Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Sedih nya cukup sementara


__ADS_3

"Sedih sementara .... Bahagia Sementara"


"Dunia tempat Kita Meninggal .. Akhirat Tempat kita Tinggal"


*


*


*


Menikmati senja sore hari di atas balkon, menerawang ke sekeliling, tampak kendaran lalu lalang di depan rumah, nampak juga tetangga yang asik dengan aktifitas sore nya. Komplek perumahan Bunda cukup padat, ada anak-anak yang sedang berkejaran, dan banyak aktifitas lain nya.


Alvian yang baru dari dapur membawa satu gelas jus, dan camilan, melihat Sang istri sedang duduk di kursi sandar yang ada di balkon, Alvian pun menghampiri nya. Duduk di samping sang istri dan meletakkan Jus dan camilan di meja.


Fatimah langsung menyandarkan kepalanya di pundak Alvian sambil memeluk tangan Alvian. sungguh posisi yang nyaman.


"Jangan Marah lagi... Fa takut" lirih nya


"Hubbiy gak marah, tapi khawatir"


"Tapi Hubbiy tadi serem..." ujar nya sambil memainkan jari tangan Alvian


"kamu tahu sayang, gimana bahagia Hubbiy saat melihat mu tadi di dalam masjid, pengen langsung Hubbiy peluk, cium, gendong bawa kabur"


Mendengar penuturan Alvian ,. Fatimah langsung memerengkan kepala lalu melihat wajah sang suami dengan senyum tipis di mengembang


"Trus kenapa gak lakuin??"


"obrolan kamu dan mbak tadi, membuat Abi juga ingin mendengar nya, dan sungguh banyak pelajaran, serta itu di dalam masjid, gak mungkin kan Hubbiy meluk dan cium cium kamu, bagus di tuntaskan di rumah..."


"mesum...."


"hahaha...."


"Fatimah malu... Di luar sana banyak juga yang sedang berjuang, malah kadang orang terdekat tak memahami, tapi Fa tidak berjuang sendiri, semua ada bersama Fa"


"benar kata kak Wati... Allah sedang menguji Fa untuk lebih sabar..."


"Bukan cuma kamu sayang, tapi kita... Allah sedang mengajarkan nilai kesabaran.."


"sebenarnya Bunga dan Hafidz ingin beritahu kamu sayang, tapi Umma melarang"


"Umma...??"


"ia... Umma cuma gak mau kamu merasa sedih aja"

__ADS_1


"Sedih sementara, Bahagia pun sementara Biy... karna dunia ini kan tempat kita meninggalkan, bukan tempat kita tinggal"


Cup


Alvian mencium singkat pipi Fatimah


"tak bisa di pungkiri, aku juga ingin seperti mereka, mengandung, melahirkan, menyusui, merasa kerepotan dengan tingkat anak-anak, tapi kejadian hari ini mengajarkan ku akan kesabaran dan Ikhlas... Allah Ingin kita lebih sabar, dan tak putus harapan, sekalipun kita harus merangkak untuk mencapai tujuan"


"Ya... Allah pasti akan memberi di waktu tepat" balas Alvian


"Kita jadikan konsultasi ke dokter kandungan"


"masih mau konsultasi juga..."


"Kan kita juga harus usaha.. bukan berdiam diri Biy..."


"siap nyoya Alvian Dharmawan..." ujar nya sambil terkekeh dan sedikit menunduk seperti memberi hormat


"besok telfon Bunga ya, tadi dia sempat nangis di butik..."


"sekarang aja ya..."


"Ya udah..."


Merekapun menelfon Bunga, mengucapkan isi hati masing-masing...


"pasti kak.. sekalian lagi maafin Bunga"


"Udah....gak usah di bahas, sekarang kamu fokus sama kandungan kamu, kalau belum bisa ke butik gak usah ke butik, nanti kakak minta dari devisi lain untuk bantu Indah..."


"Bunga masih bisa kok kak, malah suntuk kalau harus di rumah"


"ya udah.. gimana bagus nya aja, tapi jangan di porsir ya.."


*


*


*


Hari ini seperti yang sudah di janjikan, Alvian dan Fatimah konsultasi. dan menurut hasil dari dokter semua baik, memang saat ini traumatik Fatimah yang harus di sembuhkan.


"Seandainya promil, ada resikonya kah dok??" tanya Fatimah


"Dr. Hendro pasti sudah menjelaskan, kalau menurut saya sih bisa saja, hanya perawatan nya Extra... apa Bu Fatimah siap??"

__ADS_1


Fatimah melihat ke arah Alvian.


"siapkan mental, jika mantap, gak jadi masalah, tapi ya tadi, kedepannya akan butuh kesabaran extra"


Fatimah dan Alvin mengangguk, dengan berbagai penjelasan, mereka pun mengakhiri konsultasi, dan sekarang sudah berada di ruangan Alvian.


Alvian asik di depan laptop nya. karna banyak yang harus dia cek.


"Gimana Biy...??"


"apanya yang gimana??" jawabnya masih dengan fokus ke laptop


"tadi soal promil..."


"kita bahas di rumah aja ya... Hubbiy gak lama kok, selesai cek file dan laporan pasien yang memang harus Hubbiy tanganin, kita pulang"


Fatimah mengganggu tanda setuju.


Saat Alvian sibuk dengan File dan Fatimah dengan benda pipih nya. Tiba-tiba pintu di ketuk


tok..tok..tok


"Masuk...."


"Al....gue butuh bantuan Lo... ada pasien yang harus segera kita operasi" Ujar Hafidz dengan buru-buru


"Diaknosa...??"


"gue jelasin sambil jalan..."


"ok..." sambil menutup laptopnya dan memakan jas Dokter nya "Sayang tunggu aja ya, atau kalau mau jalan-jalan di taman"


"Iya...nanti klo bosan Fa ke taman, Hubbiy fokus sama operasi aja"


Cup


Satu ke-cupan singkat mendarat


Hafidz hanya menggeleng kepada dengan senyuman bahagia melihat sang adik begitu di cintai.


Alvian dan Hafidz pun menuju ke ruangan operasi, sembari Hafidz memberikan file laporan kesehatan pasien, mulut nya juga tak berhenti komat Kamit seperti baca mantra, tapi bukan baca mantra ya.. baca bismillah baru boleh...🤭


***


Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan Reader... semua komentar positif yang selalu memberi author semangat untuk terus up..

__ADS_1


Semoga cerita ini mampu membawa kita ke arah yang lebih baik


Author tunggu selalu Like,Vote,Gift serta komentar nya...❤️❤️❤️


__ADS_2