Dosen Gaib

Dosen Gaib
104.Pak Ali dan Luna


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Mohon maaf bila masih ada kekurangan 🙏.


Jangan lupa mampir di novel terbaru ku,"Dear Jaka" tinggalkan like dan vote thank you 🙏.


Mereka sedang berunding bagaimana cara kabur dari sel.Setelah cukup lama berunding akhirnya Justin memiliki ide dan membisikkan sesuatu pada orang itu.Ekspresi orang itu sangat kaget mendengar ide gila Justin.


“Loe gila ya enggak mungkin kita pura-pura kebelet  biar bisa kabur dari sini,”ucap  orang itu.


“Emangnya kenapa?Ini ide yang bagus nanti kita bergantian udah loe tenang aja,”ucap Justin sambil menyakinkan orang itu.


Orang itu masih tidak yakin akan ide Justin,namun setelah berpikir ia mau melaksanakan ide gila tersebut.Justin pun langsung melaksanakan aksinya saat ini jam menunjukkan pukul 01.00 WIB.Beberapa tahanan sudah tidur dengan pulas.Beberapa polisi sedang berjaga-jaga.Justin pun memanggil salah satu polisi.


“Pak,saya mau kebelet buang air kecil apa saya boleh izin ke toilet?”tanya Justin dengan nada pelan.


“Boleh,tapi saya awasi ya dan saya beri waktu 2-3 menit,”ucap Polisi tersebut dengan nada tegas.


“Yes,pokoknya pokoknya rencana gue enggak boleh gagal,”batin Justin sambil tersenyum dan melirik rekannya yang ia ajak kerja sama.


Justin pun ke toilet dengan di awasi Polisi sementara di dalam sel orang itu sudah bersiap-siap melaksanakan aksinya,namun ia tidak mau membuat curiga polisi.Ditempat berbeda tepatnya di dalam toilet Justin


mondar-mandir bagaimana caranya membuat Polisi tersebut pergi dari toilet agar


bisa kabur.Setelah cukup lama berpikir Justin pun memiliki ide.Beberapa saat kemudian orang itu meminta izin ke toilet walaupun sempat ada rasa kecurigaan


,namun itu bisa di atasi.


“Aha!Gue punya ide kemarin itu gue nyatet nomor salah satu polisi gimana kalau gue pura-pura nelefon aja biar ni Polisi enggak ngawasin gue,”batin Justin sambil mengambil ponsel yang selama ini ia sembunyikan di dalam sel tahanan.


Justin pun mengerjai Polisi itu dengan berpura-pura menjadi polisi dan menelepon polisi tersebut.Di luar dugaan akting Justin mampu membuat polisi itu percaya dan meninggalkan Justin secara spontan.Justin pun keluar dari toilet sambil clingak-clinguk dan melihat situasi dan kondisi.Dari


belakang ada yang menyentuh pundaknya hingga membuat Justin kaget ternyata


orang itu yang menyentuh pundak Justin.


“Loe ya ngaget-nggagetin aja btw loe kok bisa ada disini gimana caranya?”tanya Justin dengan nada pelan.


“Bisalah nanti gue jelasin ini sekarang gimana?”tanya orang itu dengan nada pelan.


“Sekarang kita kabur lewat pagar belakang,tapi gue udah prepare baju buat kabur biar orang-orang enggak curiga,”ucap Justin sambil mengeluarkan baju.

__ADS_1


Mereka pun berganti baju dan memakai masker dan langsung kabur lewat pagar belakang.Sementara itu Polisi yang tadi bertanya pada beberapa polisi yang ada di sana tentang adanya narapidana yang sakit,tetapi salah satu polisi mengatakan bahwa tidak ada yang sakit.Polisi tersebut bingung dan heran siapa yang meneleponnya tadi dan mengatakan bahwa ada narapidana yang sakit.Pikiran mereka langsung teringat pada Justin dan orang itu.Mereka pun


kembali ke toilet untuk mengecek Justin dan narapidana yang izin ke toilet.


“Kenapa lama sekali?Ayo keluar,”ucap Polisi tersebut sambil menggedor-nggedor pintu toilet.


Polisi itu pun mencoba membuka pintu toilet dan tidak menemukan satu orang pun di dalam.Polisi itu memberitahu rekan-rekannya bahwaa ada narapidana yang kabur.Sementara itu Justin dan orang itu sudah ada di pagar belakang dan bersiap untuk kabur.Beberapa polisi terlihat berkeliling untuk mencari narapidana yang kabur hingga membuat Justin dan orang itu panik dan langsung saja memanjat pagar agar tidak ketahuan.Justin sudah berada di atas dan berniat membantu orang itu bukannya memanjat ia malah bingung dan


ketakutan.


“Kayaknya gue enggak bisa mending loe aja sana,”ucap orang itu dengan ekspresi ketakutan.


“Udah deh,enggak usah kebanyakan mikir keburu ketahuan,”ucap Justin sambil  terus membujuk orang ituagar mau kabur bersamanya.


“Hei!Kalian mau kabur kemana,”teriak salah satu polisi sambil melayangakan tembakan ke arah mereka.


"Wah!Gawat gue harus buru-buru kabur,"batin Justin dengan muka panik.


Dengan sigap polisi itu pun menghampiri Justin dan orang itu.Melihat ada polisi di sana Justin pun langsung melompat untuk


kabur dan meninggalkan orang itu dan berlari dengan sangat kencang.Orang itu


sayur-sayuran.Beberapa polisi terus mencari keberadaan Justin. Hingga tak terasa mentari sudah memunculkan sinarnya disertai bunyi ayam yang berkokoh dan hembusan angin yang menyegarkan.Hari ini Aline ada kelas pagi ia sedang bersiap-siap ia tampil cantik dengan blezzer berwarna biru muda dipadupdankan dengan celana longgar bewarna putih serta sepatu pantofel bewarna coklat muda dengan rambut diikat.


