
"Ya Allah...kak Al kirim chat, bales gak ya??"
Fatimah akhirnya membalas chat Alvian
^^^"Waallaikumusallam" 21:15^^^
^^^"belum kak..Baru selesai ngobrol sama Abi dan Umma"^^^
^^^"HP Fa tinggal di kamar"^^^
^^^"kak Al udah pulang??"^^^
Alvian yang baru selesai dari ruang operasi pun membersihkan diri, lalu menyandarkan tubuh nya di kursi kerja nya.
Di lihat nya HP nya bergetar
"Fatimah...π" batin nya
"Baru keluar dari ruang operasi"
"Kak Al lemur, harus gantikan Hafidz, karna udah dua hari dia gantiin jam kerja KK"
"Ya Allah.. karna nemerin Fa, harus lembur, padahal baru pulang dari Bandung" batin nya
^^^"Karna Fa ya...?"^^^
"Gak.. kan kak Al sendiri yang mau nyusul Fa"
"Ya Udah Fa istirahat.."
"Sebentar lagi kak Al pulang"
^^^"ya Udah... Hati Hati"^^^
Melihat balas Fatimah yang menunjukkan perhatian kecil membuat nya berbunga bunga.
"Semoga Allah mudahkan segala urusan kita ya Fa.. aamiin" gerutu nya sembari menatap layar handphone nya yang berisi chat Fatimah
π
Tiga hari berlalu... Alvian disibukkan dengan Pekerja di RSH begitu pun Fatimah mengurus persediaan Stok produk.
karna dua pekan sebelum idul Fitri, semua produksi selesai, tinggal fokus ke pengiriman akhir.
Mereka hanya berkomunikasi lewat chat.
Tak banyak yg di bahas, sekedar pekerjaan dan hal biasa.
"Bu Fatimah" sapa Ikbal
"Mas Ikbal... sedang ambil paket ya?"
"ia Bu... gimana kabar nya Bu?"
"Alhamdulillah kabar nya.."
"Abi dan Umma...??"
"Alhamdulillah sehat semua?? mas Ikbal masih rutin ke pondok??"
"Alhamdulillah masih... in Syaa Allah sore ini berangkat"
"Assalamualaikum..." tiba ada salam yang terdengar, tapi Fatimah tidak mendengar, dia sedang di bagian kasih dan sedang ngobrol dengan Ikbal
"Pak Al, dan Bu Syafitri, cari Bu Fatimah??" sapa salah satu petugas
Alvian tak menjawab, karna dia fokus melihat Fatimah yang sedang ngobrol dengan Ikbal
__ADS_1
"ia.. Fatimah nya ada??" bunda yg menjawab
"Ada Bu biar saya panggil"
"gak perlu Laras, biar saya aja yg panggil" ujar Alvian diiringi langkah menuju keberadaan Fatimah yang sedang bersama Ikbal
"Fa...."
"Kak Al..."
"eh dokter Al...apa kabar??"
"Alhamdulillah baik ustadz.."
"Sepertinya lagi membahas hal seru.." lanjut Alvian
"Masalah kerjaan aja dok..." jawab Ikbal santai karna Ikbal memang belum tau soal Fatimah yang sudah di Khitbah oleh Alvian
"Fa ada bunda di lobby, kata nya tadi nelfon bunda mau bahas soal baju yang di pesan bunda" ujar Al dengan nada datar
"kak Al kenapa ya.. tadi kas di telfon happy aja, apa dia... ah sudah lah" batin Fatimah
"Oh ya kak,.. mas Ikbal saya tinggal kalau begitu, nanti langsung ke Arif saja ya"
"Ok ustadz Ikbal, saya ke lobby dulu"
Ikbal hanya menjawab dengan anggukan
"Bun..."
"Eh sayang.. sini.."
"Maaf lagi ada kerjaan, bunda mau ambil pesanan, sebentar Fa ambil ya.."
Fatimah beranjak menuju ruangannya.
Alvian pun sudah duduk di lobby
"Dokter Al...saya duluan..."
"silahkan ustadz...."
