Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Alvian dan Ikbal


__ADS_3

Fatimah menunduk kan kepala tanda dia memperkenalkan diri sembari menyebut nama nya "Fatimah..."


"Ikbal..." di balas oleh Ikbal sembari menangkupkan ke dua tangan di dada


"Kalau tidak salah Ini Bu Fatimah pemilik Butik kan??" sambut Ikbal


"Kok kamu tau Bal...??" tanya Fatih heran


"Kalau tidak salah kenal, dan kebetulan butik itu langganan expedisi Tempak aku kerja"


"Masyaallah... maaf saya gak begitu faham, Kebetulan untuk pengiriman ada yg mengurusnya" jawab Fatimah


"ya sudah ngobrol nya jangan di sini, di lanjut di rumah aja Bah, gak enak di lihat para santri, dan Umi juga mau lanjut ajak Fatimah berkeliling"


Arafah seakan tau sang adik tidak nyaman bila harus berbincang di luar dimana ini adalah tempat orang menuntut ilmu.


Fatih pun meng ia kan kata kata sang istri, Fatih dan Ikbal lanjut ke kelas masing masih, Arafah dan Fatimah lanjut berkeliling.


Cukup lama mereka berkeliling, dan Adam pun tertidur, jadi mereka memutuskan untuk kembali ke kediaman.


Fatimah meletakan Adam ke ayunan biasa dia tidur.


"Fa.... ustadz Ikbal itu adalah laki laki yang mandiri, in Syaa Allah Sholeh"


"kenapa kakak jadi bahas ustadz Ikbal??"


"Jujur ya, mas kamu tu pernah ngebahas soal Ikbal ke kakak, dan dia merasa Ikbal laki2 yang baik dan cocok untuk kamu, hanya saja mas Fatih gak berani bilang, karna klo dari segi ekonomi, Ikbal termasuk sederhana"


"tapi klo dari sudut pandang akhlak, prilakunya, kepribadian, mas Fatih sangat mendukung"


"Kak... aku baru aja kenal, dan tiba2 KK ngebahas yang beginian??"


"ya kan..."


"kak.. biarkan berjalan sesuai ketentuan Nya ya..."


"Melihat tutur kata, dan sikap nya Fa yakin kok klo dia baik, guru ngaji lagi, soal harta, apa pernah Fa menilai seseorang dari harta??"


"ia KK sangat paham dan mengerti kamu kok dek..." jawab Arafah sembari mengelus punggung sang adik, ada rasa bersalah tiba2 membahas Ikbal yg apalagi baru dia perkenalkan beberapa jam yang lalu


🌟

__ADS_1


"Jadi kami udah kenal??"


"lebih tepat nya bukan kenal, tapi tau, dan baru tau beberapa hari yang lalu pas ke butik"


"In Syaa Allah Sholeha... aku dukung kalau kamu bisa menikah dengannya"


"Awal aku melihatnya jujur ya, aku ingin mengenal nya, tapi aku sadar siapa aku"


"Jangan mundur sebelum perang..."


"tapi aku bener bener minder.."


"Dia bukan sosok gadis yang memandang seseorang dari harta.."


"hmmm...."


"kok hmmm.....klo niat kamu baik, coba utarakan"


"gak segampang itu Fatih..."


"bismillah..."


🌟


kali ini saat Fatimah ke pondok, Abi coba menceritakan semua kejadian yg terjadi di antara Alvian dan Fatimah kepada Umma..


bahkan Abi juga bercerita soal saran nya kepada Alvian untuk menghalalkan Fatimah.


"Jadi itu yang buat putri Umma dari kemaren aneh bi..???"


"kurang lebih seperti itu Ma..."


"kalau penilaian Abi soal Alvian gimana??"


"4th Abi mengenal nya, di tambah 2 th ini dia sering berinteraksi dengan Abi, Abi merasa dia laki2 baik, bertanggung jawab, dan Sholeh, tapi ukuran kesolehan seseorang Allah yg maha tau"


"Yang Abi salut dari dia, dia selalu merasa rendah, dia merasa masih banyak hal yang harus dia perbaiki, pelajari"


"Jika.. ada yang seperti Fatih, seorang Ustadz yang Sholeh, melamar Fatimah gimana??"


"ya bagus... tapi kan tetap keputusan di tangan Fatimah dan pastikan gak lepas dari Allah" jawab Abi santai

__ADS_1


"ya.. sejauh ini Umma lihat Alvian sangat sopan,cerdas,baik pasti nya"


"Kita doakan saja yang terbaik untuk putri putri kita..."


"Umma..."


"Kenapa bi..."


"Kita dari tadi bahas jodoh anak, gimana klo malam ini kita bahas kita dulu.."


"maksud Abi...??" tanya Umma penuh selidik


"hehehe... mengenang masa muda kita, honeymoon.." goda Abi


"Abi... ingat umur??"


"Loh umur Abi kenapa?? Abi masih muda ya.."


"Abi...."


"Umma...."


" ih genit... ingat sama cucu"


"gak ada hubungannya sama cucu.."


Umma berusaha menjauh dari Abi, tapi ternyata Umma kalah, Abi lebih dulu menarik gamis sang istri tercinta, dan itu membuat Umma jatuh ke pelukan sang suami.


Abi menghujani Umma dengan ke-cupan ke-cupan kecil di wajah nya.


Keromantisan tak pernah luntur, malah semakin romantis, kadang rada sok malu malu.


Abi mem belai rambut panjang Umma dengan lembut, mereka habiskan malam penuh cinta.


Ya yang nama nya dalam rumah tangga, dalam pernikahan, cinta itu tak boleh surut terbawa usia.. harus tetap menjaga nya.


itulah yang Abi dan Umma lakukan,


saat mereka beda pendatang, mereka akan membicarakan nya Tampa di lihat anak2..


tapi saat mereka menunjukkan kasih sayang mereka, mereka akan perlihatkan, agar mereka bisa mencontoh bahwa ke dua orang tua nya saling menjaga, menyayangi, menghargai

__ADS_1


🌟🌟🌟🌟


Yuk...yuk..yuk author tunggu ya Like, Vote dan Komen nya❤️


__ADS_2