Dosen Gaib

Dosen Gaib
95.Fauzan menyatakan perasaannya pada Aline


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Mohon maaf masih banyak kekurangan 🙏.


Awal bulan insyaallah mau update karya baru mohon dukungan ya😘.


Dekan dan Rektor pun mengatakan bahwa biar pihak keluarga Almh.Jennie saja yang mengurus pemakaman.Pihak kampus enggan untuk mengurus jenazah apalagi Almh.Jennie juga pelaku pembunuhan Almh.Bu Rossa.Dekan dan Rektor pun kembali ke kampus,sementara Aline,Raisa,dan Fauzan masih di RS Citra Medika.Mereka nampak asyik melihat profil dan dokumen-dokumen lama milik Almh.Bu Rossa.Saat itu jam menunjukkan pukul 09.00 WIB.


“Lin,kita mau cari mantan dan anak Almh.Bu Rossa di mana?”tanya Raisa sambil menatap Aline.


“Belum tau sa,soalnya di profil dan dokumen-dokumen ini enggak ada petunjuk soal mantan suami Almh.Bu Rossa,”ucap Aline sambil memahami isi dokumen-dokumen itu.


“Iya lin,bakalan susah,”ujar Raisa sambil melihat-lihat isi dokumen yang di pegang Aline.


“Kenapa loe enggak tanya aja sama Almh.Bu Rossa?”tanya Fauzan dengan muka ngantuk.


“Gue sempat nanya cuma jawabannya enggak terlalu jelas,”ucap Aline dengan nada pelan.


“Ya udah lah soal ini bahas nanti aja sekarang kita mau ngapain jadwal kuliah masih siang,”ucap Fauzan  sambil menguap.


“Kenapa gue jadi kepikiran Aline?”tanya Aline dalam hati.


“Gimana kalau kita ke kost gue aja,”ucap Raisa sambil tersenyum.


Aline beranjak  dari tempat duduknya dan mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya.Dia menelepon Arine untuk mengetahui keadaan Arine.Namun sayang ponsel Arine tidak aktif walaupun sudah di hubungi beberapa kali.Perasaan tidak enak mulai di rasakan Aline sambil  menggegam ponselnya.


“Ponsel Arine kok enggak bisa di hubungi?Duh!Perasaan aku kenapa jadi enggak enak?”tanya Aline dengan ekspresi khawatir.


Raisa dan Fauzan melihat Aline sedang gelisah dari kejauhan mereka pun menghampiri Aline yang nampak khawatir.


“Lin,loe kenapa?”tanya Raisa sambil memegang pundak Aline.


“Loe lagi ada masalah,lin?Mending loe cerita kalau ada masalah,”ujar Fauzan dengan nada khawatir.


“Kalian tau kan akhir-akhir ini hubungan gue sama Arine lagi enggak baik tadi gue telefon dia ponselnya enggak aktif bikin


overthinking,”ucap Aline sambil menghela nafas.


“Gue kira  kenapa udah lah lin,jangan terlalu mikiran dia lagi pula di kan udah gedhe kalau gue jadi loe udah gue ruqiah punya adik kayak dia,”ucap Fauzan dengan santai.

__ADS_1


“Iya lin,kalau terjadi apa-apa sama dia biarin aja biar tau rasa,”ucap Raisa dengan nada ketus.


“Ah!Kalian bukannya nenangin malah bikin gue nambah overthinking,”ucap Aline dengan nada kesal.


Di tempat  berbeda Arine dibawa ke sebuah rumah kosong yang letaknya cukup jauh dari lokasi ia di culik  dengan kondisi tak sadarkan


diri.Dua laki-laki itu nampak membawa Arine ke sebuah ruangan dan mengikat dengan sebuah tali dengan posisi duduk.Salah satu laki-laki itu terlihat menghubungi seseorang.Terdengar suara laki-laki dari telefon laki-laki yang menculik Arine.


“Hallo bos,sesuai perintah bos beberapa waktu lalu kita berhasil menculik gadis bernama Arine,”ucap laki-laki itu dengan suara tegas.


“Kerja yang bagus,terus awasi dia jangan sampai dia kabur,”ucap laki-laki itu dengan suara pelan.


“Siap bos,”ucap laki-laki bertubuh besar itu sambil menutup telefon itu.


