Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Hubbiy


__ADS_3

Alvian memasuki perkarangan rumah Abi, Lalu masuk dan tak lupa mengucap salam. Nampak Arafah dan keluarga kecil nya sedang di ruang tengah, Abi dan Umma sedang ada undangan di rekan nya Abi. Alvian pun langsung menuju kamar, tak lupa sekedar menyapa Adam yang sedang asik dengan mainannya.


ceklek...


Dibukanya pintu, nampak Fatimah yang tertidur di atas ranjang dengan posisi duduk sembari memang buku.


Diambilnya buku yang Fatimah genggam dan di letakannya di nakas. Niat nya ingin membaringkan Fatimah, tapi ternyata Fatimah malah terbangun.


Fatimah mengucek matanya nya "Sayang udah pulang...??" tanya nya


"Coba ulangi lagi??" minta Alvian karna sangat jarang Mendengar Fatimah memanggil nya dengan sebutan sayang.


"Sayang udah pulang??" ulang nya


Bukan menjawab, Alvian malah menci-um semua bagian wajah Fatimah.


"Kak....geli tau.."


"Kok kak sih...??" Tanya Alvian dan menghentikan aksinya karna Fatimah tak memanggil nya sayang lagi


"Iih jadi siapa?? Abang??" Tanya Fatimah pura-pura tak paham


"Kakak mandi dulu dech..." ujar nya sembari berlalu meninggalkan Fatimah, tapi langkahnya terhenti seketika


"Sayaaaang..." Panggi Fatimah dengan nada manja..dan itu membuat Alvian langsung memeluk sang istri


"Jangan pernah merubah panggilan itu, sekalian diluar" perintah Alvian


"malu lah kak, diluar Panggil sayang.."


"Pokok nya kak Al gak mau tau... kak al mau mandi dulu" ujar Alvian sembari memberi ke-cupan di kening sang istri lalu beranjak menuju kamar mandi.


"Sayang....tolong handuk, lupa" teriak Alvian dari dalam kamar mandi


"Kebiasaan" gerutu Fatimah lalu mengambil handuk untuk Alvian


"kak ini handuk nya"


Mendapat panggilan itu Alvian bukan mengambil handuk, malah menarik tangan Fatimah


"Panggi kak Lagi, gak ada ampun.."


"iih... iya...iya.. Suami ku sayang..."


"pinter...".ujar Alvian puas lalu mengambil handuk yang Fatimah sodorkan, lalu kembali menutup pintu kamar mandi nya


Malam Berlalu, Mereka menghabiskan waktu makan malam dan sholat berjamaah Tampa Abi dan Umma, karna baru dapat kabar kalau Abi dan Umma akan nginap di hotel, anggap saja bulan madu yang ke XXX🤭.


Alvian dan Fatimah sudah di kamar, karna memang Alvian sedang ada yang harus di pelajari tentang pasien nya.


Alvian nampak mengurut pangkal hidung nya, mungkin sedikit pusing atau lelah. Dan Fatimah melihat itu.


Fatimah pun mendekati Alvian yang sedang bersandar di sofa.


Tiba-tiba Fatimah memijat pundak sang suami, dan itu membuat Alvian memutar kepala nya agar dapat melihat sang istri lalu menatap dengan senyum sedikit mengerut kan kening nya.

__ADS_1


"Udah nikmati aja, rileksasi..." Ujar Fatimah, Setelah dari Pundak Fatimah beralih ke kepala, di pijat-pijat nya pelan , lalu ke alis di urut nya pelan juga. Alvian menikmati setiap rileksasi yang di berikan Fatimah.


"Udah..." ujar Alvian lalu menarik Fatimah untuk duduk di samping nya.


Disandarkan kepada di pundak sang Istri.


"Ada masalah di RSH..??"


"hmmm...bukan masalah sih, apa ya nama nya??"


"kenapa...??"


Alvian tak menjawab, Malah di mainkan nya jari-jari Fatimah


"Kak...."


"Sayang .. bukan kakak..."


"Sama aja, mau kak, mau sayang, mau hubby,. mau Habibi... intinya sama"


"Hubby baguss juga tu, lebih romantis" ujar Alvian mengalihkan dari pembahasan RSH dengan langsung mengubah posisi duduk nya, dengan memutar Fatimah untuk menghadap Nya langsung.


"kok jadi bahas itu sich... jangan ngalahin pembicaraan dech..."


"Panggil Hubby dulu baru kak Al ceritakan" ucap nya dengan memainkan mata nya genit


"sekarang tentukan mau di panggil apa? sayang,Hubby, mas, Habibi, Zaujii???" tanya Fatimah dengan menaik- naikan alis nya


"My Hubby.... romantis kan??"


"kok sayang sih, Hubby"


"na'am Hubbiy..."


"apa tu arti Hubbiy??" tanya Alvian


"Hubby itu suami, Hubbiy itu Cintaku, sebenarnya tujuan sama untuk panggilan Orang yah kita sayang..."


"jadi na'am Hubbiy itu arti nya Baik Cintaku..." Tambah Fatimah sambil memberi kecu-pan kecil di pipi kiri Alvian


Dan perlakuan itu membuat Alvian tersenyum sumringah.


"Udah kan... Hubbiy, sekarang cerita..."


"hmmm... masalah pasien sich...??"


"kenapa sama pasien nya??"


"Hidup mati itu memang ketentuan Allah, tapi sebagian Dokter dan melihat riwayat pasien, kecil kemungkinannya untuk selamat jika tetap di lakukan operasi"


"trus masalah nya??"


"orang tua Pasien ingin tetap dilakukan nya operasi, hubbiy tau hasil ketentuan Allah,tidak ada yang mustahil, Sama hal nya dengan kondisi sayang waktu itu, mustahil bagi manusia, tapi tidak untuk Allah..."


Fatimah masih menjadi pendengar setia

__ADS_1


" Hubbiy juga udah diskusikan ini dengan Abi dan Hafidz....mereka sependapat dengan Hubbiy, tapi orang tua Pasien..."


"Sudah di sampaikan semua kemungkinan yang terjadi, bahkan kemungkinan terburuk??"


Alvian menjawab dengan anggukan


"Jika memang sudah, dan mereka tetap memaksa, tugas kita berusaha semampu kita, Hasil Allah yang menentukan..."


Fatimah menutupkan Laptop dan merapikan file-file. lalu mengajak Alvian untuk istirahat


"Bismillah... apapun hasilnya nanti, Fa akan selalu dukung dan doakan yang terbaik untuk my Hubbiy, istirahat yuk..."


"Makasih ya sayang..."


Malam Berganti dengan Pagi,. Fatimah dan Arafah sedang sibuk dengan urusan dapur, Alhamdulillah Fatimah sudah mulai memasak sendiri untuk sang suami,. walau kadang masih banyak bertanya, tapi karna kegigihan nya dalam belajar, tak ada yang sia-sia.


Alvian sudah turun bersama Fatin juga.


"Pagi-pagi udah harus berangkat Al??"


"ia mas, ada pasien yang harus di tangani pagi ini juga"


"Sarapan udah siap, sarapan dulu"


ujar Arafah yang melihat dua laki-laki itu turun


Mereka pun duduk di meja makan


"Abi dan Umma pulang jam berapa, mas harus balik ke pondok"


"Nanti umi sampaikan ke Abi dan Umma kalau mas udah harus balik ke pondok, sarapan dulu tapi" jawab Arafah sambil melayani sang suami


Begitupun dengan Fatimah yang menuang 1 gelas susu kambing, dengan menu makanan rendah karbo untuk sang suami.


Karna memang saat pagi Alvian sangat menghindari makanan Karbo tinggi.


"Emang kenyang Al...??" tanya Fatih


"Alhamdulillah kenyang mas... udah biasa" jawab Alvian


Selesai dengan sarapan nya, Alvian pun pamit untuk segera ke RSH.


"Hubbiy berangkat ya, jangan kelelahan.."


"iya....Fa tau kok porsi Fa, operasi pagi ini..??"


"iya sayang.. doain ya.."


"Bismillah.. selalu Fa doakan, In Syaa Allah makan siang nanti Fa antar ya..."


"yang penting kesayangan Hubbiy gak kelelahan"


Alvian pun menci-um kening Fatimah lalu berangkat menuju RSH.


Tak lupa pamit juga dengan Fatih dan Arafah.

__ADS_1


__ADS_2