Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Koma


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan waktu sholat magrib.. Alvian pun menunaikan ibadah shalat magrib, selesai sholat Alvian melantunkan ayat-ayat Allah sembari menunggu waktu isya.


Selesai sholat isya, Alvian kembali duduk di samping Fatimah


Di be-lai nya pipi Fatimah dengan lembut.


Tiba tiba ada perawat yang masuk


"Dok...maaf saya mengganggu, saya tadi dapat amanah dari Dr. Aditya untuk mengantarkan ini" Sembari memberikan satu kotak makan


"Oh ya sus, taruh saja, nanti saya makan, terima kasih"


"Baik dok saya permisi"


"Fa... mimpi indah nya jangan lama lama ya... besok kamu harus sudah bangun"


Tak banyak Obrolan, mungkin karna rasa lelah begitu menghampiri, akhirnya Alvian tertidur di samping sang istri.


Malam berganti pagi.


Alvian memeriksa kondisi Fatimah, mulai dari nadi, detak jantung, tekanan darah.


di ci-um nya dahi Fatimah


"Sayang bangun Donk...Semua udah nunggu loh...jangan lama-lama mimpi indah nya"


Masih Tampa respon


Abi,Umma,Bunda, Arafah, Fatih dan juga Hafidz pun sudah berada di RSH..


Alvian meninggal Fatimah di dalam.. melihat keluarga nya baru datang.


"Al... ini bunda bawakan baju ganti"


"Makasih ya Bun.."


"Kami udah sarapan?? ini Umma bawakan bekal untuk kami makan"


"Ia Umma...makasih, nanti Al makan.."


"Gimana Fatimah Al, apa ada respon lagi?"tanya Abi


Alvian menggeleng


Semua melihat Fatimah dari kaca.


Tak Lama kemudian Dr. Hendro datang, melakukan pemeriksaan bersama Alvian juga


Alvian juga sudah menjelaskan kondisi Fatimah yang terbaru.


Dr..Hendro menggeleng kan kepala nya


Alvian terduduk lemas...dan semua yang di luar ruangan pun menyaksikan dan penasaran dengan apa yang di katakan Dr. Hendro


"Al.... dengan berat hati saya harus mengatakan, Fatimah koma"


Air mata itu berusaha ia tahan.. walau sulit.


Ya sebagai dokter Alvian sangat paham keadaan ini.

__ADS_1


"Dok... berapa lama??"


"Al... kamu menanyakan sesuatu yang kamu sendiri tau jawabannya.. sabar dan terus ikhtiar"


"Al...saya serahkan untuk pemeriksaan Harian kepada kamu... saya akan menangani di saat peran saya di butuhkan" tambah Dr. Hendro


Lalu Dr. Hendro pun keluar, dan memberitahu kan kodisi Fatimah saat ini


"Bi.... kenapa ini harus terjadi??"


"Umma..." ujar Abi dengan nada naik


"Umma... Umma sedang mempertanyakan ketentuan Allah??"


"😭 Astagfirullah... Umma gak sanggup Bi..."


"Dengar Abi... segala kemungkinan Dr. Hendro sudah menjelaskan dari awal, hingga kemungkinan terburuk sekalipun.."


"Hingga Al memutuskan untuk menikahi Fatimah, dengan segala konsekuensi nya"


"Alvian dan Abi sebagai sebagai seorang dokter sangat tahu konsekuensi ini akan terjadi jika Fatimah tidak sadar dalam 24 jam.."


"Umma... Lihat Al.... dia bahkan tidak menyentuh makanan yang Abi titik kan tadi makam..."


Umma menatap sang menantu dan sang putri dari balik kaca ruang ICU.


Kuat.. dia harus kuat


"Fa...kamu tau, sering kakak menghadapi situasi ini, hal yang sama yang harus kakak jelaskan ke keluarga pasien, dan Hari ini kakak yang bertanya.."


"Kamu wanita hebat... kamu pasti bisa melewati semua ini, jika memang istri kakak ini Masih ingin tetap dalam mimpinya.. tenang kakak akan siap menunggu kamu terbangun.. "


"bersiap membangun impian kita bersama.. impian yang memang belum pernah kita utarakan...tapi kakak yakin, impian pasti indah.."


Alvian melihat keluarga yang ada di luar, Alvian pun keluar ruangan.


ia tau pasti yang lain juga ingin berbincang dengan sang istri


"Umma... mau masuk??"


Umma menyahut dengan anggukan.


Umma dan Abi pun masuk keruangan


Alvian dan yang lain di luar.


Bunda meminta Alvian untuk makan.


"Al.. sarapan dulu"


"ia Bun..." tanpa bantahan, karna dia memang harus kuat,. sehat agar bisa menjaga sang istri, mengurus sang istri.


Siang ini Abi dan Umma masih di RSH.


Alvian keluar sebentar menuju ruangan nya, karna ada laporan kesehatan pasien yang harus dia serahkan ke Hafidz.


Alvian minta waktu cuti 1 pekan,


sedangkan bunda harus kembali ke toko nya.

__ADS_1


Fatimah masih setia dengan mimpi indah nya.


Abi dan Umma sedang menunggu di luar.


Tiba-tiba ada seorang ibu mendatangi mereka.


"Pak Bu, apa bener ini dengan korban kecelakaan di jl. Sudirman waktu karnaval??"


"Dari mana ibu tau?? dan ada keperluan apa??" tanya Abi


Ibu itu langsung berlutut memohon maaf


"Maaf kan saya karna kelalaian saya, anak bapak harus menjadi korban.."


"Maksud ibu apa??" tanya Umma


"Saya ibu dari anak kecil itu... saya lalali"


Mendengar itu Umma ingin marah.. Abi tau kemarahan Umma, Abi lalu menggenggam tangan Umma dan menggeleng kan kepala nya.


"Saya mohon Maaf... saya benar-benar mohon maaf"


"Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya,) kecuali kemuliaan (di dunia dan akhirat), serta tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Dia akan meninggikan (derajat)nya (di dunia dan akhirat)."


"Memaafkan itu tidak mudah... tapi kami semua sudah ikhlas.. ini semua tidak lepas dari ketentuan Allah... In Syaa Allah kami sudah memaafkan ibu.. hanya pesan saya, jangan sampai kelalaian ini terulang lagi" ujar Abi


"Qadarullah...ini semua menjadi ketetapan Allah"


Alvian sudah kembali dari ruangan nya dan menuju ke ruangan Fatimah


Saat sampai di depan ruangan Sang istri ia melihat Abi yang berbicara dengan seseorang


"Siapa Bi...??"


Abi dan bunda hanya saling melihat.


"Ibu ini..." ujar Abi ragu


"Ibu ini kenapa Bi...??"


"Ibu ini adalah ibu dari anak kecil yang Fatimah tolong"


Mendengar itu Alvian pun langsung mundur menjauhi ibu itu.


"Al..."


"Al gak papa bi.. Al masuk dulu"


Lagi dan Lagi Abi dan Umma tak mampu berkata


Bukan benci atau dendam.. hanya saja setiap menyangkut kejadian itu, hati Al begitu teriris, seakan kejadian itu terlihat lagi di ingatan nya.


Ingatan dimana dia menyaksikan Fatimah menjadi korban.


🌟🌟🌟🌟🌟


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen


Jazaakumullah khairon ❤️

__ADS_1


__ADS_2