
Happy reading semuaaa 🤗.
Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏 insyallah besok saya revisi.
Enggak bosan ngingetin untuk mampir ke novel terbaru"Dear Jaka" jangan lupa tinggalkan like,coment,vote,dan read😊 thank you 🙏.
Mereka nampak terdiam sejenak setelah mendengar pernyataan bapak-bapak tadi begitu pula dengan Lili dan Almh.Bu Rossa mereka sejenak terdiam dan kaget mengetahui bahwa orang yang mereka cari berada di luar kota.Aline menatap rumah dan sekitar rumah kontrakan mantan suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa dengan tatap empati.Hatinya juga sedih dan teriris melihat kesedihan Lili dan Almh.Bu Rossa.
“Kasihan banget Lili dan Almh.Bu Rossa sulit banget mempertemukan mereka dengan orang yang mereka sayangi,”batin Aline sambil menatap Lili dan Almh.Bu Rossa.
“Lin,sekarang kita harus gimana?”tanya Raisa dengan sambil duduk di depan kursi rumah kontrakan Pak Ali.
“Satu-satunya cara kita harus ke bogor dan cari keberadaan mereka,”sahut Aline dengan nada pelan.
“Wah!Kalau kita ke bogor kuliah kita gimana?Besok kita ada kelas lin,belum lagi cari Arine adik kamu,”ucap Fauzan dengan nada sedikit
kesal.
“Bener kata Fauzan lin,lagi pula kita ke sana enggak mungkin cuma satu hari doang pasti berhari-hari kan,”ucap Raisa dengan nada kesal.
“Iya juga ya cukup beresiko masalahnya kita juga enggak tau alamat pastinya,”ucap Aline sambil membuka ponselnya.
“Bu,kasihan Kak Aline dan teman-temennya mereka kesusahan cari ayah,kakak,adiknya sama Kak Justin orang yang bunuh ibu,”ucap Lili sambil menatap Aline,Raisa,dan Fauzan.
“Gyuss nanti gue pikirin lagi langkah selanjutnya apa,tapi filling gue bilang kalau mereka saling berdekatan,”ucap Aline dengan nada pelan.
“Puyeng gue ngadepin masalah yang udah berurusan sama makhlus halus ,”ucap Raisa sambil memegang kepalanya yang tidak pusing.
“Insyallah aku siap lin,kalau besok atau kapan ke bogor,”ucap Fauzan sambil tersenyum kea- rah Aline.
Waktu semakin cepat berlalu sang matahari sudah menenggelamkan sinarnya dan langit pun mulai gelap gulita membawa Aline pada
kekhawatiran,namun dia bersyukur bisa mendapatkan beberapa informasi mengenai
orang-orang yang mereka cari.Disisi lain ia bingung harus bilang apa soal Arine.Mereka pun sampai ke rumah Aline langkah demi langkah mereka lalui terlihat Papa Lukman dan Mama Lia sedang duduk santai di ruang tamu sedang mengobrol.Mereka menyambut kehadiran Aline dan teman-temannya dan menyuruh mereka duduk di sofa berwarna coklat muda.
__ADS_1
“Lin,gimana kondisi Arine?”tanya Mama Lia dengan ekspresi khawatir.
“Maaaf ma,hari ini aku belum bisa nemuin Arine,tapi hari ini dapat petunjuk,”ucap Aline dengan wajah menunduk.
“Astaga,mama kira kamu dapat informasi soal Arine mama khawatir banget sama Arine kalau dia kenapa-kenapa pa,ini gimana?”tanya Mama Lia dengan mata berkaca-kaca.
“Sabar ma,kita harus positive thingking Arine pasti baik-baik aja,”ucap Papa Lukma sambil merangkul Mama Lia dan menenangkahnnya.
“Ma,bener kata Papa aku janji akan bawa pulang Arine secepatnya,”ucap Aline sambil memeluk mamanya dan menenangkan.
“Iya om,tante ini semua gara-gara orang itu si serigala berbulu domba si Justin yang kabur dari penjara”ucap Fauzan secara spontan.
“Justin?Mama sering ndenger nama itu kayaknya dia laki-laki yang sering di certain Arine kok dia di penjara?”tanya Mama Lia dengan secara tiba-tiba.
“Zan,loe ngapain ngomong kayak gitu,”batin Raisa sambil mencubit pinggang Fauzan hingga membuat Fauzan kesakitan.
“Ya sorry gue kelepasan,”bisik Fauzan tepat di telinga Raisa.
