Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
katakan jika engkau lelah


__ADS_3

Pagi ini Alvian baru saja keluar dari ruangan Dr. Hendro.. Alvian menceritakan tentang tangan Fatimah yang sempat bergerak


Dr. Hendro menyarankan Meraka untuk selalu berinteraksi, karna untuk organ lain,. seperti jantung, tekanan darah semua sudah normal, hanya saja Saraf pada otak Fatimah memang peninjauan.. Dr. Hendro rutin melakukan CT Scan kepada Fatimah.


Hasilnya memang masih ada seperti gumpalan darah.


itu salah satu faktor yang membuat Fatimah koma.


Alvian keluar dari ruangan Dr. Hendro


"Alvian.."


"Tasya.."


"Alhamdulillah Al, aku di terima, setelah berbulan bulan menunggu.."


"Alhamdulillah, selamat ya, kapan mulai kerja??"


"besok Al..."


"selamat bergabung di RSH kalau gitu... ya udah Aku duluan ya"


🌟


Dua hari sudah Tasya bergabung di RSH, dan hari ini adalah hari libur, karna memang jam nya dia masuk jadi mau gak mau ya dia harus bekerja.


Tasya melihat Alvian yang keluar dari ruangan, dengan memakai baju kaos santai.


"Hari libur gini Alvian masih kerja, tapi kok pakai baju santai??" guman nya


Nampak dari jauh beberapa perawat menyapa Alvian


Alvian masih menjawab dengan ramah.


Alvian bukan sosok pria yang dingin, dia humble.


Di RSH siapa sih yang gak mengakui ketampanan Dokter muda satu ini.


bahkan sempat ada yang bilang bersedia jadi istri ke 2🤭


Tasya yang sedang memperhatikan Alvian dari jauh rupa nya di ketahui oleh rekan kerja nya


"Dilarang loh ngelirik punya orang"


"Eh.. Rosa,.maksud nya??"


"ia kan Dr.Al udah ada yg punya"


"pacar..??"


"ISTRI..."


"Apa..??. Alvian udh punya istri??"


"Dr. Alvian, tasyaaa... bukan Alvian.. kode etik harus di jaga,. iya.... Dr. Alvian kan sudah punya istri, tu istrinya yang sedang di rawat di ruangan itu...udah ah balik kerja"


"Tunggu... tunggu dirawat?? emang sakit apa??"


"Masih Koma.." jawab Rosa sendu


"Koma...???"


"iya koma... RSH saksi cinta mereka..." dan berlalu pergi


"What... Alvian udh nikah dan saat ini istri koma??" batin Tasya


Taysa coba berjalan menuju ruang dimana Fatimah berada, di lihat nya dari kaca, tapi tak nampak, karna memang yang tampak dari luar adalah sofa untuk tamu kunjungan.


Ada rasa penasaran, dan ingin membuka pintu.

__ADS_1


"Heii.. kamu siapa??"


"Sa...saya..."


"perawat baru ya?? ada keperluan apa kesini??" tanya suster yang memang bertugas untuk mengecek infus atau obat yang harus di suntikan.


"eemm... ia"


"kalau tidak ada keperluan kembali ke ruang kerja, ruangan ini hanya Suster yang dipilih yang boleh masuk" ujar suster tersebut dan lalu masuk ke ruangan Fatimah


"Segitu di jaga nya...jadi penasaran" Guman nya


Kekepoan nya membuat Tasya coba coba cari info, dan akhirnya dia tau semua nya dari salah satu rekan kerja di bagian farmasi.


"Ya Allah Al... segitu cinta kamu sama dia.. Huufft.."


"Semoga istri kami bisa segera sadar..." batin nya


Tasya memang menaruh hati pada Alvian, tapi dia bukan wanita egois dan tidak berperasaan.


Dia juga ikut mendoakan kesembuhan Fatimah.


karna akan bahagia melihat Alvian juga bahagia.


🌟


Ramadhan telah mereka jalani.. masih dengan rutinitas yang sama.. setia di rumah sakit.


Alvian sempat untuk minta izin dengan Dr. Hendro agar bisa merawat Fatimah di rumah, tapi Dr. Hendro tidak memberi izin, karna segala kemungkinan bisa terjadi.


Ramadhan berlalu.... 1 Syawal pun datang.


Idul Fitri yang penuh perjuangan.


Cinta mereka benar benar di uji.. entah kapan ujian itu berakhir atau menemui titik hasil.


Hanya Allah yang tau jawabannya.


Hampir 3 Bulan Fatimah masih dengan mimpi indah nya.


Bahkan Dr. Hendro sudah pesimis dengan kondisi Fatimah.


beberapa hari lalu Dr. Hendro bahkan sempat menyarankan agar alat bantu medis di lepas.


"Dok....saya gak akan melepas itu.. jika memang Fatimah harus Allah Panggil, saya Ikhlas tapi tidak dengan cara memaksa melepaskan alat medis nya"


"Tapi Al..."


