Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
jamaah


__ADS_3

Entah berapa lama.mereka harus saling diam dengan pikiran mereka masing-masing.


"Ya Allah... kenapa jadi kayak orang yang kepergok lagi maling ya??" batin Alvian


"Ya Allah... Fa harus gimana, masa ia Fa banyak duluan.."


"kak Al.. kenapa harus nyi-um segala sich, kan Fa jadi ketahuan klo pura-pura tidur😭" batin Fatimah


berjuta pikiran tak menentu yang hanya mereka yang tau.


tok...tok..tok...


Tiba-tiba pintu kamar terketuk dan membuyarkan lamunan mereka


"Masuk.."Jawab mereka kompak


dan kekompakan itu membuat Alvian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


Dan Fatimah berusaha tersenyum saat mereka saling bertatap.


"Permisi Bu Fatimah.."


"Eh ada Dr. Alvian" ujar perawat itu


"ia ada apa sus??"


"ini Dok saya mau antar Obat yang harus Bu Fatimah minum malam ini"


"Taruh aja dinakas" jawab Alvian


"Ya sudah Dok saya permisi" pamit Perawat tersebut setelah meletakan obat di atas nakas


Tidak lama setelah perawat itu keluar, terdengar adzan Maghrib berkumandang


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar


Asyhadu allaa illaaha illallaah


 Asyhadu allaa illaaha illallaah


Suara Adzan berkumandang..


"huuffftt.." Alvian menghembuskan napas, seakan mengartikan diri nya lega mendengar adzan


"Mau Jamaah??" tanya Alvian


Fatimah mengangguk kan kepala sebagai jawabannya.


"hmm.... Kakak mau ambil Wudhu, Fa mau tayamum atau wudhu..??" tanya Alvian memecah keheningan


"Tadi wudhu di bantu sama Umma dan Abi..."


"Ya udah sini kak Al bantu..."


"Haaaah..." Fatimah kaget


"Caranya..?" Tanya Fatimah dengan ekspresi yang cukup membuat Alvian gemas


"Ya digendong lah Fa..." Tampa mengunggu Fatimah memberi jawaban Alvian pun langsung mengangkat tubuh Fatimah


Dan itu membuat Fatimah kaget dan reflek membuat Fatimah merangkul kan tangan nya di leher Alvian


Alvian malah tersenyum renyah melihat ekspresi Fatimah.


"Ya Allah kenapa ni jantung deg deg kan gak karuan gini ya" Batin Alvian


"😭ni jantung bentar lagi bakal lompat ni," batin Fatimah


"Huuffftt.." Fatimah membuang nafas nya pelan tapi masih terdengar oleh Alvian, bahkan hembusan nafas itu bisa Alvian rasakan


Sesampainya di kamar mandi Alvian mendudukan Fatimah di kursi yang memang tadi di sediakan oleh Umma saat Fatimah berwudhu.


selesai Fatimah Wudhu, Alvian pun kembali menggendong nya dan didudukan di ranjang pasien, menyiapkan mukena untuk sang istri.

__ADS_1


"Kak Al mau wudhu dulu ya"


Fatimah mengangguk kan lagi kepalanya sebagai jawaban.


Alvian pun selesai berwudhu dan sudah mengenakan baju Koko.


Ini adalah sholat jamaah mereka yang pertama, belum ada pembahasan serius.


"Assalamualaikum warahmatullahi"


"Assalamualaikum warahmatullahi"


selesai sholat Alvian pun membimbing doa.


Doa untuk kesembuhan sang istri, untuk rumah tangganya.. rasa syukur yang juga ia utarakan.. karna Allah mengabulkan doa nya, Sang istri kini sudah kembali dari koma nya.


Selesai berdoa, Alvian pun mendekati Fatimah.


ada rasa canggung ingin menyodorkan tangan nya agar bisa di ci-um oleh Fatimah.


Tapi kali ini Fatimah lah yang menadahkan tangannya, meminta agar tangan Alvian ia berikan..


Melihat Fatimah menadahkan tangan ✋, Alvian pun melihat Fatimah, Fatimah mengangguk kepala bawa dia serius dengan permintaan.


Dan itu membuat Alvian tersenyum sumringah.


Alvian pun memberikan tangan nya, Fatimah mengambil tangan sang suami, dan menci-um punggung tangan Alvian berkali-kali,.lalu beralih mencium telapak tangan Alvian,


Alvian pun mencium puncak kepala Fatimah,. lagi dan lagi dengan begitu lama..seakan ingin menyalurkan semua rasa yang ada.


Kini Alvian sudah duduk di samping Fatimah.


"Maaf kalau kakak ambil keputusan-...."


belum selesai dengan kata-kata nya sudah di potong oleh Fatimah


"Fa yang minta maaf..."


