Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Perjuangannya di Dua tempat berbeda


__ADS_3

Beberapa hari berlalu Alvian stay at home. menjadi suami siaga. Pagi ini saat sedang sarapan Alvian mendapatkan telfon dari RSH, ada pasien yang harus segera dia operasi bersama Hafidz. Kebetulan dokter jantung lain nya sedang cuti.


"Sayang... Hubbiy harus ke RSH, ada yang harus Hubbiy tangani, dirumah sama Bunda ya"


"Ada apa Al...??" tanya bunda


"Ada yang urgent Bun, Alvian haru segera ke RSH..."


"Iya.. Fa paham kok, berangkat lah, hati-hati jangan buru-buru..." ujar Fatimah meyakinkan sang suami


Ada rasa tak tega meninggalkan sang istri, tapi keselamatan pasien juga harus dia perjuangkan.


Dengan mengecup kening serta perut Fatimah dan tak lupa memberi pesan kepada sang Utun, Alvian pun segera berangkat


"Baik-baik ya sama Umma, ada yang harus Abi bantu.. anak-anak Abi hebat kan.."


"Bun segera Kabarin jika ada sesuatu.."


"Ia... kamu tenang aja, ada Bunda"


Alvian segera melajukan mobil nya saat sudah berada di dalam mobil, ada pasien yang mengalami pendarahan di jantung, harus segera dia tangani bersama Hafidz.


Sesampainya di RSH Alvian langsung mengecek riwayat pasien,. ada alergi obat dan lain nya. setelah mensterilkan diri Alvian segera Masuk ke ruang operasi, dan sudah Ada Hafidz serta perawat lain nya.


"Dia sudah pernah di Operasi di RS A , seperti terjadi kesalahan" ujar Hafidz melihat dari bekas jahitan pasien


Alvian , Hafidz dan team medis lain sedang berjuang menyelamatkan nyawa seorang pasien. berbeda di tempat lain


Fatimah sedang mengambil air mineral, dan tiba-tiba perut nya melilit, berbeda dengan rasa sebelum nya, hingga menjatuhkan gelas yang Ada di genggaman nya.


"Non kenapa??" tanya bibik


"ehmm...Perut Fa Bi..." rintih nya sambil berpegangan ujung meja


"Ibu.. Non Fatimah Bu..." Teriak Bibik


Bunda yang mendengar langsung berlari ke bawah menuju dimana Fatimah berada


"Ya Allah Fa.. kenapa sayang" tanya bunda khawatir


"iiisstt... perut Fa Bun..."


Bunda dan Bibik memapah Fatimah ke sofa..


"ambil napas pelan-pelan lalu keluarkan "


"eetsss.....Huufftt..."


"eetsss...Huuuftt..."


"Terus seperti itu sayang"


Bunda mencoba menghubungi Alvian, tapi tak ada jawaban.. "Ya Allah Al... kamu kemana??" Bunda tampak bingung dan khawatir

__ADS_1


"Bun..."Panggi Fatimah "Udah hilang rasa sakit nya" ujar Fatimah


"Beneran..."


Fatimah menganggukan kepala "masih ada sedikit, tapi gak sesakit tadi" tambah nya


"Alvian gak jawab telfon bunda..."


"Huuuftt...." suara hembusan nafas Fatimah terdengar "kalau lagi di ruang operasi gak bakal ada jawaban Bun, Handphone pasti di tinggal"


"Bik... Buatkan teh hangat ya..."


"baik Bu..."


"Bun kayak nya Fa Ngombol dech..."ujar nya sambil meraba pahanya bagian bawah yang terasa basah


"Astagfirullah... ini bukan ngompol Fa, tapi ini air ketuban" ujar Bunda saat memastikan..karna terasa lengket dan kental, dan itu adalah air ketuban


"Kita ke RSH sekarang... bunda Hubungi Umma dulu"


"Bik tolong ambilkan perlengkapan yang ada di kabar..."


"Bun perut Fa... " rintih nya lagi


"Ya Allah Fa, sabar ya sayang, Al gak ada jawaban" jelas bunda bingung di rumah ini perempuan semua, adapun mamang, tidak bisa bawa mobil


Bunda menghubungi Umma berkali-kali tapi juga tidak ada jawaban.


"Bun coba kak Arafah..."


"Assalamualaikum..."


