Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
sedikit respon


__ADS_3

Satu bulan... ya satu bulan sudah Fatimah dalam keadaan koma.


sudah tidak memakai masker oksigen, hanya menggunakan selang oksigen, perban di kepala juga sudah terlepas.. alat medis untuk jantung tekanan darah dan lain nya masih setia menemani...


tit...tit...tit..


suara itu seakan menjadi nada sambung untuk Alvian.


Tak ada lelah.. bahkan rasa lelah itu hilang ketika Alvian sudah masuk ke kamar sang istri di rawat dan berbincang dengan nya.


Tak jarang kadang air mata berusaha dia tahan.


Tak ingin jauh dari kekasih halal nya. bahkan Alvian menolak Untuk mengikut seminar dimana itu semua sangat bagus untuk karir nya.


"Al... ayo lah.. Fatimah gak sendiri, ada Abi,Umma,bunda dan yang lain juga" Hafidz meyakinkan


"Lo aja...gue gak"


"Bi tolong jelaskan sama Al.."


Abi memilih diam, dia seakan tahu apa isi hati Alvian


"Fidz... saat ini Bukan karir prioritas gue,. Gue pengen ada di setiap hari hari nya Fatimah" jawab nya sembari melihat sang istri yang masih dengan mimpi indah nya


"Lo gak percaya sama mereka??"


"Fidz... Lo pernah terfikir gak.. gue bahkan menjadikan RSH sebagai rumah gue, gue hanya meninggalkan Fatimah di saat gue kerja.. Lo lupa semua kemungkinan bisa terjadi, gue gak mau berada jauh dari nya, gue gak mau saat dia butuh gue,gue malah jauh.."


"Gue gak ragu dengan Abi , Umma, bunda dan yang lain menjaga Fatimah, sama sekali tidak. bahkan sebelum Fatimah gue kenal Abi dan Umma sangat menjaga nya dengan baik, mendidik nya dengan baik.. gue gak perlu kan jabarin isi hati gue"


"Fidz.. kamu aja yang berangkat" Abi bersuara


"Tapi bi..."


"Abi mengerti niat kamu untuk Alvian, tapi Abi juga sangat mengerti dengan apa yg Alvian rasakan.. lebih tepat nya, Australia itu jauh, jika terjadi hal buruk yang sama sekali tidak kita harapkan.. Al akan sulit untuk segera datang...dan percuma dia pergi tapi hati dan pikiran di sini untuk istrinya... hasilnya akan Nol besar" tambah Abi


"sorry..." ujar Alvian


"Ya... gue paham.." jawab nya sambil mengepalkan tangan untuk TOS dengan AlvianπŸ€œπŸ€›


"Kalau gitu besok lusa Hafidz berangkat sendiri" tambahan nya


🌟


Butik semua segala urusan di serahkan kepada Indah.

__ADS_1


Ramadhan sudah di depan mata, kesibukan sangat sangat mereka rasakan untuk semua team butik.


Alhamdulillah Fatimah memilih team yang solid dan bisa di andalkan.


Tak jarang mereka juga bergantian menjenguk Fatimah, sekedar bercerita sibuk nya di butik, melayani keluhan konsumen, hingga harapan agar Fatimah cepat sadar, mereka merindukan Fatimah.


Padahal dulu mereka sempat di tinggal satu tahun untuk study.. tapi rasa nya malah lama saat ini. mereka selalu menantikan kabar dimana Fatimah sudah terbangun dari mimpi panjang nya.


Alvian sudah selesai dengan tugas nya..


segera menuju kamar sang istri


"Assalamualaikum..."


"Waallaikumusallam" jawab Umma dan bunda yang kebetulan datang bersama


"Udah selesai dinas nya??"