'"Cie...cie kakak cantik banget hari ini pasti ada sesuatu,"ucap Lili yang tiba-tiba muncil di samping Aline.


"Makasih buat pujiannya jangan sok tau ya kamu eh li,aku mau tanya kakakmu sekarang udah seberapa?"tanya Aline sambil merapikan rambutnya.


"Kemungkinan udah se kaya adik kakak jadi,kangen kakak sama ayah,"ucap Lili sambil menunduk.


"Ibu juga kangen banget sama mereka walaupun kita udah cerai semoga aja Aline bisa nemuin mereka," ucap Almh.Bu Rossa(Dosen Gaib) sambil merangkul Lili dengan ekspresi dingin.


"Pokoknya hari ini gue harus nemuin petunjuk soal Arine dan mantan suami serta anak sulung Almh.Bu Rossa," batin Aline dengan muka serius.


Setelah selesai Aline pun keluar dari kamarnya dan menyapa kedua orang tuanya serta breakfast.Setelah selesai breakfast Aline pun berpamitan pada kedua orang tuanya untuk ke kampus serta berpamitan untuk mencari keberadaan Arine.Di depan gerbang sudah ada sosok yang tidak asing lagi bagi Aline siapa lagi kalau bukan Fauzan dengan motor kesayangannya ia tersenyum ke arah Aline dari kejauhan.Aline pun menghampiri Fauzan sambil tersenyum.


"Nah!Gitu dong senyum jangan sedih melulu nanti cantiknya ilang," ucap Fauzan sambil tersenyum.


"Astaga, pagi-pagi udah gombal sejak kapan jadi pinter ngegombal?"tanya Aline dengan ekspresi salah tingkah.


"Sejak kapan ya?Sejak aku kenal kamu,tapi emang iya kamu kalau senyum jadi tambah cantik," ucap Fauzan yang lagi-lagi tersenyum ke arah Aline.

__ADS_1


"Udah-udah males dengerin gombalan kamu mending sekarang kita berangkat ke kampus habis itu kita lanjut cari mereka,tapi ini beneran aku bonceng kamu?"tanya Aline keheranan.


"Iya dong ayo naik," ucap Fauzan dengan nada lembut.


"Bu, romantis banget ya Kak Aline sama Kak Fauzan," ucap Lili sambil tersenyum.


"Iya li,ibu juga gemes banget liatnya,"ucap Almh.Bu Rossa Dosen Gaib sambil tersenyum.


Fauzan pun berpamitan dengan kedua orangtuanya Aline dan langsung tancap gas ke kampus.Beberapa makhluk halus di sana nampak iri dengan kebersamaan Aline dan Fauzan.Di tempat berbeda tak disangka tak dikira Justin sudah berada di lokasi penyekapan Arine.Dia pun menghampiri kedua orang yang ia suruh untuk menculik yang sedang duduk di kursi depan.


"Gimana kondisi dia?Ini gue Justin," ucap Justin dengan tampilan serba tertutup menggunakan jaket,masker dan juga topi disertai dengan nada pelan.


"Ini beneran bos?Kok bos bisa ada di sini?"tanya orang bertubuh gemuk dengan ekspresi tidak percaya.


"Iya bos,bos kan lagi di penjara," sambung orang bertubuh kurus set ekspresi tidak percaya.


"Iya ini beneran gue pokoknya ceritanya panjang gimana kondisi dia?"tanya Justin dengan nada pelan.


"Kita enggak tau bos soalnya belum kita cek,"ucap orang bertubuh gemuk dengan nada pelan.


Dari kejauhan terlihat ada seorang laki-laki paruh baya dengan gadis berseragam SMS sedang berjalan.Mata Gadis itu tertuju pada ketiga orang di bangunan tidak berpenghuni yang sedang mengobrol.Gadis itu pun menghentikan langkahnya dan bersembunyi di balik pohon jambu yang kemarin.Melihat sang anak tidak ada di sampingnya membuat pria itu clingak-clinguk dan menemukan dia sedang bersembunyi di balik pohon jambu.Pria itu pun menghampiri anaknya.


"Luna,kamu ngapain ada disini?"tanya pria paruh baya itu yang diketahui bernama Pak Ali seorang wirausaha makanan ringan.


"Ayah Ngaget-ngagetin aja ini yah,kemarin aku denger kalau ada orang di dalam bangunan itu kayaknya mereka lagi nyekap orang," ucap Luna dengan nada pelan.


"Ha?Nyekap orang?Kamu jangan ngada-ngada nak,udah sekarang kamu berangkat sekolah nanti kamu telat," ucap Pak Ali dengan nada pelan.


"Yah,aku enggak bohong aku denger sendiri dari mulut mereka pokoknya kita harus selamatin orang itu," ucap Luna sambil berusaha menyakinkan sang ayah.


"Dari muka Luna sepertinya dia enggak bohong sebenarnya aku juga curiga sama mereka karena beberapa hari ini mereka berlalu lalang di bangunan itu," batin Pak Ali sambil berpikir.


Luna?Pak Ali?Siapa ya mereka?Apa mereka orang yang di cari Aline dkk?Lantas,apa reaksi Arine bahwa orang yang menculik nya adalah Justin?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.


Jangan lupa like dan vote.


Maaf ya guys kalau kalian bosan🙏


Makasih buat kalian yang masih stay di sini😘.

__ADS_1


__ADS_2