
"Aduhh sakit banget," ucap Jennie kesakitan.
"Jen,Bu Rossa mana?" tanya Justin sambil berusaha untuk berdiri walaupun dia merasakan kesakitan.
Sambil melihat sekeliling Jennie pun menjawab," Bu Rossa udah menghilang," ucap Jennie sambil memegang tangannya yang sakit.
"Syukur lah gue bener-bener enggak nyangka kalau kejadiannya bakal kayak gini," ucap Justin dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Aku juga enggak nyangka ini semua salah Aline," ucap Jennie yang juga dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Stop nyalahin Aline ini semua itu ya salah kita bukan dia," ucap Justin yang langsung pergi menuju perkemahan dengan kondisi tangan sedikit memar.
"Ya emang kenyataannya gitu kok," ucap Jennie yang juga meninggalkan tempat itu.
Diperkemahan acara api unggun sudah selesai.Peserta pun kembali ke tendanya masing-masing untuk beristirahat karena besok ada kegiatan yang cukup menguras tenaga,namun itu tidak berlaku untuk Tania,Sovia,dan Karina 3 gadis itu tetap berada di lokasi api unggun untuk mengetahui nasib Aline,Fauzan,dan Raisa.
"Udah jam segini mereka kok belum balik ya?" tanya Karina khawatir.
"Mana gue tahu,udah yuk balik ke tenda gue ngantuk banget," ucap Sovia sambil menguap.
"Jujur gue juga ngantuk tapi kita harus tetep disini buat tau kabar mereka," ucap Tania dengan ekspresi menahan rasa kantuk.
Aline,Fauzan,dan Raisa dalam perjalanan kembali ke tenda.Diperjalanan mereka bertemu Kakak senior yang sedang mencari mereka.
"Astaga kalian ini dari mana aja?" tanya Petter sambil mematikan senter.
"Maaf kak,kita tadi dari....Awww" ucap Fauzan yang kesakitan karena kakinya diinjak oleh Aline.
"Kita dari toilet terus enggak sengaja ketemu terus muter-muter daerah sini," ucap Aline dengan muka cengengesan.
"Kok Aline bohong sih, seharusnya dia ngomong yang sebenarnya," batin Fauzan.
"Kok loe bohong,Lin?" tanya Fauzan sambil berbisik.
"Nanti gue jelasin," bisik Aline.
"Apa pun alasan kalian harusnya Kalian itu izin dulu jangan malah tiba-tiba ngilang," ucap Kak Petter.
"Saya mewakili teman-teman mau minta maaf kak,kita janji enggak bakal ngulangi lagi," ucap Aline.
"Ya udah kalian semua saya maafin," ucap Kak Petter.
"Kita udah maafin kalian kok yang penting besok jangan diulangi lagi," sambung Kak Niken.
"Eh,btw Justin sama Jennie kemana ya?" tanya Petter.
"Iya ter,kalian tadi ketemu Justin?" tanya Niken.
"Tadi kita ketem...Aww!" teriak Fauzan yang kakinya diinjak lagi oleh Aline
"Kak,enggak ketemu," ucap Aline.
"Apa-apaan sih,Aline seharusnya dia ngomong yang sebenarnya ini malah bohong," batin Fauzan.
"Fauzan sama Aline kenapa sih,aneh banget," batin Raisa.
__ADS_1
"Mungkin mereka udah di perkemahan sekarang kita balik aja ke perkemahan karena Aline,Fauzan sama Raisa udah ketemu," ucap Petter.
Tanpa menaruh rasa curiga kakak senior pun bergegas ke perkemahan.Namun Fauzan tiba-tiba menarik tangan Aline.Sementara Raisa sudah ikut dalam rombongan Kakak senior.
Sambil berusaha melepaskan genggaman Fauzan," Apa-apaan ini zan lepasin!" ucap Aline.
"Loe yang apa-apaan ngapain loe bohong?" tanya Fauzan.
"Tadi gue udah bilang besok gue jelasin loe denger kan?" tanya Aline.
"Ya denger cuma gue ngerasa aneh aja loe tiba-tiba kayak gitu," jawab Fauzan.
"Udah lah gue mau balik ke perkemahan," ucap Aline.
Justin dan Jennie dalam perjalanan ke perkemahan.Mereka merasakan sakit yang luar biasa dibagian tangan.Namun mereka berusaha untuk menahan rasa sakit itu.
Rombongan Kakak Senior sudah sampai ke perkemahan.Regu Aline dan Regu Fauzan berbondong-bondong menghampiri kakak senior tersebut.
"Gimana kak,Aline ketemu kan?" tanya Karina.
"Kak,gimana si Fauzan ketemu kan?" tanya salah satu teman seregu Fauzan.
"Tenang dulu semunya, teman-teman kalian sudah ketemu," ucap Kak Petter.
"Alhamdulillah," ucap Karina.
"Syukur lah kalau udah ketemu," ucap Tania.
"Alhamdulillah kak,mana mereka?" tanya Sovia.
