Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
wanita hebat


__ADS_3

"Umma minta tolong, jangan bahas soal anak di depan Fatimah"


"Emang nya kenapa Umma, Bukankah itu pertanyaan yang biasa untuk seorang yang sudah berumah tangga" balas Fatih


"Apakah harus setiap pernikahan selalu itu yang jadi bahan pertanyaan?? ingat Anak itu rezeki, amanah dari Allah, kita tidak tau kapan Allah akan berikan, bersyukur untuk yang cepat memperoleh, tapi bukan berarti berkah bertanya kepada mereka yang belum mendapatkan nya"


"Umma sabar..." Abi menenangkan


"Umma apa yang terjadi sama Fatimah, apa ini ada hubungannya dengan kecelakaan nya??" tanya Arafah


"Mau berhubungan dengan keadaannya ataupun tidak, kita tidak berhak bertanya,. karna kita tidak pernah tau seberapa kuat nya mereka sedang berusaha..kepada siapapun itu, kita tidak berhak bertanya, karna Anak itu akan ada hanya dengan izin Allah"


"Umma tenang.." lagi-lagi Abi menenangkan


"Abiiii...baru tadi siang kita berusaha merajut hati nya... Biii , Umma pernah ada di posisi Fatimah Bi, Umma tahu rasa nya di tanya seperti itu, seakan lama memiliki anak adalah kami para perempuan yang menginginkan,. sudah lah Umma mau ke atas" Ujar Umma lalu berlalu pergi


"Bi sebenarnya apa yang terjadi, Fatih tidak ada maksud"


"Abi tau kamu tidak ada maksud menyinggung adik Mu, tapi kamu pasti lebih paham, anak adalah amanah, dan itu datang langsung dari Allah.. kepada siapapun orangnya, jangan pernah mempertanyakan itu, sama hal nya akan kematian, Allah yang mengetahui nya.." ujar Abi


"Bi... baru kali itu Umma marah seperti itu.." ujar Arafah sendu


"Nak.. saat seorang ibu merasakan sakit, dia akan mampu menahan, tapi saat Sang anak yang merasakan sakit, dia akan rela menggantikan posisi itu.... Umma pernah berada di posisi Fatimah, tapi Umma tidak pernah marah, tapi di saat apa yang Umma rasakan dulu di rasakan anak nya, dia lebih terluka dari siapapun"


"Istirahat, in Syaa Allah besok semua sudah kembali seperti biasa, biarkan mereka memenangkan diri mereka,. dan ingat, tolong jangan bahas masalah ini lagi ya, Abi ke atas duluan, kalian juga istirahat"


Abi pun menyusul Umma.


Fatih, Arafah dan Adam juga menuju kamar mereka.


"Mas gak bermaksud..mas tadi bahagia melihat mereka menggendong Adam, makanya mas buka pembicaraan itu" ujar Fatih sambil berjalan menuju Kamar


Arafah hanya diam.. bertanya di dalam hati tentang kondisi sang adik


"Fa, kamu kenapa dek??" batin nya


Dikamar Abi dan Umma


Umma sedang bersandar di atas ranjang, Abi pun mendekati Umma


"Bi...."

__ADS_1


"iya, Abi paham kok.."


"Kenapa Fatimah harus merasakan apa yang Umma dulu rasakan??"


"Umma kok gitu ngomong nya, istighfar"


"Astagfirullah.... Astagfirullah... Astagfirullah" ucap Umma sembari mengelus dada nya nya yang terasa sesak


"Umma sanggup menahan sakit Bi, tapi melihat anak Umma yang sakit Umma gak tahan Bi..."


"Umma.. dengarkan Abi, kalian adalah wanita pilihan, Umma tahu kan Allah tidak akan menguji di batas kemampuan hambanya.."


"Kalian adalah wanita-wanita hebat yang Allah pilih mampu melewati ujian ini, jadi jangan goyah"


"Terus lah berdoa, jangan pernah berhenti untuk berdoa, dan jangan berdoa untuk berhenti. Percayalah jika doa nya belum di kabulkan di waktu yang cepat, maka Allah akan Kabulkan doamu di waktu yang tepat. Jika tidak didunia mungkin nanti di akhirat"


Umma pun memeluk Abi, sang suami memang selalu bisa menenangkannya.


Dikamar Fatimah dan Alvian


Alvian memeluk Fatimah dari belakang,.mereka menikmati suasana malam di atas balkon,.Tak ada rembulan, tapi banyak bintang bertaburan.


"Cantik ya..."


"emang tau kak Al bilang apa..??"


"Bintang kan??"


"Ya.. bintang itu cantik banget, dan sangat indah,. tapi tak seindah Bintang yang sedang kak Al peluk..."


"Yee gombal..."


"serius loh... kamu adalah Bintang tercantik,. terbaik, terterang, yang Allah hadirkan dalam hidup kak Al..."


"Trus kalau Fa, bintang kak Al jadi apa nya Donk??"


"Kak Al jadi langit, tempat bintang berpijak,.hehehe... romantis kan??"


"di romantis-romantisin aja dech..."


"Gimana udah lebih tenang??"

__ADS_1


"Emang siap yang kalut??"


"eh gak lagi kalut ya...??"


"enggak... "jawab Fatimah sembari memutar tubuh nya, lalu merangkul tangan nya di leher sang suami


"Alhamdulillah...."


"Fa tu hanya mengindari banyaknya pertanyaan lain yang akan di tanyakan....Fa udah ikhlas kok jalani apa yang harus Fa jalani saat ini bersama suami Fa"


"Masyaallah...."


"Ada Allah.....Ada kak Alvian, ada Abi Umma, Bunda.. lalu apa lagi yang harus Fa takutkan??"


"Istri kak Al ini adalah 1 dari 1000 wanita hebat yang Allah pilih, Allah tahu akan kesabaran Mu, keyakinan Mu.. makanya Allah menguji Mu..."


"kak Alvian adalah laki-laki super hebat, Allah yakin kak Al kan selalu ada buat Fa, mendukung Fa, berjalan beriringan dengan Fa, makanya Allah uji Kita, menguatkan Cinta dengan menyebut nama Nya..."


"Makasih udah selalu ada buat Fatimah..."


"Makasih udah jadi bintang kak Alvian..." balas Alvian


Tiba-tiba Fatimah mengerutkan keningnya nya seperti ada yang dia pikirkan


"Kenapa??"


Bukan di jawab pertanyaan sang suami, Fatimah malah memberi kecu-pan singkat pada Bibir sang suami


"nakal ya.... udah mulai pinter godain suami ya.." ujar Alvian sambil mencubit hidung Fatimah


"iiihhh.....nanti tambah mancung gimana??"


"hahaha...makin cantik dong..."


Tiba-tiba Alvian membopong Fatimah ke dalam kamar


Fatimah tak menolak, malah di benamkan nya kepada nya di dada bidang Alvian


Di baringkan tubuh Fatimah di atas ranjang, di tatap nya dengan lekat, di elus nya pipi putih Sang istri, di ke-cup nya kening sang istri, Fatimah tak menolak sentu-han demi sentu-han dari Alvian sang suami.


Alvian pun membaringkan tubuh Fatimah dan menutup tubuh mereka dengan selimut.

__ADS_1


Dan Mereka habiskan malam ini dengan penuh Cinta.


__ADS_2