
Hai.. Reader semua...
Gimana kabar nya?? Sehat selalu ya..🥰
Temen-temen Reader mohon maaf ya jika mungkin novel Author terlalu slow atau gak banyak konflik, alias datar, atau banyak kesalahan dalam penulisan dll
mohon di maklumi, author masih amatiran, dan Seperti yang author pernah sampaikan, novel Author ini adalah sebagai wadah author berbagi sedikit apa yang author tahu, atau yang sedang Author pelajari.
Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi. dan dapat menjadi manusia yang membawa manfaat.
Dan terima kasih, jazaakumullah khairon untuk semua yang selalu bersedia meluangkan waktu untuk membaca hasil coretan Author, untuk Like dan vote nya juga.
sekali lagi Jazaakumullah khairon ❤️
*
*
*
Abi dan Alvian di masjid sampai isya. Umma dan kedua putri setelah selesai Isya pun menyiapkan makan malam sambil menunggu dua Imam yang sedang sholat di masjid. Tak lama kemudian..
"Assalamualaikum"
"Waallaikumusallam"
Melihat dua laki-laki itu masuk rumah, Fatimah langsung menghampiri dan menci-um tangan dua laki-laki yang yang sangat dia cintai.
Mereka pun duduk di meja makan, dan menikmati makan malam dengan khidmat.
Saat ini mereka sudah berada di ruang tengah..nampa Adam tak ada rasa lelah nya.
"Kalian kapan rencana pulang??" tanya Abi
"In Syaa Allah besok Bi" jawab Alvian
"Mumpung disini, ada yang mau Abi bicarakan??"
"Ada apa Bi??" tanya Fatimah penasaran
"Alvian sekarang kamu adalah anak laki-laki Abi"
Alvian mengagukan kepala, dan ada raut heran dengan mimik dan nada bicara Abi sang sangat serius
"Ada apa Bi..??"
"Ini mengenai RSH..."
"kenapa dengan RSH??"
"Abi sudah diskusikan,. baik dengan Opa,Alif, Hafidz, bahkan semua, kecuali kalian berdua"
Fatimah dan Alvian saling pandang
"Alhamdulillah Abi bersyukur, Allah berikan anak laki-laki yang tangguh semua, baik Fatih maupun kamu. dan Abi juga sangat bersyukur karna Allah berikan anak yang satu profesi dengan Abi, yang In Syaa Allah akan bisa Abi percaya.."
"In Syaa Allah, apa yang bisa Alvian bantu..."
"Banyak... banyak harus kamu bantu, banyak yang harus kamu perjuangan kan..."
"Abi ingin kamu meneruskan untuk mengelola RSH..."
"Kenapa Alvian Bi...?? Bi RSH butuh master nya, Alvian belum mampu, apalagi pantas untuk itu ."
"Kamu tahu Al... Abi memegang RSH bahkan sebelum Abi menikahi Umma..Jika soal umur jelas kurang lebih sama, kamu bisa jika kamu mau.."
"Kamu tidak sendirian, Abi masih akan menjadi pengawas, tapi kamu harus bisa memulainya..."
"Al...aku perempuan, jelas aku ikut dengan suami, kamu sekarang adalah anak laki-laki Abi, profesi kamu juga mendukung, prestasi kamu bagus, apalagi membuat kamu ragu??" Arafah bersuara
"kamu memikirkan kata orang nanti??" tambah Arafah
"salah satunya... apalagi Alvian masih baru menjadi menantu Abi, apa kata mereka??"
__ADS_1
Abi malah tertawa... "Kenapa jadi apa kata orang Al...?? cukup kamu tunjukkan prestasi kamu, maka mereka akan bungkam, Biarkan mereka mau berkata apa. dengan prestasi maka mereka akan diam dengan sendirinya"
"jika bukan kamu siapa,. Arafah?? kamu sudah tahu kan apa pendapat Arafah?? atau Fatimah?? dia tidak paham akan profesi ini. Kamu bener2 tulus kan dengan anak Umma?? jadi apa ngapain dengar nyiyiran orang" Umma bersuara
Alvian menatap Fatimah, dan Fatimah memberi Anggukan.
"Bismillah bisa... selama tujuannya baik, In Syaa Allah jalan Allah akan terbuka, sekali pun akan ada kerikilnya, kerikil itu lah yang akan mengajarkan kita menuju lebih baik" Fatimah bersuara memberi sang suami semangat
Dengan menggenggam tangan Fatimah "Bismillah, jika ini memang sudah di setujui semua pihak, dan dengan dukungan Fatimah, Alvian akan mencoba menjalankan amanah yang Abi berikan, tapi tetap Alvian mohon selalu bimbingan nya"
"Alhamdulillah..." ucap yang lain bersamaan
"Ok, besok Senin kita akan umumkan ya "
*
*
*
*
Alvian dan Fatimah sudah kembali ke rumah Bunda.
Fatimah sedang sibuk di dapur dengan Bunda. dan kebetulan hari ini adalah malah Ahad.