Aline,Fauzan dan Raisa pun menghampiri teman-teman mereka.
"Lin,loe kemana aja sih? gue khawatir banget sama loe," tanya Karina sambil memeluk Aline.
"Nanti gue jelasin," ucap Aline.
Walaupun mereka baru kenal,namun mereka sudah seperti teman lama.
"Lin,loe enggak diapa-apain kan sama Fauzan?" tanya Tania sambik memeluk Aline.
"Ya enggak lah?" jawab Aline.
"Alhamdulillah Lin,loe udah ketemu," ucap Sovia sambil memeluk Aline.
"Iya sov," ucap Aline.
"Gue enggak ditanyain,nih?" tanya Raisa agak bete.
"Eh iya tapi loe kan cuma sebentar ngilang nya," ucap Tania sambil tertawa.
"Ya enggak gitu maksudnya," ucap Raisa yang tambah bete.
Teman-teman Fauzan merasa senang Fauzan sudah ketemu.Mereka sangat kepo apa saja yang dilakukan Aline dan Fauzan selama mereka tidak ada diperkemahan.
"Loe ngapain aja sama si Aline kok kayak betah banget," goda salah satu teman seregu Fauzan.
__ADS_1
"Loe pikirannya jangan kayak gitu dong gue enggak ngapain-ngapain kok sama Aline," ucap Fauzan.
Mereka hanya tertawa mendengar pernyataan Fauzan,namun salah satu dari mereka ada yang curiga dengan sikap Fauzan yang cenderung tertutup dan terkesan menyembunyikan sesuatu.Namun tidak bisa dipungkiri mereka baru kenal dan wajar saja mereka masih ragu-ragu untuk terbuka.
"Kalian liat Justin enggak atau Jennie ?" tanya Niken.
Semua menggelengkan kepala tanda mereka tidak melihat Kak Justin dan Kak Jennie.
"Terakhir aku sama Kak Justin itu waktu dia ketemu sama ibu dosen itu terus mereka kemana ya?" tanya Aline dalam hati.
"Kira-kira mereka lagi ngomongin apa ya?" tanya Fauzan dalam hati.
"Apa dia masih nyari Aline sama Fauzan?" tanya Niken.
"Mungkin ken,coba loe telefon Justin," ucap Petter.
"Petter,enggak diangkat sama Justin," ucap Niken sambil terus berusaha menelpon Justin.
Sosok tak kasat mata tampak sedang mengintip mereka.Sosok itu adalah Dosen gaib yang biasa ditemui Aline,Fauzan dan teman-temannya.Tania nampak sangat tidak nyaman dan tiba-tiba merasa merinding disekujur tubunya,dia pun melihat sekeliling sudut.Matanya terpaku pada satu titik.Dia pun melihat sosok tak kasat mata dibalik tenda.
"Apaan tuh," ucap Tania dengan nada ketakutan.
"Loe kenapa,tan?" tanya Aline.
"Enggak papa kok tadi gue ngeliat sesuatu," jawab Tania.
Justin dan Jennie sudah berada diperkemahan.Tangannya masih sakit begitu pula dengan tangan Jennie.Pada saat mereka berjalan ada yang memanggil mereka dan menghampiri mereka.
"Jus,Jen,kita udah nemuin Aline, Justin,dan Raisa," ucap Niken.
"Mereka kok malah lapor ke gue ya kayaknya Aline enggak cerita sama mereka kalau gue yang nemuin mereka di belakang kampus," batin Justin.
"Ini beneran enggak tau kalau gue sama Justin duluan yang nemuin si Cewek aneh sama Cowok sok kegantengan itu," batin Jennie.
"Bagus dong kalau mereka udah ketemu," ucap Justin sambil menahan kesakitan.
"Iya syukur lah kalau mereka udah ketemu," ucap Jennie.
"Gyus,Justin sama Jennie udah kembali," ucap Niken.
"Syukurlah kalau gitu," ucap Petter.
"Syukurlah Kak Justin sama Kak Jennie udah balik," batin Aline.
"Temen-temen semua berhubung ini udah tengah malam untuk kejadian Aline sama Fauzan kita bahas besok ya sekarang kalian semua kembali ke tenda masing-masing selamat malam semua," ucap Kak Petter
"Siap,kak," ucap peserta secara serentak.
Peserta dan Kakak Senior pun kembali ke tendanya masing-masing untuk melanjutkan kegiatan besok.Ditenda Kakak Senior mereka sedang berdiskusi dengan Justin.Namun mereka merasa ada hal aneh pada diri Justin.Namun Justin mengalihkan topik dengan membahas kegiatan besok.Beberapa Kakak Senior ada yang berjaga dan ada yang tidur.Kondisi diluar nampak sepi dan sedikit menyeramkan apalagi ditambah dengan hembusan angin yang cukup kencang.
Happy Reading semuaa π€.
Jangan lupa like dan vote π.
Ditunggu kritik dan sarannya π.
__ADS_1
Mohon maaf ya belum bisa update setiap hariπ.