
"kok malam ketawa sih... kemana tempat impian istri Hubbiy ini..??" tanya Alvian dan kini posisi mereka sudah berada di sofa dengan posisi Fatimah yang bergelendotan manja.
"Turki...?? kayak di film yang berjudul Layangan Nyangkut...š¤ Cappadocia...!!"
Bukan Layangan Nyangkut Thor... Layangan Nyunsep...š¤š¤
"iih emang ada film Layangan nyangkut...??"
"ada tuh... lagi viral.."
"Gak pernah nonton..."
author yang nanton, Fatimah mah kagak š
"ya udah gak perlu nonton, kita langsung aja kesana..." ajak Alvian, bukan ke puncak tapi ke Cappadocia ngajak nya, (author kapan ya di ajak kesana..)
"Dari dulu ada satu tempat yang mau Fa datangi, bareng sama Kak Arafah juga sebenarnya"
"kemana??"
"Tarim..."
"Tarim...?? kenapa ke Tarim??"
"Dulu tuh Fa sama kak Arafah punya impian bisa menimba ilmu di sana.."
"Tarim adalah sebuah kota bersejarah di Yaman, Kota ini dianggap sebagai salah satu negeri yang paling diberkahi karena merupakan pusat berkumpulnya wali-wali Allah"
"Keistimewaan lain dari kota ini adalah terdapatnya banyak masjid, jumlahnya mencapai 360 buah, sesuai dengan jumlah hari dalam 1 tahun. Tarim juga dikenal sebagai pusat menuntut ilmu para alim ulama"
Alvian mengangguk anggukan kepala mendengar penjelasan Fatimah
"Fa dan kak Arafah ingin menimba ilmu di kota nya alim ulama, kota yang penuh kemuliaan bahkan di mata Rasulullah,dan kami juga ingin belajar seperti wanita Tarim"
"Kenapa dengan wanita Tarim??"
"Wanita Tarim memiliki banyak keistimewaan, Aurat mereka terjaga dalam balutan jubah-jubah berwarna hitam gelap. Selain tidak melihat laki-laki asing, mereka juga jarang dilihat laki-laki lain kecuali mahromnya"
"Tak bermaksud memuji secara berlebihan, karena Dzat yang layak dipuji ialah Allah 'Azza wa Jalla. Perempuan Tarim memang bukan sembarang wanita, karena sejak kecil mereka terdidik dalam buaian ilmu, akhlak mulia, rasa malu, serta kehormatan. Mereka benar-benar menjaga kehormatan dan hari-harinya adalah ibadah"
"Trus kenapa bisa gagal kesana..??"
"hmm... bukan gagal, mungkin belum waktu nya, semua tidak lepas dari ketentuan Allah.. Qadarullah... Kak Arafah Alhamdulillahi sudah bertemu jodoh nya, dan Fa juga ada hal lain yang harus diselesaikan, ya jika Fa belum bisa kesana, semoga Anak-anak kita nanti bisa menimba ilmu di sana"
Alvian menghembuskan nafasnya lalu mengelus rambut Fatimah, "In Syaa Allah nanti Allah mudahkan"
"aamiin..."
__ADS_1
tiba-tiba pintu ada yang mengetuk
tok...tok...tok...
"Alvian, Fatimah....kalian gak kenapa napa kan??" Suara Bunda terdengar di balik pintu
"Seperti nya heran kita gak turun-turun" ujar Alvian lalu beranjak membuka pintu
pintu pun terbuka.."kalian kenapa gak turun??'
"masuk Bun..." ajak Alvian
"Fa gak Kenapa-napa kan??"
"Fa ok Bun....lagi males aja mau keluar.."
"efek lelah mungkin ya...mau Bunda buatan sesuatu..??"
"Ga usah Bun... lagi belum pengen, masih kenyang sama sarapan tadi.."
"ya udah.. nanti kalau butuh sesuatu atau pengen sesuatu kasih tau bunda, bunda turun dulu ya" ujar Bunda sambil mengelus tangan Fatimah dengan sayangnya
Fatimah mengagukan kepala.
*
*
*
Cukup lama Hafidz menunggu di depan pintu masuk RSH, dan saat Mobil sang Ayah sampai, dimana Bunga sudah pasti bersama mereka, Hafidz langsung mendorong kursi roda mendekati mobil.