"Udah Bun, Al mandi dulu ya Bun, Umma"


"Al itu bunda bawakan pakaian bersih, yang kotor juga sudah bunda masukan ransel" ujar bunda saat Alvian sudah selesai dari mandi nya, sudah rapi, sudah guanteng, sudah kasep..🀭 semua di borong


"Makasih bunda..." peluk nya manja dengan sang bunda


"Ya udah.. Umma dan bunda pulang ya" pamit Umma


Alvian pun menci-um punggung tangan ke dua ibu nya itu..


Merebahkan diri di sofa..


menggeliatkan tubuh nya, untuk membuang rasa lelah.


tok..tok..tok..


"masuk.."


"Permisi dok.. saya mau mengganti infus" ujar suster yang baru saja masuk ke ruangan.


"ohya sus.. silahkan"


Selesai suster mengganti infus, Alvian mendekati Fatimah


Di ci-um dahi sang istri dengan lembut lalu duduk tepat di sebelah nya.


"Sayang.. gak terasa sebentar lagi ramadhan, dan tahun ini adalah ramadhan pertama kita☺️"

__ADS_1


"kamu ingat gak pertama kali kita ketemu, di pustaka kampus....kamu tahu gak kesan kakak apa..??"


"hmmmm...Ada gadis... cantik lah pasti nya, lagi mencari seseorang.. berusaha kakak sapa, tapi kakak dicuekin, rasa nya greget.."


"kenapa coba greget...??seorang Alvian di cuekin.. hehehe baru kali itu..ckckck" ujar nya narsis


"tapi justru itu yang buat kakak terkesan...ternyata masih ada di jaman seperti saat ini, seorang wanita yang menjaga pandangan nya, aurat nya, dimana di jaman sekarang lebih banyak wanita yang bangga mengumbar diri, jadi tontonan banyak lelaki..."


"itu adalah kesan pertama yang buat kakak ingin mengenal Mu lebih dekat..."


"dan kata terpanjang yang pernah kamu ucapkan adalah Waallaikumsallam warahmatullahi wabarakatuh... "


"Sayang tau gak...?? ternyata kita satu pesawat di saat penerbangan di Singapura, lagi dan lagi kamu membuat kakak terkesan... kakak merasa itu kamu, tapi kakak masih ragu, tapi saat kamu menjawab salam kakak, sama seperti saat pertama kali kita ketemu, kakak yakin itu adalah kamu.. kalau kamu tau gak itu kakak??"


"huuufftt..."


"sayang... egois gak sih kalau kakak pengen kamu segera terbangun dari tidur panjang mu...??boleh gak sih kakak ngeluh??"


"Fa....bangun ya, kakak tidak lelah untuk merawat Mu, tapi kakak juga ingin obrolan ini menjadi hidup, kakak pengen dengar tawa mu.. tawa yang engkau tahan, engkau sembunyikan di saat bersama kakak sebelum kita menikah... kakak ingin mendengar itu..." sambil menge-lus kan tangan Fatimah ke pipi nya


Dici-um nya tangan Fatimah dengan begitu dalam.. ada tetesan air mata yang mengalir


dan tiba tiba hari Fatimah bergerak sesaat.


Merasakan tangan Fatimah bergerak Alvian langsung mengalihkan pandangannya ke tangan Fatimah


"Sayang jari kamu gerak.." dengan senyum yang sumringah


"Sayang kamu dengar apa yang kakak omongin barusan ??"


"Sayang ayo gerakan lagi.." pintanya dengan penuh harap


Tapi sayang jari itu tak kembali bergerak, ada rasa sedih, tapi Alvian juga bahagia..


"Gak papa.. hari ini cukup segitu dulu.. pelan pelan ya.."


Alvian kembali menci-un dahi Fatimah


"Ya Allah... Engkau tempat kami bermunajat...hamba mohon kembalikan kesadaran Istri hamba..aamiin"


Mendapatkan respon walau sesaat itu adalah sebuah harapan besar untuk nya.


Alvian pun berkabar dengan seluruh keluarga nya.


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen


Jazaakumullah khairon ❀️


__ADS_2