Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Bermanja


__ADS_3

*Jika Hati sejernih Air, maka jangan biarkan Keruh. Jika Hati Seputih Awan, Maka jangan biarkan Mendung....


By. Fatimah aZahra


*


*


*


Dua* bulan berlalu, Bunga yang sedang mabuk berat di stimester awal ini membutuhkan lebih banyak di rumah. Fatimah meminta Laras untuk membantu Indah, karna memang Fatimah juga lebih banyak di rumah. mengontrol butik dari rumah.


Dan kabar nya juga Indah baru saja di lamar, oleh seorang pria yang sudah beberapa bulan ini cukup dekat dengan nya.. Siap lagi kalau bukan Rendy si dokter dari poly Umum yang sempat menjadi seorang pria yang di cap nya sebagai pria menyebalkan.


Kebayang gak gimana kebucinan mereka?? sekarang belum boleh bucin dulu ya Rendy, Indah.. bucin nya kalau sudah halal.. ok, itu pesan dari author...🤭🤭


Alvian menutup laptopnya, mata nya beralih melihat Fatimah yang sedang bersandar di ranjang sembari memijit Pangka Hidung nya. Alvian pun mendekat dan mengambil posisi duduk di sebelah Fatimah.


"Sini..." ujar Alvian sabil menepuk paha nya


Dengan senyum mengembang Fatimah pun merebahkan Kepada nya di paha sang suami.


Disisir nya rambut Fatimah dengan kelima jari nya sembari sedikit memijat kepada Fatimah sesaat..


"Lagi mikirin apa??"


"Gak ada... agak pusing aja"


"Kita cek...??"


"Gak perlu Biy... mungkin karna kelemahan, karna pusing nya gak sesakit biasanya kok"


"Yakin...??"


"yakin my husband...hehehe"


Alvian ikut terkekeh mendengar jawaban Fatimah


"Butik gimana?? Bunga belum bisa kembali ke Butik kan??"


"Indah di bantuin sama Laras, oh ya Biy.. Indah baru selesai lamaran..."


"serius...kapan, sama siapa??"


"Rendy..."


"Rendy...??? Rendy di poly umum...?? "


Fatimah mengangguk


"semoga lancar, sampai halal...sampai Jannah"

__ADS_1


"aamiin..."


*


*


*


Akhir pekan ini Fatimah memutuskan untuk menginap di rumah Abi, gak tahu kenapa, tiba kangen aja sama sang Umma, Ingin gelendotan.


"Ayo Biy...."


"Sabar sayang... ni laptop Hubbiy ketinggalan tadi.."


Merekapun segera masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobil nya menuju rumah Abi.


"Ihh kok macet sich...kan lama jadi nya" gerutu Fatimah melihat macet yang mengular


"Kenapa kok gak sabar amat, tumben..."


"Gak tahu.. kangen aja sama Umma.. pengen cepet-cepet meluk"


Alvian hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah sang istri, biasa dia adalah wanita tersabar dan gak pernah ngeluh.


Cukup lama macet yang mereka hadapi, sampai-sampai Fatimah tertidur. Alvian mengelus sekilas pipi sang istri yang pulas dengan tidur nya, Kini mobil Alvian sudah memasuki kawasan rumah Abi.


Alvian enggan untuk membangun kan Fatimah, dia lebih memilih membopong Fatimah masuk ke rumah Abi.


"Waallaikumusallam..."


"Tidur...?" tanya Umma


"Ia Umma, tadi kejebak macet, ada perbaikan jalan... mungkin kelelahan"


"Langsung bawa ke kamar" Umma mengikuti langkah Alvian untuk membantu membuka pintu kamar


Sampai dikamar Alvian merebahkan Fatimah di ranjang.. Baru mau menyelimuti tubuh Fatimah, Fatimah menggeliatkan tubuhnya, lalu mengecup mata nya, memandang sekeliling.


"Kok dikamar...?"


"Karna udah sampai.." jawab Alvian sambil mencubit hidung Fatimah


"Sepertinya bobot istri Hubbiy bini naik ya.. agak berasa waktu naik tangga..hehehe" goda Alvian


"iiih..." sambil mencubit paha Sang suami


"Umma mana...??"


"dibawah sepertinya..."


"Fa mau turun ah.."

__ADS_1


"Udah gak ngantuk..."


"Gak.. sejak dibilang Fa gemuknya..."Jawab nya sambil mengambil posisi duduk


"tanda nya di kasih makan sama suami...hehehe"


Fatimah malah memanyunkan bibir nya lalu beranjak keluar mencari sang Umma


Umma yang sedang di depan kulkas tiba-tiba kaget karna mendapatkan pelukan yang tiba-tiba.


"Putri kecil nya Umma, kenapa nih?"


"gak tau, kangen aja, pengen peluk Umma" jawab nya sambil melepaskan pelukannya


Umma mengamati tubuh Fatimah dari ujung kaki hingga kepala, lalu mencubit pipi Fatimah sekilas.


"gendutan ya?? makin chubby aja pipinya??"


"iih.. dari tadi semua bilang Fa gendutan , gendut dari mana nya coba...??"


"tu kan gak percaya kata Hubbiy... gendutan...hehehe"


"gak papa, kata orang tua dulu tanda nya makmur" timpa Abi yang baru turun bersama Alvian


"tu kan...kompak semua, Fa diet ah..." ujar nya dengan nada ngambek


"No..no...no... Hubbiy suka"


"Tapi diledekin aja..." cemberut nya


Abi malah merangkul putri kecil nya itu untuk duduk di sebelah nya.


"gak gendut kok, hany sedikit berisi..."


"tu kan.."


"Dengar Abi dulu.. tanda nya anak Abi ini di perhatikan sama suami nya, biasanya makan sebanyak apapun gak pernah naik timbangan nya"


Alvian terkekeh melihat tingkah Fatimah yang sedang ngambek.


"Hubbiy...." kesal Fatimah yang melihat Alvian malah terkekeh


"Bi.. biasa kalau ngambek gini enak nya di apain??" tanya Alvian ke sang Abi


"Di bawa ke kamar...hahahaha" jawab Abi sambil mengacak jilbab sang putri kecil nya


Semua pun tertawa dengan jawaban Abi kecuali Fatimah yang menjadi topik terkini untuk 3 orang yang menyayangi dan disayanginya itu.


kini mereka sudah berada di ruang tengah sampai nonton TV, walaupun sebenarnya gak ada tayangan yang berfaedah.


Fatimah bermanja dengan sang Umma, Abi dan Alvian geleng-geleng,. tak seperti biasanya Fatimah begitu manja dengan Umma, seperti kembali ke masa sebelum menikah, menggelendoti sang Umma.

__ADS_1


Bahkan pagi ini pun masih seperti itu. entah lah, ada rasa nyaman saat bermanja dengan Umma.


__ADS_2