
Happy reading semua🤗.
Mohon maaf bila masih banyak kekurangan🙏
"Kak Aline?Kok diem aja?” tanya Luna dengan nada pelan sambil menyentuh pundak kakaknya.
“Eh iya sorry lun, sebenarnya ada hal yang ingin aku
sampaikan ke kamu cuma aku takut kamu kaget dan sedih,” ucap Aline dengan nada pelan.
“Enggak papa kak, ngomong aja insyallah aku baik-baik aja kok,” ucap Luna sambil tersenyum.
“Ngelihat senyum di wajah Luna aku bener-bener enggak tega ngungkapin yang sebenarnya tapi,kalau enggak hari ini kapan lagi aku bisa ketemu sama Luna,” batin Aline dengan ekspresi datar.
“Jangan bikin aku penasaran dong kak, ngomong aja enggak papa,” ucap Luna dengan nada meninggi.
“Se—sebenarnya aku kenal samaa ibu kamu,” ucap Aline dengan nada pelan.
“Yang bener kak, sekarang kondisi ibu gimana kak sama adikku mereka baik-baik aja kan?” tanya Luna dengan nada antusias.
“Eeeee sebenarnya aku enggak tega lun, buat ngomong ini i—ibu dan adik kamu sudah meninggal dunia,” ucap Aline dengan nada pelan.
Ekspresi Luna langsung berubah dratis yang tadinya senang dan antusia berubah menjadi wajah kebingungan dengan mata berkaca-kaca,sedangkan
Aline terlihat memperhatikan wajah Luna dengan sangat intens.Ia pun mendekati tubuh Luna.
“Meninggal?Enggak mungkin ibu sama Lili meninggal aku yakin mereka baik-baik aja,tapi enggk mungkin Kak Aline berbohong,” batin Luna dengan mata yang masih berkaca-kaca dan langsung pergi meninggalkan Aline di lobi rumah sakit.
“Luna pasti syok banget denger perkataan aku tadi nanti aku dan temen-temen bakal ke rumah nya sekalian ketemu sama Pak Ali,” ucap Aline
dengan nada pelan.
“Sepertinya Luna sangat terpukul lin,maafin ibu nak, ibu enggak pernah kasih kabar ke kamu,” ucap Almh.Bu Rossa dengan mata berkaca-Kaca yang tiba-tiba muncul di sebelah Aline.
Fauzan,Raisa,dan yang lainnya sudah selesai sholat ashar.Mereka pun kembali ke lobi rumah sakit menghampiri Aline dan Luna.Sesampainya di sana mereka merasa aneh karena Luna tidak ada dan hanya ada Aline.
__ADS_1
“Eh,si Luna kemana,lin?” tanya Raisa sambil menempelkan pantatnya ke kursi.
“Iya lin,lagi ada urusan apa gimana?” tanya Arine sambil membuka air mineral yang ada di genggamannya.
“Tadi aku sempet ngobrol sama Luna dan emang bener dia adalah orang yang selama in kita cari dan aku udah jujur sama dia soal kondisi ibu dan adikknya sepertinya dia syok dan kaget hingga memutuskan untuk pergi
dari sini,” ucap Aline dengan nada pelan dan tegas.
“Ya ampun ternyata dia anak Almh.Bu Rossa kasihan dia pasti dia syok banget dan enggak percaya,” ucap Fauzan dengan nada pelan.
“Gue bener-bener enggak nyangka lin, tapi gue lega akhirnya ketemu juga setelah melewat laut dan samudera yang sangat luas,” ucap Raisa dengan nada meninggi.
“Bentar-bentar ini maksudnya apa ya?Almh.Bu Rossa itu siapa?” tanya Arine dengan ekspresik kebingungan.
“Nanti kalau ada waktu pasti kakak akan jelasin habis ini kita nyusulin Luna ya kita ke rumahnya,”ucap Aline dengan nada tegas.
Fauzan dan Raisa tampak mengangguk sementara Aline masih di liputi rasa penasaran yang cukup besar bagaimana kondisi Luna saat ini.Sesaat
kemudian datanglah beberapa polisi atas panggilan Aline untuk memeriksa Kak Justin yang beberapa hari ini jadi buronan.Beberapa polisi tersebut bertanya-tanya pada Aline soal penemuan Justin dan kronologi meninggalnya Justin.Di tempat berbeda Luna keluar dari rumah sakit dengan langkah terburu-buru tidak ada senyuman di wajah nya yang ada air mata yang membasahi pipinya tiba-tiba langkahnya terhenti di pinggir jalan.
