke sebuah rumah kosong yang letaknya cukup jauh dari lokasi ia di culik dengan kondisi tak sadarkan
diri.Dua laki-laki itu nampak membawa Arine ke sebuah ruangan dan mengikat dengan sebuah tali dengan posisi duduk.Salah satu laki-laki itu terlihat menghubungi seseorang.Terdengar suara laki-laki dari telefon laki-laki yang menculik Arine.
âHallo bos,sesuai perintah bos beberapa waktu lalu kita berhasil menculik gadis bernama Arine,âucap laki-laki itu dengan suara tegas.
âKerja yang bagus,terus awasi dia jangan sampai dia kabur,âucap laki-laki itu dengan suara pelan.
âSiap bos,âucap laki-laki bertubuh besar itu sambil menutup telefon itu.
Wajah sosok laki-laki yang menyuruh laki-laki bertubuh besar itu samar-samar,namun sosoknya tidak asing.Mata Arine terbuka secara perlahan betapa kagetnya dia bahwa dia ada di tempat asing.Melihat Arine sadar laki-laki yang tadi sedang menelefon seseorang menghampiri temannya dan dan Arine.
âIni gue ada di mana?TolongâŚ.tolongâŚ.âteriak Arine dengan wajah panik sambil berusaha melepaskan ikatan di tangan dan kaki.
âHeh!Berisik percuma loe mau teriak sekenceng apapun enggak
ada orang yang denger,âbentak laki-laki itu dengan wajah seram.
âMalah songong mending loe diem sebelum kita gunain kekerasan DIEM!âBentak salah satu laki-laki bertubuh agak kurus dengan wajah sangar.
âAduh!Ini kenapa gue bisa ada disini nyesel gue bolos seharusnya tadi gue langsung ke sekolah aja,âbatin Arine dengan muka ketakutan.
âLoe diem ya di sini awas loe ya kalau sampai kabur,âucap salah satu laki-laki yang membawa Arine.
Kedua laki-laki tersebut keluar dari ruangan meninggalkan Arine sendirian dengan kondisi terikat.Arine membrontak dan berteriak minta di lepaskan,namun sayang kedua laki-laki itu enggan melepaskan Arine.Arine menangis
sejadi-jadinya ini pertama kalinya ia di culik.Seketika ia teringat kakaknya Aline
yang sangat menyayanginya.
âHiksâŚtolongin aku kak Aline aku disini,âucap Arine sambil menangis.
Aline dan Fauzan masih ada di rumah sakit.Aline masih mempikirkan
kondisi adiknya yang tadi kabur entah kemana.Sementara Raisa keluar dari rumah
__ADS_1
sakit karena ada keperluan mendadak.Fauzan nampak teremenung memperhatikan
wajah Aline.
âLin,gue tau loe khawatir sama Arine,tapi gue kasihan sama loe di salah-salahin mulu sama adik loe,âucap Fauzan dengan nada pelan.
âMana ada kakak benci sama adiknya dia itu masih remaja kelakuan masih labil gue aja yang udah kuliah kadang masih labil,âucap Aline dengan nada suara pelan.
Entah apa yang merasuki pikiran Fauzan Tiba-tiba Fauzan memegang tangan Aline entah itu sengaja atau tidak sengaja.Aline nampak salah tingkah ketika Fauzan memegang tangannya dan menatapnya
dengan tatapan tajam dengan jarak cukup dekat.Jarang ada cowok yang memegang tangan Aline dan menatap Alin sedekat itu.Fauzan mengeluarkan sepatah dua patah kata.
âLoe tenang aja apapun yang terjadi sama adik loe,keluarga loe atau bahkan loe sendiri gue bakal selalu ada di samping loe karengue suka sama loe,âucap Fauzan dengan nada pelan.
Jantung Aline berdegup dengan kencang mendengar pe Aline nampak terdiam sambil menatap wajah Fauzan yang manis.Perlahan Aline melepaskan pegangan tangan Fauzan dengan perlahan dan memalingkan pandangan.Ekspresi Fauzan berubah sekarang ia yang salah tingkah.Aline
dan Fauzan nampak terdiam dengan saling memalingkan pandangan.Terdengar suara
langkah seseorang dan orang itu adalah Raisa.Tak terasa waktu sudah siang.
âKok kalian pada buang muka?âtanya Raisa penasaran.
ââEnggak papa kok sa,ya udah kita kampus aja yuk,âajak Aline sambil tersenyum.
âBener tuh,mending kita ke kampus aja,âsambung Fauzan sambil tersenyum
"Tadi gue engga salah dengar Fauzan suka sama gue,"batin Aline sambil melangkahkan kakinya.
"Ini sebenarnya ada apa,sih?"tanya Raisa dalam hati sambil menatap curiga.
Mereka bertiga pun ke kampus sambil memikirkan cara efektif menemukan keberadaan mantan dan anak Almh.Bu Rossa yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu.Di sekolah Arine guru bhs.Indonenampak bingung karena Arine tidak hadir tanpa keterangan.Beberapa anak sudah ia tanyai.namun tidak ada satu pun yang tau.
"Ini Arine kemana ya?Tumben hari ini tidak masuk tanpa keterangan," batin guru tersebut.
Siapakah dalang penculikan Arine?Akankah Arine selamat?
Tunggu terus kelanjutannya â¤ď¸.
Jangan lupa like dan vote đ.
__ADS_1