Saat Bunga Turun pun langsung di angkat oleh Hafidz untuk duduk di kursi roda. dan Hafidz langsung membawa Bunga untuk di periksa, nampak ekspresi Bunga yang menahan sakit, Sehingga Hafidz enggan untuk bertanya.
"Sabar ya.." ujar nya sambil terus mendorong kursi roda menuju ruangan SpOG.
Karna darurat dan Hafidz juga sudah membuat janji, jadi Hafidz langsung masuk keruangan. sampai di dalam ruangan Bunga langsung di baringkan di ranjang pemeriksaan.
Dr.Melani langsung memeriksa, dan untuk lebih jelas langsung di USG..
"Gimana dok...??" tanya Hafidz khawatir
"Usia kandungan Bu Bunga menginjak 32 Minggu, yang di alami Bu Bunga ini adalah kontraksi palsu"
"kontraksi palsu, bahaya gak dok..??"
"Kontraksi palsu sering juga disebut dengan bahasa medisnya yaitu Braxton Hicks. Umumnya, kondisi ini mulai dirasakan sang ibu sejak usia kehamilan 30 minggu dan akan semakin sering dirasakan menjelang hari persalinan yang semakin dekat"
__ADS_1
"Kondisi ini normal kok Ma, jadi nggak perlu khawatir. menandakan baby nya aktif"
"Bu Bunga harus rileks ya... ini biasa terjadi, jangan cemas... dan saya sarankan di stimester 3 ini,buat Bu Bunga rileks ya dok, salah satu nya dengan se*ks"
"Maksud nya dok...??" tanya Hafidz sedikit bingung
"Dr. Hafidz ini gimana sich, masa dokter gak paham..." ujar Dr. Melani dengan sedikit candaan
"Se*ksĀ mendekatiĀ tanggalĀ persalinanĀ memberik-anĀ manfaatĀ yang sama seperti yang diberikannya selama masa kehamilan. Aktivitas seksual tersebut membantu ibu hamil merasa lebih rileks, meningkatkan kualitas tidur, bahkan meredakan beberapa ketidaknyamanan akibat kehamilan untuk sementara waktu"
Mendengar penjelasan sang dokter membuat Hafidz garuk-garuk kepala.
"tapi ingat lakukan dengan posisi yang aman dan nyaman untuk sang ibu, karna kadang di stimester 3 ini sang ibu biasa kurang mood untuk melakukan nya" tambah Dr. Melani
"Gimana Bu, masih terasa kontrak nya??"
"Sudah gak dok..."
"Alhamdulillah.. nanti saya beri Vitamin, dan ingat harus rileks, kurangi olahraga berat, atau mengangkat benda berat, apalagi stress, biasa itu juga pemicu, apalagi ini kehamilan pertama"
Setelah selesai konsultasi, mereka pun langsung keluar menuju apotik untuk menebus vitamin, Ayah dan Bunda pun mengikuti mereka, Hafidz menjalankan kondisi Bunga sembari berjalan Menuju apotik.
"iya mungkin tadi Bunga terlalu khawatir, Jadi membuat kontraksi nya agak lama, rilex ya sayang" ujar Bunda
Bunga mengagukan kepala sembari tersenyum
"Maaf ya Bun, udah buat khawatir..."
"gak papa... ada yang gak nyaman memang harus bilang, biar kita tahu"
Selesai dengan urusan apotik, Hafidz pun mengantar Bunga ke mobil
"mas belum bisa pulang, Masih ada yang harus mas cek, dan Alvian juga gak lagi di RSH"
Bunga mengangguk faham.
"Loh Alvian kenapa...??"
"bawaan bayi kali ya, Fatimah tiba-tiba gak mau di tinggal"
"Ya sudah.. Bunga aman kok sama Bunda dan Ayah...kamu fokus saja di sini"
Setelah mengangkat Bunga kedalam mobil, menge-cup kening dan perut Bunga.
"utun ayah.. baik-baik ya.."'
"iya yah..." Bunga yang menjawab mewakili sang Utun
__ADS_1
Mobil Ayah pun melaju meninggalkan RSH, Setelah mobil tak tampak, Hafidz pun kembali ke ruangan nya, meminta laporan pasien.
Sebagai Dr. Jantung bisa di bilang rutinitas harian tidak terlalu padat seperti poly Umum, hanya saja Mereka di Poly jantung memang harus extra, apalagi saat Operasi, mereka bisa memakan waktu berjam-jam. dan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan.