Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
pernikahan Hafidz Bunga


__ADS_3

Dua bulan berlalu kini adalah hari pernikahan Hafidz dan Bunga. Begitu kental adat Jawa, terdengar suara gamelan bergema.


Seluruh keluarga besar Sudah berkumpul.


Alhamdulillah semua proses Ijab Kabul berjalan Lancar...


Kata "SAH" begitu menggema


Kini kedua mempelai pun sedang sungkem kepada orang tua mereka. Air mata kebahagiaan tak bisa mereka hentikan, rasa haru, bahagia bercampur menjadi satu.


Selesai prosesi sungkeman, Kedua Raja dan Ratu semalam ini sudah duduk bersanding di pelaminan, Bunga dengan mengenakan gaun berwarna putih, dan Hafidz dengan setelan Jas Tuxedo...


Tamu seakan tak henti datang memberi selamat. Dan Kini waktu nya jam makan siang. Hafidz dan Bunga dengan gaya sombong nya, ingin menujukann bahwa Meraka adalah pasang halal...


Hafidz dan Bunga turun dari pelaminan, dan menggenggam tangan Bunga, mereka Melawati tamu yang ada, berjalan dengan angkuh menuju rombongan Alvian dan Fatimah.


Mau pamer kalau kini meraka juga pasangan halal...😄



Dimeja panjang itu banyak ada rombongan Alvian dan Fatimah sekeluarga, ada juga Indah dan juga beberapa kerabat lain, tak ketinggalan ternyata ada Rendy juga yang duduk nya agak berjauhan dengan Indah.


"Wah belagu ni orang..." Ujar Alvian yang melihat tingkah Hafidz yang kini menjadi adek ipar. kakak ipar apa adek ipar ya?? dia pun bingung mau di bawa kemana status hubungan mereka...😄😄😄 Gimana enak nya mereka aja deh, yang penting akur


"Kenapa..??" tanya Hafidz yang sudah berada di depan mereka sembari merangkul pinggang Bunga. Jujur Bunga sangat malu, Hafidz Bener-bener membuatnya tak berkutik. Mau menolak gak mungkin.


"sombong ya yang udah halal...." ledek Abi


"hahaha... Abi bisa aee....biar pada ngiri Bi dan segera mengakhiri kejomblo an nya, sekaligus mau pamer sama no adek ipar, kalau bukan dia aja yang bisa mesra"


"Siapa ni yang adek ipar??"tanya Alvian


"ya Lo lah Al..."


"Lo itu nikahin adek sepupu gue, Bunga..... jadi Lo yang adek ipar"


"Hellooo... Fatimah juga adek sepupu gue, jadi Lo yang adek ipar...." balas Hafidz

__ADS_1


"ini kenapa jadi rebutan siap adek ipar, siapa kakak ipar ya??" sahut ayah Alif


"Biarin aja lif... yang penting gak rebutan harta warisan..hehe" timpa Abi


"Tenang Al...nanti Lo gue kasih jatah warisan resto,. asal Lo jadi adek ipar....hahaha"


"udah...udah... laper ni enakan makan, Abi lapar.. makin lapar entar dengar perdebatan kalian,hehe" ujar Abi


Mereka pun makan bersama, candaan tak lepas dari mereka. Apalagi Hafidz perhatian Hafidz untuk Bunga, membuat Bunga tersipu malu.


Sore nya tamu sudah mulai bubar, Hafidz dan Bunga juga sudah berada di kamar. Keluarga besar Hafidz memilih hotel sebagai tempat menginap, karna keluarga besar Bunga pun cukup ramai.


Rasa canggung menyelimuti pasangan baru halal ini.


