
Allah telah mempersiapkan semua dengan Begitu sempurna.
Buah kesabaran itu tak ternilai Harga nya.
(Alvian Dharmawan)
*
*
Lemas sudah pasti,. perjuangannya panjang, bukan sekedar perjuangan sebenarnya yang panjang, penantian nya pun panjang, dengan semua resiko yang Dokter jabarkan, Tapi keyakinan kepada yang pemilik hidup dan mati membuatnya untuk berjuang.
Kini Alvian sedang menggendong bayi nya bergantian, mengadzani bayi nya. Karna mengadzani bayi yang baru lahir adalah sebuah simbolik dari harapan dan doa-doa setiap orang tua kepada anaknya yang baru lahir agar kelak dapat menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nya.
Dengan menghadap Kiblat, Alvian mengumandangkan adzan ditelinga sebelah kanan, dan dilanjutkan dengan Iqamah di sebelah kiri. adzan ia kumandang dengan lembut dan lirih, suaranya bergetar air mata tak mampu di bendung. Hari ini Alvian benar-benar menjadi laki-laki cengeng.
Dokter dan perawat sedang membersihkan tubuh Fatimah, Dua baby kembar sudah dalam telah selesai di Adzanin, dan kini berada dalam dekapan nya, meraba mencari Asi Ibunda, air mata bahagia tak dapat di bendung.
Alvian tertawa kecil melihat dua bayi kecil itu saling berebut mencari Asi,. mencari kehangatan dari pelukan ibunda tercinta.
Perjuangan tak sampai disitu, perjuangan masih panjang..Kini mereka resmi menjadi orang tua dari dua bayi kecil itu. Tak bernah bermimpi, di beri satu saja sudah sangat bahagia, tapi Allah berikan mereka dua..Bayi kembar tak indentik.
Setelah bayi bermain dalam pelukan ibunda nya, bayi pun di taruh ke keranjang Bayi.
Fatimah pun sudah bersih, sudah berganti pakaian, kini Dia dan bayi akan di bawa ke ruang rawat.
Keluarganya ingin menjenguk, tapi Dr. Melani belum memberikan izin, karna saat ini Fatimah jelas sangat lelah, butuh istirahat. Disarankan besok pagi jika ingin menjenguk. yang pasti Alhamdulillah semua sehat.
Abi pun hanya menjenguk sebentar, awalnya di larang, sekali pun Abi adalah pemilih RSH, prosedur tetap prosedur dan semua demi kebaikan pasien.tapi Alvian memohon,. akhirnya di beri izin, tapi hanya sebentar.
"Abi...." panggil Fatimah dengan dana masih sedikit lemas, Abi tersenyum
"Tabarakallahu... Anak Abi ini wanita hebat, Allah karuniakan kekuatan yang luar biasa" ujar Abi sambil mengelus kepala Fatimah
"berkah doa dan dukungan Abi juga"
"Doa dan dukungan kami tak berarti nak, jika engkau tak yakin"
Fatimah tersenyum kecil sambil mengedipkan mata nya.
"Abi gak bisa lama, kamu harus istirahat, besok pagi baru Abi kesini lagi" sambil mencium kening Fatimah "oh ya Al.. sudah di Adzanin cucu-cucu Abi??"
"Sudah Bi..."
"Umma pulang atau disini??" tanya Abi kepada Umma..
"Umma biar disini Bi... Bunda yang pulang, karna banyak yang harus di persiapkan di rumah" ujar Alvian
Kini tinggal Fatimah, Alvian dan Umma yang ada di ruangan. Keadaan Fatimah juga mulai pilih, tidak selemas tadi. baby twins masih di ruangan bayi.
"Biy kok belum di bawa ya kesini??" tanya Fatimah
"Sabar... biasanya itu nunggu bayi nya buang air kecil, untuk memastikan bahwa tidak ada penyumbatan atau lain nya, dulu kalian juga gitu kok" Umma bersuara sambil membereskan bekas makan mereka barusan saja.
"Gitu ya Umma..." Umma mengangguk
__ADS_1
"Jadi gimana, nama nya udah di siapkan??" tanya Umma sambil melihat Fatimah dan Alvian bergantian
"Sudah Umma..." jawab Alvian
"Siapa namanya??"
"iih Umma kepo..." ledek Fatimah
"hehehe....kepo sama cucu sendiri, siapa yang ngelarang hayoo..." balas Umma
"Muhammad Azzam Atthallah yang makna nya Dia yang di rahmati, memiliki tekat yang teguh, karunia Allah" Jawab Alvian
"Masyaallah...trus untuk cucu Sholeha Umma??"
