
cukup lama mereka menikmati malam di atas balkon. sebenarnya Fatimah sudah cukup ngantuk, tapi rasa canggung yang sedang Meraka rasakan, jadi bingung harus bagaimana.
Bahkan obrolan yang mereka bicarakan sama sekali tidak berhubungan dengan hubungan mereka saat ini.
Tiba-tiba Alvian mendorong kursi roda untuk masuk ke kamar.
Fatimah kaget tapi juga tidak bisa menolak.
"Udah malam, angin malam gak baik jika terlalu lama.." ujar Alvian
Alvian membaringkan Fatimah di atas ranjang nya.
"Fa tidur duluan ya, Kak Al mau ke bawah sebentar"
Alvian menuju dapur dan mencari sesuatu
"Cari apa den..??"
"ehh...bik..saya lagi cari teplon untuk menghangatkan susu"
"Owhh... ini den" sembari memberikan teplon yang di cari Alvian
"makasih bik.. yang lain udah pada tidur ya bik??"
"Sepertinya sudah den.. Aden ada lagi yang di butuhkan??"
"gak bik.. udah cukup"
"kalau gitu bibik pamit mau ke kamar den"
"silahkan bik..."
Selesai menghangatkan susu Alvian pun menuju kamar.
Dilihatnya Fatimah tertidur dalam posisi duduk.
Diletakkan susu hangat itu di atas nakas.
Lalu beralih membenarkan posisi tidur Fatimah.
Fatimah belum pulas jadi tau saat Alvian membenahi posisi tidur nya, dan tiba-tiba membuka mata nya
"Loh kok bangun??"
bukan menjawab pertanyaan Al, malah melontarkan pertanyaan
"Kak Al ngapain di bawah?"
"Tuuh..." menujuk susu yang ada di atas nakas
"Mau...??"
"emang boleh...?"
"ya boleh lah..." sembari menyunggingkan senyum dan memberi susu itu ke Fatimah
"Kak Al duluan..."
"Fa duluan..."
__ADS_1
"Kak Yang duluan..."
"Fa aja yang duluan, nanti baru kak Al"
"Ya udah deh gak jadi Fa tidur aja" ujar Fatimah sembari memposisikan kepala ke bantal dan memejamkan mata nya
"ok...ok.. kak Al duluan..." lalu meneguk tiga tegukan susu hangat itu
"Udah nich..." sembari memberikan sisa susu hangat itu ke Fatimah
Fatimah yang melihat Alvian sudah meminum susu hangat itu berusaha bangkit dan menyandarkan tubuh nya di sandaran ranjang
Alvian menyunggingkan senyuman
"Jadi gini kalau ngambek.." batin Alvian
Fatimah pun meneguk susu itu dengan tiga tegukan, dan dia meminum pas di bekas Alvian minum.
Melihat apa yang di lakukan Fatimah minum di bekas nya, ada rasa bahagia yang tidak bisa di utarakan.
"Alhamdulillah..." ucap Fatimah
"Ya udah tidur..."
Alvian baru akan beranjak menuju sofa, tapi terhenti karna tangan nya di tarik oleh Fatimah
"Kenapa?? butuh sesuatu??"
Fatimah menggeleng cepat
"Trus...??" tanya nya heran
"hmm...kak Al mau kemana??"
"Dimana..???"
"tuh..." tunjuk Alvian ke arah sofa
"heemmm...."
"kenapa??" tanya Alvian karna melihat raut wajah Fatimah yang tidak bisa dia tebak
"kenapa tidur nya di sofa?? kenapa gak disini??" tanya Fatimah sembari menujuk tempat tidur pas di sebelah nya
"emang boleh...??" dengan nada sok cool nya, sok jaim, pahala itu yang di harapkan 🤣🤣
"Gak.. gak boleh..udah di sofa aja" jawab Fatimah sembari melepas genggamannya dan membelakangi Alvian
Alvian malah terkekeh melihat tingkah sang istri.
dan dengan cepat Alvian berlari kecil menuju ranjang dan mengambil posisi tidur pas di sebelah Fatimah.
"Udah...nich" ujar nya sembari memiringkan tubuh nya menghadap Fatimah dengan kepala yang di sandarkan di tangan nya
Fatimah bukan membuka mata, dia memilih tetap terpejam tapi ada senyum malu dan bahagia di sana.
"Gini ya rasa nya... menghadapi istri yang lagi ngambek...."
"Fa ..Fa pengen kak cubit tu hidung"batin Alvian
__ADS_1
"Ya Allah malu... Kak Al juga sich ngapain coba buat ekspresi kayak gitu"batin Fatimah
Malam pertama tidur satu kasur, walau tak banyak perbincangan atau aktifitas lain.
Tapi itu semua mampu membuang sedikit rasa canggung yang mereka rasakan.
Pagi ini Alvian sudah bersiap untuk berangkat ke RSH.
"Yakin gak mau kak Al bantu??" tanya nya, karna tadi sempat mau bantu Fatimah untuk mandi, tapi Fatimah masih malu.
"Nanti sama Umma aja"
"Ya udah mau sarapan di sini apa di bawah??"
"Disini bareng kak Al boleh...??"
"Ya udah kak Al ambil sarapan nya ya"
Tak butuh lama untuk Alvian mengambil sarapan,. anggota keluarga yang lain pun sedang bersiap untuk sarapan.
Alvian memberi tahu bahwa dia dsn Fatimah akan sarapan di kamar.
Mereka pun makan satu piring berdua.. udah macam lagu aja🤭
Alvian Dengan sabar dan telaten menyuapi makanan ke mulut Fatimah.
selesai makan Alvian pun membereskan sisa sisa nasi yang terjatuh.
"Kak.."
"hemm..."
"makasih..."
"Kita ada suami istri sudah sewajib nya saling melengkapi" jawab nya dengan masih mengambil sisa sisa mereka makan
"Maaf..."
kali ini membuat Alvian menghentikan aktifitas nya, dan beralih melihat Fatimah
"Maaf seharusnya Fa yang melayani kak Al,.tapi ini sebaliknya, Fa gak bisa melayani kak Al.. malah Fa hanya bisa terbaring seperti ini"
"Fa... semua sudah ada skenario nya,
kakak pernah dengar, Jika seorang istri Shalat Fardu lima waktu, berpuasa sebulan penuh (di bulan Ramadhan), menjaga *********** dan menta’ati suaminya, maka dikatakan kepadanya, “Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang kau kehendaki!” ujar Alvian
"Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” ujar Fatimah
"iya kakak tau... tapi sekarang kondisi memang tidak memungkinkan.. apa tidak akan dzolim apabila suami tidak mengerti derita istri?? apa tidak akan dzolim apabila tidak mampu membantu istri??" tanya Alvian
"Kakak tidak keberatan atau terbebani... Sekarang Kita fokus untuk pemulihan, Istri kakak ini Jangan berfikir yang aneh-aneh, Kita akan belajar bersama, tumbuh bersama membangun keluarga yang Sakinah"
Mendengar jawaban itu Fatimah tiba-tiba Memeluk Alvian.
Entah keberanian dari mana itu,. Fatimah pun tidak tahu
Berbeda dengan Al yang kaget dan hampir membuat piring yang sedang di genggaman nya hampir terjatuh.
🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen
Jazaakumullah khairo❤️❤️