
Happy reading semuaaa 🤗.
Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.
jika ada beberapa kesalahan akan saya revisi besok.
“Maaf pak, menganggu waktunya ada yang ingin saya bicarakan,” ucap Luna dengan sopan.
“Ohh gitu ya silahkan masuk neng,tapi saya enggak ada waktu banyak,” ucap Pak RT dengan nada ramah.
“Enggak papa pak, kita cuma sebentar kok,” ucap Luna dengan nada pelan.
Luna dan Arine pun masuk ke rumah Pak RTyang cukup besar itu.Mereka di persilahkan duduk Luna pun langsung to the point mengenai kehadirannya hari ini di rumah Pak RT dengan Aline.Luna menjelaskan soal penculikan dan penyekapan Arine beberapa waktu lalu di gudang rumah kosong di ujung sana dengan cukup rinci bahkan Arine pun turut menceritakan semuanya.Pak RT tampak berusaha mencerna dan memahami informasi yang di berikan mereka berdua.
“Memang benar ada tiga orang datang ke sini beberapa waktu yang lalu dan meminta izin untuk menempati rumah kosong itu dengan alasan mereka itu salah alamat alias nyasar karena waktu itu sudah malam ya saya izinkan mereka untuk tinggal sementara di rumah kosong itu Jujur saya masih ragu dengan ucapan kalian” ucap Pak RT dengan nada pelan.
“Itu semua bohong pak, dia sengaja cari alasan seperti itu untuk menutupi semuanya.”Luna mengucapkan kalimat itu dengan nada tegas.
“Iya pak, saya berani sumpah bahkan salah satu mereka seorang buronan kasus pembunuhan,” ucap Arine sembari berusaha menyakinkan Pak RT.
“Sepertinya mereka tidak berbohong selama ini ketiga orang itu jarang sekali keluar dan tidak kunjung keluar dari komplek ini,” batin Pak RT sambil berpikir.
Aline dan Raisa sedang beristirahat di sebuah warung kopi di komplek tersebut.Aline tidak bisa menutupi rasa khawatirnya pada Arine yang hingga saat ini tidak di ketahui keberadaannya dia hanya memesan satu gelas air putih dengan di beri garam dan gula berbeda dengan Raisa dia memesan jus apel
dan beberapa camilan Aline menghampiri ibu-ibu pemilik warung kopi yang sedang
melayani pembeli.
“Permisi bu,apa ibu pernah liat gadis ini sama orang ini?” tanya Aline sambil memperlihatkan foto adiknya dan foto keluarga Almh.Bu Rossa.
Ibu itu mengamati foto Arine dengan sangat cermat sambil berpikir.Aline sangat berharap jika ibu itu pernah melihat Arine dan mantan
suami serta kakak Lili di komplek ini.Setelah cukup lama terdiam dan berpikir
ibu itu mengatakan sesuatu hal pada Aline.
__ADS_1
“Seinget saya sepertinya saya pernah ketemua gadis ini waktu itu dia lagi sama Luna wajahnya mirip banget sama yang di foto mending neng ke rumah Pak RT karena beliau yang lebih
paham maaf ya neng ini warung tiba-tiba
ramai,” ucap ibu-ibu itu dengan nada ramah.
“Buuu….tunggu sebentar saya mau tanya soal foto ini yah!Tapi bener kata ibu itu aku harus ke rumah Pak RT sekarang juga sekalian aku tanya soal Pak Ali dan Luna anak Almh.Bu Rossa m kan juga Luna apa jangan-jangan….,”
ucap Aline dengan wajah gembira dan berlalu menghampiri Raisa yang tengah asik
makan serta langsung menggandeng tangan Raisa.
“Eehh main gandeng -gandeng aja kalau cogan sih, enggak papa,” ucap Raisa dengan mulut masih mengunyah makanan.
Sementara itu Fauzan tampak terkena pukulan Kak Justin di bagian perutnya dan tersungkur di lantai.Namun,ia tidak membiarkan Kak Justin lolos begitu saja ia berusaha bangkit dengan kondisi menahan rasa sakit.Kak Justin benar-benar sudah tidak punya hati nurani dia pergi ke dapur dan mengambil sebuah pisau dengan ukuran cukup besar.
