Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Kebenaran


__ADS_3

Abi menjelaskan kondisi Fatimah dan semua pun lega.


Alvian menghubungi Dr. Hendro, dan menjelaskan kondisi Fatimah.


Saat ini Dr. Hendro memang sedang tidak bertugas, sedang merayakan idul Fitri bersama keluarga


"Baik dok.. saya tunggu besok" Ujar Alvian mengakhiri panggilan telepon nya


"Gimana Al..??"


"besok Dr. Hendro datang Bi.."


"Al... kenapa tadi kamu malah mundur??" tanya bunda


"Bun...kondisi Fatimah belum stabil, gak bisa kita tiba-tiba langsung memberi tahu, Al gak papa kok.. melihat Fatimah sadar udah sangat membahagiakan"


"Ya Al benar.. saat ini kita belum tahu kondisi nya yang lebih pasti, jadi perlahan" ujar Abi sambil merangkul Bahu Abi


"Abi bangga sama kamu Al.." tambah Abi


1 Syawal, di bulan yang Fitri, hari dimana semua umat muslim merasakan suka cita..


Saling maaf memaafkan.


dan di hari ini pula Fatimah Azahra kembali membuka Mata, dengan perjuangan yang begitu berat.


Rasa syukur tak hentinya mereka ucapkan, 3 bulan lalu tangis itu adalah tangis kesedihan, bahkan beberapa menit yang lalu mereka kembali menangis, takut.


Tapi itulah kuasa Allah..


di detik berikutnya Allah dengan mudah merubah tangisan kesedihan itu menjadi tangis kebahagiaan.


Wallahu A'lam Bishawab


Jika Allah berkehendak yang mustahil bagi manusia, bisa Allah buat menjadi nyata.


Percaya Lah, apa yang Allah berikan itu semua baik untuk kita.


hanya kadang kita yang tidak mau menerima, merasa yang Allah beri itu tidak sesuai.


dan itu membuat diri ini kurang bersyukur.


🌟


Pagi ini Dr. Hendro sudah ada ruang Fatimah


Fatimah juga sudah nampak lebih ada tenaga di banding kemaren


Ada Abi,Umma dan juga Arafah.


Alvian memilih menunggu di ruang tunggu, tapi masih di dalam ruangan Fatimah


"Assalamualaikum.. gimana kabar nya hari ini"


"Waallaikumusallam.. Alhamdulillah dok.."


"Saya sudah dengar kemarin dari pak Al.. UPS maksud saya pak Aditya, Apa masih pusing??" hampir aja keceplosan


"Sedikit.."


"saya mau tanya beberapa hal, tolong di jawab ya.."


"Siapa nama panjang ibu??"


"Fatimah Azahra Surya"


"Ini..." sambil menujuk Abi


"Abi.."


"ini.." sambil menujuk Umma


"Umma.."


"dan ini..." sambil menunggu Arafah

__ADS_1


"Kak Arafah..."


"Masyaallah... Dr. Aditya ini benar-benar suatu mukjizat Allah..."


"Ia dok Alhamdulillah.."


"Bu Fatimah ada yg di rasakan sakit di bagia. mana??"


"Pusing dok.."


"Gak papa.. itu biasa, untuk saat ini memang akan sering pusing, yang terpenting jangan terlalu berfikir yang berat-berat bahkan sampai stres ya...harus rileks"


"ok.. nanti bisa ambil resep di apotek, dan Dr. Aditya, nanti kita akan lakukan CT Scan yang terbaru, untuk melihat perkembangan nya"


Dr. Hendro pun pamit untuk keluar, dan saat di ruang tunggu, Dr. Hendro menceritakan kondisi Fatimah


"Alhamdulillah dok..."


"ini buah kesabaran Dr. Alvian.."


"kenapa tidak menemuinya??"


"Gak papa dok.. belum saat nya, biarkan semua stabil dulu"


Ternyata Fatimah tau Dr. Hendro sedang berbincang dengan seseorang dan orang itu adalah Alvian


"buah kesabaran??" batin Fatimah


🌟


3 hari berlalu, Alvian masih dengan mengamati kesehatan Fatimah dari jauh


Tapi ternyata Fatimah menyadari semua itu.


"Fa... makan dulu ya sayang"


Umma pun menyuapinya.


"Umma... boleh Fa tanya??"


"Apa sayang...??"


"Kamu tau nak.. sekarang adalah idul Fitri..??"


"idul Fitri...???"


"Ia..."


"Jadi Fa koma selama....."


