
Saat Perjalanan menuju parkiran Alvian nampak senyum senyum sendiri.
Entah apa yang ada dalam pikiran.. mengingat moment dimana Fatimah berulang kali menarik narik bajunya saat ia memohon itu sangat menggemaskan bagi nya.
"ya Allah di tarik tarik baju aja kok seneng nya bukan main ya..." batin nya
Alvian berulang kali menepuk nepuk pipi nya sendiri.
dan itu mengundang perhatian Arif
"Pak Alvian kenapa?? tadi senyum senyum, sekarang nepuk pipi sendiri??"
"haaa" tanya Alfian kaget
"Pak Al kenapa senyum senyum sendiri??" ulang Arif
"Salah lihat kamu..." elak Alvian
Mereka pun sudah berada di dalam mobil.
"Bu.. saya boleh tanya??"
"tanya apa Laras??"
"Pak Alvian ini bener calon suami ibu??" tanya Laras
ya itu memang yang sedari tadi ingin ia tanyakan
"kan kamu udah denger sendiri" Indah yang menjawabnya nya
"beneran Bu...??" Laras Masih gak percaya
Alvian melihat Fatimah dari kaca spionnya, menyunggingkan senyum dan Fatimah melihat itu
"Ia....Pak Alvian calon suami saya... In Syaa Allah..." jawab nya sembari melihat Alvian dari kaca spion
"Serius Bu, kapan??" tanya Arif dengan kaget nya
"Suara Rif..." tegur Fatimah karna Suara Arif yg naik
"kaget Bu..."
"Doain aja, secepatnya nya.." jawab Fatimah lagi
mereka sudah sampai di hotel, Fatimah dan yg lain menuju kamar mereka.
Alvian dan Arif pun begitu.
Hanya berbatas tembok saja.
Ting...
notifikasi pesan di handphone Fatimah
"Udah tidur...???
Fatimah yang membaca nya sembari senyum senyum
^^^"Belum..kalau Indah dan Laras udah, sepertinya kelelahan"^^^
"Kenapa gak tidur?? besok kita harus pulang kan?"
^^^"Baru selesai berbenah kak... baru aja beres"^^^
__ADS_1
^^^"kak Al kenapa belum tidur??"^^^
"Gak bisa..."
^^^"?????"^^^
"hhmmm.. ke ingat satu moment yang langka tadi sore.."
^^^"moment?? moment yang apa??"^^^
"tadi seperti ada gadis kecil yg sedang merayu minta sesuatu dengan menarik2 baju orang yang di mintai nya"
"Itu langka..."
Fatimah yang membaca itu pun tertawa kecil di buat nya, pipi nya memerah semu malu menginat kelakuan nya tadi.
^^^"udah Ah... Fa ngantuk mau tidur"^^^
"hmmm... ya udah.. langsung tidur"
"Ya Allah... segera bisa keluar pengajuan pranikah nya.. "batin Alvian
🌟
Pagi ini jam 9:30 pagi mereka sudah stay di bandara menunggu no jadwal penerbangan menuju Jogjakarta
Alvian tak membiarkan Fatimah membawa banyak bawaan.
dan di saat di pesat pun Alvian membantu Fatimah meletakan ransel di bagasi atas.
Posisi duduk mereka sama saat pertama kali mereka satu pesawat di Singapura.
Alvian seakan mengulang memori itu.
"Masyaallah" batin Alvian
Satu jam lebih perjalanan menuju Jogjakarta.
Mobil Alvian yang sengaja di titipkan di penitipan bandara pun memudahkan mereka menuju Butik.
Alvian langsung mengantar Fatimah dan team ke butik, dan dia pun bergegas menuju RSH.
Karna ada pasien yang harus ia tangani.
"Kak Al langsung ke RSH?" tanya Fatimah saat Alvian berada di lobby butik, yang kebetulan Fatimah dengar saat Alvian menjawab telfon
"Ia Fa..ada pasien, dan Hafidz juga ada kunjungan.."
"ya Udah hati hati..."
"ia...kak Al langsung ke RSH ya.. Fa nanti pulang nya??"
"Mobil Fa kan ada, kan kemarin Fa pakai taxi ke bandara nya"
"ya udah hati hati juga... Assalamualaikum"
"Waallaikumusallam"
Ingin rasa bilang "gak istirahat dulu"
tapi Fatimah sangat paham profesi Alvian, ia harus siap kapan pun ia dibutuhkan.
setelah apapun...karna Abi pun seperti itu
__ADS_1
🌟
Sore ini Fatimah sudah berada di rumah.
Ada Abi dan Umma yang dengan Setia mendengar cerita sang putri nya
Bahkan tentang Alvian yg mau memberi tonjokan ke pria2 gak tau sopan santun itu.
"Dia belum tau aja kalau anak Abi sudah pakai sabuk hitam"
"Selagi bisa di hindari pakai kekerasan Fa males bi berurusan dengan orang orang seperti itu bi"
"tapi kalau Abi di posisi Al, Abi bakal melakukan hal sama"
"Umma bisa melihat Alvian begitu ingin menjaga kamu, dia berusaha keras untuk mendapatkan izin menyusul kamu kebandung" tutur Umma
"Kamu tau nak...Abi meminta dia untuk menghalalkan Mu, saat dia menolong kamu yang hampir jatuh di RSH.."
"Abi lihat kejadian itu??"
"Lihat..'
"Kok Abi gak pernah cerita??"
"Jika kamu memiliki untuk diam, berarti kamu punya alasan, maka nya Abi memilih diam, agar kamu tetap nyaman"
"Trus kenapa Abi minta kak Al menghalalkan Fa?? hanya karna dia menolong Fa??"
"Bukan....Abi sudah tau sejak lama, Al itu memiliki rasa ke kamu, Abi pun tau dia berusaha menutupi itu semua.."
"Abi tahu...??"
"tahu sayang... Lebih tepat nya Insting seorang Abi untuk anak2 nya..Abi mengajak nya bergabung di RSH pun itu cara Abi bisa mengenal nya lebih jauh"
"Tapi kata kak Hafidz, kak Al sempat menolak.."
"Ya....dia akan memutuskan setelah pulang dari Australia....dan tidak lama dari itu akhirnya bergabung di RSH"
Fatimah pun memeluk sang Abi lalu bergantian memeluk sang Umma.
"Oh ya, gimana dengan pendaftaran pernikahan kalian??" tanya Umma
"kata nya nanti di hubungi jika sudah ACC..."
"ya udah istirahat.. kamu pasti nya lelah kan.."
"ya udah Fa naik dulu ya Abi...Umma"
Tak lupa mencium kedua orang tua nya.
Saat sampai kamar dan melihat Handphone nya, Fatimah kaget, ternyata Alvian mengirin pesan untuk nya.
"Assalamualaikum" 20:00
"Fa udah tidur??"20:00
"Ya udah kalau udah tidur..." 20:35
"Assalamualaikum" 20:36
🌟🌟🌟🌟🌟
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen
__ADS_1
Jazaakumullah khairon ❤️