"Ustadz...???bukanya itu yg pernah datang di acara bunda nya Hafidz??"
"ia Bun..." jawab nya datar
"kamu kenapa Al, tadi begitu semangat, kenapa sekarang kok loyo??"
Alvian belum menjawab, Fatimah sudah datang
"Bun ini pesanan bunda....coba di cek, atau mau di testi..."
"coba bunda lihat ya...". Bunda Syafitri pun sudah melihat hasil gamis dan kok yang di pesan nya.
"Masyaallah...cantik banget, gak perlu di tes, bunda yakin pas"
"Oh ya ini yang buat Fa..."
"Kok buat Fa..??" tanya Fatimah heran
"Ia.. bunda memang pesan 1 untuk kamu, jadi Fa sama Al sudah ada baju Couple nya"
"Bunda gak tau kenapa, tapi bunda pengen aja, doa bunda Fa bisa jadi menantu bunda, jikapun tidak, anggap jadi kenangan aja" Bunda menjelaskan, sekarang tau apa yg sedang Alvian dan Fatimah bingungkan
Fatimah pun menerima nya.
cukup lama mereka berbincang, Alvian nampak berbeda hari ini
__ADS_1
"Bunda mau ke toilet dulu ya.."
Saat bunda ke toilet Fatimah memberanikan diri bertanya kepada Al
"Kak Al kenapa, kok agak aneh"
"Gak lah...biasa aja kok, mungkin lelah"
"Kak.. Fa itu hanya ngobrol hal biasa sama Ustadz Ikbal"
mendengar nama Ikbal, membuatnya menghembuskan nafas kasar
"huuffftt..."
"Kak... Fa tau batasan Fa.. Fa tau bagaimana harus bersikap.. kakak gak percaya sama Fa??"
"Fa.. kakak bukany-...."
"Bukanya gak kercaya sama Fa, tapi minder sama yang lain..." potong Fatimah
"ingat....Rendah Hati bukan rendah diri" lanjut Fatimah dengan senyum di balik cadar nya
"apa ini yang namanya cemburu"batin Fatimah melihat tingkah sang calon suami
Gak lama kemudian bunda datang dan mereka pun pulang, Fatimah juga pulang menuju rumah nya.
π
Ahad ini di ponpes
Pagi ini Fatih, Arafah dan Adam sedang berjemur di taman kecil depan kediaman.
"Assalamualaikum"
"Waallaikumusallam Bal...Gimana materi tadi malam??" Fatih malam ini tidak mengisi materi karna sedang kurang sehat dan di gantikan dengan Ikbal
"Alhamdulillah lancar...oh ya Ustadz pekan depan ada audisi Hafidz Quran untuk Ramadhan, rencana saya mau menyeleksi santri yang berpotensi" ujar nya dengan mode formal dari guru ke pimpinan pondok
"Saya percaya ke kamu Bal..."
"oh ya bal... ada yang saya bicarakan soal pribadi" lanjut Fatih
"Ada apa?? semua nya baik kan??"
"Alhamdulillah baik..., ini soal Fatimah"
"Fatimah...kenapa dengan Fatimah??"
"Pekan lalu Fatimah di Khitbah.." ujar nya sembari menatap Ikbal
Kaget sudah pasti , tapi Ikbal berusaha tenang.
"Alhamdulillah..βΊοΈ"
"Kamu....."
"Kaget pasti, tapi aku ikut bahagia, apa orang itu dokter Alvian..??"
"Kamu udah tau...??"
"Belum...tapi aku bisa lihat, dokter Alvian begitu menjaga Fatimah, hanya memang gak di nampak saja.."
"Ustadz Ikbal berhak mendapat wanita yang lebih baik.. Allah yang maha tahu yang terbaik untuk hamba nya, Fatimah bukan yg baik untuk ustadz Ikbal, tapi baik untuk Alvian, dan Allah pun pasti sudah menyiapkan wanita yg baik untuk Ustadz Ikbal.." ujar Arafah
"aamiin"
πππππ
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen
Jazaakumullah khairon β€οΈ