
"ngidam itu namanya mas.." ujar mamang penjualan cilok
"gitu ya mang, mau nya aneh-aneh"
"masih mending mas, dulu istri saya, gak bisa makan nasi, makanya pisang bakar dan harus di bakar" sambil menjuali anak-anak yang beli cilok
"waduh... kalau di kampung enak mang, ada tungku... klo disini, harus beli arang bakar kalau sempat seperti itu"
"hahaha... ia mas, untung pas masih di kampung"
"kampung nya di mana mang?? anak mamang udang berapa??"
"Saya tinggal di Gondokusuman mas.."
"wah jauh juga ya mang, setahu saya itu masih kawasan Jogja juga kan mang??"
"taseh mas"
"masih mas"
"kenapa jauh pak usahanya..??"
"disini mas Rezeki nya..."
"ia ya mang... rezeki kita gak tau dimana....gak apa penting halal berlimpah"
"aaminn... la mas ini kerja dimana??"
Bunga dari tadi hanya diam menikmati cilok yang ada di tangan nya.
"saya dokter di salah satu rumah sakit di sini mang.."
"masyaallah... jebule dokter"
"masyaallah... ternyata dokter"
__ADS_1
*
Di rumah Alvian nampak buru-buru setelah mendapat telfon. setelah rapi Alvian langsung menghampiri Fatimah yang sedang menyiram bunga di kebun.
"Sayang... Hubbiy ke RSH dulu ya"
"kenapa Biy.. ada yang urgent??" begitulah dokter mau hari libur jika dibutuhkan maka harus siap, Fatimah tak banyak bertanya, karna sangat paham akan profesi sang suami
"ia Ada pasien yang harus di tangani, team gak bisa sendirian, Hafidz di hubungi gak ada jawaban, mungkin lagi ada kegiatan"
"ya udah hati-hati,.lancar ya" sambil mencium punggung tangan Alvian begitu pun Alvian mencium kening dan perut sang istri
"assalamualaikum..."
"waallaikumusallam"
Alvian langsung melajukan mobil nya setelah masuk ke dalam mobil. ada pasien yang harus segera di operasi. Handphone Hafidz yang berada di kamar sedangkan yang punya ada di taman jelas gak ada yang menjawab.
"Fa.. Alvian kok buru-buru??"
*
Di Ponpes AL-KAUTSAR
"Bah...sore ini jadi mau ke Semarang nya??"
"Ummi saya Adam mau ikut... sekalian liburan, kan pas di Semarang kemaren kita belum puas"
"klinik gimana??"
"kan ada bidan lain.."
"ya udah Ummi siapkan pelengkap Adam dulu ya..."
Arafah sejak menikah memang jarang keluar dari pondok, kecuali memang ada keperluan,atau pas ke rumah Abi dan Umma. menemani sang suami mengelola pondok sembari mengelola kliniknya juga.
__ADS_1
Klinik yang Abi bangun untuk bisa membantu warga sekitar dan juga anak pandok.
Setelah selesai berberes, kini Fatin, Arafah dan juga Adam sudah berada di dalam mobil... membaca doa Safar lalu melajukan mobil nya menuju Semarang.
Adam yang sangat aktif membuatnya tak berhenti bertanya dengan apa yang dia lihat. apa yang menarik mata nya, maka akan langsung dia tanyakan ke sang Ummi.
Perjalanan 4 sampai 5 jam perjalanan jika tidak ada kendala, membuat mereka pun menyempatkan untuk istirahat di jam sholat.
Tujuannya ke Semarang adalah meninjau pondok pesantren yang akan dia kelola di Semarang. beberapa hari yang lalu ada info ponpes yang jauh dari kata layak, dan setelah berdiskusi juga dengan arafah, mereka mau melihat Kondisi Ponpes tersebut.
hampir jam 9 malam mereka sampai di Semarang, kini mereka sudah berada di depan hotel. Fatih membawa koper di bantu oleh pelayan Hotel, sedangkan Arafah menggendong Adam yang sudah terlelap.
memesan kamar hotel, lalu segera menuju kamar, lelah sudah menghampiri, tak sabar ingin segera merebahkan tubuh di ranjang, karna besok pagi Fatih akan sangat sibuk.
"Abah mau mandi dulu...??"
"iya udah gerah nih..."
Fatih pun segera menuju kamar mandi, membersihkan diri. selesai dengan aktifitas kamar mandi, Fatih langsung merebahkan tubuh nya di Sampai Adam.. sedangkan Arafah menuju kamar mandi.
Saat keluar dari kamar mandi nampak pemandangan yang sangat indah, dimana Adam tidur tepat di atas dada Fatih. rasa lelah membuat mereka tak sadar dengan gaya tidur itu. dan dengan cepat Arafah mengambil handphone, dan mengabadikan momen itu dengan handphone nya.
"Gimana ya expresi kalian saat melihat ini" guman Arafah sambil menscroll layar handphone nya.
Pagi ini selesai bersiap, mereka turun untuk sarapan. menu sarapan sudah di sediakan oleh pihak hotel.
Dihadapkan dengan menu khas Semarang, membuat rasa lapar semakin memuncak. ada Babat Gongso, lumpia Semarang, bolu Semarang, dan masih ada yang lain.
*
Dikediaman Alvian, dimana Alvian baru aja Pulang cukup larut, pasien yang di tangani tadi sempat ada pendarahan,. membuat nya harus menunggu untuk memastikan kondisi pasien terkini.
Membuka pintu dengan sangat hati-hati, saat di dalam kamar nampak punggung Fatimah, Ingin mendekati sang istri tapi diurungkan nya, memilih membersihkan diri dan mengganti pakaian.
Selesai bergantian pakaian, Alvian langsung merebahkan tubuh nya di atas ranjang. tak ingin menganggu tidur nyenyak sang istri. mencium kening, lalu langsung ikut terlelap bersama mimpi nya.
__ADS_1