Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
perkenalan


__ADS_3

Fatimah turun dari mobil dan tidak lupa memberi salam ke pada sang kakak laki2 nya


Fatimah hari harus antar jemput dengan Hafidz, karna saat akan berangkat tadi ban mobil bocor.. sedangkan Abi akan ke restoran yang letak nya berbeda arah dengan butik


"Tumben di antar...??" sapa indah


"ia, ban bocor...tadi pas berangkat" jawab nya sembari membuka lembar demi lembar file yang ada di atas meja nya


"Fa.. Nisa gak datang ya, udah 2 hari ini, lagi jenguk ibu nya"


"Ok..."


"Fa.. aku masih ke ingat aja lah pas dokter Alvian kepedasan... tambak cakep..heheh"


"Masih pagi non gosip...kerja kerja" jawab nya cuek seakan gak peduli 🤭


tok..tok..tok.


"Masuk..."


"Bu Fatimah, ada mas Cargo nagih ongkir" ujar Arif


"Ndah... emang ongkir belum di bayar??"


"Seharusnya udah Fa, mungkin karna Nisa dua hari ini gak masuk"


"Ia Bu, kmren mas Cargo nya sudah ke sini, tapi Nisa gak datang, jadi balik lagi,. dan kebetulan ibu Fatimah dan Bu indah juga sedang di luar" ujar Arif menjelaskan


"Ndah.. disiplinkan, jangan sampai hak orang kita tahan, jangan sampai kita berhutang ya"


"Ia Fa, aku juga udah sampai kan ke Nisa..."


"Ya udah kamu tangani dulu dech..."


"Mu aja ya, aku harus ke bagian packingan, soal nya banyak PO yg harus kita kirim... aku harus cek lagi"


"ya udah..." sambil menutup file yang di buka nya tadi"


"Rif... minta tunggu di lobby aja ya, nanti saya kesana, dan tolong kamu Carikan buku catatan pengiriman ya"


"baik Bu..."


Gak lama kemudian Fatimah pun menuju Lobby dan ada Arif di belakang sambil menyerahkan buku yang Fatimah minta


"Assalamualaikum..." salam Fatimah


"Waallaikumusallam,.Bu Fatimah"


"mas Ikbal... gimana mas, maaf ya jadi tertunda pembayaran nya, karna bag bendahara lagi libur"


"ia gak papa Bu..."


"bisa saya lihat rinciannya..."

__ADS_1


Ikbal pun menyerahkan rincian yg harus di bayar Fatimah


"Lain kali langsung di minta saja setiap pengiriman, jangan di tunda"


"ia kemaren saya buru2, mbak Nisa udah minta saya kirim rincian ke email, qadarullah mbak Nisa nya besok nya gak masuk" Ikbal menjelaskan


"Sudah lama butik berjalan Bu??" tanya Ikbal membuka obrolan kecil walau menggunakan panggil yg formal,sambil memperhatikan Fatimah yg fokus pada catatan di depan nya


"di bilang baru gak terlalu baru, di bilang lama juga belum lama..."


"Masyaallah, berapa pegawai??"


"sekitar 30an... klo yg di butik 8 Sampai 10 kadang, sisa di bagian produksi, gak lepas dari bantuan dan dukungan Abi dan Umma juga"


"Masyaallah.... bahagia nya masih bisa bersama orang tua itu gak ternilai ya Bu"


"Alhamdulillah... mas Ikbal sendiri ambil jurusan apa?"


"saya gak kuliah, sempat sih pengennya kerja sambil kuliah, qadarullah belum bisa, akhir pekan saya pilihkan untuk ngajar di pondok"


"Ukuran kesuksesan seseorang bukan dari gelar kok mas, jika kita bersungguh, yakin, fokus, maka akan mendapatkan hasil, ya mungkin belum saat ini,. bisa jadi hari esok"


"Semoga Allah sampaikan di titik kesuksesan itu"


"Rendah hati itu harus, tapi jangan Kecil Hati... Karna Dengan rendah hati itu membuktikan kita


itu bisa, Ada Allah dan kita ini memang sangat kecil, Allah yang maha besar.. Tapi jika kita Kecil hati, itu menandakan kurang bersyukur, gak yakin sama pertolongan Allah"


"Astagfirullah..."


"Oh ya mas... ini udah saya cek, semua balance ya....ok saya transfer ya"


Saat mereka sedang asik berbincang ternyata ada 2 pasang mata yang memperhatikan.


Alvian dan Hafidz


Ya Alvian dan Hafidz baru saja sampai.


#sebelumnua di Parkiran RSH


"Mau kemana??" tanya Hafidz


"Bunda barusan nelfon suruh jemput di butik nya Fatimah, lagi di sana kata nya, lagi minta di desain baju gitu kata nya"


"Haha... bunda memang jenius ya"


"maksud nya.."


"anak laki2 lambat, jadi bunda yg beraksi..."


"bisa aja Lo..."


"tapi gue ingetin ya... hati2 soal nya ada seorang ustadz, Hafidz Quran yang seperti nya lagi berusaha dideketkan sama adek gue itu.." ujar Hafidz sembari memainkan alis nya sebelah, dan langsung masuk ke dalam mobil

__ADS_1


"maksud lo... Fidz buka" sambil mengetuk kaca mobil Hafidz


Hafidz pun membuka kaca mobil nya..


"ingat gak waktu gue bilang mau jemput Fatimah di pondok, siap2 banyak ustadz yang siap melamar nya"


"Serius..."


"Serius lah... udah ah, gue mau jemput adek kesayangan gue.."


"woi tunggu..." melihat Hafidz melaju kan mobil nya, Alvian pun segera masuk ke mobil dan segera menyusul Hafidz


#Kembali ke Butik ya...


Hafidz dan Alvian pun menghampiri Fatimah dan Ikbal


"Ustadz Ikbal..." Sapa Hafidz sambil melirik sekali ke Alvian


"Ustadz???" batin Alvian


"eh mas Hafidz..."


"Asik bener ngobrol nya.." sambil mengambil posisi duduk di samping Ikbal


"Obrolan santai aja mas, ni juga udah selesai.."


"Mas Ikbal lagi ambil pembayaran Ongkir kak..." Fatimah buka suara seakan tau apa yang sedang di pertanyaan Alvian dalam batin nya


"ngobrol di luar kejaan juga boleh kok.. ya gak Al...??" kali ini pertanyaan di hadiahkan untuk


Alvian yang sedari tadi masih berdiri pun kaget di hadiahi pernyataan seperti itu oleh Hafidz dan juga geram, pengen ngejitak tu kepada sahabat karibnya.


"haahh.." jawab nya reflek


"Duduk kak Al.. kenapa malah berdiri aja" Fatimah buka suara


Alvian pun duduk dengan kecanggungan nya


"Al.. kenalin ini, Ustadz Ikbal... beliau ini guru Tafis di pondok pesantren suami nya Arafah" Hafidz memperkenalkan Ikbal kepada Alvian


dengan nada di buat2, seolah ingin memberi tahu, ini loh ustadz yang dia maksud tadi.


Mereka pun berkenalan.


Fatimah geleng kepala melihat tingkah sang kakak. yang selalu membuat nya kelimpungan.


🌟🌟🌟🌟🌟


Alhamdulillah Akhirnya bisa Up.


Berhubung pasien lagi banyak, jadi Author baru sempat Up


Jangan Lupa tinggalkan jejak ya

__ADS_1


Like , Vote dan komen nya


Jazaakumullah khairon ❤️**


__ADS_2