
Happy reading semuaaa 🤗.
Maaf masih banyak kekurangan 🙏.
“Maaf waktu anda sudah habis mari ikut kita,”ucap salah satu polisi bertubuh agak gemuk dengan ekspresi tegas dan berwibawa.
Justin nampak tidak menghiraukan perkataan polisi dan terus memandang wajah Aline yang kebingungan.Kak Justin
menunggu jawaban Aline apakah dia punya perasaan yang sama atau tidak.Aline
hanya terdiam dan buang muka.Suasana kala itu benar-benar sunyi dan sedikit
menyeramkan.Fauzan nampak
menghampiri Kak Justin.
“Loe itu budeg apa sengaja dibudeg-budeg in sekarang mending loe pergi dari sini apa perlu gue yang nganterin loe kekantor polisi atau loe mau dianterin Dosen Gaib?”Tanya Fauzan dengan nada emosi.
“Loe enggak usah ngatur-ngatur gue ini urusan gue sama Aline,”sahut Kak Justin dengan nada emosi sambil mendorong tubuh Fauzan.
“Ya enggak usah dorong-dorong dong loe harusnya sadar kalau loe itu pembunuh masih sempet-sempetnya ngomongin perasaan,”ujar Fauzan sambil mendorong balik Kak Justin dengan cukup kencang.
Terjadi adu dorong antara Kak Justin dan Fauzan,namun itu semua bisa di kendalikan oleh pihak kepolisian hingga akhirnya Kak Justin pun di bawa polisi dengan unsur paksaan karena Kak Justin keke untuk mendengar jawaban Aline.
“Lin,tolong jawab apa kamu punya perasaan yang sama kaya aku?”Tanya Kak Justin sambil membrontak karena di giring polisi.
“Lin,gue kaget banget tadi Kak Justin nembak loe kok loe diem aja?”Tanya Raisa sambil
memandang wajah Aline yang nampak terdiam dengan tatapan bingung.
“Bukan loe aja yang kaget gue juga kaget, gue enggak ada perasaan apa-apa kok sama Kak Justin gue cuma kagum aja sama dia,tapi itu dulu sebelum gue menaruh rasa kecurigaan soal kematian Almh.Bu Rossa,”sahut Aline
pada Raisa dengan nada halus.
“Akhirnya tuh,orang di tangkep polisi juga eh,lin gue enggak sengaja denger loe enggak suka sama Kak Justin?”Tanya Fauzan dengan ekspresi penasaran.
__ADS_1
“Iya zan,gue enggak ada perasaan apa-apa sama Kak Justin kalau gue suka sama dia enggak mungkin gue laporin dia ke polisi,”ujar Aline sambil mendekat kearah Fauzan.
“Ya bagus dong kalau loe enggak ada perasaan apa-apa sama dia orang kayak dia kok disukai mending modelan kayak gue walaupun biasa aja,tapi insyallah jujur,sholeh,baik hati,”ucap Fauzan dengan sangat percaya diri.
“Mulai deh,kepedean tingkat dewa,”ujar Raisa dengan nada ketus.
“Emang kenyataannya kayak gitu sa,loe aja selama ini matanya tertutup,”sindir Fauzan sambil memandang ke arah bawah.
“Tertutup-tertutup loe pikir gue buta,”sahut Raisa dengan nada tidak santai dan mata sedikit melotot.
Dua orang satpam hendak menghampiri Aline untuk menanyakan sesuatu perihal kejadian sekitar satu tahun yang lalu.Aline nampak hanya bengong melihat kedua temannya berdebat seperti perlombaan debat sambil
tersenyum-senyum.Dua satpam itu nampak sedikit ketakutan melihat penampilan
Aline.Namun mereka tetap menghampiri Aline dengan kondisi bulu kuduk merinding.
“Permisiii neng,neng maaanusia kan?Bukan dedemit?”Tanya salah satu satpam bertubuh agak gemuk dengan nada gemetar.
Mendengar ada yang memanggilnya Aline pun menghadap ke sumber suara dengan muka tegasnya tak di sangka hal itu membuat dua satpam kaget dan berteriak ketakukan bahkan mereka hendak berlari.Namun itu semua tidak terjadi karena Aline sudah mengeluarkan sepatah dua patah kata yang menandakan kalau dia manusia.Kejadian itu membuat perdebatan seru Fauzan dan Raisa terganggu dan membuat mereka mendekat ke arah Aline dan dua satpam tersebut.
