
"Assalamualaikum" salam Fatimah
"Waallaikumusallam"
"Maaf kalau kakak tiba2 datang gak ngabarin" lanjut Alvian
"ada keperluan apa ya kak?? sama Tante Syafitri??" tanya Fatimah canggung dan bingung juga
"Bunda gak ikut.. kak Al sendirian"
"Fa panggil Indah dulu ya, gak enak kalau cuma berdua"
"Fa.. KK tau Fa canggung dan gak biasa ngobrol berdua sama laki2 yang bukan mahram.. tapi ada yg mau KK bahas, cukup kita aja, Bisa?? sebentar aja.." mohon Alvian
"ok.. kakak mau bahas apa??" Jawab Fatimah sembari mengambil posisi duduk di depan Alvian
"Soal..." Alvian kembali terdiam bingung memulai dari mana
"Soal apa??" tanya Fatimah pura pura gak tau
"Fa udah dengar semua nya apa yg kak Al dan Hafidz bicarakan..." Alvian membuka pembahasan
"Kan Fa udah bilang kak, anggap Fa ga dengar" Jawab Fatimah datar tanpa berani menatap orang yang sedang mengajaknya bicara
"Fa... Kak Al sama sekali tidak ragu akan diri Fa.. kakak..."
"Kak sudah Fa bilang, Tinggal yg meragukan Mu.." Fatimah memotong kata2 Alvian
"Kak Al tidak meragukan Fatimah, tidak pernah" Alvian meyakinkan
"Kak...Kakak pernah dengar kisah Cinta Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra..???
Alvian terdiam..
"Ali dan Fatimah tak pernah sekali pun saling mengumbar perasaan. Mereka sama-sama menyimpan perasaannya dalam doa. Saling memantaskan diri agar menjadi pribadi yang mulia"
Alvian sesekali melihat ke arah Fatimah
"Betapa Allah menjaga perasaan Ali dan Fatimah. Meskipun beberapa kali perasaan mereka diuji, namun mereka tetap pasrah dan saling mendoakan"
Alvian masih menjadi pendengar setia
"Fatimah Az-Zahra adalah salah seorang putri Rasulullah. Ali bin Abi Thalib mulai jatuh cinta dengan Fatimah sejak sigap membalut luka Rasulullah setelah berperang"
"Sejak kejadian itu, Ali bertekad akan melamar Fatimah. Namun Ali tak pernah mengumbar perasaannya. Ali hanya menitipkan doa atas rasa cintanya"
__ADS_1
Kali ini dua pasang mata itu betemu, tapi Fatimah segera mungkin mengalihkan pandangan nya.
"Boleh Fa lanjut??"
"Ya...."
Sesekali Fatimah mengambil napas dan menghembuskan nya
"Huufftt..."
"Meskipun Ali adalah salah seorang sahabat Rasul yang begitu mulia, namun Ali masih merasa malu untuk melamar. Karena ia juga belum memiliki mahar untuk melamar Fatimah"
"Ketika sedang berusaha mengumpulkan modal untuk melamar Fatimah, tiba-tiba tersiar kabar bahwa sahabat Rasul yang lain ingin melamar Fatimah. Ia adalah Abu Bakar As-Shidiq"
"Namun, lamaran Abu Bakar ditolak oleh Fatimah. Dan betapa gembiranya Ali mendengar kabar tersebut"
Fatimah menghentikan ceritanya
"Lalu...??" tanya Alvian
"Masih mau dengan??" tanya Fatimah
Alvian memberi anggukan
"Tak lama kemudian, sahabat Rasul yang lain juga ingin kembali melamar Fatimah. Ia adalah Umar bin Khattab. Mendengar berita tersebut, Ali mulai merasa tak memiliki kesempatan"
"huuffft..." terdengar hembusan napas Alvian
"Sejak saat itu Ali, kembali mengurungkan niatnya. Ia pun bercerita kepada Abu Bakar. “Wahai Abu Bakar, Anda telah membuat hatiku goyah. Padahal sebelumnya sangat tenang. Anda telah mengingatkan sesuatu yang sudah kulupakan. Demi Allah SWT, aku memang menghendaki Fatimah, tetapi yang menjadi penghalang satu-satunya bagiku adalah karena aku tidak mempunyai apa-apa.”
Lagi dan lagi Alvian menghembuskan nafas nya..
"Mendengar hal tersebut, Abu Bakar pun berkata, “Wahai Ali, janganlah engkau berkata seperti itu. Bagi Allah SWT dan Rasul-Nya, dunia dan seisinya hanyalah ibarat debu-debu bertaburan belaka.”