"Dok... bahkan sekalipun dia lumpuh, lupa ingatan.. saya akan merawat nya.. jika Allah sudah menetapkan waktu nya Fatimah untuk menghadap nya, maka waktu itu akan tiba"


Sakit.. bagaimana mungkin ia mencabut alat medis sang istri, itu sama saja membunuh nya.


Idul Fitri pertama, semua sudah berkumpul di RSH


Alvian Sempat membahas mengenai saran Dr. Hendro beberapa hari lalu, yang memang Alvian baru sempat membahas nya


Mendengar itu Umma langsung mendatangi Fatimah


"Fa... kesayangan Umma.. begitu indah kah mimpi yang sedang engkau alami, sehingga engkau enggan untuk terbangun nak...??


"Fa... Umma mohon bangun nak.. lihatlah disini semua menanti engkau membuka mata, apa engkau tega membuat kami terus meneteskan air mata??


"Fa ingat... Fa bilang tidak akan membiarkan Umma menetes air mata.. lihat hari ini Fa melakukan itu.. kenapa nak??


"Umma mohon banguun... Lihat lah sekarang dirimu sudah menjadi seorang istri.. apa engkau tega mengabaikan suami mu??


"Umma mohon bangun...."


Abi mendatangi Umma berusaha menenangkan sang istri.

__ADS_1


"Izinkan Abi yang bicara dengan Fatimah.."


Umma pun beranjak dan dipeluk Arafah


"Sayang nya Abi..." sembari mengelus pipi Fatimah


"Fa... dengar Abi nak... kamu dengar kan??"


"Dengar kan Abi.... Fatimah sudah lelah??? jika Fa lelah bilang sayang... jangan diam, Abi gak akan bisa memberikan obat nya...


Fa... Abi....." Abi menghentikan ucapannya menahan sesak didada


"Abi ikhlas... ya....Abi sudah siap jika memang anak Abi ini hanya sampai disini mampu untuk berjuang..."


mendengar kata yang keluar dari sang suami Umma pun teriak...


"ABIII...."


Alvian pun tersungkur ke lantai


"Bi.. udah jangan bicara yang aneh-aneh.." Arafah bersuara dengan gemetar


"Tidak mudah.. sangat tidak mudah.. tapi ingat Fatimah sudah berjuang begitu lama... Abi gak bisa melihat seperti ini terus... kita semua pasti akan melewati masa ini kan..??"


"Tapi bi... " sanggah Arafah


"dek...bangun dong..jangan kaya gini, kamu dengar apa kata Abi..?? buktikan kamu itu kuat.. dek lihat ada Alvian yang Tampa pernah mengeluhkan kelelahan nya... dek setidak nya kamu harus bisa demi suami kamu, buktikan baktimu... ini bukan kamu dek...


"dek... diantara kita semua kamu yang paling kuat, lalu kenapa sekarang kamu lemah, dan kamu juga buat kami semua lemah...


"dek... kakak mohon bangun... bangun dek.. "


"Udah sayang udah..." Fatih menenangkan


"Gak bisa mas....dia harus tau,.dia udah buat kita semua terluka dengan diam nya.."


Alvian masih di posisi yang sama.. terduduk di lantai dengan air mata yang sudah tidak bisa di bendung


Hafidz pun yang biasa bisa banyak bicara kali ini tak mampu berkata-kata


"Fa... ini indah, kamu ingat gak tujuan kamu membangun butik..? Fa kamu banyak membantu mereka yang tidak punya apa-apa di kala itu, tidak ada keahlian apapun...tapi kamu mengajarkan banyak hal, Fa butik butuh kamu.. kami semua butuh kamu, kamu tau saat merancang aku bisa habiskan banyak kertas, berbeda dengan kamu Fa.. Tampa kamu butik itu mati Fa, kami semua kangen sama nasihat kamu Fa..."


Kini Alvian yang bangun dari duduk nya lalu menghampiri Fatimah


dici-um nya tangan Fatimah lama..


"Fatimah Azahra kamu adalah wanita hebat ke dua yang kakak kenal setelah bunda,. wanita kedua yang ku sebut dalam doa ku.. wanita ke dua yang menghilangkan rasa lelah ku, wanita kedua yang membuat menangis.. wanita kedua yang membuat ku harus lebih berjuang lagi"


"Sayang... apakah perkataan Abi benar jika kamu lelah...?? apakah kakak terlalu memaksa?? apakah kakak terlalu egois?? apakah ini waktunya kakak melepas keegoisan itu??


"Kakak terlalu munafik menjadi sok ikhlas, sok kuat... padahal hati kakak menjerit


"Fa.. jawab kakak Fa...dosa loh gak jawab pertanyaan suami...


"kenapa?? kenapa kamu masih begitu nyaman dengan tidur ini??


Tiba tiba tubuh Fatimah menegang...


di tarik nya nafas sesak.. sangat sesak..


Heeeekk.... heeeekkkk....


beriringan dengan itu monitor Alat Vital menunjukan kondisi Fatimah menurun


Semua kaget, Hafidz mendekat


"Al.... denyut nadi, jantung dan juga tekan daran menurun Al..." ujar Hafidz


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen


Jazaakumullah khairon ❤️


__ADS_2