Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Rahasiakan


__ADS_3

"Umma, Abi kak Ara, Fa langsung berangkat ya, soal nya tadi Indah nelfon ada masalah di produksi"


"Sarapan dulu" jawab Umma


"Nanti di butik aja Umma..."


"Fa.... Walaupun sudah di Khitbah.. tetap jangan janjian di luar berdua ya" ledek Arafah


"Kakak Arafah tersayang.. makasih sudah di ingatan" jawab Fatimah dengan memanyunkan bibir nya...karna ia tau sang kakak sedang meledek nya


🤭🤭🤭


🌟


"Al... Lo kemaren kenapa tiba2 kabur dari RSH??"


"Siapa yg kabur, kan gue udah selesai dinas.."


"ia tapi kan Lo buru2..."


"kepo..."


tok...tok..tok..


"Masuk" ujar Alvian


"Dokter Alvian dan Dokter Hafidz di tunggu Dokter Aditya di ruangan" ujar perawat


"Ok..." jawab Hafidz


"ada apa ya Al....? tanya Hafidz di perjalanan menuju ruangan sang direktur RSH


"ya mana gue tau.." jawab nya singkat


Alvian dan Hafidz pun sudah berada di ruangan Direktur RSH alias Dokter Aditya.


"Ada apa Master?" tanya Hafidz


"Tanya sama Al..." jawab Dr.Aditya


"Kok Al dok??" tanya nya dengan mode resmi di jam kerja


Pagi tadi Abi telah berkabar tentang lamaran Alvian untuk Fatimah kepada Orang tua Abi dan Umma, Alif,Fatih, bahkan sang adik Adara yang berada di Malaysia.


Tinggal Hafidz yang belum di beri tahu, yang kebetulan dia pagi2 sudah harus ke RSH.


"Ya udah biar Abi aja.. ini pembahasan pribadi bukan soal rumah sakit"


"Jadi makin penasaran.." gerutu Hafidz


"Lusa.. datang kerumah untuk membahas mengenal lamaran Fatimah dan-...." belum selesai Abi dengan kata nya sudah di potong oleh Hafidz karna kaget


"Lamaran??" tanya Hafidz kaget lalu beralih melihat sahabatnya itu, di genggaman nya dua pundak Alvian dan di goyang goyang kan nya


"Al....Lo di duluin??" tanya nya, karna dia memang belum tau.


Al yang melihat tingkah Hafidz malah terpaku melihat nya


"Hafidz dengerin Abi dulu, Belum selesai ngomong"


"Ia Bi... Hafidz tu greget sama Al... lama, kan jadi nya keduluan"


"Hafidz.." panggil Abi dengan nada Tegas nya


Hafidz yang dipanggil nama nya penuh ketegasan langsung terdiam


"Lo dengerin Abi dulu" ujar Alvian


Mendengar cara bicara Al yang santai, Hafidz pun melihat Al dengan tatapan menohok. lalu kembali fokus ke Abi

__ADS_1


"Lusa itu acara pertemuan membahas Khitbah Alvian untuk Fatimah, dan Penentuan hari pernikahan"


"WHAT....??" kaget Hafidz lalu membalikkan badan ke Alvian dan di tinju nya pundak Alvian


buugg...


"Au.. sakit Fidz"


"Abi serius??"


"Serius Hafidz"


"Kapan Lo ngelamar adek gue?? kenapa Lo gak bilang sama gue??" cecar Hafidz


Alvian enggan menjawab, ia malah fokus memijit mijit pundak nya yg di tinju hafidz tadi


"Bi...Al, balik ke ruangan ya..." pamit Al dan masih dengan mode cuek ke Hafidz karna menahan nyeri di pundak nya


"Ok.." jawab Abi santai


"Abi ini gak bisa di biarin, kenapa Hafidz baru tau?? kapan Al menyampaikan Khitbah nya??"


"Balik ke ruangan.. Abi masih nada kerjaan" jawan Abi cuek penuh senyum 1000 arti


"Bi..."


"Dokter Hafidz.. kembali ke ruangan"


Kalau sudah dengan mode seperti itu, Hafidz mau tidak mau ya gak bisa berkutik lagi


"Awas lu Al... hutang penjelasan lu sama gue" gerutunya


"Jangan di apa apain Al nya, adek kamu bisa ngamuk nanti" ujar Abi yang mendengar gerutuan Hafidz


🌟


Dan Indah yang melihat itu pun heran melihat nya


"kemaren sore nampak sendu,, pagi ini kok udah berubah ya.." sindir Indah


"kepo..."


Indah pun menghampiri sahabat nya itu dan duduk bersila di depan nya..


"kepo lah... dalam waktu sekejap tu mata memancarkan sesuatu yang berbeda"


Tanpa jawaban, Fatimah hanya memberikan senyuman termanis nya 🥰


"Fa...aku serius nich... kemaren sore mu tu buat aku khawatir, sejak bertemu kak Al.. dan hari ini..."


Fatimah mengeluarkan tangan nya yang tadi di dalam mukena, lalu menggoyangkan jemari nya tepat di hadapan Indah.


Indah langsung membuka mata nya lebar lebar dan di raih nya tangan Fatimah.


"Apa ini...??"


"Kira2 apa??"


"heemmmn..jangan bilang Lo di Lamar kak Al" ucap nya dengan nada sedikit keras, dan itu membuat Fatimah membungkam mulut Indah


"huusstt.. jangan keras-keras"


Indah melepaskan bungkaman itu lalu menatap Fatimah tajam2, tapi gak setajam silet ya🤭


"hehehe... tatap mu menyilaukan ku" canda Fatimah


"Fa.. serius kak Al ngelamar kamu??"


Fatimah hanya membalas dengan anggukan

__ADS_1


"Aaaaaaaa"


Lagi2 mulut nya di bungkam Fatimah


"ngapain teriak teriak si Ndah..."


"Kapan...??jangan2 kemaren kak Al kesini untuk bahas mau kerumah untuk melamar dan makanya mu buru buru pulang??!!"


Fatimah geleng-geleng


"Trus...??"


"kalau kemaren sore, lebih tepat nya ada sedikit yg sedang di perdebatkan..."


"tapi ini..." menunjuk cincing Fatimah


"tadi malam, Tampa ada kabar, kak Al dan bunda kerumah.."


"cek ileee bunda"


"😄"


"aku bahagia tau.. tapi aku juga sedih.. stok dokter ganteng nya hilang satu"


Fatimah yang mendengar itu malah terkekeh


"anak2 harus tau..."


"No..."


"kok No sich Fa...??"


"Rahasiakan Pinangan Mu, Umumkan Pernikahan Mu.."


"Ok....tapi ni mulut suku lemes..."


"Rahasia kan..." ucap Fatimah tegas


"ok...ok..."


"hanya kerabat dan orang terdekat yang tau.."


"ok... rahasiakan... puasa.."


"😘"


"tapi Fa...masih ada stok gak dokter ganteng buat aku..." tanya nya sambil main mata


"Banyak... coba aja cek di RSH.. hehehe"


"Atau mu mau jadi kakak ipar aku.. mau..??"


"hahaha.. kak Hafidz..??"


"siapa lagi..."


"Hahaha... kak Hafidz tu cakep, tadi dia..."


"dia pernah tersakiti.. jadi ya agak lumayan butuh usaha untuk membuka hati..."


"Serius??"


Fatimah mangguk mangguk


🌟🌟🌟🌟🌟


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen


Jazaakumullah khairon ❤️

__ADS_1


__ADS_2