Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
cek up


__ADS_3

selesai Sholat Magrib mereka langsung menuju meja makan.


Umma di bantu bibik menyiapkan menu makan malam ini.


Tiba-tiba Fatimah mencoba berdiri untuk duduk ke kursi.


"Bismillah..."


"Fa...jangan di paksa nak" ujar Abi


Alvian yang kebetulan dari atas melihat Fatimah mencoba berdiri langsung di tahan nya


"ya Allah..sayang kan bisa bilang kak Al.."


"Gak papa kak....Fa pengen coba sendiri"


"yakin..??"


"yakin..."


"pelan-pelan.."


"ia..."


Dengan sedikit usaha akhirnya Fatimah bisa duduk di kursi.


"kalau masih sakit jangan di paksa" ujar Abi


"enggak bi... Fa bisa kok, Abi tenang aja ya" ujar Fatimah meyakinkan sang Abi Sembari menggenggam tangan Abi


"Lusa kontrol sekalian terapi kan??" tanya Hafidz


"ia kak.."


"yuk makan dulu, ngobrol nya di lanjut nanti" ujar Umma sembari mengambil posisi duduk di sebelah Abi


"Kak Al mau makan apa??"


"Biar kak Al ambil sendiri aja ya.."


"Kak izinin Fa melayani kakak ya, Fa gak papa kok, Fa sehat"


"hmmmm.... kalau di depan pengantin baru ini, berasa seperti anti nyamuk"


"bukannya Lo nyamuknya" balas Alvian


Abi,Umma dan Fatimah malah tertawa di buat nya.


"Udah...gak baik saling berargumen di Depan makanan"


"tapi beneran Umma, Hafidz merasa seperti anti nyamuk.."


"nyamuk bukan anti nyamuk.."


"udah... kak Al mau makan apa??"tanya Fatimah


"Ayam semur dan sayur kacang aja"


"ini cukup??"


"udah cukup..nanti kalau kurang gampang"


Fatimah pun berlanjut ke menu yang akan dia makan.


"Cukup segitu..??" tanya Al yang melihat menu makanan Fatimah cuma sedikit


"cukup...Fa masih kenyang makan bareng anak-anak tadi"


Abi dan Umma tersenyum bahagia melihat Alvian dan Fatimah.


Umma pun melayani Abi seperti biasanya.


"kak Hafidz gak ada yg nanyain nich mau makan apa gitu??"


"owh... kasihan anak Umma yang satu ini, sini biar Umma yang ambilkan, Hafidz mau makan yang mana??" tanya Umma dengan nada seperti bertanya pada anak kecil


"Hafidz mau itu,itu dan itu Umma" jawab nya manja


"manja" gerutu Fatimah


"biarin...week"


Selesai makan malam dan di lanjutkan sholat isya, Abi , Umma , dan Hafidz ngobrol di ruang tengah, malam ini Hafidz izin untuk nginap,. karna subuh harus segera ke RSH ada operasi yang harus di tangani.


Fatimah dan Alvian sudah di kamar, karna tadi Fatimah sempat merasa pusing.


mungkin efek lelah.


"minum obatnya dulu ya" ujar Alvian sembari memberikan Obat dan air minum untuk Fatimah minum

__ADS_1


"Makasih kak.."


"Ya udah Fa istirahat ya, Maaf ya kakak gak tau kalau jalan-jalan tadi buat Fa kelelahan"


"kak... Fa gak papa kok, beneran"


"Ya udah, sekarang istirahat, kak Al masih ada file pasien yang harus kakak cek" sembari menyelimuti tubuh Fatimah dan memberi ke-cupan singkat di puncak kepala Fatimah


🌟


Beberapa hari pun berlalu dan hari ini adalah jadwal untuk Fatimah cek up dan terapi.


di antar Umma,. karna kebetulan Alvian lembur.


"Fa mau langsung ke ruangan Dr. Hendro atau mau ke Al dulu..."


"ke kak Al aja dulu Umma, tadi kak Al udah nelfon Fa"


"Ya udah Umma ambil tas dulu di mobil, Fa tunggu ya"


Fatimah memutuskan untuk menuju ruangan Al Tampa menunggu Umma.


Tiba-tiba roda kursi roda nya macet,. dan ada sepasang mata yang mengamatinya.


"Ada yang bisa saya bantu?" sapa nya


Ternyata sosok yang menghampiri nya adalah seorang pria, jika di lihat dari penampilannya menunjukkan jika dia seorang dokter.


"tidak perlu dok, ada Umma saya di belakang" tolak Fatimah, karna dia akan tidak nyaman apalagi sosok itu adalah seorang pria


"kenapa sayang" tanya Umma yang baru saja masuk


"ini roda nya Umma"


"Biar saya bantu, seperti nya roda nya macet" ujar pria itu


"sudah.." tambahan


"terima kasih dok....kalau begitu kami permisi" ujar Umma


Umma pun membawa Fatimah menuju ruangan Alvian


Dan pria itu masih terdiam di posisi nya sembari menatap kepergian Umma dan Fatimah


"Fa kenal...??"


