
Sebelumnya saya Anisa Rizky Salsabila selaku author 😊 ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan bagi yang menjalankan 🙏 . Semoga puasa kita selalu diberkahi oleh Allah SWT,aamiin🙏.
Matahari nampak bersinar dengan terangnya dan jam sudah menunjukkan pukul 06.00 WIB.Aline nampak sudah bersiap-siap untuk berangkat.Seperti rencana nya kemarin.Aline nampak sedang membersihkan motor kesayangannya.Pagi-pagi sudah ada aja makhluk halus yang menampakkan diri.Makhluk adalah sosok wanita berambut panjang dengan muka tertutup rambut duduk di kursi rumah tetangganya.Dia nampak tertawa
"Ahahahahaha," ucap wanita itu dengan suara cempreng.
"Ini masih pagi lho udah ada aja yang nunjukin diri," gumam Aline.
Wanita itu menatap Aline dengan tatapan tajam.
"Apa loe lihat-lihat gue cantik ya,"ucap wanita itu dengan pedenya sambil menyisir rambutnya.
"Yaah,dia kepedean dikira gue liatin dia karena gue terpesona gitu padahal juga enggak untung loe setan kalau " ucap Aline.
"Emang kenapa kalau setan? Gini-gini banyak yang naksir tau," ucap wanita itu.
"Bisa-bisa nya rumah tetangga gue ada setan modelan kayak gini," ucap Aline sambil menggelengkan-nggelengkan kepala.
Wanita itu pun langsung menghilang.
"Waduh, pagi-pagi udah rapi aja kak," ucap Arine yang terlihat masih berantakan karena belum mandi.
"Ya iya lah emangnya loe jam segini masih acak-acakan," ucap Aline sambil terus mengelap-lap motornya agar kinclong.
Arine pun mendekati Aline sambil berkata," Kak,nanti cari tau rumah nya Kak Justin ya," pinta Arine.
Aline tidak menggubris permintaan Aline.Dia langsung masuk ke rumah untuk berpamitan pada orang tuanya.
"Kak,ayolah kali ini aja," ucap Aline yang terus merengek seperti anak kecil sambil mengikuti Aline.
Aline pun berpamitan ke pada Ayah dan mamanya tanpa berpamitan pada adiknya Arine.Wajahnya Arine sangat kesal dan langsung masuk ke kamar nya.Aline pun langsung tancap gas menuju kampus.
"Semoga aja gue bisa nemuin bukti yang lebih efektif lagi," ucap Aline.
Sementara itu di kos-kosan Justin nampak was-was karena flashdisk miliknya berada di rumah Aline.Bahkan dia tidak bisa tidur karena memikirkan flashdisk itu.
"Semoga aja mereka enggak liat isi flashdisk itu," gumam Justin.
"Emang siapa yang liat jus," ucap seseorang sambil memeluk Justin dari belakang.
Justin nampak kaget karena ada yang memeluk nya dari belakang.Justin pun be
balik badan.
"Jennie! Loe apaan sih!" ucap Justin sambil melepas pelukan Jennie dengan sedikit kasar.
"Kaget ya?Aku sengaja tiba-tiba dateng supaya kamu kaget jadi kayak surprise," ucap Jennie yang terlihat duduk di kursi samping tempat tidur Justin.
Surprise?Gue enggak ulang tahun dan gue juga enggak butuh surprise loe mending loe pergi gue mau berangkat," ucap Justin.
"Waitt,tadi kamu belum jawab pertanyaan aku emang kamu ada masalah apa?" tanya Jennie sambil memegang pundak Justin.
__ADS_1
"Gue enggak papa," ucap Justin sambil menghela tangan Jennie dari pundaknya dan langsung bergegas keluar dari kos-kosan.
"Jus,mending kamu jujur aja sebenarnya ada apa?Aku yakin ini pasti menyangkut kejadian kemarin itu kan," ucap Jennie sambil mengikuti Justin keluar.
Justin langsung tancap gas tanpa memperdulikan Jennie.Jennie nampak sangat kesal dan marah karena perlakuan Justin.
"Jus,kok aku ditinggalin," ucap Jennie dari kejauhan.
Jennie langsung berspekulasi bahwa Justin dalam perjalanan ke rumah Aline.Entah itu untuk menjemput Aline atau bahkan Arine,adiknya Aline.
"Kali ini bener-bener enggak bisa dibiarin Aline loe liat aja apa yang bakal gue lakuin sama adik loe," gumam Jennie.
Aline sudah sampai di parkiran kampus.Dia pun memarkirkan motor kesayangannya ditempat biasa dan membuka helm bogonya
"Ini si Raisa sama Fauzan kok belum berangkat ya? Jangan-jangan mereka masih molor lagi," ucap Aline sambil melirik jam tangannya dan duduk di jok motornya.
Aline pun menunggu kedatangan dua orang temannya.Hampir 5 menit Aline menunggu.Aline terlihat sedang memperhatikan gerbang.Namun pandangan tertuju pada motor matic warna hitam.Motor berjalan menuju parkiran.
"Astaga itu motornya Kak Justin jangan sampai Kak Justin liat gue," gumam Aline yang langsung bersembunyi dibalik beberapa motor yang ada dibelakang motornya.
