Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Surga Mu


__ADS_3

Seakan sudah jadi kebiasaan untuk kita.


Di saat di beri sakit akan mengeluh, tapi lupa akan nikmat sehat yang sebelumnya sudah Allah berikan.


Disaat di beri sakit malah mempertanyakan nya.


Kapan Aku sembuh??


Lupa telah berapa banyak Allah beri nikmat Sehat.


Lupa bahwa begitu banyak nikmat sehat yang Allah beri.


Sakit itu adalah Fitrah nya tubuh kita karna kita diciptakan Terbatas.. hanya Allah yang tak terbatas.


Sakit adalah penggugur Dosa.


Kenapa??


Karna terkadang di saat sakit itulah yang membuat kita banyak menyebut nama Allah. banyak Istighfar memohon kesembuhan.


Tapi saat sehat, kita lupa, kita lalai, kita sibuk dengan dunia.


Sudahkah kita bersyukur????


🌟🌟🌟🌟🌟


Di peluk sama istri itu sesuatu banget, apalagi buat penganten baru..


yang pengantin lama jangan mau kalah ya🀭


Alvian menuruni tangga dengan kebahagiaan yang terpancar begitu nampak dari raut wajah nya.


Bahkan dia sampai tidak sadar banyak mata yang memperhatikan.


"woooiii...."


"Huufftt.. Lo tu ya udah kaya nyamuk yang gak berhenti berdengung di telinga, pengen gue tepuk.."


"lebai....Lo tu yang sepanjang jalan senyum senyum sendiri... hayooo..."


"Kepo...."


"kepo sama adek ipar tu berpahala..." sambil memainkan mata nya dengan genit


"ya lah Abang ipar..."


"Gimana Fa??"


"Baik..." jawab Alvian yang langsung membuka laporan beberapa pasien setelah sampai di ruangan nya


"Bukan itu...maksud gue hubungan Lo sama Fatimah"


Alvian bukan menjawab malah hanya melirik Hafidz sesaat lalu kembali fokus ke file nya.


"Tapi kalau gue lihat.. kayak nya....πŸ€” ada sesuatu yang gimana gitu..🧐"


"Gue mau keruang pasien..." ujar Alvian dan berlalu meninggalkan Hafidz


"Mentang-mentang udah sah... lupa dia, awas entar.." gerutu Hafidz


"Gue denger..." ujar Alvian sembari berlalu


"tapi gue bahagia lihat kalian" batin Hafidz sembari tertawa kecil


🌟


Siang ini Fatih dan Arafah sudah kembali ke pondok


Selama Fatimah sakit Arafah banyak menghabiskan waktu di rumah Umma, dan juga sekali ke RSH melihat sang adik.


Alhamdulillah Fatimah sudah sadar dan kondisi juga membaik.


Arafah pun memutuskan untuk kembali ke pondok.

__ADS_1


Sempat di cegah oleh Fatimah, karna masih ingin bermain dengan Adam.


kini Adam sudah mulai lasak,.dan super aktif.


di usia menginjak 7 bukan,.dia sudah berani rambatan


(Ada yang tau rambatan gak? klo emak emak biasa tau, rambatan itu jalan tapi berpegangan, seperti jalan mengitari meja)


"Alhamdulillah kita sampai.."


"langsung ke rumah ya, Abah mau lihat santri-santri"


"ia Bah..." jawab Arafah dengan mode Adam


Dalam perjalan ke ruangan santri-santri, Fatih bertemu dengan Ikbal


"Loh bal... kok tumben, ini kan bukan akhir pekan??"


"Oh ia...aku ambil cuti, Nadira demam dan pengen di belikan makanan"


"Nadira demam??sudah di bawa ke klinik??"


Nadira adalah adik semata wayang Ikbal.. yang sedang mondok di ponpes Fatih.


"sudah....sudah lebih baik kok"


"oh ya gimana kabar Fatimah??"


Ikbal sempat mendengar kabar Fatimah, bahkan kabar pernikahan yang dia jalani.


Ikbal pun sangat salut dengan keputusan Alvian.. jika dirinya ada di posisi Alvian, dia tidak akan mampu mengambil keputusan sebesar itu.


Allah selalu memberi apa yang kita butuhkan.


"Alhamdulillah.. tinggal pemulihan"


"menurut dokter ini suatu karunia besar Allah, Fatimah bisa sadar bahkan tapi mengalami gangguan apapun, hanya cedera di kaki yang harus di terapi"


"dan aku juga salut dengan perjuangan Dokter Alvian"


"iya.. dia begitu gigih..."