“Hidup loe sekarang ada di ujung tanduk zan, mungkin ini detik terakhir di dunia ini dan loe adalah korban selanjutnya setelah Bu
Rossa,” ucap Kak Justin ekspresi licik sambil menodong pisau besar di hadapan
“Bener-bener udah gila ni orang bukannya memperbaiki diri sekarang gue harus gimana ya?Kalau gue terus di sini bisa-bisa dia nekat,tapi kalau gue pergi dia akan ngejar Aline dan Raisa nyawa mereka dalam bahaya apa ini memang udah takdir gue sebagai bukti cinta gue sama Aline?” tanya Fauzan
pada dirinya sendiri.
“Ya ampun ini gimana?Kok malah jadi nyeremin gini aku harus kasih Kak Aline sama ibu,” ucap Lili yang langsung menghilang.
Fauzan terus berusaha biasa saja dan tetap tenang menghadapi Kak Justin yang terus menodongkan pisau di hadapannya.Aline dan Raisa sedang melangkah ke rumah Pak RT yang rumahnya cukup jauh dari warung kopi tadi dengan
langkah cepat.
“Lin, sebenarnya kita mau kemana?” tanya Raisa dengan nada agak kesal.
“Kita mau ke rumah Pak RT buat tanya-tanya soal Arine,mantan suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa kalau tanya sama orang-orang mereka pasti
bingung,” ucap Aline dengan nada tegas.
__ADS_1
“Astaga lin, gue kira ada apa bisa enggak sih, jalannya biasa aja enggak usah buru-buru kayak gini mana gue lagi makan,” ucap Raisa
dengan wajah kesal.
Luna dan Arine masih di rumah Pak RTmereka menunggu keputusan Pak RT tentang kasus penculikan dan penculikan Arine di kompleknya.Namun, Pak RT malah menyuruh mereka berdua pulang karena beliau ada urusan lain dan akan menindaklanjuti pengaduan mereka berdua secepatnya mungkin.Di saat
bersamaan Aline dan Raisa hampir sampai di rumah Pak RT hanya kurang beberapa
langkah saja.Luna dan Arine keluar dari rumah Pak RT.
“Terima kasih ya pak, sudah mau menindaklanjuti pengaduan kami saya harap semua masalah segera bisa teratasi,” ucap Luna sambil
tersenyum.
“Terima kasih pak, apa yang saya dan Luna katakan tadi insyalallah bisa kami pertanggung jawabkan," ucap Arine dengan nada pelan.
"Iya sama-sama untuk sementara waktu kamu tinggal saja dulu di rumah Luna sampai situasi aman," ujar Pak RT dengan nada pelan.
"Iya pak, sebenarnya saya pengen banget pulang," ucap Arine dengan nada pelan.
Aline dan Raisa sudah sampai di depan pahaf rumah Pak RT mereka terlihat memastikan terlebih dahulu apakah ini benar rumah Pak RT atau bukan.Saat menatap rumah Pak RT mata Aline langsung tertuju pada dua gadis yang sedang berbincang-bincang dengan laki-laki setengah baya.
"Sa, itu Arine," ucap Aline dengan muka gembira dan tidak percaya.
"Eh,iya itu kayaknya Arine,tapi beneran Arine apa bukan jangan-jangan cuma mirip doang,"ucap Raisa dengan nada pelan.
"Itu beneran Arine sa,mata dan hati gue berkata seperti itu ayo kita masuk," ucap Aline yang langsung masuk ke rumah Pak RT yang kebetulan tidak di kunci dengan sangat antusias.
Aline bertemu dengan Arine dan Luna lalu apa yang selanjutnya terjadi? Bagaimana nasib Fauzan?
Tunggu terus kelanjutannya ❤️.
Detik-detik menuju ending.
Jangan lupa like dan vote 🙏.
__ADS_1
Jangan lupa kritik dan sarannya juga thank you 🙏.