“Astaga neng,maaf kita pikir dedemit habisnya dandanannya nyeremin,”ucap satpam bertubuh agak gemuk sembari memohon maaf.
meminta maaf.
“Iya enggak papa pak,ada perlu apa pak?”Tanya Aline dengan ekspresi datar.
“Kirain ada apa ganggu orang lagi debat aja,”ucap Fauzan dengan ekspresi kesal.
“Ada apa pak?”Tanya Raisa pada dua satpam itu sambil melipatkan kedua tangannya di dada nya.
“Ini neng,saya mau tanya terus jenazah Almh.Bu Rossa ada di mana terus sama siapa terus lagi berbuat apa?”Tanya satpam bertubuh agak gemuk sambil bernyanyi diluar konteks pertanyaan.
“Kok malah nyanyi maksud temen saya di mana jenazah Almh.Bu Rossa?”Tanya satpam bertubuh kurus sambil menyentuh pundak temannya.
Aline,Raisa,dan Fauzan nampak tertawa melihat kelakuan dua satpam itu yang sangat kocak.Sa
__ADS_1
“Oalahhhh,jenazah Almh.Bu Rossa ada di gundukkan itu,”ucap Aline sambil menunjukkan gundukkan yang tidak jauh dari posisi mereka berdiri.
"Astaghfirullah jadi, selama ini jenazah almh.Bu Rossa ada disini," ucap satpam bertubuh kurus sambil mendekat ke arah gundukkan.
"Astaghfirullah kasihan banget Bu Rossa padahal dia itu orang baik banget sama semua orang bisa-bisanya bocah ganteng sontoloyo itu ngelakuin hal kayak gitu," gumam satpam bertubuh agak gemuk yang ikut menyusul mendekat ke arah gundukkan.
"Gue juga ngerasa kasihan lin, walaupun belum pernah ketemu sama Almh," ucap Raisa sambil dengan mata berkaca-kaca.
"Beliau memang orang yang sangat baik sama semua orang dan enggak pandang bulu,tapi aku lega akhirnya semuanya terungkap," ucap Aline dengan wajah lega.
"Sama gue juga lega,tapi jenazah Almh.Bu Rossa mau di angkat apa gimana?" Tanya Fauzan dengan muka serius.
"Di angkat zan,biar bisa di makamin secara layak dan gue juga bakal cari tau mantan suami dan anak sulungnya Almh.Bu Rossa," ucap Aline dengan nada suara pelan.
"Terus mau diangkat kapan?" Tanya Raisa yang masih dengan mata berkaca-kaca.
"Kalau menurut gue diangkat besok aja sekalian biar warga kampus tau yang sebenarnya dan biar pihak kepolisian aja yang yang ngangkat di bantu bapak-bapak satpam gimana,pak?" tanya Aline sambil mendekat ke arah gundukkan.
Dua satpam itu nampak tercengang mendengar perkataan Aline barusan.Mereka rupanya ketakutan jika harus mengangkat jenazah Almh.Bu Rossa yang sudah terkubur hampir satu tahun.Mungkin jenazah tersebut sudah membusuk.Tiba-tiba muncullah sosok anak kecil di samping Aline yang tak lain tak bukan Lili.
"Kenapa enggak kepolisian aja neng ?"tanya satpam bertubuh agak gemuk dengan ekspresi ketakutan.
"Bilangin mereka kak,kalau aku sama ibu pengen mereka juga ikut hihihi," bisik Lili sambil tersenyum.
"Ini ada pesan dari Almh.Bu Rossa sama anaknya lili kalau kalian harus bantu kepolisian" ucap Aline dengan nada tegas.
"Jangan nakut-nakutin dong neng," ucap satpam bertubuh kurus dengan ekspresi ketakutan.
"Saya enggak nakut-nakutin pak,saran saya mending bapak ikutin perintah mereka takut nya nanti bapak digentayangin," ucap Aline sambil menakuti-nakuti dua satpam itu.
"Oke deh neng,besok kita bantu bapak-bapak kepolisian,tapi saya mohon jangan gentayagin cukup bocah sontoloyo itu aja," ujar Satpam bertubuh agak gemuk.
Aline, Raisa,dan Fauzan nampak tertawa melihat kelakuan kocak dua satpam itu.Tak terasa waktu menunjukkan pukul 02.00 WIB.
Seperti apa ya respon warga kampus mengenai kejadian ini?Terus bagaimana kondisi Arine setelah mengetahui semuanya?
__ADS_1
Tunggu terus kelanjutannya ❤️.
Jangan lupa like dan vote 🙏.