
"Al gak pantas untuk Fatimah... begitu banyak kekurangan diri Al, begitu banyak yang harus Al perbaiki... Jodoh kita adalah cerminan diri kan Bi...??"
"ya.. betul..." jawab Abi santai
"maka Al bukan cerminan diri Fatimah, banyak yang harus Al perbaiki Bi.. Fatimah berhak mendapat yang setara dengan nya" jawaban Alvian kali ini agak sendu
"Emang kamu yang menentukan, cerminan diri kamu seperti apa??? emang kamu yakin bakal di terima anak Abi???"
oh no.. ini bagai di tampar pakai teplon rasa nya, remuk tulang pipi
"Al... Allah yang maha penentu, kita wajib berusaha, bersyukur menjadi orang yg tau diri bahwa punya banyak kekurangan, bersyukur Allah beri nikmat memperbaiki diri.."
"Kamu hidup berdua hanya dengan bunda kan... dengarkan ini, dan kali ini bukan sebagai Abi dari Fatimah.. anggap ini Ayah mu yang sedang berbicara..."
"Jika kamu ragu, istikharah... jangan mundur sebelum melangkah, rumah tangga itu ibadah terpanjang, maka itu juga jalan kita menyetarakan dengan pasangan, yaitu belajar bersama menggapai Jannah... perjuangan dengan menyebut nama Allah jika kamu yakin, soal hasil nanti akan tau jika sudah di jalani.. jika tidak berhasil, belajar, berarti rezeki itu di jalan yang lain..." itu nasihat Ayah ke anak laki-lakinya
"cerminan diri.. apa berarti Ustadz \= Ustadza, maling\=maling?? coba renungkan..???"
"dan.. soal anak Abi??? dia anak yang spesial pasti nya buat Abi, Abi pun tidak akan mau melepasnya dengan mudah, apalagi untuk laki-laki yang Abi tidak tau karakter nya..."
"kamu jangan langsung kepedaan karna Abi suruh Halalkan dia.. kan keputusan di Fatimah.."
"Ya sudah, ini sudah Adzan... kita Isya berjamaah, mau langsung ke rumah Abi juga boleh.."
awalnya mangguk mangguk... mendengar kata-kata terakhir barusan Alvian melotot di buat nya
Abi malah ketawa melihat tingkah Alvian
"Ya Allah... lega rasanya, semoga jika ini jalan yang Engkau buka, maka mudahkan... agar tidak terjadi hasrat yang menimbulkan dosa nanti nya.. aku hanya ingin menjaga anak-anak ku menuju ke ridhoanMu" doa Abi dalam hati
Selesai sholat isya mereka pun pulang, Hafidz yang sedari tadi di luar, tapi waktu isya dia masuk ya...hehe
sedari tadi asik menyenggol pundak sahabat nya itu, dia kepo dengan apa yg mereka bicarakan.. hati nya meronta-ronta karna ke kepoan nya
🌟
__ADS_1
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..." salam Abi
"Waallaikumusallam warahmatullahi wabarakatuh..." jawab Umma dan tak lupa mencium tangan Abi
"Bi.. Fatimah kok aneh ya sejak pulang tadi, langsung masuk kamar, trus tadi waktu pas selesai makan juga langsung balik ke kamar, kenapa ya Bi??" oceh Umma yang sedari tadi menunggu sang suami pulang dan ingin menceritakan semua ini, tapi gak pulang-pulang begitu masuk langsung deh tu suami harus mendekam curahan hati nya...
😄
"Umma... Abi baru pulang loh dari rapat, trus tiba-tiba Umma tanya situasi di rumah,. Umma udah coba tanya sama anak nya??"
"Umma penasaran Bi.. kan tadi dia dari RSH... di tanya cuma lelah kata nya..."
"Abi juga lelah..." jawab Abi santai
"Astagfirullah... Afwan ya Bi... ya udh sekarang Abi mandi dulu, Umma siapkan air hangat nya ya.."
Abi dan Umma pun menuju kamar..
Umma masih dengan rasa penasaran nya
🌟
Ting...
tiba2 notifikasi pesan di HP Fatimah berdering
dan Fatimah mendapatkan pesan dari nomer yang tidak ia kenal
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Fa..."
"siapa ya...??" batin Fatimah penasaran dengan no tak di kenal
Fatimah ragu untuk membalas nya
"udah di baca, tapi kok gak di balas ya" guman seseorang dari sebrang sana,
__ADS_1
"Coba kirim sekali lagi" guman nya lagi
"Fa... ini kak Alvian"
"Ya Allah kak Al... ada apa ya, balas gak ya?? klo gak di balas gak sopan, ya Allah Fa bingung"
Akhir setelah beberapa menit Fatimah pun memutuskan untuk membalas... dan sang pengirim pesan yang ternyata Alvian pun sedari tadi berharap harap cemas
"Waallaikumusallam warahmatullahi wabarakatuh..."
"iya kak Al...ada apa ya??"
Al yang melihat ada balasan dari Fatimah pun langsung loncat-loncat di ranjang, udah kayak memang lotre..😄
"Alhamdulillah di balas juga" gerutu nya
"Maaf klo KK lancang chat Fatimah, tadi KK minta nomer Fa dari Hafidz..."
Ya sebelum pulang tadi Al memutuskan untuk meminta no Fatimah ke Hafidz.. walau sempat terjadi sedikit drama... karna kekepoan nya Hafidz yang belum menemukan jawaban apa yang Abi dan Alvian bicarakan
"Fa....Kak Al cuma mau minta maaf soal kejadian tadi di RSH... KK gak ada niat buruk sama sekali,. KK juga gak tau kalau itu Fatimah"
Fatimah tersenyum membaca chat dari Alvian
"Lupain aja kak,. kan gak di sengaja, KK juga niat nya nolong kan?? Fa yakin siapapun yg ada di posisi itu kalau KK ada di lokasi,. hal sama pasti juga akan KK lakukan"
"*ya Allah gampang banget ya aku suruh dia lupakan.. aku sendiri gak bisa lupa ðŸ˜" batin Fatimah
Alvian yg membaca balasan dari Fatimah melotot di buat nya
"lupakan.. gimana mau lupa Fa, sekedar bersapa walau tak bertatap aja KK gak bisa lupa..." batin Al
"Mata itu ya Allah... lensa mata yg berwarna coklat, yg begitu sejuk harus ku lupakan??"
kini Alvian yg ngobrol sama bitin nya sendiri*
__ADS_1