
Hari ini kediaman Alvian sudah sangat ramai, dimana akan diadakan Tasyakuran 4 bukan kehamilan Fatimah.
tasyakuran 4 bulanan bukanlah suatu acara yang diwajibkan, tetapi diperbolehkan secara hukum Islam. Hal ini karena tasyakuran 4 bulanan biasanya diselenggarakan penuh dengan kebaikan. Mulai dari melantukan ayat-ayat suci Alquran, memperbanyak sholawat, hingga melakukan shodaqoh.
Kediaman ini Alvian dan Fatimah sudah dipenuhi anak-anak yatim beserta sanak saudara. mungkin kebanyakan tradisi saat acara 4 bulanan ada acara siraman sesuai adat masing-masing. namun untuk acara yang mereka buat, fokus ke acara doa, dan berbagi untuk anak yatim.
Memohon doa untuk kelancaran serta kesehatan untuk ibu dan bayi nya. menjadi anak-anak Sholeh Sholeha..
Lantunan ayat suci Al-Quran bergantian di bacakan, dan kini Fatimah yang melantunkan nya sendiri, sungguh merdu, membuat seluruh ruangan seakan ikut merinding mendengar nya.
Angin sepoi-sepoi datang silih berganti, seakan alam pun ikut dalam irama lantunan ayat suci Al-Quran yang Fatimah bacakan.
Alvian, dan keluarga yang lain juga mendapat giliran. Selain dengan lantunan ayat suci Al-Quran, Doa pun di bacakan oleh Fatih. Selesai Doa di Aamiin kan, semua tamu undangan pun di persilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah di sediakan.
Acara berjalan dengan khidmat dan lancar. Malam pun telah datang, rembulan bersinar terang, dikelilingi oleh bintang, sepertinya malam ini adalah malam purnama, sungguh indah ciptaan Tuhan... tiada duanya.
Menikmati malam di atas balkon adalah hal yang sangat indah, sembari mengelus perutnya yang sudah sangat nampak buncit, entah karna postur tubuh atau si Utun yang kecil, perut itu tak terlalu nampak besar untuk ukuran baby kembar, tapi dari hasil pemeriksaan, Alhamdulillah semua normal.
"Sehat-sehat ya Utun Umma..." sambil tersenyum ke arah perut buncit itu.
Alvian yang baru selesai memberikan diri, karna tadi harus membantu untuk membereskan rumah, melihat Fatimah yang sedang di balkon pun menghampiri nya, sambil mengacak rambut nya dengan handuk, sesaki sengaja di kibasnya ke arah sang istri.
"Basah Biy..."
"hehehe..."
"udah selesai...??"
"udah... emang gak sadar tadi pas Hubbiy masuk..??" tanya nya sambil mengambil posisi duduk di samping Fatimah
"enggak...hehe...."
"kenapa gas istirahat, pasti lelah kan...??"
"sepertinya malam ini purnama.. pengen menikmati nya aja.."
Kini bukan hanya tangan Fatimah yang berada di perut buncit itu, tangan Alvian pun tak mau kalah,.bahkan sesekali agak menggelitik.
Dan tiba-tiba... ada gerakan kecil yang Fatimah rasakan dari dalam perut nya..
"Biy...Biy... ada yang gerak..." ujar Fatimah dengan antusias
"mana...kok Hubbiy gak terasa...??" tanya Alvian penasaran
"beneran tadi ada.... serius biy.." ujar Fatimah dengan tawa kecil penuh semangat
Alvian pun mencoba memberi Gelitikan lagi di perut Fatimah, tapi tak ada respon.
"kok gak gerak lagi...??"
"gak mau kali sama Hubbiy...hehe" ledek Fatimah
"eh mana bisa gitu....sayang Abi... mana gerakannya... lagi Donk, Abi mau ngerasain juga loh..." pinta Alvian sambil berbisik, tapi tetap anteng aja tu perut
"sabar... kan kata Dr. Melani saat ini gerakan nya masih jarang-jarang"
__ADS_1
Alvian malah memanyunkan bibirnya, dan itu membuat Fatimah malah mencubit kecil bibir itu.. mendapatkan perlakuan seperti itu dari Fatimah, Alvian malam menyipitkan mata nya.
"Gak boleh ngambek...masa sama anak sendiri malah ngambek..."
"malam ini gak papa.. Abi gak dapat merasakan gerakan kalian, tapi besok harus ya" pinta Alvian berbisik di perut lalu meletakkan telingan nya di perut, dan tiba-tiba seperti ada yang menyenggol telinga nya.