"Almeera Az-Zahra Alfianisya yang maknanya Putri Cantik,Bijaksana bercahaya dan lembut hatinya" Fatimah yang menjawab
"Aamiin... semoga nama-nama ini akan membawa mereka seperti doa kedua orang tuanya, menjadi anak yang sholeh Sholeha.. aamiin"
"Aamiin..." ujar Alvian dan Fatimah bersamaan sembari mengusap wajah dengan kedua tangan nya
Nama adalah Doa, begitulah setiap orang tua saat memberikan nama kepada anak-anaknya, doa baik, dengan menghadap kebaikan dari Allah.. begitu pula Alfian dan Fatimah dalam memberikan nama kedua anak nya.
Tak lama kemudian pintu diketuk.
"Assalamualaikum..."
"Waallaikumusallam"
Ternyata Dr. Melani dan Sang kakak tercinta Arafah, mendorong dua keranjang Bayi, yang di tunggu telah datang
"Tapi sekarang sudah kan dok??" tanya Alvian
"Alhamdulillah sudah... dan merekapun juga sudah haus.."
"Asi nya gimana dek??" tanya Arafah
"Ada kak, tapi Belum banyak"
"Gak papa... dia berproses, nanti telah di Asikan biasanya akan semakin keluar, istilahnya perlu pancingan" ujar Dr. Melani
"Nama nya belum di kasih, nanti biar Dr. Arafah saja ya yang nulis, saya permisi dulu"
"Baik dok.... Jazaakillah Khairan dok untuk semua nya.."
"Sudah tugas saya Bu.. melihat ibu dan baby sehat itu sangat membahagiakan, ya kan Dr. Arafah"
Arafah mengangguk setuju
Dr. Melani pun keluar, dan Arafah membantu Fatimah memberi kan Asi dengan bergantian.
"Harus seimbang dek, jangan kiri saja memberi Asi, agar produksi ASI pun seimbang"
Fatimah mengangguk dan menukar posisi Azzam yang awalnya di Asi kiri di pindah ke kanan, begitupun dengan Az-Zahra
Setelah selesai memberi Asi, baby twins pun di masukan kembali ke keranjang mereka
__ADS_1
"Siapa ni nama nya" sambil memegang spidol dan bersiap menulis nama keponakannya
"Muhammad Azzam Atthallah dan Almeera Az-Zahra Alfianisya" jawab Alvian
"Masyaallah... rangkaian yang indah, pasti bermakna indah juga"
Alvian menyodorkan Handphone nya, yang telah tertulis nama kedua anak nya, agar Sang kakak ipar lebih mudah dalam menulis nama anak-anaknya
"panggilan nya apa ni??"
"Kalau menurut kakak apa??"
"Azzam dan az-Zahra, tapi kalau az-Zahra nanti yang nyahut ada 3"
"siapa kak??"
"Kamu, Bunda nya kak Hafidz dan si baby twins"
"oh ia, kan nama Bunda nya Hafidz Rianti Azahra ya kan..." ujar Umma
"Ambil depan nya aja kalau gitu" tambah Umma
"Azzam dan Almeera..??" ujar Alvian memastikan
"itu kan menurut Umma, ya gimana baik nya di kalian aja"
"apapun itu semua baik kan...jadi mau di panggil apapun artinya tetap baik..." ujar Arafah
"Pules ya tidur nya abis Asi"Ujar Umma sambil melihat ke keranjang cucunya
"oh ya kak.. Adam gimana??"
"Adam aman, dia sama Bibik, Abah nya pun tad nelfon udah datang kok"
"Fa kapan bisa pulang??"
"itu biar Dr. Melani saja yang memutuskan, kan kakak cuma membantu"
"Biasa kalau persalinan normal, jika memanggil sudah memungkinkan untuk pulang, besok juga udah bisa pulang kok.." Ujar Umma
Alvian tak henti menggenggam tangan Fatimah, senyum simpul pun tak lepas, rasanya kebahagiaan itu sudah lengkap, tak ada celah sedikitpun, Allah memberikan hadiah itu dengan sangat sempurna.
*
*
*
Alhamdulillah bisa Up, dengan aktivitas hari ini yang lumayan..
Jazaakumullah khairon untuk yang sudah mampir, dan Author selalu menunggu dukungan Reader semua.
Karna Tampa dukungan Reader semua, Author tak akan sampai di bab ini❤️❤️❤️
Aku Tampa Mu bagai Sayur tanpa Kuah, Kering gak nendang🤭🥰
__ADS_1