Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Joging


__ADS_3

Fatimah masih nampak tidur pulas didalam delapan Alvian. Rasanya enggan untuk membuka mata, Rasa nyaman berada dalam pelukan sang suami.


"Sayang bangun....yok mandi, Subuhan lalu kita joging ke taman" ujar Alvian sembari mengacak rambut Fatimah


"iya ni Fa bentar lagi selesai mandi nya" oceh nya sambil mata masih terpejam


"Ngigau ya??"Alvian memastikan


di lihat sang istri masih terpejam dengan nyaman


"Astagfirullah,dia ngigau" ujar Alvian sambil tertawa kecil


"Sayang bangun ayook.. mandi, kalau gak bangun juga kak Al bopong ni"


Masih tak ada respon, dan alhasil Alvian menghujani wajah sang istri dengan ciu-ma.


"hmmmm... kak Al.."


"makany bangun..."


"ia ni Fa bangun..."


Selesai aktivitas subuh, Fatimah pun turun menemui Umma.


Fatimah turun dengan mengenakan setelan tunik dan celana yang berbentuk seperti rok, lengkap Dengan hijab dan cadar nya.


"Tumben pakai tunik..??" tanya Umma yang melihat Fatimah


"hehehe... iya,. Fa izin gak bantu Umma ya, Fa sama kak Al mau joging di taman kota"


"Owh... ya udah hati-hati, Al mana...??"


"Sebentar lagi turun Umma, ni Fa mau isi botol minum dulu"


"Sayang udah...??" tanya Alvian yang baru saja turun


"Udah ni..." jawab Fatimah sambil memperlihatkan botol minum yang sudah terisi


"Umma Al sama Fatimah pacaran dulu ya" pamit Alvian sambil mencium tangan Umma


"Iih apaan sih.." sambil mencubit perut Alvian


"Auu... sakit sayang, Lihat ni Umma perut Al selalu jadi incaran nya..."


"Fa tambahin ni...". dengan mode bersiap mau nyubit


Umma tertawa kecil melihat tingkah mereka


"Udah.. kan memang bener mau pacaran ya kan, trus kenapa malu sama Umma coba, hehehe"


"iih Umma...."


"mau kemana dek??" tanya Arafah yang baru saja datang


"Mau pacaran du...hehe" jawab Alvian sambil berlalu


"mau joging kak ke taman kota.." jawab Fatimah lalu mencium tangan sang kakak


"pacaran juga boleh kok... hehehe"


"ya udah Fa berangkat ya, Assalamualaikum"


"Waallaikumusallam"


Alvian dan Fatimah pen segera melajukan mobil nya menuju taman kota, kurang lebih memakan waktu 10 menit jika tidak macet.


Akhir nya mereka sampai...


saat akan turun Alvian memakaikan topi dan kaca mata ke Fatimah


"Kok pakai topi segala sich...??"


"biar istri dari Alvian Dharmawan makin kece... hehehe" jawab nya receh


"nah.. cantik..."


"emang biasanya gak cantik..."


"cantik lah...cantik banget pun"

__ADS_1


Kini gantian Fatimah yang memakaikan Topi dan Kaca mata ke Alvian.


"Udah keren..."


"emang biasanya gak keren..."


"keren Donk.. tapi ini perlu di tutup, biar gak banyak yang ngelirik" balas Fatimah


"hehehe... bisa aeee......yoook..."


Alvian pun keluar dari mobil menuju pintu mobil dimana Fatimah duduk...membuka pintu mobil untuk Fatimah


"silahkan nyoya Alvian..."


"iiihh lebai, malu di lihatin orang kak..."


"biarin kan sama istri, berasa pacar.."


Mereka pun berjalan santai keliling taman...


Alvian tiba-tiba mempercepat langkah nya seperti lari-lari kecil


"Ayo sayang kejar..."


Fatimah pun yang di tantang mengejar Alvian.


Mereka joging dengan gaya-gaya romantis gitu, Tampa mereka sadari mereka menjadi pusat perhatian setiap mereka melewati orang yang juga di taman.


Fatimah menghentikan langkah nya dan mengambil posisi jongkok, ternyata tali sepatu nya lepas.


"hai cewek..." sapa seorang pria


Fatimah masih tetap cuek.


"mau di bantu??"