"heeemmm... ada aroma yang mengganggu indah penciuman nich, trus yang masak juga minta di cium..." Ujar Alvian yang baru saja pulang dari RSH, langsung menuju dapur dan menghadiahi satu kecu-pan singkat di pipi Kiri sang istri
"iih... malu tau di lihat bunda" gerutu Fatimah yang tiba-tiba di ci-um dari belakang oleh sang suami
Sang tersangka tidak merespon malah langsung menuju sang bunda, dan juga menghadiahi bunda ciu-man di pipi sang bunda.
Bunda hanya geleng-geleng dengan tingkah konyol sang putra
"Emang ada yang salah ya, kasih ciu-man sayang untuk dua bidadari surga"
"Udah gombal nya nanti, Bunda gak mempan sama gombalan kamu,.. sekarang mandi" ujar Bunda
"iih anak sendiri di usir..."
Bukan membela suami Fatimah malam menjulurkan lidahnya mengejar sang suami
"hmmm... awas ya nanti malam"
"nanti malam Fa tidur sama Bunda" balas Fatimah mengejek
Mendengar itu Alvian bukan bergegas mandi, dia malah mendatangi Fatimah. Dan Fatimah langsung lari bersembunyi di balik punggung sang Bunda sambil mengejek Alvian
"Sini..."
"Gak mau... weeekk..."
Alvian berusaha meraih Fatimah
"Bun.. kak Al..."
"Al... udah mandi, berani macam-macam sama anak perempuan Bunda, Bunda Jewer kamu ya... buruan mandi"
Mendapat pembelaan dari sang Bunda, Fatimah pun tersenyum malah terkesan terkekeh.
"Susul suami Mu, biar bunda yang selesai, lagian udah selesai, tinggal nyusun aja" titah Bunda
Fatimah pun menurut.
Sesampainya di kamar Alvian sudah selesai dari aktivitas mandi nya, malah sudah ada di depan lemari untuk berganti pakaian.
Fatimah yang melihat sang suami sedang berganti pakaian, sudah mengenakan celana santai nya, tinggal memakai baju, Fatimah malah memeluk nya dari belakang.
"Kenapa?? tadi aja di deketin gak mau, ini malah peluk-peluk.."
"kan becanda Hubbiy..."
Alvian membalikkan badannya.
__ADS_1
"Nonton yuk... kita belum pernah nonton kan??"
"gak hobby..."
"Sesekali,. biar kayak anak-anak muda yang pacaran gitu"
"Fa masih muda ya, yang Tua itu Opa"
"hahaha....ia dech istri kak Alvian kan memang masih muda, malah kadang kayak anak kecil kalau udah ngambek.."
"emang mau nonton film apa??"
"gak tau sich... nanti tinggal kita lihat, mau ya??"
Fatimah mengagukan kepala tanda setuju.
Selesai aktifitas malam, mereka pun bersiap untuk nonton.
"iih enak nya yang pacaran halal.... Bunga kapan ya??"
"bentar lagi.."jawab Alvian
tok..tok..tok
"Dek ada tamu tuch..." ujar Alvian
Bunga pun membuka pintu.
cekrek
"Assalamualaikum"
"waallaikumusallam... eh mas Hafidz, masuk"
"Alvian ada...??"
"ngapain nyari gue??" jawab Alvian yang sudah siap untuk pergi nonton.
" kak Hafidz ikut juga??" tanya Fatimah yang baru saja turun
"emang pada mau kemana???" tanya Hafidz
"mau pacaran halal..."
"mau nonton kak, mau ikut??"
"gue balik aja deh, ketimbang jadi nyamuk" ujar Hafidz yang memang dirinya tadi hanya sekedar mampir, karna baru dari luar
"Ikut aja Yook... Bunga juga kalau mau ikut" ajak Fatimah
"sayang.. mereka itu belum halal..."
"emang siapa yang nge Halalin Bunga??" tanya Bunga
"Udah-Udah mau ikut gak??" tanya Fatimah
"Ikut dech.. ketimbang gabut, tunggu Bunga ganti baju dulu..."
"Gak pakai lama" teriak Alvian karna Bunga sudah ngacir ke kamar.
"Bawa mobil masing-masing aja, kak tempat nonton ke arah rumah Kak Hafidz... masak ia kak Hafidz bolak-balik"
"pengorbanan..." celoteh Alvian
"Bunga sama kami, kak Hafidz sendirian.."
"huufftt...nasib jomblo"
"makanya cepat Halalin..." ledek Alvian
"balas dendam Lo, dulu perasaan gue yang ngomong gitu..."
"hahaha... enak kan rasanya..."
__ADS_1
"Hubbiy..." panggil Fatimah sambil melebarkan mata nya.
Akhir gak perlu waktu lama, mereka pun menuju bioskop, Bunga naik mobil Alvian dan Fatimah Hafidz jadi ekor untuk mereka, bukan lagi nyamuk, tapi ekor... karna ngekorin kemana mobil Alvian tuju.