Alvian menatap mata Fatimah.. mata yang sudah terpejam selama tiga bulan ini


"Maaf.. Fa sudah banyak menyusahkan kak Al.. Maaf karna sudah membuat kak Al khawatir, maaf karna membuat semuanya bersedih... Maaf sebagai seorang istri seharusnya Fa yang merawat kakak... tapi-..."


"hiitts.." Al meletakan jarinya di bibir Fatimah


"Ga Fa... ini memang yang kakak mau.. bisa merawat kamu tampa ada halangan, apapun akan kakak perjuangan untuk kamu.."


"Tapi kak... fonis dokter apa tidak membuat kakak takut...??"


"Takut... kakak gak bisa bohong kalau kakak sangat-sangat takut.... tapi kakak juga gak bisa berdiam diri...kakak gak akan sanggup hanya melihat mu dari balik kaca"


"emang kakak gak malu jika nanti bergelar duda seandainya Fa-..."


"FAAA..." kali ini nada suara Al agak naik mendengar pertanyaan Fatimah


Di tatap nya Fatimah dengan intens.


Dan Fatimah malam menundukkan kepalanya.


Alvian malah mengangkat Dagu Fatimah agar Fatimah kembali melihat nya..


"Fa lihat kak Al..."


Umma dan Abi tiba tiba masuk


"Udah pandangan pandangan nya" Abi bersuara


Mereka pun kikuk di buat Abi dan Umma


"Abi.. Umma" ujar Alvian sambil melepas dagu Fatimah


"Fa udah makan...??" tanya Umma


Fatimah menggeleng


"hmmm....saling asik pandangan pandangan ya..lupa makan" ledek Abi

__ADS_1


"Ya udah Fa makan dulu aja, dan minum obat nya" ujar umma


"Kalian udah bisa kan di tinggal berdua??" tanya Abi


'heemmm..." jawab mereka kompak


"Kok heemm sich...?? masih perlu Abi dan Umma temani?"


"Pasti banyak yang mau kalian bicarakan, jadi lebih baik kalian bicarakan berdua, Abi dan Umma pulang dulu, In Syaa Allah besok ke sini lagi" ujar Umma


Mereka pun meng iya kan perkataan Umma.


Abi dan Umma pun pamit pulang


Alvian mengambil makanan untuk Fatimah yang memang sudah di sediakan oleh pihak RSH


"Makan dulu ya..." Ujar Alvian sambil menyendok kan makanan itu dan menyuapkan ke Fatimah


"aaa..." ujar Al sambil membuka mulut meminta Agar Fatimah membuka juga mulut nya


Tenaga Fatimah memang belum pulih seutuhnya nya, tangan nya masih suka lemas.


jadi ya mau gak mau di siapin deh sama suami.


hehehe


"Kak Al makan juga.."


"Ia Fa dulu, selesai Fa makan dan minum obat nanti kak Al makan.."


Selesai membantu Fatimah makan dan minuman obat, Al pun memakan makanan nya yang tadi di belikan oleh Umma.


Selesai dengan aktivitas makan nya, Alvian merapikan tempat tidur Fatimah, dan menyelimuti tubuh Fatimah.


Alvian akan beranjak menuju sofa.


tapi tiba-tiba kemeja nya ada yang menarik.


Siapa lagi kalau bukan Fatimah...🤭


"Kenapa...butuh sesuatu??"


Fatimah geleng-geleng


"Trus...??"


Fatimah malah menundukan kepala nya dan memainkan ujung kemeja Alvian


Alvian yang melihat tingkah sang istri pun duduk tepat di samping ranjang Fatimah


"Kenapa...??" tanya nya Lembut


"Maaf..." dengan posisi menunduk


bukan menjawab Alvian malah mengangkat dagu Fatimah dan memperlihatkan senyum termanis nya..


cie senyum termanis...🤣


"Kalau gak kakak maafkan gimana...??"


Mendengar pertanyaan Alvian malah membuat mata Fatimah berkaca-kaca


"Heiii....kok jadi sedih..??"


"Lihat kak Al... kak gak marah..maaf jika tadi nada suara kak Al agak naik.."


"Fa... lihat kak Al.. tolong jangan bicara yang aneh-aneh ya.. kamu tahu melihat kondisi kamu dengan jantung yang tiba-tiba berhenti itu tu rasa nya gimana???"


"Sakit... kakak bohong jika kakak ikhlas, kakak bohong jika kakak sudah siap kamu tinggal kan..."


Mendengar jawaban Alvian bukan membuat tersenyum, malah air mata itu tumpah sejadi jadi nya.


🌟🌟🌟🌟🌟


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen

__ADS_1


Jazaakumullah khairon ❤️


__ADS_2