"ya udah aku ke santri-santri dulu, karna kami mau mengadakan bantuan sosial untuk masyarakat sekitar pondok, yuk masuk juga"


Fatih dan Ikbal pun masuk ke aula yang sudah di penuhi beberapa santri yang menjadi panitia bansos yang akan mereka adakan.


🌟


Di kediaman Abi...nampak Fatimah yang Dengan mencoba menggerakkan kaki nya di taman belakang.


"Jangan terlalu di paksa.."


"Umma... gak kok Umma ni juga pelan-pelan"


"nih...".sembari menyodorkan buah mangga yang sudah Umma potong


"jazaakillah Khairan Umma shaleha"


"wajazaakillah Khairan shaleha Umma"


ada tawa kecil yang terukir..


Umma tak pernah sekalipun membayangkan akan hal seperti ini sejak dokter menyampaikan prediksi nya.


Tapi Allah menunjukkan, Tak ada yang mustahil bagi Nya.


"Gimana Sama Al..."


"Gimana apa nya Umma??"


"Ya gimana kalian,.jangan bilang karna rasa canggung kalian tidur beda ranjang?"


Fatimah hanya menyunggingkan senyuman sembari melirik sang Umma sesaat

__ADS_1


"Fa.. Umma tahu kalian pasti canggung, tapi ingat kalian sudah suami istri, sah di mata hukum dan negara,.tinggal kamu tanda tangani saja surat-surat yang belum bisa kamu tandatangani di waktu kamu belum tersadar"


Fatimah masih memilih diam sembari memakan buah yang ada di depan nya


"Toh dia pun pria yang kamu pilih, kamu terima Khitbah nya, beda nya kalian melaksanakan pernikahan dalam kondisi kamu sedang tak sadarkan diri"


"pihak KUA setuju, karna memang kalian sudah mengajukan pernikahan kalian"


"Umma dan Abi dulu juga tak ada kata pdkt atau apalah istilah anak sekarang, bahkan proses pengenalan kami sangat singkat. berbeda dengan kalian yang sudah terbilang lama saling mengenal"


"Canggung sudah pasti, tapi saat ijab kabul itu telah terucap, maka segala hak dan kewajiban kita sudah pindah ke suami, bahkan Surga Mu bukan lagi di Umma.. Surga Mu ada pada Suami Mu"


"Makasih ya Umma.. Fa akan selalu ingat nasihat Umma.."


"eehhmm....awal nya memang sangat canggung, kak Al juga akan tidur di sofa-..."


"Faa...trus kamu biarin??"


"Umma dengar dulu Donk.."


"ia ni Umma dengerin.."


"Tapi Fa tarik tangan kak Al.." ujar Fatimah dengan malu-malu


Dan Umma mengukir senyum mendengar perkataan Fatimah


"Trus...??"


"Fa minta kak Al tidur di ranjang..." jawab nya dengan memejamkan mata menahan malu


Umma malah menghujani Fatimah dengan ciu-man, lalu memeluk nya erat


"Umma...Faa sesak..."


"eh ia Maaf sayang... " Sembari melepas pelukannya


"Tapi Fa malu tau Umma, karna Fa yang minta"


"Gak perlu malu.. yang Fa lakukan udah benar.."


"Tapi Fa belum bisa melakukan kewajiban Fa, bahkan sekedar menyiapkan sarapan untuk kak Al..."


"Sayang... Al itu begitu mencintai kamu, dia sangat paham Kondisi kamu.. Umma dan Abi yakin Al sangat paham akan itu.."


"dan itu yang buat Fa merasa sangat bersalah"


"Sekarang lebih baik Fa fokus ke kesehatan dan jalani terapi, biar bisa cepet sehat, biar bisa belajar masak...masak untuk suami" ujar Umma sembari menyematkan candaan


"Umma....kan Fa malu gak bisa masak.."


"Kita belajar nanti.."


"Sekarang..." ajak Fatimah


"sekarang, emang bisa??"


"Bantu bantu dikit boleh kan Umma"


"Nanti Fa kelelahan..."


"Gak... ayo lah Umma... Setidaknya walau bukan Fa sendiri yang masak.."


"ok... yok...mau masak apa kita??" sembari mendorong kursi roda menuju dapur


"hmm... kita telfon bunda,.kak Al suka nya apa.."


"Ok..."


🌟🌟🌟🌟🌟


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen.. Hadiah nya juga ya .. hehehe


Jazaakumullah khairo❀️❀️

__ADS_1


__ADS_2