"Waallaikumusallam...ia dek..."


"Ara...ini bunda... Ketuban Fatimah pecah,. bunda bingung disini gak ada laki-laki, Alvian sedang ke RSH" ujar bunda dengan cepat


"Subhanallah... banyak air nya Bun"


"gak banyak, tapi lumayan lah.. dan ada kontraksi juga ini"


"Bunda tenang, kalau Ara ke sana kelamaan Bun, bunda tolong bawa Fatimah ke RSH... Arafah juga akan kesana..."


"Buuun..." rintih Fatimah sembari menarik baju bunda, Bunda pun sangat khawatir


"Bik... bantu saya ya bawa Fatimah ke rumah sakit..." Tampa pikir panjang mereka pun memapah Fatimah ke mobil bersama bibik, pasrah apa yang akan terjadi di mobil


Wajah Fatimah sudah sangat pucat menahan kontrak yang terus terasa,. hanya berhenti beberapa menit lalu terasa lagi.


Alvian masih belum ada jawaban. Di dalam mobil Fatimah terus merintih merasakan sakit yang semakin kuat,. tak jarang tangan bibik jadi sasaran.. Bibik hanya mampu meringis menahan genggaman Fatimah.


Mobil melaju semampu bunda... Arafah juga memberi tahu Umma, Umma kaget dan melihat panggil yang berkali-kali dari sang besan...


"Ayo Ra....kita segera ke RSH..." Jarak rumah sakit Dengan rumah Abi tidak terlalu jauh, jadi Arafah sudah berada di RSH, dengan Menyiapkan Kursi roda di depan pintu masuk.

__ADS_1


Umma berlari ke ruangan Abi...segera memberi tahu Abi, Abi pun segera menuju lobi RSH bersama Umma


"Alvian sedang di ruang operasi, pasti dia tidak tahu jika Fatimah sudah mau melahirkan" Ujar Abi di dalam Lift.


Ari ketuban sudah tidak mengalir, tapi saya sakit lebih mendominasi, Mobil bunda sudah berada di depan pintu masuk, degan sigap di bantu dengan perawat Fatimah di dudukan di kursi roda, dan dengan cepat di bawa ke ruang persalinan.


Ruang Operasi untuk persalinan dan Ruang operasi dimana Alvian berada saling berhadapan.


Fatimah segera di baringkan, Arafah dan Dr. Melani mengecek


"Sudah buka 5 dok" ujar Arafah ke arah Dr. Melani


Dr. Melani mengagukan kepala.


"Cek air ketuban" titah Dr. Melani ke perawat. Perawatan pun membatu Dr. Melani mengecek kondisi di dalam dengan USG


"Giman dok..??" tanya Arafah


"Masih aman, seperti tadi hanya rembesan saja"


"Kak..." panggil Fatimah terbata, Arafah menggenggam tangan Fatimah,memberi semangat dan kekuatan


"Sabar ya....rasa nya akan semakin sakit, tapi memang harus sakit" Ujar Arafah


"Kak Al..."


"Ya sebentar kakak akan panggil..."


Arafah pun keluar memberitahu kondisi Fatimah, sudah Buka 5 dan mencari Alvian.


"Alvian sedang melakukan operasi, dan cukup darurat" ujar Abi


"Umma mau masuk nemenin Fatimah..." Pinta Umma


Arafah menganggukan kepala, dan Umma bergegas menuju dimana Fatimah berbaring


"Sayang..." Panggi Umma dengan air mata yang sulit untuk dia tahan


"UM...Ma..."


"Kuat ya sayang..." Ujar Umma sambil mencium kening Fatimah


Menggenggam tangan Umma, Dokter meminta Fatimah untuk tidur miring saat kontraksi berkurang atau berhenti namun jika kontraksi terasa lagi, segera lah ambil posisi terlentang.


Umma mengelap keringat yang bercucuran di wajah Fatimah


Di ruangan lain Alvian hampir salah mengambil alat operasi, Alhamdulillah ada Hafidz


"Al...Fokus, itu salah..."


"Astagfirullah...."


"Fokus..."

__ADS_1


Jantung Alvian berdebar dengan kencang, ada rasa yang sulit untuk ia gambarkan, bayangan Fatimah menghampiri. Tapi dia tetap Harus Fokus.


__ADS_2