Wajah sosok laki-laki yang menyuruh laki-laki bertubuh besar itu samar-samar,namun sosoknya tidak asing.Mata Arine terbuka secara perlahan betapa kagetnya dia bahwa dia ada di tempat  asing.Melihat Arine sadar laki-laki yang tadi sedang menelefon seseorang menghampiri temannya dan dan Arine.


“Ini gue ada di mana?Tolong….tolong….”teriak Arine dengan wajah panik sambil berusaha melepaskan ikatan di tangan dan kaki.


“Heh!Berisik percuma loe mau teriak sekenceng apapun enggak


ada orang yang denger,”bentak laki-laki itu dengan wajah seram.


“Malah songong  mending loe diem sebelum kita gunain kekerasan DIEM!”Bentak salah satu laki-laki bertubuh agak kurus dengan wajah sangar.


“Aduh!Ini kenapa gue bisa ada disini nyesel gue bolos seharusnya tadi gue langsung ke sekolah aja,”batin Arine dengan muka ketakutan.


“Loe diem ya di sini awas loe ya kalau sampai kabur,”ucap salah satu laki-laki yang membawa Arine.


Kedua laki-laki tersebut keluar dari ruangan meninggalkan Arine sendirian dengan kondisi terikat.Arine membrontak dan berteriak minta di lepaskan,namun sayang kedua laki-laki itu enggan melepaskan Arine.Arine menangis


sejadi-jadinya ini pertama kalinya ia di culik.Seketika ia teringat kakaknya Aline


yang sangat menyayanginya.


“Hiks…tolongin aku kak Aline aku disini,”ucap Arine sambil menangis.


Aline dan Fauzan masih ada di rumah sakit.Aline masih mempikirkan


kondisi adiknya yang tadi kabur entah kemana.Sementara Raisa keluar dari rumah

__ADS_1


sakit karena ada keperluan mendadak.Fauzan nampak teremenung memperhatikan


wajah Aline.


“Lin,gue tau loe khawatir sama Arine,tapi gue kasihan sama loe di salah-salahin mulu sama adik loe,”ucap Fauzan dengan nada pelan.


“Mana ada kakak benci sama adiknya dia itu masih remaja kelakuan masih labil gue aja yang udah kuliah kadang masih labil,”ucap Aline dengan nada suara pelan.


Entah apa yang merasuki pikiran Fauzan Tiba-tiba Fauzan memegang tangan Aline entah itu sengaja atau tidak sengaja.Aline nampak salah tingkah ketika Fauzan memegang tangannya dan menatapnya


dengan tatapan tajam dengan jarak cukup dekat.Jarang ada cowok yang memegang tangan Aline dan menatap Alin sedekat itu.Fauzan mengeluarkan sepatah dua patah kata.


“Loe tenang aja apapun yang terjadi sama adik loe,keluarga loe atau bahkan loe sendiri gue bakal selalu ada di samping loe karengue suka sama loe,”ucap Fauzan dengan nada pelan.


Jantung Aline berdegup dengan kencang mendengar pe Aline nampak terdiam sambil menatap wajah Fauzan yang manis.Perlahan Aline melepaskan pegangan tangan Fauzan dengan perlahan dan memalingkan pandangan.Ekspresi Fauzan berubah sekarang ia yang salah tingkah.Aline


dan Fauzan nampak terdiam dengan saling memalingkan pandangan.Terdengar suara


langkah seseorang dan orang itu adalah Raisa.Tak terasa waktu sudah siang.


“Kok kalian pada buang muka?”tanya Raisa penasaran.


‘’Enggak papa kok sa,ya udah kita kampus aja yuk,”ajak Aline sambil tersenyum.


“Bener tuh,mending kita ke kampus aja,”sambung Fauzan sambil tersenyum


"Tadi gue engga salah dengar Fauzan suka sama gue,"batin Aline sambil melangkahkan kakinya.


"Ini sebenarnya ada apa,sih?"tanya Raisa dalam hati sambil menatap curiga.


Mereka bertiga pun ke kampus sambil memikirkan cara efektif menemukan keberadaan mantan dan anak Almh.Bu Rossa yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu.Di sekolah Arine guru bhs.Indonenampak bingung karena Arine tidak hadir tanpa keterangan.Beberapa anak sudah ia tanyai.namun tidak ada satu pun yang tau.


"Ini Arine kemana ya?Tumben hari ini tidak masuk tanpa keterangan," batin guru tersebut.


Siapakah dalang penculikan Arine?Akankah Arine selamat?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.


Jangan lupa like dan vote 🙏.

__ADS_1


__ADS_2