"Mas Hafidz kalau mau mandi, duluan aja" Ujar Bunga


"ya udah mas duluan ya"


"Ya Allah kenapa jadi Dag Dig Dig ini ni jantung, apa yang akan terjadi nanti malam" batin Bunga


"Hmmm...mas udah selesai"


"Ya udah Bunga mau mandi" balas Bunga dengan menunduk lalu kabur ke kamar mandi


Hafidz memilih duduk di sofa sambil menscroll Handphone nya, banyak chat masuk, dari rekan kerja dan juga teman2 Hafidz mereka mengucapkan Selama serta doa untuk Hafidz dan Bunga, bahkan ledekan pun ada


"Cie.... Status Jomblo udah luntur ya"


"Jauh aman Bro.. nanti di jogjakarta jangan lupa ya acara nya"


"Oh ya udah siap mental belum untuk malam ini?? perlu gue kirim jamu kuat...🤣🤣🤣"


"Dia mah dokter... gak butuh jamu kuat, dia mah udah suntik kuat sendiri..."


"Bapak gue jual obat kuat, mau pilih yang mana?? mau berapa ronde...🤣🤣🤣🤣🤣🤣"


"Ingat bro... rilex ya... jangan buru-buru..🤣"

__ADS_1


"Bro kalau istri Lo punya adek atau kakak perempuan kenalin ya ma gue...masih jomblo nich...Jiwa jomblo gue menjerit"


Kurang lebih seperti itulah isi chat grup nya teman-teman ku SMA


Hafidz malah terkekeh dengan chat yang masuk, dia tidak sadar Bunga sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju kimono, dengan rambut yang di gulung dengan handuk... menampakkan lehernya yang jenjang dan mulus.


Tak mau mengganggu, Bunga langsung menuju lemari pakaian an nya.


Cekrek...


pintu lemari terbuka, membuat Hafidz melihat ke arah sumber suara. Mata nya tertuju kepada seorang wanita yang sedang memakai baju kimono itu. Membuat nya menyunggingkan senyuman, sungguh pemandangan halal yang tak bisa di tolak.


Namanya juga halal mana bisa di tolak ya kan... Bunga tida sadar jika Hafidz tengah memperhatikan nya. dan saat terbalik Bunga begitu kaget, karna melihat Hafidz yang duduk dengan bersila di sofa, dengan tangan yang menyanggah kepala nya, dengan mata yang melihat nya Tampa berkedip, serta senyuman manis yang tak lepas dari bibir nya.


"iih mas ngapain lihatlah Bunga kayak gitu... kan malu" oceh Bunga


"Pemandangan indah dan Halal kenapa harus di lewatkan..." jawab nya menggoda


"Balik badan... Bunga mau ganti baju"


"Kalau mas gak mau..." sambil memainkan mata nya.


Bunga malah memanyunkan Bibir mendengar jawaban dari Hafidz. Bunga pun memilih lari kecil menuju kamar mandi untuk berganti pakaian nya. dan Itu membuat Hafidz terkekeh dengan tingkat Bunga yang malu-malu.


Bunga pun sudah memakai Piyaman, sudah rapi dengan rambut sebahu yang masih basah..Berusaha acuh dan langsung menuju meja rias untuk mengeringkan rambut nya.


Istiqomah dalam berhijab memang terbilang baru untuk Bunga, tapi bagaimana manapun satu kamar dengan seorang pria, ini adalah yang pertama, dengan sang lelaki yang tadi pagi dengan lantang mengucapkan ijab kabul, rasa canggung,malu, jantung berdebar sudah tak bisa di elak lagi.


Hafidz menghampiri Bunga.. dia teringat akan perkataan Alvian, jika wanita seorang wanita itu akan sangat merasa bahagia, saat pria yang dia sayangi itu memanjakan nya dari hak terkecil, seperti membantu menyisir rambut salah satu nya..Dan Hafidz ingin mempraktekkan itu semua.


"Sini mas bantu..."


"Bunga bisa kok mas..."


"Udah sini... gak boleh nolak loh"


Mendengar itu semua, Bunga pun menurut, memberikan sisir yang tadi di genggaman kepada Hafidz.

__ADS_1


__ADS_2