Kak Justin memarkirkan motor tepat di samping motor Aline.Namun Kak Justin tidak menyadari.Selang 1 menit muncul motor milik Raisa dan Fauzan.Mereka nampak gugup ketika tau ada Kak Justin diparkiran.
"Mereka datang disaat yang tidak tepat," gumam Aline dari balik motor yang ada dibelakang motornya.
"Sa,ini kok ada Kak Justin si Aline mana?" tanya Fauza sambil berbisik-bisik.
"Mana gue tau ini semua gara-gara loe kalau aja loe enggak kesiangan kita udah berangkat," jawab Raisa sambil berbisik-bisik.
"Setahu saya kalian jadwal sore kan ngapain berangkat jam segini?" tanya Kak Justin.
"Bener kak," sambung Fauzan.
"Ohh sama Aline kamu juga?" tanya Kak Justin.
"Eeeenggak Aline enggak ikut," ucap Raisa dengan suara terbata-bata.
"Oh gitu ya,ya udah saya duluan ya," ucap Kak Justin yang langsung bergegas masuk ke kampus.
Raisa dan Fauzan menghela nafas lega karena KaK Justin percaya dengan alasan mereka.Saat ingin masuk kampus Kak Justin nampak sedikit curiga dengan sikap Raisa dan Fauzan.
"Kayaknya ada yang mereka sembunyiin?Mulai hari ini gue harus hati-hati sama Aline dan temen-temennya," ucap Kak Justin sambil terus berjalan.
" Ini Aline kemana ya?Apa dia belum berangkat," ucap Raisa.
Aline pun berniat mengerjai kedua temannya karena sudah telat.Dia pun muncul-muncul secara tiba-tiba menganggarkan kedua temannya dengan ekspresi menyeramkan.
"AAAAAAAAAAAA Astagfirullah!" teriak Raisa.
"ASTAGFIRULLAH!" sambung Fauzan yang yang ikutan kaget.
Aline nampak tertawa melihat ekspresi kedua temannya itu.
__ADS_1
"Eh,kalian tuh ya jam segini baru berangkat," ucap Aline.
"Yaa maaf lin,gue nungguin dia dulu," ucap Raisa sambil menunjuk ke arah Fauzan.
Fauzan nampak tersenyum tanpa dosa ke arah Aline dan Fauzan.
"Malah ketawa kayak kuntilanak di samping rumah gue,tapi untung aja Kak Justin enggak curiga," ucap Aline.
"Hiii kok loe malah nyamain-nyamain gue sama setan sih," gumam Fauzan.
Tanpa pikir panjang Aline dan kawan-kawan pun menuju ruangan kemarin untuk mencari tau lebih dalam.Saat mereka menaiki tangga hawa menyeramkan ditambah udara pagi ini yang cenderung dingin.
"Kok gue deg-degan ya," ucap Raisa yang posisinya berada di belakang Aline.
"Ya kalau enggak deg-deg berarti loe udah matii," ucap Fauzan yang posisinya berada di belakang Raisa.
"Maksud gue bukan gitu loe tuh ya saat-saat kayak gini malah bercanda," ucap Raisa.
"Ssttt....jangan ribut," ucap Aline.
Mereka menyusuri ruangan-ruangan di lantai 3 dengan sangat pelan-pelan.Wajah Raisa dan Fauzan nampak ketakutan.Saat mereka melihat ke arah seberang.Mereka melihat ada bayangan yang lewat dengan cepat secepat kilat.
"Sa,tadi gue liat diseberang sana ada yang bayangan yang lewat," Fauzan sambil menunjuk ke arah seberang.
"Sama gue juga liat zan, perasaan gue enggak enak diluar ruangan aja kita udah liat kayak gini apalagi di dalem," gumam Raisa.
Mereka pun terhenti disebuah ruangan.
"Gyus,ini ruangan yang gue maksud," ucap Aline.
Raisa dan Fauzan nampak menelan ludah dan sedikit terkejut dengan ruangan yang ada didepan mereka.
"Ya udah kita masuk yuk," ajak Aline.
"Lin,loe yakin?" tanya Raisa sambil memegang tangan Aline.
"Iya kok filling gue enggak enak ya," gumam Fauzan.
Tanpa panjang lebar Aline langsung menarik kedua temannya itu.Alhasil mereka ditarik secara tiba-tiba untuk masuk ke ruangan itu seperti Aline waktu itu.
"AAAAAAAAAAAA!" teriak Raisa yang kaget karena sudah masuk ke ruangan itu secara tiba-tiba.
"Ini kita ada dimana?" tanya Fauzan sambil melihat ke segala sudut ruangan yang nampak sangat kotor dan banyak kursi dan meja berserakan serta keramik yang mengelupas.
Wah, mereka udah ada ruangan yang dimaksud Aline bukti apa lagi ya yang akan mereka temuin?Akan kah mereka tau yang sebenarnya?🤔
Tunggu terus kelanjutannya ❤️.
Happy Reading semuaaa 🤗.
__ADS_1
Jangan lupa like dan Vote 🙏.
Mohon maaf belum bisa update setiap hari dan masih banyak kekurangan 🙏.