
Fatimah kembali duduk di kursi kerja nya.
Ditutup wajah nya dengan ke dua telapak tangan nya, dengan posisi tangan di atas meja.
Entah apa yang ada dalam pikiran nya, tapi yang tidak bisa ia tahan adalah air mata yg mengalir Tampa seizin nya.
Alvian pun sudah ada di dalam mobil nya.
menyandarkan tubuhnya di kursi mobil, sesekali mengusap wajah nya kasar.
Indah yang di luar ruangan terheran-heran melihat situasi butik seakan mencekam.
karna dia memang tidak menyaksikan apa yg baru terjadi beberapa menit lalu.
"Kok pada sendu??"
"Ia ni...kita lagi sedih berjamaah" jawab Nisa
"aneh kalian..." sambil menuju ruangan Fatimah
Saat membuka pintu Fatimah masih dengan posisi menutup wajah..
"Fa.. kenapa??"
Fatimah menghapus air mata nya.
"Gak papa..."
"Mu nangis...?? kenapa sich?? Dokter Al..???"
"Ndah... Fa pulang duluan ya, titip butik" Fatimah berlalu Tampa menjawab pertanyaan Indah
Ternyata Alvian belum keluar dari lingkungan butik, Alvian melihat Fatimah keluar butik lalu melajukan mobilnya.
Alvian yang melihat pun mengikuti kemana Fatimah melajukan mobilnya.
Ternyata Fatimah berhenti di sebuah masjid.
Selain sebentar lagi memang akan masuk waktu sholat Ashar.
Fatimah menuju tempat wudhu Akhwat dan Al pun menuju tempat wudhu Ikhwat
Fatimah duduk di barisan saf akhwat, Al di saf Ikhwat.. tidak jauh dari posisi Fatimah duduk di satu ruangan yang sama tapi ada pembatas antar tempat akhwat dan Ikhwat.
karna memang saf itu untuk akhwat, Fatimah pun membuka cadar nya.
di ambil nya Al Qur'an kecil yang tak pernah ia tinggalkan di dalam tas nya.
Di lantunkan nya Ayat demi ayat suci Allah..
jika dulu di pesawat Fatimah tidak mengeluarkan suara nya.
berbeda dengan hari ini, Di lantunkan nya dengan suara yg begitu merdu, dan tanpa ia ketahui ada Alvian yang mendengar nya dengan khusuk.
Suara yg begitu merdu.. jika lomba nyanyi udah pasti juara satu..🤭
Saat dia sedang melantunkan Ayat demi Ayat.
tiba tiba ada anak kecil yang menghampiri nya
__ADS_1
"Ma..Ma...Kakak cantik ngaji nya bagus suara nya" ucap nya polos
Mendengar celoteh receh gadis kecil itu, Fatimah pun mengakhiri Tilawah nya
"Shodaqallahul Adzim"
"Kok berhenti Kakak cantik..?"
"Sebentar lagi adzan tu cantik" jawab Fatimah
"Kakak kok cantik, suara nya juga cantik"
Sang Mama geleng2 mendengar celoteh sang anak
"maaf ya anak nya ceriwis..."
"Hari ini ceriwis.. sebentar lagi bisa melantunkan ayat Allah dengan lantang.. ya kan??"
"adik juga cantik, nama nya siapa??"
"nama aku azura..."
"Masyaallah.. cantik kaya wajah nya.."
"nama kakak...??"
"nama kakak.... Fatimah Azahra..."
"nama kakak juga lebih cantik, kata Mama itu nama Putri Rasulullah..."
Fatimah tersenyum sumringah mendengar celoteh azura
"ia sayang..."
"Apa putri Rasulullah juga secantik Kak Fatimah ini...??"
Sang Mama dan Fatimah pun tertawa kecil mendengar pertanyaan azura..
"hmm.. Mama gak tau, yang pasti putri Rasulullah ada salah 1 dari 4 wanita yang di jamin masuk surga"
"kecantikan putri Rasulullah itu tak hanya jasmaninya saja, kecantikan Ruhaninya melintasi batas hingga langit ketujuh, jadi Kakak Fatimah tak akan bisa mengalahkan Fatimah putri Rasulullah" Ujar Fatimah
Tampa mereka sadari obrolan itu di dengar oleh Alvian..
Alvian pun menyunggingkan senyum lebar nya.
Dan Fatimah juga seakan lupa ada hal yang sedang mengganggu nya saat ini
Sholat Ashar pun selesai mereka laksanakan.
Saat Akan menuju parkiran Fatimah melihat Azura dan sang bunda sedang menunggu seseorang, dan menghampiri nya
"Azura lagi nungguin siapa??"
"ini kakak cantik ya...?"
"ia sayang..."
Azura bingung karna kan Fatimah sudah memakai cadar, tapi dia tau itu suara Fatimah
__ADS_1
"Nunggu Papa lagi di dalam..."
"ya udah kakak duluan ya... Assalamualaikum"
"Waallaikumusallam..."
"Kakak Canti... kapan2 ajarin Azura ngaji ya.." teriak Azura tiba tiba
"In Syaa Allah nanti kapan-kapan kita jumpaan lagi ya disini.." jawab Fatimah
Tanpa Fatimah sadari semua aktivitas nya di saksikan oleh Alvian.
Fatimah pun pulang menuju rumah nya, begitu pun Alvian..
rumah mereka beda Arah..
🌟
Di dalam kamar Alvian duduk di meja kerja dimana biasa ia membuka lembar demi lembar file pasien.
Dibuka nya laci yang selalu ia kunci.
Di dalam laci itu ada kotak berwana silver.
Dibuka nya kotak itu. kotak yang berisi cincin berwarna silvel, dimana ada Belian kecil sebagai hiasannya.
Cukup sederhana, Simpel tapi begitu berarti untuk Alvian..
Cincin itu sudah lama ada di laci itu, Ia membeli nya saat sedang berada Australia dua tahun lalu, sebelum ia memutuskan gabung di RSH.
Entah apa yang ada pikiran nya saat itu..
niat ingin membelikan gelang untuk sang bunda, tapi saat memilih gelang untuk sang bunda, mata nya tiba tiba tertarik dengan cincin silvel berhias berlian kecil mungil.
Tanpa pikir panjang Alvian pun memutuskan untuk membeli cincin itu.
Entah untuk siapa nanti ia akan berikan.
Tapi Cincin itu sungguh telah memenangkan hati nya.
Di putar putar nya cincin itu di jari telunjuk kiri nya.
"Fa... apakah Cincin ini Allah peruntukan untuk Mu??"
"Fa.. apa ini sudah waktu nya??"
"Mampukan Aku mencintaimu mu sebagaimana Ali mencintai Fatimah??"
"Mampukan Aku berjuang untuk menghalalkan Mu...?? sebagai Ali berjuanglah untuk menghalalkan Mu"
"Pastaskah diri ini Fa...??"
Alvian lagi dan Lagi menatap Cincin itu.
🌟🌟🌟🌟🌟
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen
Jazaakumullah khairon ❤️
__ADS_1