Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Tiga pasang


__ADS_3

Flashback On


Rendy yang sedang mampir ke Cafe untuk membeli kopi melihat ada seorang wanita berhijab sedang meneguk minuman nya sendirian tanpa ada teman yang menemani.


"Tumben sendirian...??"


"Eh Dr. Rendy..."


"Udah saya bilang, saya lagi gak dinas, dan kamu juga bukan pasien saya kan...."


"hehehe..."


"sendirian..."


"iya.. lagi nunggu service mobil tuh di depan" tunjuk Indah


"Kenapa mobil nya??"


"Kemaren agak nyendat gitu, dari pada nanti pas di bawa mogok.., oh ya saya panggil apa nih??"


"mas, kak, bang, apa aja yg enak di kamu nya"


"Mas aja lah ya...hehehe.. duduk mas" Ujar Indah canggung


"lain waktu dech.. saya mau tanding Futsal....atau mau ikut?? mobil masih lama kan??"


"masih sepertinya, lagi antri...."


"ya udah ikut aja kalau gitu,. ketimbang disini sendirian..."


"ehmm... boleh deh..."


Flashback off


Yang namanya perasaan itu pastikan gak akan segampang itu untuk melupakan seseorang. Inilah resiko bila berharap pada manusia, suka kecewa.. seharusnya serahkan harapan mu itu kepada Allah.


Indah sesekali melihat Hafidz dengan sedikit menyunggingkan senyuman.


"Sebentar lagi dia akan menjadi imam seseorang.. bahagia ya kak" batin Indah


"Dr. Rendy jago juga ya Futsal nya" puji Bunga


"Tami masih kalah sih sama mas Al.." tambah nya


"Ok ya gimana tadi cerita nya bisa sama Dr. Rendy??" tanya Fatimah


Indah pun menceritakan pertemuannya mereka tadi di cafe. Fatimah dan Bunga mangguk-mangguk mendengar cerita Indah.


Pertandingan selesai, seakan sudah jadi hal biasa selesai pertandingan mereka di serbu para fans. Alvian dan yang lain berusaha tetap menyapa sewajarnya, untuk Alvian sih lebih sedikit cuek, untuk yang lain itu jadi urusan masing-masing.


Alvian mendekati posisi dimana Fatimah sudah menunggu nya. Fatimah menyodorkan botol air minum. mereka duduk di lapangan Futsal dengan posisi agak menjauh dari yang lain. Alvian meneguk minuman nya dengan tiga tegukan.


"Alhamdulillah..."


"Barakallahu... menang lagi hari ini..."


"efek ada istri ya gini hehehe..."


"ya deh yang udah suami istri" ledek Indah

__ADS_1


"Bentar lagi juga ada yang mau jadi istri kok..." ujar Alvian


"iya Bunga kan bentar lagi ya kan..??" balas Indah


"In Syaa Allah.... Indah sepertinya bentang lagi juga nyusul.." balas Alvian


"Belum ketemu nih kak.. Carikan lah"


"tapi ada Rendy..."


"hahaha...Indah sama Dr. Rendy juga baru kenalan dan cuma teman kali kak..."


"awal nya, kan kita gak tau kedepannya" Hafidz bersuara yang baru saja bergabung


"sudah-sudah, kami mau lanjut pacaran, kalian gimana?? " ujar Alvian


"Gue mah ngikut aja.. gak tau yang lain..Indah sama Rendy gimana??" tanya Hafidz


"Indah tadi sama Dr. Rendy, terserah dia aja"


Hafidz pun memanggil Rendy dengan meneriakkan nama nya , sembari melambaikan tangan nya "Rendy"


Rendy yang merasa di panggil pun datang.


"Gimana...?? Kami mau lanjut jalan, gak tau sama Lo dan yang lainnya"


"Kalau saya sih tergantung Indah nya, kalau mau jalan ayok, kalau yang lain udah ada agenda masing-masing tadi" jawab Rendy


"Indah hubungi bengkel dulu ya udah selesai belum mobil nya" Ujar Indah


Indah pun menghubungi bengkel tempat dia service. "Oh baik.. nanti kalau sudah hub aja ya mas, karna saya lagi di luar" Ujar Indah di balik telfon lalu menutup panggilan telepon nya


"Ya udah bareng aja cari makan.." Alvian bersuara.


