Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Bioskop


__ADS_3

Akhirnya mereka pun sampai di salah satu Mall yang ada bioskop nya, yang cukup terkenal di jogjakarta.


Bunga begitu semangat, Fatimah selalu di gandeng nya.


"Perasaan tujuan kesini tadi mau pacaran, kenapa malah jadi ekor" gerutu Alvian yang di tinggal oleh sang Istri. Bagaimana gak di tinggal, Bunga menarik-narik Fatimah agar segera masuk ke ruang bioskop. Komedi jadi pilihan mereka. Mau romantis gak mungkin, nanti ada yang ngiler, Mau horor juga gak mungkin, takut ada yang khilaf, khilaf meluk karna takut🤭


Mereka sudah duduk di kursi masing-masing. lengkap dengan camilan dan minuman Boba.


"kok kecut gitu muka nya??" tanya Fatimah


"ini bukan pacar nama nya" gerutunya


"hehehe..." Fatimah hanya bisa tertawa dengan tingkat sang suami.


Lampu ruangan pun di matikan, Film pun di putar, Bunga begitu ricuhnya, sampai-sampai kena jitak kepalanya oleh Alvian.


Fatimah dan Hafidz terkekeh bukan karna film, tapi karna ulah Bunga.


Selesai.. Film pun selesai, Alvian langsung menggandeng tangan Fatimah sebelum Bunga menyambar.


Alvian dan Fatimah berjalan bergandengan, kadang sesekali Alvian merangkul pundak sang Istri. Membuat yang melihat jadi ngiler.


"Mas..."


"Apa...??"


"mana aci gitu, Bunga cuma ngekor aja"


"kan tadi mas udah bilang, mas mau pacaran, kan kamu yang mau ikutan.. ya udah duluan aja sana, mau kemana, mas sama kak Fatimah ngekorin kamu"


"gak asik Donk jalan sendirian..."


"Fidz Temenin tu, tapi jaga jarak..." goda Alvian


Alvian dan Fatimah asik dengan kegiatan mereka sampai mereka kehilangan jejak Bunga dan Hafidz.


"Telfon aja Biy..."


"Gak usah, Hubbiy yakin kok Hafidz bisa jaga Bunga dan tahu batasan, biarkan mereka saling mengenal"


"Ya udah, kita kemana??"


"Ngopi latte yok.. udah lama kita gak ngopi kan.. Latte Brown sugar" ujar Alvian mengingat waktu pertama kali tahu Latte Brown sugar juga menjadi menu favorit sang Istri


"yuuk.., tapi telfon dulu gih mereka, biar enak ketemuan nya"


"ya udah Hubbiy telfon ya"


Alvian pun menelfon Hafidz, dan memberi tahu dimana dia menunggu. Dan ternyata mereka sedang jalan-jalan saja di mall yang ada di bioskop tersebut.


Alvian dan Fatimah yang sudah membeli latte brown sugar pun mencoba mencari cemilan.


"Biy... bakso"


"malam-malam makan bakso??"


"sesekali Biy... kan kita gak setiap hari ngerbo nya"


Maksud nya Ngebo itu adalah makan Karbo ya.

__ADS_1


"ok...yuuuk..."


Alvian dan Fatimah asik dengan gaya pacaran mereka, makan bakso di pinggir jalan, dan Alvian geleng-geleng melihat Fatimah yang menuang sambel Tampa takut pedes. Membayangkannya saja sudah buat bergidik.


"enak loh... hot..."


"mules ia..."


"coba deh cicip, sikit aja"


"sayang .. Hubbiy bisa bolak-balik ke toilet, tega..??"


Fatimah terkekeh melihat expresi sang suami yang memang gak tahan pedas itu.


Berbeda dengan Hafidz dan Bunga,. mereka duduk di salah satu coffeshop.


"Mas Hafidz sering nonton??"


"Dulu waktu kuliah ada beberapa kali, Kalau Bunga..??


"Pas SMA cukup sering sih mas, tapi sejak Kuliah gak pernah"


"ambil jurusan apa??"


"Management..."


"ngitung duit Donk.. hehehe"


"Duit orang..."


"ya duit orang lah masa duit onyet..."


"berarti kerja sama Fatimah, pengalaman pertama donk.."


"iya mas...."


"Jadi rencana balik ke Semarang??"


"In Syaa Allah jadi, kata nya mas Alvian sama kak Fatimah mau ikutan juga"


"mas boleh ikutan juga gak?? mau kenal sama Orang tua Bunga"


"Mau kenal sama ortu Bunga..??"


"ia.. kenapa?? gak boleh??"


"boleh sich...aneh aja"


"aneh nya dimana??"


"kayak orang mau ngelamar...hehehe"


"rencana..." gunanya pelan tapi bisa terdengar walau tidak begitu jelas


"gimana mas,. gak jelas??


"hmmm... gak ada, eh nyusul mereka yok..."


"Ayok..."

__ADS_1


"mas Bayar dulu ya.."


"Biar Bunga aja, gantian, waktu itu udah mas yang bayar"


"gak ada dalam kamus mas, cewek yang bayar"


Mereka pun menyusul Alvian dan Fatimah setelah sempat berdebat siapa yang akan bayar, bahkan kasir pun sampai geleng-geleng.


"bayar masing aja mas..." ujar Kasih yang bingung mau uang siapa yang di ambil..


kalau Author mah gak bakal nolak di bayarin, gratis, halal masa di tolak🤭


Lokasi makan Fatimah dan Alvian tidak jauh, ada di sebelah bioskop.


"Udah pacaran nya??" tanya Hafidz yang baru datang di ekori oleh Bunga


"Rencana mau nginep..hehehe" jawab Alvian


Hafidz dan Bunga pun ikut duduk.


"Mau makan gak??" tanya Fatimah


"gak ah kenyang" jawab Bunga


"oh ya kata Bunga kalian mau ikut ke Semarang??"


"In Syaa Allah jika gak ada jadwal yang mendesak.." jawab Alvian


"Gue ikut..."


"mas Hafidz serius??"


"Ada wajah bercanda???"


"ya udah jika gak ada kendala, mau satu mobil apa beda mobil??"


"satu mobil aja, kan bisa gantikan nyetir nya" usul Fatimah


"manut sama Bu bos" jawab Hafidz


Mereka pun sudah kembali menuju rumah masing-masing.


Hafidz langsung pulang ke rumah, Alfian, Fatimah dan Bunga pun dalam perjalanan pulang


"Ngobrolin apa aja tadi sama Hafidz??"


"obrolan biasa aja.."


"Gak ada yang serius??"


"tadi sempat sih bilang mau kenal sama papah dan mamah,.aneh kan??"


"Bukan aneh, berarti ada niat baik" ujar Fatimah


"mas Hafidz kan memang baik dan sopan gak mungkin lah ada niat buruk.."


"Niat baik nya berbeda Bunga, mas ketok juga tu kepala..." geram Alvian


"taun ah, Bunga ngantuk, nanti kalau udah sampai bangunin ya"

__ADS_1


"ckckck" decak Alvian dengan tingkat adik sepupu nya itu


__ADS_2