“Ma,ini rencana temen-temen aku mau nginep jadi,ini kita mau bersih-bersih dulu habis ini ada hal yang ingin kita bicarakan,”ucap Aline
“Iya enggak masalah kok kalian mau nginep di sini Fauzan nanti kamu bisa tidur di kamar sebelah kamar Aline,”ucap Papa Lukman sambil tersenyum.
“Matii gue berarti gue sendirian dong kalau bukan karena Aline enggak mungkin gue mau nginep di sini,”batin Fauzan dengan muka panik.
“Makasih ya om,tante udah diperbolehkan nginep disini,”ucap Raisa sambil tersenyum.
“Iya om,tante makasih udah ngizinin kita nginep di sini,”sambung Fauzan sambil tersenyum.
Aline,Raisa,dan Fauzan pun ke kamar untuk bersih-bersih dan berganti baju.Di tempat berbeda Arine kondisinya makin memprihatinkan dengan kondisi masih terikat dengan muka sangat pucat tiba-tiba Justin menghampiri Arine dan menatapnya dengan sorot mata tajam.
“Loe kenapa diem aja?Pasrah?”tanya Justin sambil memegang dagu Arine dengan kasar.
“Kak aku lepasin akuuu aku kangen sama mama,papa,Kak Aline akuuu mohonnn,”ucap Arine dengan wajah ketakutan.
“Gue enggak peduli mau loe kangen intinya gue enggak ngelepasin loe," ucap Justin sambil menghempaskan wajah Arine dengan kasar.
__ADS_1
"Hiks...Apa pun akan aku lakukan,tapi aku tolong lepasin aku," ucap Arine sambil menangis.
"Mau loe nangis mau loe sujud mau loe minta tolong jangan mimpi untuk bisa lolos dari sini justru gue pengen ngeliat kakak loe nangis-nangis karena tau adik kesayangannya ada di tangan gue hahahaha,"ucap Justin sambil tertawa dan meninggalkan Arine.
"Kak....Kak tolong lepasin akuuu tolonggg-tolongggg!"teriak Arine dengan suara sedikit serak.
Di rumah Aline, Raisa,dan Fauzan sudah berada di ruang tamu untuk meminta saran dari Papa Lukman dan Mama Lia soal keinginan mereka untuk ke Bogor.Aline nampak ragu-ragu mengatakan hal tersebut,namun berkat dukungan Fauzan dan Raisa akhirnya dia mau dan yakin mengatakan hal tersebut.
"Jadi,apa rencana kalian selanjutnya? Terutama kamu,lin?"tanya Papa Lukman dengan nada pelan.
"Iya lin, rencana kamu apa?"tanya Mama Lia dengan nada pelan sambil menatap lembut Alone.
"Jadi,gini ma pa,tadi kita dapat Informasi bahwa kita harus ke Bogor," ucap Aline dengan nada tegas,namun pelan.
"Ke Bogor?Kok jauh sekali,lin?"tanya Papa Lukman keheranan.
"Iya lin,kok jauh apa Arine dibawa ke Bogor?"tanya Mama Lia dengan ekspresi khawatir.
"Eeeeee gimana ya ceritanya ma,intinya filling Aline berkata kalau Arine ada di sana," ucap Aline dengan nada pelan.
"Iya Tante,intinya kita mau minta saran dan minta izin untuk ke Bogor," ucap Raisa sambil tersenyum.
"Apa kalian yakin kalau Arine ada di Bogor?"tanya Papa Lukman berusaha memastikan.
"Kita yakin om,tante.kalau semisal om,tante mengizinkan ya kita berangkat kalau enggak ya kita enggak berangkat," ucap Fauzan sambil tersenyum ke arah Mama Lia,Papa Lukman,dan Aline.
"Kalau emang bener Arine ada di Bogor sekarang kondisi dia gimana?Apa dia sudah makan, udah tidur mama jadi,tambah overthinking kalau gini," ucap Mama Lia dengan mata berkaca-kaca.
"Untuk masalah ini Papa percaya sama kamu lin,kalau memang kalian ingin ke Bogor Papa enggak masalah asal kalian bisa jaga diri di sana ya udah Papa bawa mama kamu ke kamar dulu," ucap Papa Lukman sambil memapah tubuh Mama Lia yang terlihat syok.
Bagaimana misi mereka di Bogor?Akankah mereka bertemu dengan orang yang mereka cari di waktu bersamaan?
Tunggu terus kelanjutannya ❤️.
Jangan lupa like dan vote 🙏.
__ADS_1
Thank you 🙏.