"Gerak ..dia gerak sayang..." ujar Alvian dengan posisi yang masih sama..
Fatimah pun dapat merasakan gerakan itu, masih gerakan kecil, tapi tetap bisa ia rasakan.
"Sehat-sehat saya Sholeh Sholeha Abi..." sambil memberi kecu-pan kecil di Perut Fatimah.
"iya Abi..." jawab Fatimah dengan mode suara bayi
Mereka pun tertawa bahagia "Udah malam..masuk yuk" Fatimah menurut, mereka pun masuk dan segera merebahkan tubuh di ranjang, melepas lelah, mengambil posisi dalam pelukan sang suami adalah tempat ternyaman.
Tapi bukan langsung tidur Fatimah malah mencolek-colek perut Alvian
"Sayang..tidur" ujar Alvian dalam mode terpejam, karna memang sudah ingin terlelap tapi karna ulah sang istri, membuatnya terusik
"gak bisa tidur Biy...gerah"
"ini AC udah 16° loh..."
"Pengen di elus-elus punggung nya, pegel"
Alvian pun langsung memposisikan kepala Fatimah di atas lengan nya, lalu tangan kiri nya mengelus punggung Fatimah, memberikan rasa rileks agar Fatimah bisa tidur.
*
"Kenapa...??" tanya Alvian heran sembari mengangkat dagu Fatimah
"Bisa gak hari ini di rumah aja??"
Alvian mengerutkan keningnya mendengar permintaan sang istri
"tumben..."
"gak tahu kenapa, lagi pengen aja di Temenin.."
Alvian tertawa kecil melihat tingkah sang istri.
"tapi kalau ada pekerjaan yang gak bisa di tinggal ya udah gak usah" tambah nya sambil memalingkan wajahnya
Bukan membujuk, Alvian malah melepaskan pelukan Fatimah lalu beralih meninggalkan Fatimah.
Melihat Alvian malah meninggalkan nya,.membuat Fatimah memasang wajah sendu, lalu beralih menuju rak buku. duduk di kursi sambil membuka buku yang saja di ambil nya.
Tak lama kemudian Alvian sudah berada di samping Fatimah dengan mengenakan baju casual, ternyata tadi dia keluar untuk menghubungi Hafidz lalu Menganti pakaiannya dengan pakaiannya casual, agar lebih nyaman dirumah.
Duduk di lantai tepat berada di depan Fatimah.
"anak-anak Abi lagi pengen di temenin ya" bisik nya di depan perut Fatimah
"Kapan ganti baju nya???"
__ADS_1
"Makanya, jangan ngambek dulu..." sambil mencubit hidung Fatimah.
Fatimah langsung merangkul kan tangan nya di leher Alvian dengan tubuh nya sedikit menunduk.
"Afwan... gak tahu kenapa lagi pengen aja manja sama Hubbiy..."
"Hubbiy seneng kok.. Bahagia sangat malah" sembari mengelus rambut Fatimah, karna memang mereka di kamar, jadi Fatimah tidak menggunakan jilbab nya.
"Hormon Bumil kan sudah di tebak, jadi jangan ragu untuk bilang kalau ada yang di inginkan atau yang mengganggu pikiran, ingat.. sayang gak boleh stress...."
"Jazaakallah Khairan Hubbiy..." Sembari mencium pipi Alvian dengan bergantian
"Mau jalan-jalan keluar...??"
"Pengen...tapi..."
"tapi apa...??"
"Fa pengen kepuncak..." ujar nya sambil nyengir kuda
"Puncak??"
Fatimah mengagukan kepala
"Sayang Jogja Bogor itu jauh loh... yakin??"
"naik pesawat gak lama..."
"kenapa tiba-tiba pengen kesana...??"
"gak tahu kenapa,.kan kita gak ada tu istilah honeymoon, jadi babymoon aja"
"udah kemaren di Semarang..."
"beda Biy..."
"Biasa orang itu babymoon ke luar negeri, misalkan ke Eropa, Turki, atau kemana lah gitu..kenapa ini ke puncak??"
"cari yang Deket... sebenernya ada sih yang mau Fa tuju dari dulu..."
"Kemana..??"
"yakin Hubbiy mau tahu..??"
Alvian menganggukkan kepalanya, sedangkan Fatimah malah tersenyum dengan sedikit tawa.
*
*
*
Selamat berbuka untuk yang sudah melaksanakan ibadah Puasa Ramadhan...
yang Baru melaksanakan besok... yuk barengan kita...🤗
__ADS_1