Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Tiga Ibu yang harus di muliakan


__ADS_3

Alvian dan Fatimah sudah berada di dalam mobil perjalanan menuju rumah Abi


"Hubbiy, kapan kita pulang ke rumah Bunda??"


"kapan pun Hubbiy siap...baik rumah Abi ataupun rumah bunda, semua sama-sama rumah kita kan.."


"ya udah besok kita pulang ya.."


Merekapun sampai di kediaman Abi, nampak Abi dan Umma sedang bercanda dengan Adam di taman depan, menikmati sore.


Alvian dan Fatimah langsung menghampiri kedua orang tua mereka, tak lupa mencium tangan ke duanya.


"Abi, Umma, Alvian langsung ke dalam ya"


Abi dan Umma menjawab dengan anggukan.


Fatimah mengekori sang suami. Mereka langsung memberikan diri.. Kini Fatimah sedang duduk santai di balkon, melihat cengkrama Abi dan Umma bersama Adam.


Tak bisa di pungkiri, dirinya pun ingin Abi dan Umma nya bisa bermain dengan anak nya kelak. Entah kapan hari itu akan tiba.


Tiba-tiba Alvian datang dan langsung gelendotan dengan sang istri. Biasa tuh istri yang suka gelendotan dengan suami, ini malah sebaliknya..🤭


"Jangan mikir yang aneh-aneh.." ujar nya seakan tahu apa isi hati sang istri


"siapa yang mikir aneh-aneh Hubbiy??"


"tuh kelihatan dari muka nya..." jawab nya tanpa menoleh ke sang istri, malah memejamkan mata dengan bersandar di pundak sang istri.


"Gak ada... Fatimah cuma berdoa, semoga segera akan tiba masa nya dimana nanti Abi dan Umma bisa bermain juga dengan anak-anak kita"


"Aamiin... In Syaa Allah akan Allah segerakan"


"Aamiin...."


"oh ya sayang kamu kepikir gak untuk punya rumah sendiri??" Tanya Alvian


"Kenapa kok tiba-tiba bahas rumah?? kalau kita tinggal di rumah kita sendiri gimana sama Bunda??"


"yaaa kan biasanya menantu itu gimana gitu kalau tinggal sama mertua"


"Berarti Hubbiy gak nyaman ya kalau tinggal sama mertua..??"

__ADS_1


"kok jadi Hubbiy yang di tanya?? Nyaman lah.. Hubbiy bisa merasakan kasih sayang di rumah ini, salah satu nya kasih sayang seorang Abi, yang udah gak pernah Hubbiy dapatkan dari kecil"


"Kalau gitu sama, Fa di rumah bunda bisa merasakan kasih sayang dari seorang ibu yang lain.. yang gak kalah sayangnya seperti Umma"


"Tadi tuh di RSH Hubbiy sempat dengan obrolan perawat yang ngomong mertua nya"


"jadi Hubbiy merasa Fa seperti itu??"


"gak sih..."


"Hubbiy.... Ibu Kita adalah sumber rezeki kita, memuliakan nya, menyayangi nya, memenuhi kebutuhan nya, itu jalan pembuka rezeki..."


"Muliakan Ibu mu, maka Allah pun akan memudahkan urusan kita"


"tugas Istri setelah menikah maka ada dua ibu yang harus ia muliakan, Ibu nya dan Ibu mertua nya, tidak ada doa yang menyamai doa ibu kandung, selain ibu mertua"


"Dan di saat seorang anak laki-laki sudah menikah, maka ada tiga ibu yang harus ia muliakan, Ibu nya, Ibu Mertua dan Ibu dari anak-anaknya "


"Makasih ya sayang, Hubbiy hanya takut istri Hubbiy ini merasakan yang tadi mereka bincangkan"


"Oh ya...Biy... tadi Kak Hafidz bahas calon..apa bener udah ada??" tanya Fatimah teringat soal Hafidz


"He' em..." jawab nya dengan mode terpejam


"siapa ya....???"


"iiih di tanya juga... apa Bunga??"


Mendengar nama Bunga di sebuah membuat Alvian duduk dengan tegap seketika


"kenapa bisa kepikir Bunga??"


"Ia soal nya kemaren....." Fatimah pun menceritakan soal Hafidz yang rela antar Bunga beberapa hari lalu


"Serius...???"


"Serius... kak Hafidz itu bukan laki-laki yang mau ribet atau repot untuk hal seperti itu"


"iya Hubbiy pun tahu, walau dia tuh selengekan orang nya, dia pun sangat tahu batasan sebagai seorang laki-laki kepada yang bukan mahram"


"sikapnya yang kocak, asal ceplos, walau begitu dia juga seorang Hafidz Quran, malah Hubbiy kalau jauh dari dia mengenai Agama" Tambah Alvian

__ADS_1


"he'em... trus bener gak Bunga orang nya??" tanya Fatimah ulang


"Ingat gak pas Hubbiy ada yg di bahas kemaren selain mengenai RSH juga masalah pribadi??"


Fatimah mengagukan kepala


"sebenarnya memang Bunga yang dia bahas..."


"Serius??" tanya Fatimah dengan memotong kata-kata sang suami


"Sabar Donk, ni Hubbiy ceritakan..."


"hehehe... abis kepo.."


"Hafidz sempat menyampaikan keinginannya terhadap Bunga, tapi dia masih takut, karna Meraka baru kenal, dan baru 2x ngobrol"


"Emang sayang setuju kalau Hafidz sama bunga? trus dia berstatus apa?? kakak ipar atau adek ipar..??" tanya Alvian


"ih kok jadi bahas itu... mana-mana jadi, toh selama bukan marham, atau satu ibu susu, merak halal untuk menikah"


"Ia sich..."


"emang Hubbiy setuju??"


"Setuju aja.... kenapa emangnya??"


"karna dia sahabat Hubbiy..??


"Sama sekali bukan lah, karna Hubbiy tau seperti apa dia, bagaimana dia menjaga Istri Hubbiy ini sebelum Hubbiy halalkan, dia begitu menjaga Mu sayang, gak di biarkan terluka, apalagi lecet, itu bukti dia pun pasti akan menjada siapapun wanita yang akan menjadi istrinya kelak"


"ya... kak Hafidz begitu menjaga Fa, trus apa rencana Hubbiy...??"


"Rencana sih akan ada omongan serius nanti nya, sebelum izin ke paman, Bunga ada rencana pulang ke Semarang, kangen sama orang tua nya.."


"Trus...Kak Hafidz mau ikut kesana??"


"Nanti deh kita bahas ya sama Hafidz, udah mau magrib.. kalau jadi biar sekalian kita jalan-jalan di tempat kelahiran Hubbiy, mau..??"


"mau lah.. kemanapun Hubbiy ajak.. Fa mah ngekor..hehehe"


Mereka pun masuk bersiap untuk sholat magrib.

__ADS_1


Abi dan Alvian sholat di masjid.


__ADS_2