
Happy reading semuaaa 🤗.
Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.
Enggak bosen ngingetin untuk mampir di novel terbaru ku "Dear Jaka" dan tinggalkan like,vote,serta comentnya ya🙏.
Thank you.
Arine di bawa kembali ke ruangan tersebut denga luka di siku dan lutut.Kedua orang itu enggan mengobati luka Arine dan langsung meninggalka Arine sendirian.Air mata Arine menetes dia sangat sedih usahanya untuk kabur sia-sia.Dia teringat akan
kakaknya Aline yang selalu menjadi korban akibat keegoisannya.
“Kak,maafin aku selama ini aku udah egois udah jahat mungkin ini karma buat aku karena aku terobsesi sama Kak Justin,”batin Arine sambil menangis dengan kondisi mulut di bekap.
Kedua orang itu nampak mengawasi di depan dan salah satu dari mereka menelefon seseorang.Dari kejauhan ada seorang gadis nampak berjalan melewati dua orang itu.Gadis itu seumuran Arine berambut panjang,mengenakan kaos dan celana pensil.Gadis itu menatap dua orang tu dengan tatapan curiga.Gadis itu memberhentikan langkahnya di belakang pohon jambu tak jauh dari bangunan
itu.
“Dari kemarin aku liat dua orang ini ada di tempat itu ngapain mereka ada di tempat itu?Padahal bangunan itu kosong aku harus cari tau”ucap Gadis itu dengan nada pelan.
“Si boss enggak angkat telefon gue,”ucap salah satu dari mereka yang bertubuh gemuk.
“Loe gimana,sih?Si Boss kan lagi di dalam sel jadi,dia jarang ngeluarin hp kalau sampai ketawan bisa mampus dia,”ucap laki-laki bertubuh kurus dengan nada sedikit keras.
“Iya juga ya lagian ngapaian coba kita disuruh bawa bocah ingusan ke sini si boss enggak jelas,”ucap laki-laki bertubuh gemuk dengan nada kesal.
“Bener sih,dia kan udah di penjara masih sempet-sempetnya berbuat krminal mana masih muda,”ucap laki-laki bertubuh kurus sambil menyeruput secangkir teh.
“Namanya juga penjahat kelas kakap wkwkwkw yang penting gaji ngalir terus,”ucap laki-laki bertubuh besar sambil menempelkan pantatnya di sebuah kursi.
“Ha?jadi,di bangunan kosong itu ada orang kasihan banget aku harus bantuin anak itu,tapi gimana caranya ya?”tanya gadis itu dengan ekspresi kaget serta dengan nada pelan.
Hari semakin sore matahari sudah hampir menenggelamkanpesonanya serta langit sudah hampir bewarna gelap dengan suasana jalanan yang masih sangat ramai.Aline memutuskan untuk pulang tanpa Arine dengan perasaan khawatir dan bimbang dengan kondisi Arine saat ini yang belum kunjung di temukan dia di antar Fauzan.Mereka sudah berada di depan gerbang rumah.Fauzan nampak tersenyum ke arah Aline dan memegang pundak Aline.
“Lin,kamu jangan overthingking ya aku yakin adik kamu baik-baik aja,”ucap Fauzan menatap lembut Aline.
__ADS_1
“Iya zan,cuma kamu tau kan adik aku kayak gimana dia itu manjaaa banget,tapi its oke lah besok aku cari lagi semoga aja temen-temen aku mau bantuin,”gumam Aline sambil tersenyum.
“Oh iya kamu itu kan punya teman gaib banyak ya semoga aja mereka bisa bantu kamu karena soal kayak gini biasanya makhluk-makhluk halus lebih jago,”ucap Fauzan sambil terus melemparkan senyum manisnya.
“Iya zan,ya udah aku masuk dulu ya kayaknya ada tamu di rumah aku kamu mau mampir?”tanya Aline sambil melirik mobil yang ada di depan rumahnya.
“Enggak lin,aku mau langsung pulang aja sampai ketemu besok ya,”ucap Fauzan yang lagi dan lagi melemparkan senyum ke arah Aline.
“Oh oke zan,hati-hati ya,”ucap Aline sambil tersenyum.
Fauzan pun tancap gas motornya dengan cukup kencang sambil melambaikan tangan ke arah Aline.Aline punmembalas lambaian tangan Fauzan sambil tersenyum dan langsung masuk ke rumah diikuti Lili yang dari tadi senyum-senyum melihat Fauzan dan Aline.Di dalam rumah ia di sambut Mama Lia dan Papa Lukman yang sedang duduk di ruang tamu dengan ekspresi muka khawatir
menunggu kabar Arine.Aline kaget melihat papanya sudah pulang dari luar kota.