"masih mau dengan Kak??"
lagi dan lagi anggukan sebagai jawaban nya
"Mendengar jawaban dari Abu Bakar, Ali seakan tersadar. Ia merasa mendapatkan semangat baru. Ali pun memberanikan diri untuk datang menemui Rasulullah"
"Sesampai dirumah Rasul, Ali ditanya perihal kedatangannya. Namun Ali tak berani menjawab. Rasul pun kembali mempertegas pertanyaanya, “ Apakah kedatanganmu untuk melamar Fatimah?”
Ali kemudian menjawab “ Iya.”
Beliau lantas mengatakan, " Apakah engkau memiliki suatu bekal mas kawin?." Dengan penuh ketulusan Ali pun menjawab, " Demi Allah, engkau sendiri mengetahui bagaimana keadaanku ya Rasulullah. Tak ada sesuatu tentang diriku yang tak engkau ketahui. Aku tidak memiliki apa-apa selain sebuah baju besi, sebilah pedang dan seekor unta."
__ADS_1
Kali ini Fatimah meneteskan Air mata
Tanpa sengaja Al melihat air mata itu juga
"Fa...."
Fatimah tak menjawab panggilan Alvian.
ia memulai lagi cerita nya
"Mendengar jawaban Ali, Rasulullah pun tersenyum lantas mengatakan, " Tentang pedangmu, engkau tetap memerlukannya untuk meneruskan perjuangan di jalan Allah. Dan untamu, engkau tetap memerlukannya untuk mengambil air bagi keluargamu juga bagi dirimu sendiri. Engkau tentunya memerlukannya untuk melakukan perjalanan jauh. Oleh karena itu, aku hendak menikahkanmu dengan mas kawin baju besi milikmu. Aku bahagia menerima barang itu darimu Ali. Engkau wajib bergembira sebab Allah lah sebenarnya yang Maha Tahu lebih dulu. Allah lah yang telah menikahkanmu di langit lebih dulu sebelum aku menikahkanmu di bumi." (HR. Ummu Salamah)
"Ali dan Fatimah sudah saling mencintai. Namun tak ada satu pun dari mereka yang mengumbar tentang perasaaanya. Mereka sama-sama saling mencintai dalam doa"
"Bagi Ali, butuh usaha bertahun-tahun untuk memantaskan diri. Agar ia pantas untuk Fatimah. Beberapa halangan juga sempat Ali lalui. Namun, Ali tak pernah menyerah untuk dapat melamar Fatimah."
"Begitupun Fatimah, ia mencintai Ali juga dalam doa. Bersama memantaskan diri. Sehingga kisah cinta mereka begitu mulia disisi Allah SWT"
Fatimah berusaha menyeka air mata nya
"itu kisah Cinta Ali dan Fatimah" lanjut Fatimah
"Allah maha tahu, tapi Fa manusia biasa, yang tidak bisa membaca apa isi hati manusia kak"
"Kak Al...hanya akan tau jawaban nya jika kakak berani mengutarakan nya"
"Fa bukan Fatimah Az-Zahra anak Rasulullah... Fa adalah Fatimah Azahra Surya putri dari Abi Aditya Surya Pranaja... Tapi satu impian Fa.. Fa ingin punya cinta seperti Ali yang mencintai Fatimah dalam doa nya" tegas Fatimah
"Fa masih ada kerjaan kak, Jika keperluan kak Al sudah selesai Fa pamit mau kembali ke Ruangan"
"huuffftt.... Fa..." terdengar suara Alvian yang begitu bergetar
"Aku tak akan bisa menjadi Ali bin Abi Thalib... Tapi satu hal.... Engkau Wanita ke dua yang nama nya selalu ku sebut dalam Doa setelah Bunda" Ucap Alvian dengan gejolak yang tak bisa di utarakan, air mata itu pun seakan ingin tumpah namun ia tahan
mendengar penuturan Alvian hati nya tidak karuan... air mata itu mengalir yampa di minta, ia tak ingin Al melihat itu,. walaupun Al mampu merasakan nya.
"Permisi kak.. Assalamualaikum" Fatimah memilih meninggalkan Alvian Tampa persetujuan tamu yang tak di undang nya itu
"Waallaikumusallam" Jawab Alvian sembari menatap punggung wanita yg membuat nya tak mampu berkata kata
Tanpa mereka sadari, banyak mata yang melihat dan ingin ikut nangis berjamaah mendengar kisah cinta Ali dan Fatimah
🌟🌟🌟🌟🌟
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen
__ADS_1
Jazaakumullah khairon ❤️