"kurang lebih 3 bulan.." jawab Umma


"Tiga bulan Umma?? Berarti Fa udah buat Umma dan semua begitu khawatir...."


"Ada seseorang yang lebih khawatir, yang lebih lelah..."


Fatimah mengerutkan dahinya


"Sekarang Umma mau tanya, yang Fa rasakan saat koma??"


"Fa gak tau Umma....Tapi Fa merasa ada yang selalu mendampingi Fa.."


"Kadang Fa seakan mendengar ada yang mengaji di samping Fa... dan yang setia menemani Fa.. tapi setiap Fa coba untuk meraih orang tersebut, Fa coba untuk melihat orang tersebut Fa gak bisa Umma, malah seakan dia menjauh.."


"Kamu merasa semua itu??"


"ia Umma..."


"dan yang terakhir Fa rasakan, ada seseorang yang berusaha keras menarik FA untuk datang... memohon pada Fa untuk jangan pergi.. tapi Fa gak tau itu siapa, tapi Fa merasa suar itu tidak Asing"


"Umma apa yang terjadi saat Fa koma selama itu??"


Umma tersenyum, karna Abi memang cerita bagaimana saat Al memohon kepada Fatimah untuk tidak meninggalkan nya.


Alvian mengungkap isi hati nya

__ADS_1


"Kamu udah siap mendengar nya??"


"In Syaa Allah Fa siap.."


"Tapi Umma ada hal aneh yang sampai saat ini Fa gak paham..."


"apa sayang..??"


"Fa ngerasa begitu nyaman saat melihat kak Al.. bahkan Fa berkali kali melihat dan menatap nya, Umma Fa udah dosa, Fa udah memandang nya lebih dari batas.. Fa udah coba alihkan, tapi Fa gak tahu, sulit Umma"


Umma yang mendengar perasan sang putri itu lagi lagi tersenyum bahagia.


Ikatan... ya ikatan yang dalam yang mereka rasakan, sekalian belum pernah diutarakan.


Umma mengambil sebuah Handphone dari dalam laci nakas


Di scroll nya pada galeri dan Umma memilih memutar suatu video


"Umma mau tunjukkan sesuatu, tapi Umma tanya sesuatu dulu.."


"Apa Umma..??"


"Fa...jika Alvian menikahi mu, apa kamu benar-benar siap.."


"Umma... Fa sudah menerima Khitbah kak Al.. jauh sebelum ini terjadi.. lalu apa yang memuat Fa tidak siap.. tapi...."


"Tapi apa??"


"Tapi itu dulu Umma,. sebelum Fa terbaring,. Dan bahkan Fa sudah Melawati 3 Bulan terbaring, dan saat ini pun Fa belum tahu kondisi kesehatan Fa seperti Apa, untuk menggerakkan kaki saja Fa bekum mampu"


"Tapi kamu bersedia kan??"


"Sekarang pertanyaan itu seharusnya Umma tanya ke kak Al... apa masih mau menikah Fa dalam kondisi seperti ini??"


"Jika Al bersedia...??"


Fatimah hanya menunduk kepala nya.


dan Umma mengangkat dagu Fatimah, di sejajarkan Mata Fatimah dan mata Umma.


Umma tersenyum penuh kebahagiaan.


saat ini mereka sedang tidak menggunakan cadar


"Lihat Umma....Al pasti bersedia" jawab Umma meyakinkan kan


"Dan Coba kamu lihat ini..."


Umma memberikan Handphone yang dimana Ada suatu video yang sedang Umma putar


Fatimah melihat dengan sangat fokus.


Terdengar dengan jelas


"Bismillahirrahmanirrahim... Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Alvian Dharmawan bin Bayu Dharmawan dengan anak saya yang bernama Fatimah Azahra Surya dengan maskawin berupa Emas, Tunai.”


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Fatimah Azahra Surya binti Aditya Surya Pranaja dengan maskawinnya yang tersebut, tunai.”


"Bagaimana saksi..??"


"Sah..."


"Sah..."


Air mata itu mengalir ada rasa tidak percaya


Fatimah mem pause video tersebut dan mengalihkan pandangannya ke Umma


"Umma... Kak Al...??" tanya Fatimah belum sepenuhnya percaya dengan gemetar dan air mata yang terus mengalir


Umma menangkup wajah Fatimah, di tatapnya mata yang masih menetes air mata.


Dan Umma Mengangguk kepala, menjawab semua pertanyaan sang putri dengan Anggukan penuh keyakinan.


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen


Jazaakumullah khairon ❤️


__ADS_2