Akhirnya mereka sampai di ruangan Alvian


tok...tok...tok


"Masuk..."


Fatimah dan Umma pun masuk


"Udah sampai... bentar ya kak Al ganti baju dulu"


Gak lama kemudian Alvian sudah mengganti pakaian dinas nya dengan pakaian kasual.


"Umma mau ikut??" tanya Alvian


"Kalian aja, Umma mau ke ruangan Abi aja"


"oh ia.. nanti kalau Sudah selesai mau pulang duluan gak papa, Umma biar sama Abi.."


"Trus mobil nya...??" tanya Fatimah


"gampang soal mobil... ya udah Umma ke ruangan Abi ya.."


Umma pun menuju ruangan Abi sedangkan Fatimah dan Alvian menuju ruangan Dr. Hendro


"Kemaren sempat sakit sich dok, tapi gak lama"


"kalau di lihat dari hasil ronsen yang terakhir, masih ada sedikit sisa gumpalan darah yang belum terpecah.. Sabar ya berproses, yang terpenting jangan kelelahan apalagi stress"


"kaki nya gimana??"


"Sudah mulai bisa di gerakan dan berdiri walau sebentar dok.."


"hari ini terapi kan?? ingat jangan memaksakan diri yang mengakibatkan kelelahan"


"Baik dok"


"oh ya Al... kamu harus lebih extra sabar ya" tambah Dr. Hendro sembari memainkan mata nya..


Kalau udah main mata ini pembahasan di luar materi nich..hehe


"dokter bisa aja, sabar dok....selalu sabar..." sembari mengacungkan jempol nya


Fatimah di buat heran dengan tingkah dua laki-laki itu

__ADS_1


Selesai dengan cek up Dr. Hendro mereka pun menuju ruang terapi


Fatimah di bimbing untuk melangkah kan kali nya selangkah demi selangkah


"Bu Fatimah ini begitu beruntung ya"


"Alhamdulillah sus..."


"Dokter Al itu salah satu dokter yang di incar banyak suster dan dokter di RSH loh Bu..."


"termasuk suster juga dong??" tanya Fatimah sembari tertawa kecil


"hehee..sayang nya saya sudah punya anak Bu"


"Masyaallah... berarti berkurang satu yang mengidolakan suami saya...hehehe"


"Bu Fatimah bisa saja"


"Gimana sus??" tanya Alvian yang tiba-tiba sudah berdiri di antara mereka


"Bagus dok... tinggal sering di latih saja pelan-pelan"


Setelah di rasa cukup terapi hari ini, suster pun mengakhiri nya.


"Sudah Bu... nanti tinggal di latih lagi di rumah secara mandiri ya, di bantu sama dokter Al pasti nya" tambah suster yang mengakhiri terapi nya.


Selesai terapi Fatimah dan Alvian pun berbegas untuk pulang.


"Sayang tunggu disini ya, kak Al ambil mobil dulu"


"ia kak..."


Fatimah menunggu di depan RSH sedangkan Al menuju parkiran.


Saat Fatimah sedang menunggu tiba-tiba ada yang menghampiri nya,


Ternyata dia adalah pria yang sempat menolong nya saat roda kursi nya macet


"Sendirian..??" sapa nya


"Gak... ni lagi nunggu" jawab Fatimah Tampa melihat sosok yang bertanya pada nya.


"Sedang menjalani pengobatan disini"


"ia..."


"oh ya...kenalkan nama saya Rendy dokter disini"


Saat memperkenalkan diri tiba-tiba


"Sayang... maaf lama,. tadi mobil nya kejepit"


melihat sang suami datang membuat Fatimah membuang nafas lega "Huufft"


"yuukk..." tambah Alvian sembari membawa Fatimah menuju mobil


"oh ya... duluan dok.." tambah Alvian yang melihat ada seorang dokter berdiri tidak jauh dari Posisi Fatimah.


"oh ya silahkan" balas nya


Alvian dan Fatimah pun segera meninggalkan RSH.


"woooi...jangan ngelamun bos, pasien tu antri"


"kayak nya aku gak asing sama laki-laki tadi"


"yang mana???"


"tuch...." sambil menujuk mobil Alvian


"Owh...Itu Dr. Alvian, spesialis Jantung" jawab nya yang kebetulan paham dengan mobil yang Alvian gunakan


"Dia itu dokter yang cukup berprestasi sekaligus menantu dari pemilik RSH"


"serius??"


"ya serius lah..."


"berarti perempuan yang pakai kursi roda tadi??"


"oh itu..Bu Fatimah, anak dari Master Aditya, istri dari Dr. Alvian" jawab nya


"udah ah... kenapa jadi ngegosip, balik Sono ke ruang praktek" tambah nya


🌟🌟🌟🌟🌟


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen.. Hadiah nya juga ya .. hehehe


Jazaakumullah khairo❀️❀️

__ADS_1


__ADS_2