"sombong amat"


Fatimah masih tetap diam


"emang gak gerah pakai baju gedek gitu, warna Hitam lagi??"


"huufftt...." Fatimah membuang napas nya pelan


Saat Fatimah akan pergi, tiba-tiba pergelangan Fatimah di tarik.


dengan gercep (gerak cepat) Fatimah memutar tangan nya untuk melepaskan diri.


Dia belum tahu ya Fatimah itu sabuk hitam..


"Mau apa kalian??"


"wiih ternyata lihai juga dia bro..."


"Tolong jangan ganggu..."


"gak enak joging sendiri, lebih enak ada yang nemenin, jagain..."


"Gak perlu di jagain, Ada suami nya dan Istri saya ini karate sabuk hitam..." teriak Alvian yang baru datang


"Silahkan pergi, atau mau merasakan tendangan saya" gertak Fatimah


"udah kita pergi aja, ada suami tu, sabuk hitam lagi" ujar salah satu dari mereka


Mereka pun pergi dengan melengos kesal


"Kok bisa sih mereka gangguin??"


"Tali sepatu Fa lepas... kak Al juga sih, cepet amat larinya"


"Afwan... gak lagi-lagi ninggalin istri kakak ini,. udah di tutup segini rapat nya masih juga di ganggu" kesal Alvian


Mereka pun melanjutkan joging nya, tapi lebih santai


"Kak.... pengen itu.." tunjuk Fatimah


"apa...??.mana??"


"itu..."

__ADS_1


"sayaaaang.... pagi-pagi makan lontong sayur, udah nasi, santan lagi" ujar Alvian saat melihat yang di tunjuk sang istri adalah lontong sayur


"Sesekali... ya...laper"


Alvian melepas kaca mata nya lalu mengusap wajahnya..dan ada Fatimah yang dengan mode memohon, mata di kedip-kedip kan


Alvian bukan gengsi makan di pinggir jalan, tapi Alvian memang sangat jarang yang nama nya makan berkarbo di pagi hari pula.


Jiwa nya meronta2, ingin menolak tapi sang istri memohon.


"boleh ya, Fa udah laperr..."


"Huuuffttt.... ok " jawab nya pasrah


Mereka pun menuju ke penjual yang menjual sarapan pagi dengan gerobak di dekat area taman.


"menu nya apa saja pak??" tanya Alvian


"Lontong sayur,.lontong pecak, nasi gurih" jawab sang penjual


"Karbo semua...huaaaa" batin Alvian


"Sayang bener mau Lontong sayur??"


Fatimah menjawab dengan anggukan penuh semangat


"Lontong sayur 1, pecak 1 gak usah pakai lontong pak, sayuran nya saja" pesan Alvian


"Kami duduk di sana ya pak" , tunjuk Fatimah ke arah kursi santai berbentuk lingkaran yang sudah tersedia di taman.


Gak butuh waktu lama, pesanan pun datang.


"Minum nya pak, buk...??"


"gak usah pak, ini kami bawa" jawab Alvian ramah


"Gak ribet makan berkuah...??"


"Udah biasa..."


Mereka pun membaca doa lalu menyantap hidangan yang ada di depan mereka


"Enak Lo kak..." sambil mau menyuapkan Lontong sayur ke mulut Alvian


"Gak Fa aja, ni kak Al udah ada"


"cobain dikit aja....pliiisssss"


"nanti sarapan kak gak habis..."


"Fa bantu habiskan..."


"Haaa...." kaget Alvian sembari membuka mulut nya..


Dan hap, Fatimah memasuki satu sendok lontong sayur ke mulut Alvian Tampa permisi


Alvian kaget...


"makan kak.. gak boleh buang-buang makanan, dosa..."


Alvian pun mau tidak mau memakannya juga


"enak kan...??"


"enak sih..." jawab nya


"mau lagi..."


"NO...." jawabnya cepat


Fatimah terkekeh melihat tingkah sang suami


Fatimah menyendokan sendok nya ke sarapan Alvian


"cicip ya..."


Alvian mengagukan kepala


"enak juga..." ujar Fatimah setelah memakan sesendok pecel ke mulut nya, lalu lanjut ke sendokan ke dua, ketiga...

__ADS_1


Membuat Alvian geleng-geleng


Baru kali ini Alvian melihat selera makan Fatimah yang waaww menurut nya.


__ADS_2