
*Mata itu akan selalu melihat apa yang dibiasakan dilihat. Maka biasakan ia selalu melihat nilai kebaikan saja. Tapi tak kala ia dibiasakan melihat keburukan, Niscaya orang berbuat baik pun akan di nilai buruk olehnya.
(Fatimah aZahra*)
*
*
*
Fatimah dan Alvian sudah berada di salah satu RM. Ampera yang cukup sederhana dan menarik perhatian Fatimah. Memesan dua porsi menu makanan. tapi soal lauk cukup beraneka ragam..ada Rendang, Gulai, Sambal, Ikan bakar , sayur rebusan dan keripik sambal.
Duduk di antara banyak nya pelanggan lain..banyak mata yang memandang, mulai dari senyuman bahkan tatapan tak bersahabat pun ada. Tapi Fatimah tidak pernah ambil pusing dengan semua itu.
Bagian di tatap intens oleh orang yang baru melihatnya adalah hal biasa, bahkan cibiran pun tak ketinggalan menghiasi. tapi satu bagi nya, selama dia tidak merugikan orang lain, kenapa harus ambil pusing.
"mau cari tempat lain..??" tanya Alvian, entah kenapa hati nya tak nyaman.
Fatimah menggeleng tanda tak setuju.. sejak menikah baru kali ini melihat Fatimah seakan jadi cibiran orang-orang. mulai sok suci, gaya ke arab-arab pan, tero*ris dan banyak lagi.
"Udah biasa Biy.. santai aja, dulu Kak Arafah sempat mau di siram air lagi..."
"Hubbiy ingat pertama kali ke Semarang, sebagai juga agak risih melihat penampilan Fa"
"Mata itu akan selalu melihat apa yang dibiasakan dilihat. Maka biasakan ia selalu melihat nilai kebaikan saja. Tapi tak kala ia dibiasakan melihat keburukan, Niscaya orang berbuat baik pun akan di nilai buruk olehnya" tambah nya namun dengan nada sedikit di pertegas oleh Fatimah, dan melanjutkan makannya.
Selesai dengan makan sore nya, mereka pun meninggalkan Ampera nya, (ya kalo di bawa🤭) tapi sebelum pergi bayar dulu, dan yang buat si bapak penjual kaget, Alvian menyerah lembaran uang yang cukup tebal
"Pak ini sekalian saya pelanggan yang lain ya, kami yang traktir" bisik nya
"tapi mas..."
"udah pak terima saja...."
"terimakasih mas..."
Fatimah yang melihat Alvian berbisik dengan si bapak penjual hanya bisa mengerutkan keningnya, tapi enggan untuk bertanya langsung.
Soal pelanggan yang di traktir sama Alvian bagaimana expresi mereka.. biarlah jadi urusan mereka, author gak mau tahu,🤭
Saat di dalam mobil, Fatimah baru Berani bertanya "Hubbiy bisik-bisik apa tadi...??"
"Gak papa.. pengen berbagi aja..."
"maksud nya..."
"udah gak perlu di pikirin... udah kenyang kan, kita pulang ya"
__ADS_1
Fatimah mengangguk tanda setuju.
*
*
*
Malam ini tiba-tiba Fatimah kedatangan tamu, tamu nya calon pengantin baru, Indah dan Rendy.. ternyata Indah sedang konsultasi tentang desain baju pengantin nya.
Alvian dan Rendy ngobrol di ruang tamu, sedangkan Indah dan Fatimah berada di ruang tengah. karna tidak ada laki-laki bukan mahram, Fatimah pun tidak menggunakan cadar nya.
"Aku bingung..." sambil memberikan beberapa hasil desain nya
"tentukan konsep nya dulu Indah.. baru kita bisa aplikasi.."
Mereka pun mulai mendesain, di temani Bunda juga sambil nonton sinetron anak-anak mudah yang masih sekolah tapi sudah rebutan perempuan.