“Ya Allah SWT apa benar perkataan Kak Aline bahwa ibu dan adikku sudah meninggal aku sangat berharap perkataan itu tidak benar aku ingin sekali bertemu dengan mereka,” ucap Luna dengan air mata yang semakin deras membasahi pipinya.
"Ya Allah yang maha mengasih dan maha penyayang hamba berharap apa yang di katakan Kak Aline itu tidak benar pertemukanlah hamba dengan ibu dan adik hamba dalam kondisi sehat walafiat hamba sangat menyayangi mereka ya Allah," ucap Luna dengan wajah berlinang air mata.
Tak terasa waktu semakin malam Aline,Raisa,Fauzan,dan Aline tampak masih berada di lobby  rumah sakit.Mereka terlihat sangat kelelahan dan memnutuskan makan malam di sebuah rumah makan dekat restaurant.Aline ia masih kepikiran dengan kondisi Luna.Fauzan terlihat setia berada di samping Aline ia terus memandang wajah cantik Aline.
“Ada masalah apa,lin?Tumben kamu diem aja?” tanya Fauzan dengan nada dan tatapan lembut.
“Aku enggak papa kok, nanti kalian juga bakal tau,” ucap Aline sambil tersenyum manis ke arah Fauzan.
“Nah!Gitu dong senyum kan jadi tambah cantik,” ucap Fauzan sembari menggoda Aline.
“Oh,sekarang kamu pinter gombal ya,” ucap Aline sambil tersenyum dan menatap lembut Fauzan.
“Aku enggak gombal ya tapi, emang semenjak ada rasa sama jadi, pinter gombal,” ucap Fauzan sambil mencubit pipi temben Aline karena gemas.
__ADS_1
“Ih!Sakit tau zan, main cubit-cubit aja tapi, enggak papa sih,kan nyubitnya pakai cinta,” ucap Aline sambil tersenyum.
“Melihat kamu senyum kayak gini udah bikin hati aku bahagia lin, entah kenapa ya kamu bisa jauh cinta sama kamu padahal kita baru kenal,”
batin Fauzan sambil menatap penuh arti wajah Aline.
“Malah senyum-senyum aku mau tanya sesuatu sekarang perasaanbkamu ke aku gimana?” tanya Aline dengan nada suara lembut.
“Kok kamu nanya kayak gitu?Yang jelas aku semakin semakin jatuh cinta sama kamu apalagi setelah kejadian ini aku enggak peduli soal kamu yang bisa liat makhlus halus,” ucap Fauzan sambil menggengam tangan Aline dan memberikan tatapan lembut.
“Aduh-aduh bucin banget sih, padahal baru aja kenal,” ucap Raisa yang baru saja dari toilet.
“Iya nih,kak aku aja sampai di cuekin gini dunia serasa
milik berdua yang lain ngotrak,” ucap Arine dengan nada datar.
“Apaan sih, kalian jangan gitu lah aku sampai Fauzan belum ada status apa-apa habis ini kita ke rumah Luna ya ada hal ingin di bicarakan," ucap Aline dengan nada pelan sambil menyantap makanan yang ia pesan.
“Bentar lagi bakal ada status kok,” ucap Fauzan sambil
melirik ke arah Aline dengan wajah tersnyum.
Mereka tampak tertawa lepas sambil menikmati makan yang mereka pesan.Aline menampakkan wajah yang berbeda tadi ia sempat tertawa tapi, saat ini ia sangat khawatir dengan kondisi Luna.Setelah selesai makan ia langsung membayar makanan yang ia santap dan langsung bergegas ke rumah Luna
dengan meminta petunjuk dari Arine soal rumah Luna.
"Kak,kita mau ngapain ke rumah Luna?" tanya Arine dengan wajah bingung.
" Nanti kamu juga tau,ini kita kemana lagi?" tanya Aline pada adiknya sambil fokus menatap ke depan.
"Sabar rin, intinya nanti kita juga tau kok," sambung Fauzan dengan nada pelan.
Dengan pertunjuk dari Arine akhirnya Aline dan kawan-kawan sampai di rumah Luna.Rumahnya tidak terlalu luas dan sangat sederhana dengan warna dominan putih serta desain rumah yang sangat rapi dan elegan hingga membuat mereka takjub dan terpesona.Aline pun mengetuk pelan rumah Luna dan Pak Ali.
Bagaimana kejadian selanjutnya?Akankah Luna dan Pak Ali menerima kenyataan?
__ADS_1
Tunggu terus kelanjutannya❤.
Jangan lupa like dan vote thank you🙏.