
Alhamdulillah.... Allah masih pertemuan kita lagi dengan Hari Jumat.. Sudah Sholawat?? Sudah Sedekah?? Sudah Baca Al- Kahfi?? dan jangan lupa juga perbanyak istighfar...
*
*
*
*
Menikmati momen romantis pertama, Bunga lebih banyak menunduk, mendapat perlakuan seperti itu membuat rona merah di pipi nya sulit untuk di sembunyikan.
Mereka menyempatkan bergabung dengan keluarga yang lain walau sejekan. dan Saat ini mereka baru selesai sholat Isya dan di lanjut sholat sunah pertama kali untuk pasangan suami istri.
Hafidz mencium kening Bunga, di sematkan doa untuk sang istri, untuk bahtera rumah tangga yang baru akan mereka jalani.
"Tidur lah.. pasti lelah kan" Bukan tak ingin melakukan kewajiban sebagai suami Istri, Hafidz takut Bunga belum siap, dan acara hari ini pasti sangat membuat nya lelah.
Merek sudah berbaring di atas ranjang, Bunga dengan lamunan nya, Hafidz pun begitu, seakan Horor dan mencekam...
Bunga teringat akan nasihat Fatimah, jangan takut,atau malu menunaikan kewajiban karna itu bernilai pahala.
Tiba-tiba Bunga membalikan tubuh nya menghadap Hafidz, dan ternyata Hafidz pun sedang membalikkan tubuh nya untuk menghadap Bunga.
Kini kedua pasang mata itu saling menatap, begitu dalam seakan merasuk dan membuat debaran yang tak menentu
"apa aku sakit jantung ya" batin Bunga
Tiba-tiba Hafidz memberanikan diri mengusap lembut rambut hitam lurus milik Bunga,lalu mengelus lembut pipi putih mulus Bunga. mendapatkan perlakuan seperti itu membuat Bunga memejamkan mata nya.
"Mas...."
"Hmmm...." jawab Hafidz masih dengan kesibukan nya sendiri, yaitu menelusuri wajah Bunga
__ADS_1
"Jika mas ingin menunaikan kewajiban, Bunga siap, kaya kak Fatimah, menunaikan kewajiban adalah bernilai pahala" ujar nya polos dengan menyebut nama Fatimah
Hafidz tersenyum sumringah mendengar itu semua "Adek ku itu tau aja keinginan kakak nya...hahaha" tawa Hafidz dalam Hati
Tapi Hafidz berusaha menahan "Jangan di paksa, cukup seperti ini"
Bunga membuka mata nya, ada rasa kecewa mendengar jawaban Hafidz.
"Ya sudah Bunga mau tidur aja" jawab Bunga dan langsung menyelimuti tubuh nya sampai ke dada, dan membalikan tubuh nya membelakangi Hafidz
Hafidz cukup kaget, niat nya bukan menolak, hanya takut Bunga belum siap.. dan mendapat respon seperti itu, membuat Hafidz langsung memeluk tubuh Bunga dari belakang.
"Maaf. bukan mas menolak, mas hanya..."
"Bunga mau tidur..." ujar Bunga memotong perkataan Hafidz.
Hafidz bukan pergi, dia malah semakin mengeratkan pelukannya. Bunga masih terdiam, tapi tiba-tiba dia bersuara
"mas, sesak... terlalu kuat meluknya, mas mau Bunga kehabisan napas" oceh nya
"mas geli tauk..." oceh Bunga, dan Bukan berhenti Hafidz malam menurunkan ciu-man nya ke tengkuk leher Bunga.. Tiba-tiba Hafidz membalikkan tubuh Bunga agar bisa menghadap nya, lalu Hafidz membacakan Doa di atas ubun-ubun Bunga, mencium kening Bunga dengan begitu dalam. Semua itu mengalihkan rasa hangat untuk mereka, untuk jiwa dan raga mereka.
Kini Hafidz mencium semua area wajah Bunga,, tak tersisa sedikitpun. Bunga cukup kaget, tapi dirinya juga tidak bisa menolak, dia harus bisa menjalani malam ini dengan penuh ikhlas agar bernilai pahala.
Perlahan namun pasti, Hafidz menyatukan tubuh Mereka, mengharap keridhaan dari sang Khalik... Semoga Bisa segera Allah berikan keturunan yang Sholeh dan Sholeha.
Kamar ini menjadi saksi penyatuan cinta, walau sebenarnya kata cinta belum pernah terucap, tapi mereka meyakini hubungan halal yang mereka jalani akan membaca cinta itu dengan sendirinya, karna Cinta itu seutuhnya milik Sang maha pencipta.
Kini Hafidz menyelimuti tubuh Bunga, lalu menci-um puncak kepala Bunga.
"Terimakasih istri ku" ucap nya, tapi sayang yang mendapat ucapan itu sudah tertidur pulas, karna rasa lelah yang tak bisa dia tahan lagi.
Pagi pun datang, masih sangat terpancar rona malu di wajah Bunga, mengingat malam itu, sungguh membuatnya malu.
__ADS_1
"Yuk gabung dengan yang lain" ajak Hafidz
Hafidz menggandeng Bunga menuju ruang tengah, suasana rumah masih cukup ramai.
Ledekan gak lepas mereka dapatkan. Untuk keluarga Hafidz dan Fatimah mereka masih di hotel. mereka berencana akan keliling Semarang dulu sebelum kembali ke Jogjakarta. Sekali dayung 1000 pulai di singgahi... tunggu-tunggu.. emang di semarang ada pulau ya...🤣🤣
"Ayah sama Bunda gak kesini Fidz??" tanya Bunda Syafitri
"Kurang tahu juga Bun, kata nya mau keliling Semarang... mumpung disini"
"Oh ya sudah habiskan makanan kalian, pasti semalam menghabiskan tenaga extra kan??" goda Bunda dan itu membuat Bunga tertunduk malu
Segini nya jadi pengantin baru, jadi bahan ledekan, dan selalu di goda. saat jomblo di ledek, baru SAH juga jadi bahan ledekan... sungguh terlalu ya mereka.
Pagi berganti Siang, sebagai kerabat sudah kembali ke kediaman masing-masing. Nampak Bunga dan Hafidz yang di bantu oleh Bunda Syafitri dan Mamah membuka kado di ruang tengah.
"Ni kado di jual boleh gak?? kan gak mungkin di bawa ke Jogja" tanya Bunga dengan polosnya
"hahaha... di gadaikan aja" jawab Bunda Syafitri
"Kami ini Bunga kok Yo aneh... ini kan bentuk sayang dan doa dari semua orang yang sayang sama kalian, kok mau di jual" Mamah bersuara
"Bawa seperlunya aja..." balas Hafidz
"betul kata Hafidz, jika pun ada yang mungkin gak kalian pakai, bisa di sedekah... agar jadi amal, hitung-hitung ketimbang mubazir kan" ujar Bunda Syafitri
Saat membuka kado tak lepas candaan receh menghiasi aktifitas mereka.. Bunga masih malu-malu untuk bermanja dengan Hafidz apalagi di depan mamah dan bunda Syafitri, malah Bunga terkesan manja dalam gelendotan nya ke mamah.
"kamu ini ndok... udah nikah malah manja" ujar mamah
"ga papa... mumpung, besok kan manja nya udah berpindah kalau di Jogja, ya kan Fidz..." goda Bunda
Hafidz hanya bisa nyengir kuda dengan ucapan Bunda.
__ADS_1
"tenyata begini rasa nya jadi Alvian..." batin nya