
"Aunty..."
"Ya sebentar dam... Aunty baru selesai sholat"
Selesai melipat mukena dan sajadah Fatimah pun membuka kan pintu untuk sang kakak dan keponakan
"makan yuk.. udah siap tu" ajak Arafah
"Adam sama Aunty ya..." sambil mengambil Adam dari gendongan sang kakak
"nanti Aunty susah loh makan nya.."
"gantian lah kak..." sambil mengarah ke sang kakak
"Aunty kangen banget ni sama Adam... ya kan sayang" sembari menggendong Adam dan sesekali mengajak sang keponakan berbincang
"oh ya kak, Adam masih Asi eksklusif kan??"
"Alhamdulillah Fa..."
Sesampai nya di meja makan sudah ada Fatih.
"Gak jadi keliling tadi ya Fa...??"
"Ia mas.. gak papa kan tadi kak Arafah memang ada pasien yg harus di tangani βΊοΈ"
"ia maaf ya Fa... In Syaa Allah besok ya.."
"siip..."
"ya udah makan aja dulu, mas masih ada kajian nanti bareng santri, pembelajaran Tafis yang kebetulan ada temen juga yang ngisi.. jadi selesai makan mas balik ke masjid"
Selesai aktifitas makan, Fatih pun kembali ke masjid pondok.
Arafah dan Fatimah menunaikan ibadah shalat isya di rumah..
Fatimah menyempatkan bermain dengan Adam sebelum Adam tidur.
"Gimana dek suasana di sini??"
"tentram kak... apalagi mendengan para santri bertilawah.."
"oh ya... klo pas mas Fatih kajian emang KK gak ikut..??
__ADS_1
"Dulu sering ikut juga dek.. tapi sejak Adam lahir udah jarang, karna kan usia Adam juga belum mendukung untuk KK bawa keluar malam2,. ya sekalipun masih di lingkungan pondok.." jawab Arafah
"gemes lihat tingkah lucu nya Adam.. KK sering sering lah ke rumah Abi..."
"Mas Fatih punya tanggung jawab besar dek... jadi pondok kan gak bisa di tinggal lama2.."
"Kamu kapan nikah dek??" tanya Arafah
"Kakak ku sayang...jangan tanya ke Fa Donk.. jodoh itu kan rahasia Allah.. dan emang KK mau mempertanyakan ketentuan Allah??"
"kamu ya, pinter jawab nya.." sambil mencubit pipi sang adik, dimana saat ini mereka melepas cadar, kan lagi di kamar dan gak ada Fatih juga
"Doain aja, di waktu yg tepat dan dengan orang yang tepat"
"kalau ni.. kalau ada yang datang melamar.. Sholeh, baik gimana??"
"Jika memang itu ketentuan Allah . akan adek terima.."
"langsung...??"
"istikharah Donk ukhti tersayang"
"eemm.. kamu sendiri udah ada yang Deket belum??"
"dikit...hehehe"
"oh ya kak.. dulu saat KK pertama kali bertatap dengan mas Fatih apa yg KK rasakan??"
"eiit... emang kamu mau berpandangan dengan siapa.. hayoo??"
"nanyak kak..."
"Gimana ya, KK pertama lihat mas Fatih itu, KK merasa nyaman, ada kelembutan dari tatapan nya.. gak bisa di gambarkan dek...ya KK merasa dia baik, dan dengan berjalan nya waktu, minta petunjuk sama Allah, Allah yakin kan hati KK menerima mas Fatih"
"petunjuk nya seperti apa??"
"KK pernah waktu dalam mimpi melihat sosok pria yang mirip mas Fatih, dan berjalan nya waktu KK merasa yakin"
"ih KK curiga sama kamu, emang ada yg lagi deketin kamu??" tanya Arafah curiga
"Gak ada kak.. ya pengen tau aja, jadi bisa belajar..hehehe"
"ya udah, udah malam, kami balik ke kamar gih, istirahat, besok KK ajak keliling pondok"
__ADS_1
"Ya udah Fa balik ke kamar ya"
Fatimah pun turun dari ranjang sang kakak, lalu beralih ke samping di mana Adam tidur
"Adam.. aunty mau balik ke kamar dulu ya,.. besok kita main lagi.. ok"
"ok aunty..." jawab Arafah mode Adam
π
Pagi hari di Ponpes
"Fa.. udah siap belum??" panggil Arafah dari luar kamar
"Udah kak..."sembari menuju di mana Arafah dan Adam berdiri
Arafah pun mengajak Fatimah berkeliling pondok, dan Fatimah yang menggendong Adam.
Saat mereka berkeliling, tidak sengaja Mereka bertemu dengan Fatih yang sedang berbincang dengan seseorang.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ustadza.." sapa seseorang itu yang sedang berbincang dengan sang suami
"Waallaikumsallam warahmatullahi wabarakatuh ustadz Ikbal..."
Fatimah masih sibuk dengan Adam di gendongan nya
"Gimana kajian tadi malam bah??" yang di maksud bah itu adalah Abah alias Fatih sang suami, Arafah memanggil Fatih saat di lingkungan pondok dengan panggilan Abah
"Alhamdulillah.. pembelajaran Tahsin berjalan lancar.. Ikbal yang menerangkan"
Ikbal Adalah sahabat karib dari Fatih.
Fasih dalam Al Qur'an, itu alasan Fatih meminta setiap akhir pekan untuk Ikbal menjadi guru Tahsin di ponpes milik Fatih
"Fa.. " panggil Arafah
" ia kak..." jawab nya sembari menuju ke arah suara yang memanggil nya
"Bal... kenalin ini adek ipar ku,, dan udah jelas adek kandung istri ku, Fatimah" ujar Fatih memperkenalkan Fatimah dengan Ikbal
"Fa.. ini Ikbal teman mas, dan sekaligus guru Tahsin di ponpes ini" lanjut Fatih
ππππππ
__ADS_1
Jangan Lupa Like, Vote dan Komen nya para pembaca yang baik hati β€οΈ