"Haduh... sinetron gak mendidik nich.. masih sekolah udah berebut cewek, mending berebut peringkat" racau Bunda
"udah jaman nya Tan..." Balas Indah
"Kasihan generasi pemuda Sekarang, apalagi yang menonton kadang juga anak-anak di bawah umur" timpa Bunda lagi
"Harus bijak Bun dalam memberikan tontonan kepada anak... beda sama jaman dulu, laki-laki dan perempuan bermain bersama itu biasa, tapi sekarang udah di ledekin, -pacaran ya- dan mereka masih SD bahkan TK tahu istilah itu" Fatimah ikut berkomentar
"iya.. dulu SD rok pendek, tapi gak ada pemikiran buruk, tapi sekarang udah pakai jilbab pun kadang masih juga jadi bahan ledekan, puber sebelum masa nya" Ujar Bunda
kalau Author malah gak pernah di hidupkan TV dirumah, TV ada tapi sudah tidak di nyalakan. author katrok ya kan..hehehe
"Fa.. lama gak lihat mu pakai cadar, gemuk kan ya pipi nya??" tanya Indah lain dari pembahasan soal Tontonan
"iih mu ya ikutan juga bilang aku gemuk kan ya .." kesal Fatimah, dan menghentikan desain nya
"ck...cantik tahu, gitu aja ngambek, di lanjut desain nya" bujuk Indah
"tapi bener loh, bunda perhatian sekarang Fa lebih berisi.... seneng Bunda liat nya"
"besok diet... tapi gagal Mulu, gak tahu kenapa, selera makan tu lagi bener2 dah... bawaan nya laper dan nampak jajanan tu semangat banget"
"entar Mu Isi Fa...??"
"ya berisi lah.. orang makan terus..." jawab nya santai sambil memperlihatkan hasil desain nya.
"bener juga Fa, coba di cek, kok Fa kayak orang nyidam..." ujar Bunda
"Efek vitamin dari Dr. Hendro sepertinya Bun.."
__ADS_1
"Gak ada salahnya di cek..." ujar Bunda lagi
Fatimah hanya terdiam sejenak " Doain yang terbaik aja" ujar nya
"Ya udah.. udah malam, besok aja kita lanjut ya,besok dari butik aku mampir" ujar Bunda sambil melihat arloji di tangan kiri nya.
Indah dan Rendy pun berpamitan. Fatimah dan Alvian serta Bunda pun menuju kamar masing-masing. dan saat di persimpangan menuju kamar Bunda berkata
"Coba saran Bunda tadi ya..."
Fatimah hanya bisa membalas dengan senyuman..ada harapan, tapi takut kecewa.
Karna sejak dua bulan terakhir sejak konsultasi, Fatimah dan Alvian memang tidak menunda, tapi siklus mens-truasi Fatimah memang gak stabil, bulan lalu pun seperti itu, sempat telat saru pekan, ternyata setelah Fatimah coba cek, hasil masih garis satu, beberapa hari berikutnya dia mens-truasi.
Saat Fatimah dan Alvian sudah bersiap untuk tidur, tiba-tiba Alvian bertanya
"Maksud bunda kenapa tadi??"
"gak papa..."
"kenapa...??"
"gak papa Hubbiy..."
"jangan ada yang ditutupi" ujar Alvian dengan tatapan intens.
" hmm... Bunda minta Fa cek.."
"maksud nya..??"
"iya, katanya kan Fa agak berisi, Dan selera makan Fa gak seperti biasanya, jadi siapa tahu Fa lagi isi..."
"isi...isi Gimana??"
"hamil Hubbiy...."
"Serius...??"
"ya mana Fa tahu, kan Fa belum cek..."
"kita cek besok ya..."
Fatimah menggeleng...
"kenapa gak mau...??"
"bukan lalu pas telat juga coba cek, tapi negatif.."
__ADS_1
"gak ada salah nya sayang.. biar kita tahu"
Fatimah hanya diam, tak ada anggukan atau gelengan.