Mereka pun mencoba cari tempat untuk nongkrong ala anak muda 🤭 kan memang masih muda😄


Fatimah dan Alvin dengan keromantisan halal mereka, dua mobil di belakang yang ngekorin pun di buat iri.


"Nanti kalau sudah halal kita konvoi bareng ya naik motor jalan-jalan" Ujar Hafidz Dan itu membuat pipi Bunga merah mereka


"Iih mas no ngomong apaan sich, malu tau"


"hehehe....kan kalau sudah halal, mas tau sangat batasan kita kok, tu buktikan di kawal turus sama yang di depan"


"Oh ya mas... sebelum memutuskan melamar Bunga, mas ada Deket gak sama wanita lain??". tanya Bunga tiba-tiba


"Biasa aja, klo pun yang sering jalan paling sama Indah, itupun karna Indah sahabat Fatimah, bareng dia juga"


"hmmm... kira-kira kak Indah ada perasaan gak sama mas..?"


"hahaha.. kamu ini Bunga, dia itu udah kayak adek mas, mas pernah menjalani hubungan dekat dengan seorang, udah lama sih, udah lebih satu tahu, cukup dekat, ya mas jujur sich punya perasaan lebih, tapi keduluan di lamar orang" jawab nya jujur


Bunga cukup kaget, dan melihat ke arah Hafidz


"Biasa aja nengok nya, awas setan nanti bisikin kamu yang tidak-tidak" ujar Hafidz yang tahu sedang di pandangi oleh Bunga


Dan itu membuat Bunga langsung mengalihkan pandangannya ke arah kaca, menyembunyikan rona malu yang sudah menyelimutkan wajahnya. Sedangkan Hafidz malah tersenyum sumringah melihat tingkah Bunga.


Berbeda dengan Indah dan Rendy tak banyak Obrolan, malah lebih cenderung suasana di mobil mereka sunyi.

__ADS_1


Tapi Indah kali ini berusaha membuka obrolan.


"Oh ya mas, mas Rendy ini dari mana asal nya??"


"masih dari Indonesia.. hehe"


"Indah pun tau, gak mungkin dari Turki kan...!"


"mas dari Malang....tapi tenang nasib mas gak malang kok, walaupun sempat terpikat dengan seseorang tapi ternyata sudah bersuami.. hehee" jawab nya receh


"haha... Bisa gitu ya, jauh juga ya..."


"eh tunggu suka sama wanita bersuami, gak ada rencana jadi pebinor kan...??"


"sempat...hahaha... ya gak lah.. kayak gak ada yang lain aja..,"


"ternyata mas lawak juga ya.."


"lagian wanita itu bukan wanita sembarangan, mana akan mungkin dia membagi cinta nya, hanya sekedar kekaguman aja saat pertama melihat, setelah tahu sudah bersuami ya gak mungkin lah.."


"oh ya Indah sendiri kenapa kaya ada yang beda, biasa agak nyolot, ini kok banyak diam??"


"nyolot gimana..??"


"iya.. awal kita jumpa beberapa kali kamu itu kan galak.. ni kok banyak diam, lagi patah hati ya..??"


"itu karna mas Rendy itu yang mulai..."


"kok saya ya yang salah ya..??trus soal patah hati beneran gak tuch...??"


" lagi belajar gak banyak bicara kaya Fatimah.. siapa tau dapat jodoh yang baik kaya kak Al... hehehe"


"Jadi diri sendiri aja..."


"bercanda kali mas... saya ya saya, Fatimah ya Fatimah...kami selalu jadi diri kami sendiri"


"kamu udah lama kenal sama Fatimah??"


"dari jaman kuliah..."


"oowhh..."


"kenapa kok kepo... jangan bilang wanita yang mas kagumi itu Fatimah??"


"uhuuk..uhuuk..." Rendy seakan tersedak mendengar penuturan Indah


"beneran...??" tanya Indah kepo karna keterkejutan Rendy sampai terbatuk-batuk


"Udah sampai tuch.. yok turun" ujar Rendy sembari menghentikan mobil nya d parkiran dan mengalihkan pertanyaan Indah


"bener ya...??"


"Bukan...ayok turun... tu mereka udah pada turun.."


"serius bukan Fatimah...??" tanya Indah dengan mata menciut


"Serius.. udah ayok..."


Mereka pun turun dan berjalan ke arah Alvian dan yang lain nya.

__ADS_1


__ADS_2