“Ternyata Papa aku pikir ada tamu gimana kabarnya ,pa?”tanya Aline sambil mencium tangan Papanya.
“Iya ini papa kabar papa baik nak,”ucap Papa Lukman sambil tersenyum.
“Lin,gimana Arine udah ada kabar?”tanya Mama Lia dengan eskpresi khawatir.
“Astaga,sebenarnya kamu dimana,nak?Pa,ini terus gimana?”tanya Mama Lia dengan wajah berkaca-kaca
“Kamu udah hubungi pihak kepolisian,lin?”tanya Papa Lukman dengan nada pelan.
“Tadi ada polisi yang mau bantuin aku pa,dalam pencarian Arine pa sekalilagi Aline benar-benar minta maaf ya pa ma,”ucap Aline sambil menundukkan wajahnya.
“Iya enggak papa,lin ya penting kamu udah usaha sekarang kamu bersih-bersih ya sama istirahat,”ucap Mama Lia sambil membelai rambut Aline.
Aline pun ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di kasur sambil memikirkan sesuatu di sampingnya terlihat ada Lili yang masih saja senyum-senyum tidak jelas.Aline benar-benar di buat pusing dengan Arine dan mantan suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa,namun ini sudah menjadi resikonya.Terdengar suara cempreng seseorang yang membuat Aline bangkit.
“Cie…..cie yang lagi fall in love,”ucap Lili dengan suara cempreng.
“Astaga,Lili siapa yang lagi fall in love orang lagi pusingkayak gini,”ucap Aline dengan nada sediki kesal.
“Terlepas dari itu semua tetep aja cie....cie,"ucap Lili sambil terus menggoda
__ADS_1
Aline.
"Cie...cie ada yang mau ngasih PJ nih," ucap salah satu makhluk halus sosok perempuan muda memakai baju merah dengan muka pucat dan duduk di kursi rias Aline.
Aline pun masuk ke kamar mandi tanpa menggubris godaan teman-teman gaibnya.Di sel penjara Justin nampak berpikir untuk kabur dari sel malam ini juga sesuai rencanannya untuk menyusul kedua orang suruhannya dan menemui Arine,gadis yang selama ini tergila-gila dengannya.
'Gimana ya caranya gue kabur dari sini supaya gue bisa ngasih pelajaran ke cewek alay itu,"batin Justin sambil mengamati suasana.
Setelah cukup lama berpikir Justin pun mempunyai ide yang cukup nekat agar bisa keluar dari sel tahanan secara diam-diam.Dia pun menghampiri narapidana yang sedang duduk termenung.Diketahui narapidana tersebut merupakan pelaku pencurian di sekitar rumahnya sambil tersenyum Justin melancarkan aksinya.
"Eh,loe gue mau ngajakin loe kerja sama loe mau enggak?"tanya Justin dengan nada suara pelan.
"Kerja sama apaan?"tanya orang itu dengan ekspresi bingung.
Justin pun membisikkan sesuatu ke telinga orang itu.Dalam bisikkannya Justin mengatakan bahwa ia mengajak untuk kerja sama untuk kabur dari sel tahanan itu.Espresi orang itu terlihat sangat kaget dan tidak percaya.
"Gila loe ya ngajak-ngajak kabur dari sini," ucap Orang itu dengan nada sedikit kencang.
"Sstttt..jangan kenceng-kenceng gue tanya sama loe emang loe enggak bosen di sini terus? Ngeliat sel, polisi-polisi berlalu lalang," ucap Justin dengan nada pelan.
"Ya bosen lah cuma ini udah takdir gue ya mau gimana lagi," ucap Orang itu dengan nada pelan.
"Makanya itu gue ajak loe kabur biar loe bisa menghirup udara bebas,bisa ketemu keluarga iya kan?"tanya Justin dengan nada meyakinkan.
"Iya juga ya jujur gue kangen banget sama istri dan dua anak gue yang masih kecil apalagi Minggu besok ada yang ulang tahun tahun," ucap orang itu dengan muka berkaca-kaca.
"Nah,itu anak loe mau ulang tahun cuma ini satu-satunya cara supaya loe bisa ngerayain ulang tahun anak loe," ucap Justin sambil terus menghasut orang itu.
Sepertinya rayuan Justin sudah masuk ke dalam otak orang itu sehingga dia mau bekerja sama dengan Justin untuk kabur dari sel tahanan dengan cara yang licik.
Siapakah gadis itu?Apakah dia akan menolong Arine?Di tempat berbeda Akankah Justin dan temannya bisa kabur dari sel tahanan?
Tunggu terus kelanjutannya ❤️.
Jangan lupa like dan vote dan comentnya ya🙏.
__ADS_1
Thank you.